Kamis, 17 Juli 2014

Ramadhan; Bulan do’a

بسم الله الرحمن الرحيم


Di sela ayat-ayat tentang puasa, Allah subhanahu wata'ala berjanji mengabulkan do'a

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ} [البقرة: 186]
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. [Al-Baqarah:186]

Do’a orang yang berpuasa mustajab

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدُّ، دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ " [سنن البيهقي الكبرى: صححه الألباني]
"Tiga do'a yang tidak ditolak; Do'a ibu bapak, do'a orang puasa, dan do'a seorang musafir". [Sunan Al-Kubra Al-Baehaqy: Sahih]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu ; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ المَظْلُومِ [سنن الترمذي: حسن]
“Tiga orang yang tidak ditolak do’anya: Orang yang berpuasa sampai berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang terdzalimi”. [Sunan Tirmidziy: Hasan]

Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata:
كَانَ يُقَالُ إِنَّ لِكُلِّ مُؤْمِنٍ دَعْوَةً مُسْتَجَابَةً عِنْدَ إِفْطَارِهِ، إِمَّا أَنْ يُعَجَّلَ لَهُ فِي دُنْيَاهُ، أَوْ يُدَّخَرَ لَهُ فِي آخِرَتِهِ
Telah dikatakan bahwasanya setiap orang yang beriman punya do’a yang mustajab (dikabulkan) ketika ia berbuka puasa, apakah dipercepat untuknya di kehidupan dunianya, atau disimpan untuknya di kehidupan akhiratnya.
Oleh sebab itu, Ibnu Umar berdo’a ketika berbuka:
" يَا وَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ اغْفِرْ لِي "
“Wahai Yang Maha luas ampunan-Nya, ampunilah aku” [Syu’ab Al-Iman karya Al-Baihaqiy: Hasan]

Lihat: تحقيق الصواب في أن دعاء الصائم مستجاب ، كتبه: أبو عمر أسامة بن عطايا العتيبي

Do’a malam lailatul Qadr

Aisyah radhiyallahu 'anha bertanya: Ya Rasulullah, menurutmu jika aku tahu saatnya malam lailatul qadr, apa yang seharusnya aku katakan pada waktu itu?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: Ucapkan ...
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ
"Ya Allah .. sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf suka memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku." [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Keutamaan berdo’a, diantaranya:

1.       Do'a adalah ibadah

Dari An-Nu'man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ {وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِين} [غافر: 60] [سنن أبى داود: صححه الألباني]
“Do'a itu adalah ibadah”. {Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina"} [Gaafir:60] [Sunan Abu Daud: Sahih]

2.       Do'a bisa menahan musibah

Dari Salman radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«لَا يَرُدُّ القَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ» [سنن الترمذي: حسنه الشيخ الألباني]
“Tidak ada yang bisa menolak takdir selain do'a”. [Sunan Tirmidzi: Hasan]

3.       Mulia di sisi Allah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ» [سنن الترمذي: حسنه الشيخ الألباني]
“Tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah dari pada do'a”. [Sunan Tirmidzi: Hasan]

4.       Mendapatkan ampunan

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلَا أُبَالِي " [سنن الترمذي: صحيح]
Allah tabaaraka wa ta’aalaa berfirman: "Wahai anak cucu Adam sesungguhnya jika engkau meminta dan mengharap kepada-Ku maka akan Aku ampuni semua dosa yang engkau lakukan tanpa Kupikirkan”. [Sunan Tirmidziy: Sahih]


1)      Ikhlash dalam berdo’a, meminta hanyak kepada Allah semata

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ} [غافر: 14]
Maka mintalah kepada Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya. [Gaafir:14]

{فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا} [الجن: 18]
Maka janganlah kamu meminta kepada seseorangpun bersama Allah. [Al-Jin:18]

2)      Konsentrasi dalam berdo'a dan penuh keyakinan akan dikabulkan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ» [سنن الترمذي: حسنه الألباني]
“Berdo'alah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dijawab, dan ketahuilah sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do'a dari hati yang lalai (tidak khusyu' dalam berdo'a). [Sunan Tirmidzi: Hasan]

3)      Tidak mengkomsumsi, memakai, atau melakukan yang haram

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ {يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ}، وَقَالَ {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} . ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ ! وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ ، وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ [صحيح مسلم]
Wahai manusia ... sesungguhnya Allah itu baik tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang yang beriman seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah berfirman: "Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan". [Al-Mu'minuun:51] Dan berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu". [Al-Baqarah:172]
Kemudian menceritakan seorang laki-laki yang jauh bepergian, rambutnya kusut, tubuhnya penuh debu, ia mengangkat tangannya ke langit dan berdo'a: "Ya ... Rabb, Ya .. Rabb!!!" Akan tetapi makanannya dari yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram, dan diberi makan dari yang haram, lalu bagaimana do'anya bisa dikabulkan? [Sahih Muslim]

4)      Tidak meminta suatu maksiat dan tidak tergesa-gesa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ »
“Senantiasa akan dikabulkan do'a seorang hamba selama ia tidak meminta sesuatu yang mengandung dosa atau pemutusan silaturahim, dan selama ia tidak tergesa-gesa.
Sahabat bertanya: Ya Rasulullah .. bagaimana tergesa-gesa itu?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
« يَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِى ! فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ » [صحيح مسلم]
Ia berkata: "Aku sudah berdo'a dan berdo'a tapi tidak perna dikabulkan untukku!”, Kemudian ia merasa letih dan meninggalkan do'a. [Sahih Muslim]

5)      Tidak melampaui batas dalam berdo’a

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِين} [الأعراف: 55]
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (tentang yang diminta dan cara meminta). [Al-A'raf:55]

6)      Mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran

Dari Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ المُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ» [سنن الترمذي: حسنه الألباني]
“Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, kalian akan memerintahkan kepada kebaikan, dan melarang dari kemungkaran, atau Allah akan menurunkan hukuman darinya atas kalian, kemudian kalian berdo’a maka tidak dikabulkan untuk kalian”. [Sunan Tirmidziy: Hasan]

Adab berdo’a, diantaranya:

1.       Berdo’a dalam keadaan suci dan mengangkat kedua tangan

Abu Musa radhiyallahu 'anhu berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meminta diambilkan air, lalu beliau berwudlu, setelah itu beliau mengangkat tangannya sambil berdo'a:
«اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعُبَيْدٍ أَبِي عَامِرٍ»
"Ya Allah, ampunilah 'Ubaid Abu 'Amir."
Hingga aku melihat putih ketiaknya, lalu beliau melanjutkan do'anya:
«اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ يَوْمَ القِيَامَةِ فَوْقَ كَثِيرٍ مِنْ خَلْقِكَ مِنَ النَّاسِ»
'Ya Allah, jadikanlah ia termasuk dari orang yang terbaik diantara manusia di hari Kiamat kelak.' [Sahih Bukhari dan Muslim]

2.       Dengan suara yang lembut

Abu Musa Al-Asy'ary radhiyallahu 'anhu berkata: Suatu hari kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, jika kami menaiki suatu tempat yang tinggi kami ber-tahlil dan ber-takbir dengan suara yang keras. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا إِنَّهُ مَعَكُمْ إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ تَبَارَكَ اسْمُهُ وَتَعَالَى جَدُّهُ [صحيح البخاري ومسلم]
“Wahai sekalian manusia, kasihilah dirimu (jangan terlalu angkat suara), karena sesungguhnya kalian tidak meminta kepada yang tuli dan jauh, sesungguhnya Allah bersama kalian, sesungguhnya Ia Maha Mendengar, Maha Dekat, nama-Nya penuh berkah, dan kesungguhan-Nya sangat tinggi." [Sahih Bukhari dan Muslim]

3.       Memuji Allah dan bershalawat sebelumnya

Fadhalah bin Ubaid radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar seseorang berdo'a dalam shalatnya dan tidak memuji Allah dan tidak pula bershalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau berkata: “Orang ini terburu-buru”.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilnya dan bersabda:
« إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَزَّ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّى عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ » [سنن أبى داود: صحيح]
“Jika seseorang dari kalian berdo'a maka mulailah dengan menysukuri Tuhannya jalla wa'azza dan memuji-Nya, kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian berdo'a setelah itu dengan apa saja yang ia inginkan. [Sunan Abi Daud: Sahih]

4.       Tidak ragu dalam berdo'a

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلاَ يَقُلِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى إِنْ شِئْتَ وَلَكِنْ لِيَعْزِمِ الْمَسْأَلَةَ وَلْيُعَظِّمِ الرَّغْبَةَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَتَعَاظَمُهُ شَىْءٌ أَعْطَاهُ » [صحيح البخاري ومسلم]
Jika seseorang di antara kalian berdo'a, maka jangan mengatakan "Ya Allah .. ampunilah aku jika Engkau mau", akan tetapi teguhkanlah permintaannya, dan mintalah sebanyak-banyaknya, karena sesungguhnya Allah tidak merasa berat terhadap sesuatu yang Ia berikan. [Sahih Bukhari dan Muslim]

5.       Mengulangi do’a tiga kali

Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata: Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai dari shalatnya, beliau mengagkat suaranya kemudian berdo’a atas mereka (kaum Quraisy), dan beliau jika berdo’a mengulangi do’anya tiga kali, dan jika meminta mengulangi permintaannya tiga kali, kemudian beliau berdo’a:
«اللهُمَّ، عَلَيْكَ بِقُرَيْشٍ»
“Ya Allah, timpakan azab-Mu kepada kaum Quraisy (yang musyrik)”, tiga kali. [Sahih Muslim]

Waktu mustajab, diantaranya:

1)      Sepertiga malam terakhir

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ [صحيح البخاري ومسلم]
Tuhan kita tabaraka wata'ala turun setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berkata: "Siapa yang berdo'a kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberikan, siapa yang memohon ampun pada-Ku akan Kuampuni!" [Sahih Bukhari dan Muslim]

2)      Ketika bangun dari tidur malam

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu; Rasulullah bersabda:
«مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَبِيتُ عَلَى ذِكْرٍ طَاهِرًا، فَيَتَعَارُّ مِنَ اللَّيْلِ فَيَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ» [سنن أبي داود: صحيح]
“Tidaklah seorang muslim yang tidur dalam keadaan berzikir dan suci, kemudian ia terbangun di malam hari lalu meminta kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat kecuali Allah mengabulkan permintaannya”. [Sunan Abu Daud: Sahih]

3)      Hari jum'at

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
« يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ - يُرِيدُ سَاعَةً - لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ » [سنن أبى داود: صححه الألباني]
“Hari Jum'at ada 12 waktu, tidak seorang muslim pun yang meminta kepada Allah 'azza wajalla sesuatu kecuali Allah memberikannya, maka carilah waktu itu dengan berdo'a di akhir waktu setelah ashar". [Sunan Abi Daud: Sahih]

4)      Antara azan dan iqamah

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ» [سنن الترمذي: صححه الألباني]
“Do'a tidak ditolak antara azan dan iqamah”. [Sunan Tirmidzi: Sahih]

5)      Ketika sujud

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
« أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ » [صحيح مسلم]
“Saat yang paling dekat antara hamba dan Tuhannya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah berdo'a di saat itu”. [Sahih Muslim]

6)      Dalam majelis dzikir (ilmu)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" إِنَّ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مَلَائِكَةً سَيَّارَةً، فُضُلًا يَتَتَبَّعُونَ مَجَالِسَ الذِّكْرِ، فَإِذَا وَجَدُوا مَجْلِسًا فِيهِ ذِكْرٌ قَعَدُوا مَعَهُمْ، وَحَفَّ بَعْضُهُمْ بَعْضًا بِأَجْنِحَتِهِمْ، حَتَّى يَمْلَئُوا مَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا، فَإِذَا تَفَرَّقُوا عَرَجُوا وَصَعِدُوا إِلَى السَّمَاءِ، قَالَ: فَيَسْأَلُهُمُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ، وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ: مِنْ أَيْنَ جِئْتُمْ؟ فَيَقُولُونَ: جِئْنَا مِنْ عِنْدِ عِبَادٍ لَكَ فِي الْأَرْضِ، يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيُهَلِّلُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ وَيَسْأَلُونَكَ، قَالَ: وَمَاذَا يَسْأَلُونِي؟ قَالُوا: يَسْأَلُونَكَ جَنَّتَكَ، قَالَ: وَهَلْ رَأَوْا جَنَّتِي؟ قَالُوا: لَا، أَيْ رَبِّ قَالَ: فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا جَنَّتِي؟ قَالُوا: وَيَسْتَجِيرُونَكَ، قَالَ: وَمِمَّ يَسْتَجِيرُونَنِي؟ قَالُوا: مِنْ نَارِكَ يَا رَبِّ، قَالَ: وَهَلْ رَأَوْا نَارِي؟ قَالُوا: لَا، قَالَ: فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا نَارِي؟ قَالُوا: وَيَسْتَغْفِرُونَكَ، قَالَ: فَيَقُولُ: قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ فَأَعْطَيْتُهُمْ مَا سَأَلُوا، وَأَجَرْتُهُمْ مِمَّا اسْتَجَارُوا، قَالَ: فَيَقُولُونَ: رَبِّ فِيهِمْ فُلَانٌ عَبْدٌ خَطَّاءٌ، إِنَّمَا مَرَّ فَجَلَسَ مَعَهُمْ، قَالَ: فَيَقُولُ: وَلَهُ غَفَرْتُ هُمُ الْقَوْمُ لَا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ " [صحيح مسلم]
“Sesungguhnya Allah tabaaraka wa ta’aalaa mempunyai beberapa malaikat yang terus berkeliling mencari majelis dzikir. Apabila mereka telah menemukan majelis yang di situ disebut nama Allah, maka mereka duduk bersama orang-orang tersebut, mereka mengelilingi jama’ah itu dengan sayap-sayap mereka, sehingga memenuhi ruang antara mereka dan langit dunia. Jika orang-orang tersebut telah selesai, maka mereka naik ke langit”.  Nabi berkata : “Kemudian Allah ‘azza wa jalla bertanya kepada para malaikat tersebut – dan Allah lebih tahu tentang apa yang mereka lakukan -: “Dari mana kamu sekalian?”. Mereka menjawab: “Kami datang dari hamba-hamba-Mu di bumi, mereka sedang mensucikan-Mu, bertakbir kepada-Mu, memuji-Mu, dan memohon kepada-Mu”. Allah bertanya: “Apa yang mereka minta ?”. Para malaikat menjawab: “Mereka memohon surga-Mu”. Allah bertanya: “Apakah mereka pernah melihat surga-Ku?”. Para malaikat menjawab: “Tidak wahai Rabbku”. Kata Allah: “Lalu bagaimana seandainya mereka pernah melihat surga-Ku”. Para malaikat berkata: “Mereka juga berlindung kepada-Mu”. Allah bertanya: “Dari apa mereka berlindung kepada-Ku?”. Para malaikat menjawab: “Dari neraka-Mu wahai Rabbku”. Allah bertanya: “Apakah mereka pernah melihat neraka-Ku?”. Para malaikat menjawab : “Tidak”. Kata Allah: “Lalu bagaimana seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku.” Para malaikat berkata: "Dan mereka juga meminta ampunan-Mu". Maka Allah berfirman: “Aku telah mengampuni mereka, kemudian Aku memberi apa yang mereka minta dan melindungi mereka dari apa yang mereka mintai perlindungan.” Para malaikat berkata: “Wahai Tuhanku, bersama mereka ada seorang hamba yang banyak berbuat salah dan dia cuma lewat (bukan kelompok mereka) kemudian duduk bersama mereka”. Allah berfirman: “Dan untuknya juga ampunanku, mereka adalah kaum yang tidak menyengsarakan orang yang duduk bersama mereka". [Sahih Muslim]

Wallahu a’lam!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...