بسم الله الرحمن الرحيم
Mengucapkan apa yang diucapkan "muadzzin"
Dari Abu Sa'id Al-Khudriy radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu'alaihi
wa sallam bersabda:
«إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ،
فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ المُؤَذِّنُ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Jika kalian mendengar seruan salat maka ucapkanlah seperti apa
yang diucapkan orang yang azan (muadzzin)". [Sahih Bukhari dan Muslim]
Dari Umar bin Khattab radiyallahu
'anhu; Rasulullah shallallahu'alaihi
wa sallam bersabda: Jika orang yang
azan mengucapkan:
اللهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ
Kemudian
seorang diantara kalian juga mengucapkan:
اللهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ
Kemudian orang yang azan
mengucapkan:
أَشْهَدُ أَنْ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
Ia juga
mengucapkan:
أَشْهَدُ أَنْ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
Kemudian orang yang azan
mengucapkan:
أَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ
Ia juga
mengucapkan:
أَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ
Kemudian orang yang azan
mengucapkan:
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
Ia
mengucapkan:
لَا حَوْلَ وَلَا
قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Kemudian orang yang azan
mengucapkan:
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
Ia
mengucapkan:
لَا حَوْلَ وَلَا
قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Kemudian orang yang azan
mengucapkan:
اللهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ
Ia juga
mengucapkan:
اللهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ
Kemudian orang yang azan
mengucapkan:
لَا إِلَهَ إِلَّا
اللهُ
Ia juga
mengucapkan:
لَا إِلَهَ إِلَّا
اللهُ
Semua
itu ia ucapkan dari dalam hatinya, maka ia akan masuk surga. [Sahih Muslim]
Dari Sa'ad
bin Abi Waqqash radiyallahu
'anhu;
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang membaca do'a ketika
mendengar orang adzan (mengucapkan syahadat):
أَشْهَدُ أَنْ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، رَضِيتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ
رَسُولًا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا
"Aku bersaksi bahwa
sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa
sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Aku rela Allah sebagai Tuhan,
Muhammad sebagai rasul, dan Islam sebagai agama"
"Maka
dosanya akan diampuni". [Sahih Muslim]
Dalam
riwayat lain do'anya diawali dengan lafadz:
وَأَنَا
أَشْهَدُ ...
Do'a ini dibaca setelah muadzzin mengucapkan syahadat, atau setelah azan
berakhir.
Selawat untuk Rasulullah dan meminta wasilah setelah azan
Dari Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radiyallahu 'anhuma,
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
«إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ،
فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ
صَلَاةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوا اللهَ لِيَ الْوَسِيلَةَ،
فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ، لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ
اللهِ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ
لَهُ الشَّفَاعَةُ» [صحيح مسلم]
"Jika kalian mendengar muadzzin (menyeru untuk salat), maka ucapkanlah seperti
apa yang diucapkannya, kemudian berselawatlah untukku, karena sesungguhnya
barangsiapa yang berselawat untukku maka Allah akan berselawat untuknya sepuluh
kali, kemudian mintalah kepada Allah untukku "Al-Wasilah", yaitu tempat
yang paling mulia di surga, tidak ada yang berhak menghuninya kecuali untuk
seseorang dari hamba Allah, dan aku berharap akulah orangnya, maka barangsiapa
yang meminta untukku "al-wasilah" maka ia berhak mendapatkan
syafa'at. [Sahih Muslim]
Do'a setelah azan
Dari Jabir bin Abdillah radiyallahu
'anhuma; Rasulullah shallallahu'alaihi
wa sallam bersabda: Barangsiapa yang
membaca do'a setelah mendengar azan:
اللَّهُمَّ رَبَّ
هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ
وَالفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
"Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan yang sempurna ini dan
shalat yang didirikan. Karuniakanlah kepada Muhammad "al-wasilah" (tempat
yang paling mulia di surga) dan keutamaan. Dan bangkitkanlah ia pada tempat
yang terpuji sebagaimana telah Engkau janjikan untuknya",
maka ia berhak mendapatkan
syafa'atku di hari kiamat. [Sahih Bukhari]
Berdo'a di antara azan dan
iqamah
Abdullah bin 'Amr radiyallahu 'anhuma berkata: Seorang laki-laki bertanya: Ya
Rasulullah, sesungguhnya para tukang azan telah melebihi pahala kami.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
« قُلْ كَمَا يَقُولُونَ
فَإِذَا انْتَهَيْتَ فَسَلْ تُعْطَهْ » [سنن أبى داود: حسنه الألباني]
"Ucapkan apa yang mereka kumandangkan, dan ketika kamu
sudah selesai menjawab azan maka berdo'alah dan kau akan diberikan".
[Sunan Abi Daud: Hasan]
Dari Anas bin Malik radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ
بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ» [سنن الترمذي: صححه الألباني]
"Do'a tidak ditolak antara azan dan iqamah". [Sunan
Tirmidzi: Sahih]
Mengucapkan apa yang diucapkan "muazzin" ketika iqamah dan do'a setelahnya
Sebagian ulama berpendapat
bahwa disunnahkan mengikuti ucapan iqamah dan berdo'a setelahnya seperti do'a
yang dibaca setelah azan, karena iqamah adalah azan yang kedua.
Dalilnya:
1.
Dari Abdullah bin Mugaffal Al-Muzaniy radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
«بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ
صَلَاةٌ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Diantara setiap dua azan itu ada salat sunnah".
[Sahih Bukhari dan Muslim]
Yang dimaksud dengan dua azan
adalah azan dan iqamah.
2.
Keumuman hadits Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash: " إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ،
فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ".
Ibnu
Rajab Al-Hanbaliy (795H) rahimahullah mengatakan: Sabda Rasulullah "
إذا سمعتم المؤذن " (jika kalian mendengarkan
muazzin) yang dimaksud adalah azan dan iqamah, karena keduannya adalah panggilan
untuk salat yang dikumandangkan oleh muadzin. [Fathul Bariy karya Ibnu Rajab
3/457]
Ibnu Hajar Al-Haetamiy (974H) rahimahullah mengatakan: Aku
tidak mengetahui kalau ada orang yang mengatakan sunnah berselawat dan salam
sebelum iqamah, dan yang disebutkan oleh ulama kita bahwa salawat dan salam
sunnah setelah iqamah seperti azan kemudian membaca do'a " اللَّهُمَّ رَبَّ هذه الدَّعْوَةِ
التَّامَّةِ " . [Al-Fatawa Al-Fiqhiyah Al-Kubraa karya Ibnu Hajar
Al-Haetamiy 1/129]
Syekh Albaniy (1420H) rahimahullah
mengatakan: Bagi orang yang mendengar iqamah disunnahkan melakukan seperti
ketika mendengar azan, mengikuti ucapannya, berselawat, dan meminta wasilah.
Karena sabda Rasulullah: إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ، فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ
"Jika kalian mendengar muadzin,
maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya", sifatnya umum untuk
azan dan iqamah. Dan karena iqamah adalah termasuk azan secara bahasa dan
syariat. [Ats-Tsamarah Al-Mustathaab karya syekh Albaniy 1/214]
Al-Lajnah Ad-Daimah mengatakan: Yang sunnah bagi orang yang
mendengar iqamah adalah mengucapkan apa yang diucapkannya, karena iqamah adalah
azan kedua dijawab seperti azan dijawab. Kemudian selawat kepada Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian berdo'a seperti do'a setelah azan. Dan
kami tidak mengetahui suatu dalil sahih yang menganjurkan zikir atau do'a
antara selesai iqamah dan sebelum takbiratul ihram kecuali apa yang telah
disebutkan. [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 6/89 no.2801]
Syekh Abdul Aziz Ar-Rajihiy
ditanya: Apakah do'a yang dibaca setelah azan juga dibaca setelah iqamah?
Beliau menjawab: Iya, karena
iqamah juga azan yang sempurnya, dan iqamah adalah tanda akan didirikannya
salat sedangkan azan adalah tanda masuknya waktu salat. Oleh sebab itu Nabi
bersabda: "Di antara kedua azan ada salat sunnah", dan iqamah
juga dinamai azan. [Fatawa Munawwa'ah oleh syekh Ar-Rajihiy]
Akan tetapi ulama lain mengatakan
tidak disunnahkan mengikuti ucapan iqamah dan tidak pula berdo'a setelahnya
karena tidak ada dalil yang menganjurkannya.
Adapun penyebutan iqamah sebagai azan hanyalah sebatas lafadz tapi hukumnya berbeda seperti kata al-qamaraani (dua bulan) dan yang dimaksud adalah matahari dengan bulan, al-aswadaani (dua yang hitam) yaitu kurma dan air atau kalajengking dan ular.
Syekh Ibnu Utsaimin (1421H)
rahimahullah mengatakan: Pendapat yang kuat adalah tidak mengatakan
sesuatu, tidak mengikuti ucapan iqamah, dan tidak pula berdo'a dengan do'a
azan. [Liqaa' Al-Baab Al-Maftuuh]
Pendapat ini juga dikuatkan oleh syekh Bakr Abu Zaid rahimahullah dalam kitabnya "tashhih Ad-Du'aa" hal.394.
Lihat: Fatawa Asy-Syabakah Al-Islamiyah (islamweb) " حكم دعاء الوسيلة بعد الإقام ", dan Al-Islam su'aal wa jawaab " حكم الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم قبل الإقامة أو بعدها " .
Lihat juga: Waktu berselawat
Keutamaan salat jama'ahKewajiban salat jama'ah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...