Senin, 25 Mei 2015

Aisyah binti Abi Bakr dan keistimewaannya

بسم الله الرحمن الرحيم


Pemaparan singkat tentang biografi Ummul mu’minin Aisyah radhiyallahu ‘anha dan beberapa keistimewaannya:

Nama:

Aisyah binti Abi Bakr Abdullah bin Utsman Al-Qurasyiyah.

Sabtu, 23 Mei 2015

Anjuran adzan selain untuk shalat

بسم الله الرحمن الرحيم


Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh!

Ada beberapa waktu dan kondisi dimana beberapa ulama menganjurkan untuk adzan, diantaranya:

1.      Adzan ditelinga bayi yang baru lahir.

Ada beberapa hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam masalah ini, akan tetapi semuanya lemah bahkan ada yang sangat lemah.

Selasa, 19 Mei 2015

Takhriij hadits; Takbir ketika ada kebakaran

 بسم الله الرحمن الرحيم


Diriwayatkan dari beberapa sahabat, diantaranya: Abdullah bin ‘Amr, Ibnu Umar, Abu Hurairah, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhum, dan Ali bin Al-Husain Zainal Abidin rahimahullah.

Buku tentang Aisyah radhiyallahu ‘anha

بسم الله الرحمن الرحيم


Beberapa buku tentang Aisyah binti Abi Bakr radhiyallahu anhuma, berbahasa Arab dalam bentuk pdf yang bisa didownload:

Senin, 18 Mei 2015

Pembahasan derajat rawiy yang didiamkan oleh ulama Jarh wa Ta’diil

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wabarakaatuh!

Ketika Imam Al-Bukahriy, Ibnu Abi Hatim, atau ulama Jarh wa Ta’dil lainnya rahimahumullah menyebutkan biografi seorang rawi hadits namun mereka tidak menyebutkan pujian (ta'diil) atau celaan (jarh) padanya, bagaimana derajat hadits yang mereka riwayatkan?

Apakah mereka dihukumi tsiqah, karena seandainya mereka punya cacat maka para ulama tidak mungkin mendiamkannya!?

Atau mereka masuk kategori majhuul (tidak diketahui), karena tidak didapati satupun pujian atau celaan padanya!?

Ulama berselisih pendapat dalam masalah ini, dan kesimpulan yang mereka pegangi menjadi salah satu sebab perselisihan mereka dalam men-shahih-kan atau me-lemah-kan suatu hadits.

Berikut beberapa pendapat ulama dan referensi yang membahas masalah ini:

Selasa, 12 Mei 2015

Takhrij hadits; Kumandangkan adzan ketika melihat jin

بسم الله الرحمن الرحيم


Hadits ini diriwayatkan dari beberapa sahabat, seperti Jabir bin Abdillah, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abu Sa'id Al-Khudriy, Ibnu Umar, dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhum.

Senin, 11 Mei 2015

Hadits Abu Hurairah; Kisah Nabi Ayyub 'alaihissalam

بسم الله الرحمن الرحيم


Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

" بَيْنَا أَيُّوبُ يَغْتَسِلُ عُرْيَانًا، فَخَرَّ عَلَيْهِ جَرَادٌ مِنْ ذَهَبٍ، فَجَعَلَ أَيُّوبُ يَحْتَثِي فِي ثَوْبِهِ، فَنَادَاهُ رَبُّهُ: يَا أَيُّوبُ، أَلَمْ أَكُنْ أَغْنَيْتُكَ عَمَّا تَرَى؟ قَالَ: بَلَى وَعِزَّتِكَ، وَلَكِنْ لاَ غِنَى بِي عَنْ بَرَكَتِكَ "
وفي رواية، قال: يَا رَبِّ، وَمَنْ يَشْبَعُ مِنْ رَحْمَتِكَ أَوْ فَضْلِكَ؟!

"Ketika Nabi Ayub 'alaihissalam sedang mandi dalam keadaan telanjang tiba-tiba jatuh kaki belalang yang terbuat dari emas lalu Ayyub mengambil dengan tangannya dan memasukkannya ke dalam pakaiannya. Kemudian Rabbnya memanggilnya: "Wahai Ayyub, bukankah aku telah mencukupkan kamu dengan apa yang baru saja kamu lihat?". Ayub menjawab; "Benar, demi keagungan-Mu. Namun aku tidak akan pernah merasa cukup dari barakah-Mu". [Sahih Bukhari]
Dalam riwayat lain Ayyub berkata: “Wahai Rabb, siapakah yang merasa puas dari rahmat-Mu atau karuniah-Mu?”

Selasa, 28 April 2015

Takhriij hadits Ibnu ‘Amr; Keutamaan shalat dan bahaya meninggalkannya

بسم الله الرحمن الرحيم

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Al-Musnad 11/141 no.6576, Abdu bin Humaid dalam Musnad-nya (Al-Muntakhab no.353), Ad-Darimiy dalam Sunan-nya 3/1789 no.2763, Al-Marwaziy dalam kitab Ta’dziim Qadr Ash-Shalaah (1/133) no.58, Ath-Thahawiy dalam Syarh Musykil Al-Atsar 8/207 no.3180 dan 3181, Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya 4/329 no.1467, Ath-Thabaraniy dalam kitabnya Al-Mu’jam Al-Ausath 2/213 no.1767, Al-Mu’jam Al-Kabiir 13/67 no.163, Musnad Asy-Syamiyyin 1/152 no.245, dan Al-Baihaqiy dalam kitabnya Syu’ab Al-Iman 4/312 no.2565:

عن كَعْب بن عَلْقَمَةَ، عَنْ عِيسَى بْنِ هِلَالٍ الصَّدَفِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ: ذَكَرَ الصَّلَاةَ يَوْمًا فَقَالَ: «مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا، كَانَتْ لَهُ نُورًا، وَبُرْهَانًا، وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ، وَلَا بُرْهَانٌ، وَلَا نَجَاةٌ، وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ، وَفِرْعَوْنَ، وَهَامَانَ، وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ»

Dari Ka’b bin ‘Alqamah, dari ‘Isa bin Hilal Ash-Shadafiy, dari Abdillah bin ‘Amr, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam; Bahwasanya beliau menyebutkan tentang shalat pada suatu hari, kemudian besabda: “Barangsiapa yang menjaganya (senantiasa mendirikannya) maka shalat itu akan menjadi cahaya baginya, dan sebagai bukti, dan keselamatan di hari kiamat. Dan barangsiapa yang tidak menjaganya (melalaikannya) maka shalat itu tidak menjadi cahaya untuknya, tidak sebagai bukti, dan tidak sebagai penyelamat, dan ia pada hari kiamat akan bersama Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf”. [Ini lafadz Imam Ahmad]

Komentar syekh Albaniy atas hadits ini:

Takhrij hadits Ibnu Abbas; Keutamaan banyak beristigfar

بسم الله الرحمن الرحيم


Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab Sunan-nya (2/85) no.1518, Ibnu Majah dalam kitab Sunan-nya (2/1254) no.3819, Imam Ahmad dalam Al-Musnad (4/104) no.2234, An-Nasa’iy dalam As-Sunan Al-Kubra (9/171) no.10217, Ath-Thabaraniy dalam kitabnya Al-Mu’jam Al-Ausath 6/240 no.6291, Al-Mu’jam Al-Kabiir 10/281 no.10665, dan Al-Hakim dalam kitabnya Al-Mustadrak (4/291) no.7677:

عن الْوَلِيد بن مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ مُصْعَبٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ حَدَّثَهُ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّهُ حَدَّثَهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ، جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ»

Dari Al-Waliid bin Muslim, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Al-Hakam bin Mush’ab, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ali bin Abdillah bin Abbas, dari bapaknya; Bahwasanya ia telah menceritakan kepadanya, dari Ibnu ‘Abbas; Bahwasanya ia telah menceritakan kepadanya, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang senantiasa (memperbanyak) istighfar niscaya Allah menjadikan baginya dari setiap kesempitan ada jalan keluar, dari setiap kesusahan ada jalan penyelesaian, serta memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka". [Ini lafadz Abu Dawud]

Perselisihan ulama dalam menghukumi hadits ini:

Jumat, 17 April 2015

Buku tentang Ilmu Qiroat

بسم الله الرحمن الرحيم


Beberapa buku yang membahas tentang ilmu qiroat Al-Qur’an, berbahasa Arab dalam bentuk PDF yang bisa didownload. Semoga bermanfaat!

المؤلف: أبو عمر حفص بن عمر بن عبد العزيز بن صهبان الأزدي الدُّورِي القارئ (المتوفى: 246هـ)