Senin, 16 Mei 2011

Adab Berdo'a

Salah satu alasan kenapa do'a kita tidak dikabulkan adalah kerena kita kurang mematuhi tata cara dan sopan santun dalam berdo'a. Kalau meminta kepada makhluk tampa etika tidak akan dikabulkan, apalagi meminta kepada Allah Penguasa Alam Semesta?
Berikut ini beberapa adab dalam berdo'a, semoga dengan mengamalkannya do'a kita akan dikabulkan oleh Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang.

Ikhlas kepada Allah semata.
     Allah berfirman: {هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين}
"Dialah yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; Maka mintalah kepada Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya. segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam." [Gaafir:65]
     Dalam ayat lain Allah berfirman: {فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا}
"Maka janganlah kamu meminta kepada seseorangpun bersama Allah." [Al-Jin:18]
{وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُون}
"Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang meminta kepada selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?" [Al-Ahqaaf:5]
     Ibnu Abbas berkata: Suatu hari aku duduk dibelakang Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: Wahai bocah, sesungguhnya aku akan mengajarimu beberapa kalimat, jagalah Allah maka Allah akan menjagamu, jagalah Allah kau akan mendapati-Nya di hadapanmu, jika kau meminta maka mintalah kepada Allah, dan jika kau minta bantuan maka mintalah kepada Allah, ketahuilah .. sesungguhnya jika semua umat sepakat untuk memberimu suatu yang bermanfaat, mereka tidak akan memberimu kecuali sesuatu yang sudah ditakdirkan Allah untukmu, dan seandainya mereka sepakat untuk mencelakaimu dengan sesuatu, mereka tidak akan bisa mencelakaimu kecuali sesuatu yang sudah ditakdirkan Allah kepadamu, pena telah diangkat dan lembaran telah kering. [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Mengikuti sunnah Rasulullah dalam berdo'a.
     Allah berfirman: {فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا}
"Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". [Al-Kahf:110]
Suatu amalan dikatakan saleh jika mengikuti sunnah Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam.
     Dari Aisyah; Rasulullah bersabda: Barangsiapa yang mengada-ada dalam urusan kami ini (ibadah) sesuatu yang tidak termasuk padanya, maka hal itu ditolak. [Sahih Bukhari]
     Allah berfirman: {لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا}
"Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. [Al-Ahzaab:21]

Merendah diri.
     Allah berfirman: {ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِين}
"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (tentang yang diminta dan cara meminta)." [Al-A'raf:55]

Dengan suara yang lembut.
     Abu Musa Al-Asy'ary berkata: Suatu hari kami bersama Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam, jika kami singgah di suatu tempat kami ber-tahlil dan ber-takbir dengan suara yang keras. Maka Rasulullah bersabda: Wahai sahabatku, kasihilah dirimu (jangan terlalu angkat suara), karena sesungguhnya kalian tidak meminta kepada yang bisu dan jauh, sesungguhnya Allah bersama kalian, sesungguhnya Ia Maha Mendengar, Maha Dekat, nama-Nya penuh berkah, dan kesungguhan-Nya yang tinggi." [Sahih Bukhari]

Tidak melampaui batas dalam berdo'a.
     Abdullah bin Mugaffal mendengar anaknya berdo'a " Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu istanah putih di sebelah kanan surga jika aku memasukinya ", lalu ia berkata: Wahai anakku, cukuplah engkau mintalah kepada Allah surga dan belindung kepada-Nya dari neraka, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: Akan ada pada umatku ini orang-orang yang melampaui batas di saat bersuci dan berdo'a. [Sunan Abi Daud: Sahih]
    Dalam hadits lain, Anak dari Sa'ad berkata: Ayahku mendengar aku sedang berdo'a "Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu surga dan nikmatnya dan keindahannya, dan ini dan itu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka, rantai neraka dan pengikat lehernya, dan dari ini dan itu. Ayahku berkata: Wahai anakku, aku mendengar Rasulullah bersabda: "Akan ada kaum yang melampaui batas ketika dalam berdo'a" .
Maka janganlah enkau termasuk golongan mereka, jika engkau diberi surga, engkau akan diberikan semua yang ada di dalamnya dari kebaikan, dan jika engkau dijauhkan dari neraka, engkau akan dijauhkan dari semua yang ada di dalamnya dari keburukan. [Sunan Abi Daud: Hasan]

Penuh rasa takut (Tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan).
     Allah berfirman: {وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ}
"Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (Tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." [Al-A'raf:56]
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang kami berikan. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan." [As-Sajdah: 16-17]
{فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ }
"Maka kami memperkenankan doanya, dan kami anugerahkan kepada nya Yahya dan kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada kami." [Al-Anbiyaa':90]

Tidak ragu dalam berdo'a.
     Dari Abu Hurairah; Rasulullah bersabda: Jika seseorang di antara kalian berdo'a, maka jangan mengatakan "Ya Allah .. ampunilah aku jika Engkau mau", akan tetapi teguhkanlah permintaannya, dan mintalah sebanyak-banyaknya, karena sesungguhnya Allah tidak merasa berat terhadap sesuatu yang Ia berikan. [Sahih Bukhari dan Muslim]
     Dan dari Anas; Rasulullah bersabda: Jika seseorang dari kalian berdo'a, maka terguhkanlah permintaannya, dan jangan mengatakan " Ya Allah .. kalau Engkau mau berikanlah aku ", karena sesungguhnya tidak ada yang memaksa Allah. [Sahih Bukhari dan Muslim]
     Berdo'a dengan cara yang disebutkan dalam hadits ini dilarang karena seakan-akan meragukan karunia Allah yang begitu besar, atau sepertinya ia tidak membutuhkan rahmat Allah subhanahu wata'ala.

Konsentrasi dalam berdo'a dan penuh keyakinan akan dijawab.
     Dari Abu Hurairah; Rasulullah bersabda: Berdo'alah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dijawab, dan ketahuilah sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do'a dari hati yang lalai (tidak khusyu' dalam berdo'a). [Sunan Tirmidzi: Hasan]

Tidak meminta maksiat dan tidak tergesa-gesa.
     Dari Abu Hurairah; Rasulullah bersabda: Selamanya akan dikabulkan do'a seorang hamba selama ia tidak meminta sesuatu yang mengandung dosa atau pemutusan silaturahim, dan selama ia tidak tergesa-gesa. Sahabat bertanya: Ya Rasulullah .. bagaimana tergesa-gesa itu? Rasulullah menjawab: Ia berkata "aku sudah berdo'a dan berdo'a tapi tidak perna dikabulkan untukku, kemudian ia merasa letih dan meninggalkan do'a. [Sahih Muslim]

Tidak meminta keburukan.
     Allah berfirman: {وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا}
"Dan manusia mendoa untuk keburukan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa." [Al-Isra':11]
     Anas berkata: Rasulullah menjenguk seorang muslim yang sedang sakit sudah kurus dan lemah seperti anak ayam, Rasulullah bertanya padanya: Apakah engkau pernah berdo'a sesuatu atau meminta kepada Allah? Ia menjawab: Iya, aku pernah berdo'a " Ya Allah .. jika aku akan dihukum di akhirat maka percepatlah hukumanku di dunia". Rasulullah bersabda: Maha suci Allah .. kamu tidak akan mampu menerimanya, kenapa engkau tidak meminta "Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".
Lalu Rasulullah berdo'a kepada Allah untuknya maka Allah menyembuhkannya. [Sahih Muslim]
     Dan dari Jabir bin Abdillah; Rasulullah bersabda: Jangan kalian mendo'akan bagi diri kalian, anak-anak kalian, dan harta benda kalian dengan keburukan, jangan sampai kalian mandapatkan dari Allah waktu untuk meminta lalu dikabulkan untukmu. [Sahih Muslim]

Bertawassul dengan cara yang disyari'atkan.
     Allah berfirman: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون}
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya (wasilah), dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. [Al-Maidah:35]
Seperti bertawassul dengan nama-nama Allah yang husna.
     Allah berfirman: {وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُون}
"Hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang Telah mereka kerjakan." [Al-A'raaf:180]
{قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا}
Katakanlah: "Serulah Allah atau Serulah Ar-Rahman. dengan nama yang mana saja kamu seru, dia mempunyai Al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu". [Al-Israa:110]
Atau bertawassul dengan amalan saleh.
     Seperti do'a para Hawariyyin: {رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ}
"Ya Tuhan kami, kami Telah beriman kepada apa yang Telah Engkau turunkan dan Telah kami ikuti rasul, Karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)". [Ali Imran:53] 
Atau bertawassul dengan do'a orang saleh.
    Anas bin Malik berkata: Orang-orang ditimpa musibah kekeringan di masa Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam, maka sewaktu Rasulullah khutbah pada hari jum'at seorang a'raby berdiri dan berkata: Ya Rasulullah, semua harta telah musnah, dan keluarga kelaparan, berdo'alah kepada Allah untuk kami. Maka Rasulullah mengangkat kedua tangannya, dan kami tidak melihat sedikitpun mendung, lalu demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, beliau tidak menurun kan kedua tangannya sampai awan menggumpal seperti gunung, kemudian beliau tidak turun dari mimbar sampai aku melihat hujan bercucuran dari jenggotnya.
Lalu kami dihujani pada hari itu, besok dan besoknya lagi, sampai datang hari jum'at berikutnya, dan a'raby itu kembali berdiri dan berkata: Ya Rasulullah, bangunan telah runtuh, dan harta benda tenggelam, berdo'alah kepada Allah untuk kami. Maka Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berkata: Ya Allah jadikanlah hujan ini di sekitar kami dan jangan di atas kami.
Kemudian Rasulullah tidak menunjuki awan ke satu arah kecuali bergeser dan Madinah mejadi seperti lingkaran yang dikelilingi awan, dan air mengalid di wadi selama sebulan dan tidak seorang pun yang datang dari satu tempat kecuali mengisahkan hujan deras ini. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Jangan bertawassul dengan yang tidak syar'i. 
     Seperti bertawassul dengan orang mati atau sesuatu yang dikeramatkan, sama dengan apa yang dipraktekkan oleh para penyembah berhala: "Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: "Mereka itu adalah pemberi syafa'at (perantara) kepada kami di sisi Allah". Katakanlah: "Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?" Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu)". [Yunus:18]
     "Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan (wasilah) kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya". [Az-Zumar:3]
     Tidak boleh ada yang dijadikan perantara (syafaat) kepada Allah kecuali atas izin-Nya.
     Allah berfirma: {مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ}
"Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya." [Yunus:3] [Al-Baqarah:255]

Mengangkat kedua tangan
     Dari Salman; Rasulullah bersabda: Sesungguhnya Tuhanmu tabaraka wata'ala Maha Pemalu dan Pemurah, malu terhadap hamba-Nya jika ia mengangkat tangannya berdo'a kepada-Nya dibalas dengan hampa. [Sunan Abi Daud: Sahih]
     Dan dari Malik bin Yasar As-Sukuny; Rasulullah bersabda: Jika kalian meminta kepada Allah maka mintalah dengan bagian dalam tangan, dan jangan meminta kepada Allah dengan bagian luar tangan. [Sunan Abi Daud: Hasan]
     Dan dari Ibnu Abbas: Rasulullah bersabda: Adab berdo'a dengan mengangkat kedua tanganmu setara dengan bahu atau sekitarnya, dan adab beristigfar dengan menunjuk satu jari, adapun minta sesuatu yang besar (ibtihal) dengan mengangkat lurus semua tanganmu .
Dalam riwayat lain: bagian luar tangan menghadap ke langit.
     Ibtihal adalah meminta sesuatu yang sangat penting dengan penuh kesungguhan dan harapan yang kuat, seperti do'a minta hujan, bantuan perang, atau dalam kondisi terdesak.

Dalam keadaan suci
     Al-Muhajir bin Qunfudz mendatangi Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam yang sedang buang air kecil, lalu ia memberi salam tapi Rasulullah tidak membalasnya sampai beliau berwudhu kemudian minta maaf dan berkata: Sesungguhnya aku tidak suka menyebut nama Allah 'azza wajalla kecuali dalam keadaan suci. [Sunan Abi Daud: Sahih]

Menghadap Qiblat
     Abdullah bin Zaid Al-Anshary berkata: Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam suatu hari keluar untuk salat istisqa' (minta hujan), dan ketika hendak berdo'a beliau menghadap qiblat dan membalik bajunya. [Sahih Bukhari dan Muslim]
     Dalam hadits lain, Abu Hurairah berkata: Ath-Thufail bin 'Amr Ad-Dausy mendatangi Rasululllah dan berkata: Ya Rasulullah sesungguhnya warga Daus telah lalai dan membangkang, maka berdo'alah kepada Allah keburukan bagi mereka. Lalu Rasulullah menghadap qiblat, mengangkat kedua tangannya dan berdo'a: Ya Allah .. berilah hidayah kepada warga Daus, dan datangkanlah mereka padaku. Beliau ulang sebanyak tiga kali. [Mu'jam syuyukh Ibnu 'Asakir: Hasan]

Mengawali do'a dengan taubat dan istigfar.
     Allah berfirman:
{فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا}
"Maka Aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun-, Niscaya dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." [Nuh: 10-12]
     Dari Sa'ad; Rasulullah bersabda: Do'a Dzi An-Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdo'a dalam perut ikan paus ...
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, Sesungguhnya Aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." [Al-Anbiyaa':87]
Maka sesungguhnya tidak seorang muslim pun berdo'a dengan do'a ini untuk sesuatu kecuali Allah mengabulkan untuknya. [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Memuji Allah dan bersalawat sebelumnya.
     Seperti do'a nabi Yusuf : "Ya Tuhanku, Sesungguhnya Engkau Telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan Telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah Aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah Aku dengan orang-orang yang saleh." [Yusuf:101]
     Fadhalah bin Ubaid berkata: Rasulullah mendengar seseorang berdo'a dalam salatnya dan tidak memuji Allah dan tidak pula bersalawat kepada Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau berkata: Orang ini terburu-buru. Kemudian Rasulullah memanggilnya dan berkata: Jika seseorang dari kalian berdo'a maka mulailah dengan menysukuri Tuhannya jalla wa'azza dan memuji-Nya, kemudian bersalawat kepada Nabi sallallahu 'alaihi wasallam, kemudian berdo'a setelah itu dengan apa saja yang ia inginkan. [Sunan Abi Daud: Sahih]

Tidak berdo'a dengan sajak/syair yang dipaksakan.
     Ibnu Abbas berkata: Perhatikan do'a yang bersajak dan jauhi perbuatan itu, karena sesungguhnya aku menyaksikan Rasulullah dan para sahabatnya tidak melakukan kecuali yang demikian. Maksudnya: mereka tidak berdo'a dalam bentuk sajak atau syair yang dipaksakan.

Mengikutkan orang beriman dalam do'a.
     Allah berfirman: {فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ}
"Maka Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal." [Muhammad:19]
     Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan Saudara-saudara kami yang Telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." [Al-Hasyr:10]

Tidak meminta apunan dan rahmat untuk orang kafir.
     Allah berfirman:
{مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ}
Tiadalah sepatutnya bagi nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam. [At-Taubah:113]
     Dari Abu Hurairah; Rasulullah bersabda: Aku minta izin kepada Tuhanku untuk memintakan ampun bagi ibuku tapi Allah tidak mengizinkan aku, dan aku minta izin untuk menziarahi kuburannya dan Allah mengizinkanku. [Sahih Muslim]
     Akan tetapi boleh meminta kepada Allah hidayah untuk sebagian orang kafir, sebagai mana do'a Rasulullah untuk penduduk negri Daus.

Memilih waktu yang mustajab.

Wallahu a'lam !

*Lihat juga: Mari Berdo'a
                  Mengapa do'a kita tidak dikabulkan?
                  Waktu Mustajab 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...