Minggu, 29 Juni 2014

Pembinaan akhlak di bulan Ramadhan

بسم الله الرحمن الرحيم


Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan berkah, bulan yang penuh rahmat dan karunia dari Allah subhanahu wa ta’aalaa.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ» [سنن النسائي: صحيح]
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan penuh berkah (mubarak), Allah 'azza wajalla mewajibkan atas kalian puasa Ramadha, pada bulan itu dibuka pintu-pintu langit (surga), ditutup pintu-pintu neraka, dan setan yang jahat dibelenggu. Pada bulan itu Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang dari kebaikannya berarti ia telah terhalang dari segala kebaikan”. [Sunan An-Nasa'i: Sahih]

Dalam riwayat lain:
«إِذَا كَانَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ» [صحيح مسلم]
“Jika datang bulan Ramadhan maka pintu-pintu rahmat dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dirantai”. [Sahih Bukhari dan Muslim]


Diantara berkah bulan Ramadhan adalah banyaknya amal ibadah yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman secara bersama-sama yang berfungsi sebagai madrasah untuk mendidik akhlak dan moral mereka, diantaranya:

A.    Madrasah puasa

Tujuan puasa adalah meningkatkan kuwaliatas ketakwaan seorang hamba, menjalankan semua perintah Allah, menjahui larangan-Nya, dan menjadi insan yang berbudi luhur.

Allah subhanahu wa ta’aalaa berfirman:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ} [البقرة: 183]
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. [Al-Baqarah:183]

Puasa adalah benteng, yang melindungi seorang hamba dari keburukan dunia dan akhirat, melindunginya dari prilaku yang tidak terpuji.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Allah ‘azza wa jalla berfirman (dalam hadits qudsi):
" الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ، فَلَا يَرْفُثْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَسْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ، فَلْيَقُلْ: إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ " [صحيح البخاري ومسلم]
“Puasa itu adalah pelindung, dan jika seseorang dari kalian sedang puasa maka janganlah berkata kotor dan berteriak. Jika seseorang menghinanya atau menyerangnya maka hendakalah ia mengatakan: “Sesungguhnya saya sedang puasa”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Puasa akan meredakan hawa nafsu yang senantiasa mengajak kepada keburukan.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
«مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Barangsiapa yang sudah mampu menikah maka menikalah, karena sesungguhnya menikah itu akan menahan pandangan, dan menjaga kemaluan (dari yang haram). Dan barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah ia berpuasa karena puasa dapat meredakan nafsu”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Puasa membersihkan hati dari sifat-sifat tercela.

Dari Abu Dzar radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ، وَيُذْهِبُ مَغَلَةَ الصَّدْرِ "
Puasa di bulan kesabaran (Ramadan) dan tiga hari pada setiap bulan adalah puasa setahun, menghilangkan "magalah" di dada.
Abu Dzar bertanya: Apa itu "magalah" di dada?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:
رِجْسُ الشَّيْطَانِ [مسند أحمد: صحيح]
“Godaan setan”. [Musnad Ahmad: Sahih]
Dalam riwayat lain:
" يُذْهِبْنَ وَحَرَ الصَّدْرِ " [مسند أحمد: صحيح]
“Menghilangkan rasa dengki di dada”. [Musnad Ahmad: Sahih]

Puasa melatih kejujuran, jujur dalam perkataan dan perbuatan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ» [صحيح البخاري]
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak mengharapkan darinya untuk meninggalkan makanan dan minumannya". [Sahih Bukhari]

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ» [سنن ابن ماجه: صحيح]
“Banyak orang yang berpuasa tapi tidak ada yang ia dapat dari puasanya kecuali rasa lapar, dan banyak orang yang shalat tapi tidak ada yang ia dapat dari shalatnya kecuali begadang”. [Sunan Ibnu Majah: Sahih]


B.      Madrasah Shalat

Shalat yang baik akan mencegah seorang hamba dari perbuatan keji dan mungkar

{وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ} [العنكبوت: 45]
Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. [Al-‘Ankabuut:45]

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata:
إِنَّ فُلَانًا يُصَلِّي بِاللَّيْلِ، فَإِذَا أَصْبَحَ سَرَقَ
Sesungguhnya si Fulan mendirikan shalat di malam hari kemudian jika pagi datang ia mencuri!?
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" إِنَّهُ سَيَنْهَاهُ مَا تَقُولُ " [مسند أحمد: صحيح]
“Shalatnya akan mencegah ia dari apa yang engkau katakan”. [Musnad Ahmad: Sahih]

Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ، وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَنْهَاةٌ لِلإِثْمِ» [سنن الترمذي: حسن]
“Hendaklah kalian mendirikan shalat malam, karena itu adalah amalan rutin orang-orang shalih sebelum kalian,  amalan untuk mendekatkan diri kepada Rabb kalian, penghapus keburukan, dan mencegah dari perbuatan dosa”. [Sunan Tirmidzi: Hasan]

Dalam shalat, kita dianjurkan untuk berdo’a memohon kepada Allah agar diberi amal shalih dan akhlak yang mulia.

Abu Umamah radhiyallahu 'anhu berkata: Aku tidak mendekat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada saat shalat wajib atau sunnah kecuali aku mendengarnya membaca kalimat do'a ini (di akhir shalat), tidak ia tambah dan tidak ia kurangi:
" اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَخَطَايَايَ كُلَّهَا، اللَّهُمَّ أَنْعِشْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَاهْدِنِي لِصَالِحِ الْأَعْمَالِ وَالْأَخْلَاقِ ; فَإِنَّهُ لَا يَهْدِي لِصَالِحِهَا، وَلَا يَصْرِفُ سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ "
“Ya Allah ampunilah dosa-dosa dan kesalahanku semuanya, Ya Allah angkatlah derajatku dan tutupilah kekuranganku, dan tunjukilah aku kepada amalan saleh dan akhlak yang mulia, karena sesungguhnya tidak ada yang memberi hidayah kepada amal dan akhlak yang saleh dan tidak ada yang menjauhkannya dari amal dan akhlak yang buruk kecuali Engkau”. [Al-Mu'jam Al-Kabir karya Ath-Thabaraniy: Dihasankan oleh syekh Albaniy]


C.      Madrasah zakat dan sedekah

Zakat dan sedekah melatih sifat dermawan dan jauh dari sifat kikir dan rakus

{إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا (19) إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا (20) وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا (21) إِلَّا الْمُصَلِّينَ (22) الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ (23) وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ (24) لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ} [المعارج: 19 - 25]
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya. Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta). [Al-Ma’aarij: 19-25]

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِشَرِّ النَّاسِ؟»
“Maukah kalian kuberi tahu orang yang paling buruk?”
Sahabat menjawab: Iya, ya Rasulullah!
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«الَّذِي يُسْأَلُ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَلَا يُعْطِي بِهِ» [سنن النسائي: صححه الألباني]
“Yaitu orang yang diminta demi Allah 'azza wajalla kemudian ia tidak memberi”. [Sunan An-Nasa'i: Sahih]

Anjuran memberi buka puasa.

Dari Zayd bin Khalid Al-Juhaniy radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا» [سنن الترمذي: صححه الألباني]
“Barangsiapa yang memberi buka puasa seorang yang berpuasa maka ia mendapatkan seperti pahalanya, hanyasaja itu tidak mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun”. [Sunan Tirmidziy: Sahih]


D.     Madrasah Al-Qur’an

Dengan membaca, mengkaji, dan mengamalkan Al-Qur’an maka akan menumbuhkan akhlak yang mulia.

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:
«كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi pada bulan Ramadhan ketika ditemui oleh Jibril, dan Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan kemudian mengajarkannya Al-Qur’an. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia menjadi manusia yang paling pemurah dengan kebaikan seperti angina yang berhembus”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Al-Qur’an adalah pedoman dalam berakhlak mulia.

Ketika Aisyah radhiyallahu 'anha ditanya tentang akhlak Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam, ia menjawab:
كان خلقه القرآن [مسند أحمد: صحيح]
“Akhlak beliau adalah Al-Qur'an”. [Musnad Ahmad: Sahih]

E.      Madrasah dzikir dan do’a.

Dengan dzikir hati menjadi tentram dan tenang. 

Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ } [الرعد: 28]
"Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram". [Ar-Ra'd:28]

Dzikir dan do’a meminta akhlak mulia.

Abu Bakr radhiyallahu 'anhu bertanya: Ya Rasulullah ajarkan aku beberapa kalimat yang kuucapkan di waktu pagi dan sore?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Bacalah ...
اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِه ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا ، أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
"Ya Allah .. Pencipta langit dan bumi, Yang Mengetahui urusan gaib dan nyata, Rab segala sesuatu dan Pemiliknya, aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Ilah yang berhak disembah selain Engkau, Aku berlindung pada-Mu dari kejahatan diriku, dan dari kejahatan syaitan dan sekutunya, dan aku berlindung pada-Mu dari berbuat buruk pada diriku atau pada seorang muslim" . [Sunan Tirmidziy: Sahih]

Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kami do’a:
«اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ، وَإِلَهُ كُلِّ شَيْءٍ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ، وَالْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُونَ، أَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي إِثْمًا أَوْ أَجُرَّهُ عَلَى مُسْلِمٍ»
"Ya Allah .. Pencipta langit dan bumi, Yang Mengetahui urusan gaib dan nyata, Engkau Rabb segala sesuatu dan Ilah segala sesuatu, aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Ilah yang berhak disembah selain Engkau, hanya Engkau semata tiada sekutu bagi-Mu, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba-Mu dan utusan-Mu, dan para malaikat menyaksikannya. Aku berlindung pada-Mu dari kejahatan syaitan dan sekutunya, dan aku berlindung pada-Mu dari berbuat dosa pada diriku atau pada seorang muslim"
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkannya kepada Abdullah bin ‘Amr untuk dibaca ketika hendak tidur. [Musnad Ahmad: Shahih]

Dari Ibnu Mas'ud dan Aisyah radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sering berdoa ...
" اللهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِيْ، فَأَحْسِنْ خُلُقِيْ "
“Ya Allah .. Engkau telah memuliakan penciptaanku, maka muliakanlah akhlakku”. [Musnad Ahmad: Sahih]


F.       Madrasah majelis ilmu

Orang yang berilmu senantiasa khusyu’, takut kepada Allah subhanahu wa ta'aalaa.

{إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ} [فاطر: 28]
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. [Faathir:28]

Dalam majlis ilmu, hendaknya bahasan yang paling diutamakan adalah tentang akhlak mulia karena itu adalah tugas utama yang diemban oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berda’wah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ " [مسند أحمد: صحيح]
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. [Musnad Ahmad: Sahih]


Kesimpulan:

Dalam beribadah, yang paling diutamakan adalah akhlak.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Seseorang bertanya: Ya Rasulullah, sesungguhnya si Fulanah (seorang wanita) terkenal dengan banyak melakukan salat, puasa, dan sedekah, akan tetapi ia menyakiti tetangganya dengan lidahnya?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" هِيَ فِي النَّارِ "
"Ia adalah penghuni neraka!"
Orang itu bertanya lagi: Ya Rasulullah, si Fulanah yang lain terkenal dengan sedikit melakukan puasa, sedekah dan salat, ia hanya bersedekah dengan secuil keju akan tetapi ia tidak menyakiti tetangganya dengan lidahnya?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" هِيَ فِي الْجَنَّةِ " [مسند أحمد: صحيح]
"Ia adalah penghuni surga!" [Musnad Ahmad: Sahih]

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada para sahabatnya: "Tahukah kalian apa itu bangkrut?"
Sahabat menjawab: Orang yang bangkrut dikalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan harta benda!
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ، وَصِيَامٍ، وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ» [صحيح مسلم]
"Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang di hari kiamat dengan pahala salat, puasa, dan zakat. Akan tetapi ia telah mencaci si Ini, menuduh si Ini, memakan harta si Ini (dengan tidak halal), meneteskan darah si Ini, dan memukul si Ini. Maka pahala kebaikannya diberikan kepada si Ini dan si Ini, kemudian jika pahala kebaikannya sudah habis sebelum menutupi semua kezalimannya maka dosa-dosa mereka diberikan kepadanya, kemudian ia dijerumuskan ke neraka". [Sahih Muslim]

Dari Aisyah radiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ» [سنن أبي داود: صحيح]
“Sesungguhnya seorang mukmin dengan akhlaknya yang mulia bisa mencapai derajat orang yang berpuasa (di siang hari) salat (di malam hari)”. [Sunan Abi Daud: Sahih]

Wallahu a’lam!

Referensi:
الصوم مدرسة تربي الروح وتقوي الإرادة ، تأليف: عبد الرحمن الدوسري
أسرار الصيام في القرآن الكريم ، تأليف: عبد المعز خطاب

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...