Selasa, 22 Mei 2012

Puasa Rajab


Sebelumnya telah dijelaskan tentang keutamaan bulan Rajab secara umum, sekarang tentang puasa khusus di bulan Rajab.
Muhammad bin Manshur As-Sam'aniy (510H) rahimahullah mengatakan: Tidak ada disebutkan anjuran puasa di bulan Rajab dalam hadits yang kuat, adapun hadits-hadits yang diriwayatkan tentang puasa tersebut adalah hadits yang sangat lemah (waahiyah), tidak menyenangkan seorang ulama. [Lihat kitab "Thabaqaat fuqahaa Asy-Syafi'iyyah karya Ibnu Ash-Shalaah 1/274]
Ibnu Taemiyyah (728H) rahimahullah dalam kitabnya "Al-Fatawa Al-Kubra" 2/478 mengatakan: Adapun puasa khusus bulan Rajab, semua haditsnya adalah lemah bahkan palsu, tidak satupun yang dijadikan pegangan oleh ulama, dan hadits-hadits tersebut bukan hadits lemah yang yang boleh diriwayatkan dalam masalah fadhail (keutamaan suatu amalan), akan tetapi kebanyakan dari hadits tersebut adalah palsu dan kebohongan.
Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan: Melakukan puasa Rajab dengan niat keutamaan puasa secara umum tanpa menganggapnya sebagai suatu yang mesti, tanpa mengkhususkannya pada hari tertentu yang rutin dilaksanakan, dan tanpa mengkhususkan malam tertentu untuk salat malam secara rutin dengan anggapan bahwa itu sunnah. Barangsiapa yang melakukannya, maka hal itu tidak mengapa. Namun jika ia mengkhususkan hari atau malam tertentu atau menjadikannya suatu yang mesti dilakukan, maka ini yang dilarang. ["Tabyiin Al-'ajab bimaa warada fii fadhli Rajab" hal.49]

Beberapa hadits lemah tentang keutamaan khusus puasa di bulan Rajab:

1.       Hadits Anas bin Malik radiyallahu 'anhu.
a)      Diriwayatkan oleh Al-Khallaal dalam kitabnya "Fadhail Rajab" no.3:
من طريق عَبْد اللَّه بْن عَبْد الرَّحْمَن ثنا مَنْصُورُ بْنُ زَيْدٍ الأَسَدِيُّ ثنا مُوسَى بْنُ عُمَيْرٍ قَالَ : سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يَقُولُ: قَالَ رَسُول اللَّه ( صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) : إِنَّ فِي الْجَنَّةِ نَهْرًا يُقَالُ لَهُ رَجَبٌ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبٍ يَوْمًا وَاحِدًا سَقَاهُ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ النَّهْرِ.
Dan Al-Baehaqiy dalam kitabnya "Syu'ab Al-Iman" 3/367 no.3800:
من طريق محمد بن مرزوق ثنا منصور بن زيد ثنا موسى بن عمران بلفظ : إن في الجنة نهرا يقال له رجب أشد بياضا من اللبن و أحلى من العسل من صام من رجب يوما سقاه الله من ذلك النهر .
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya di dalam surga ada sungai yang disebut "Rajab", airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu. Barangsiapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab maka Allah akan memberinya minum dari sungai tersebut.
Hadits ini sangat lemah; karena pada sanadnya ada rawy yang bernama Manshur bin Zaid[1]; Adz-Dzahabiy mengatakan: Ia tidak diketahui, dan hadits keutamaan bulan Rajab yang ia riwayatkan sangan lemah (bathil).
[Lihat: "Adaa' ma wajab min bayaan wadh'i al-wadhdhaa'iina fii Rajab" karya Ibnu Dihyah (633H) hal.49, "Tabyiin Al-'ajab" hal.15, "silsilah hadits dha'if" karya syekh Albaniy 4/371 no.1898]

b)      Diriwayatkan oleh Ibnu Al-Jauziy (597H) dalam kitabnya "Al-Maudhu'at" 2/206:
من طريق عمرو بن الأزهر عن أبان عن أنس مالك قال قال رسول الله ( صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) : " من صام ثلاثة أيام من رجب كتب الله له صيام شهر، ومن صام سبعة أيام من رجب أغلق الله سبعة أبواب من النار، ومن صام ثمانية أيام من رجب فتح الله له ثمانية أبواب من الجنة، ومن صام نصف رجب كتب الله له رضوانه، ومن كتب له رضوانه لم يعذبه، ومن صام رجب كله حاسبه الله حسابا يسيرا ".
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang berpuasa 3 hari di bulan Rajab maka Allah akan mencatat untuknya pahala puasa 1 bulang, dan barangsiapa yang berpuasa 7 hari di bulan Rajab maka Allah akan menutup darinya 7 pintu neraka, dan barangsiapa yang berpuasa 8 hari di bulan Rajab maka Allah akan membuka untuknya 8 pintu surga, dan barangsiapa yang berpuasa separuh bulan Rajab maka Allah akan mencatat untuknya keridhaan-Nya, dan barangsiapa yang dicatat untuknya keridhaan Allah maka Ia tidak akan menyiksanya, dan barangsiapa yang berpuasa Rajab sebulan penuh maka Allah akan menghisabnya dengan penghisaban yang ringan.
Hadits ini palsu, karena ada rawi yang bernama Amru bin Al-Azhar[2] seorang pemalsu hadits. Dan Abaan bin Abi 'Ayyasy[3] ditolak keras riwayat haditsnya (matruuk).
[Lihat: "Adaa' ma wajab min bayaan hal.47, "Talkhish Al-Maudhu'aat" karya Adz-Dzahabiy no.508, "Tabyiin Al-'ajab" hal.27, "Al-La'ali' Al-Mashnu'ah" (kumpulan hadits-hadits palsu) karya As-Suyuthiy 2/115]

2.       Hadits Abu Sa'id Al-Khudriy radiyallahu 'anhu.
a)      Disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam kitabnya "Tabyiin Al-'ajab" hal.17:
من نطريق أبي البركات هبة الله بن المبارك السقطي، أخبرنا أبو الغنائم الدجاجي، حدثنا محمد بن عبد الرحمن الذهبي، حدثنا البغوي، حدثنا سويد، عن يحي بن أبي زائدة، عن عاصم بن أبي نضرة، عن أبيه عن أبي سعيد الخدري، مرفوعا: " إن في الجنة نهرا يقال له: رجب، ماؤه الرحيق، من شرب منه شربة لم يظمأ بعدها أبدا، أعده الله لصوام رجب ".
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya di dalam surga ada sungai yang disebut "Rajab", airnya adalah Ar-Rahiiq (minuman yang sangat lezat), barangsiapa yang meminumnya sekali tidak akan haus setelah itu selama-lamanya, Allah menyiapkannya bagi orang yang berpuasa di bulan Rajab.
Ibnu Hajar mengatakan: Hadits ini dipalsukan oleh Abu Al-Barakaat Hibatullah bin Al-Mubarak As-Saqathiy[4].

b)      Diriwayatkan oleh Ibnu Al-Jauziy dalam kitabnya "Al-Maudhu'aat" 2/205:
من طريق أبي بكر محمد بن الحسن النقاش حدثنا أبو عمر أحمد بن العباس الطبري حدثنا الكسائي حدثنا أبو معاوية حدثنا الاعمش عن إبراهيم عن علقمة عن أبى سعيد الخدرى قال قال رسول الله ( صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ): " رجب شهر الله وشعبان شهرى ورمضان شهر أمتى ، فمن صام رجب إيمانا واحتسابا استوجب رضوان الله الاكبر وأسكنه الفردوس الأعلى، ومن صام من رجب يومين فله من الاجر ضعفان ووزن كل ضعف مثل جبال الدنيا، ومن صام من رجب ثلاثة أيام جعل الله بينه وبين النار خندقا طول مسيرة ذلك سنة، ومن صام من رجب أربعة أيام عوفي من البلاء من الجنون والجذام والبرص من فتنة المسيح الدجال ومن عذاب القبر، ومن صام من رجب ستة أيام خرج من قبره ووجهه أضوأ من القمر ليلة البدر، ومن صام من رجب سبعة أيام فإن لجهنم سبعة أبواب يغلق الله عنه بصوم كل يوم بابا من أبوابها، ومن صام من رجب ثمانية أيام فإن للجنة ثمانية أبواب يفتح الله له بصوم كل يوم بابا من أبوابها، ومن صام من رجب تسعة أيام خرج من قبره وهو ينادى لا إله إلا الله ولا يرد وجهه دون الجنة، ومن صام من رجب عشرة أيام جعل الله له على كل ميل من الصراط فراشا يستريح عليه، ومن صام من رجب أحد عشر يوما لم ير في القيامة غداء أفضل منه إلا من صام مثله أو زاد عليه، ومن صام من رجب اثنى عشر يوما كساه الله عزوجل يوم القيامة حلتين: الحلة الواحدة خير من الدنيا وما فيها، ومن صام من رجب ثلاثة عشر يوما يوضع له يوم القيامة مائدة في ظل العرش فيأكل والناس في شدة شديدة، ومن صام من رجب أربعة عشر يوما أعطاه الله تعالى من الثواب ما لا عين رأيت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر، ومن صام من رجب خمسة عشر يوما يقفه الله يوم القيامة موقف الآمنين ".
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Rajab adalah bulan Allah, dan Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku. Maka barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab dengan penuh keimanan dan mengharap pahala maka ia berhak mendapatkan ridha Allah yang paling besar dan ditempatkan dalam surga firdaus yang paling tinggi, dan barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab 2 hari maka ia mendapatkan pahala 2 kali lipat, setiap pahala seberat gunung di dunia. Dan barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab 3 hari maka Allah akan menjadikan antara ia dan neraka sebuah parit (pemisah) yang panjangnya sejauh perjalanan satu tahun itu. Dan barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab 4 hari maka akan diselamatkan dari penyakit gila, kusta, dan lepra, cobaan "Al-Masih Ad-Dajjal" dan azab kubur. Dan barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab 6 hari maka nanti ia akan keluar dari kuburnya dengan wajah yang lebih terang daripada bulan purnama. Dan barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab 7 hari maka sesungguhnya neraka itu punya 7 pintu, dengan puasanya setiap hari akan ditutup satu pintu neraka. Dan barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab 8 hari, maka sesungguhnya surga itu punya 8 pintu, Allah akan membuka untuknya dengan puasa setiap hari satu pintu surga. Dan barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab 9 hari maka ia nanti akan keluar dari kuburnya dengan menyeru "laailaaha illallah" dan wajahnya tidak akan dipalingkan kecuali ke surga. Dan barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab 10 hari maka Allah akan menjadikan untuknya pada setiap mil di atas titian "shirath" ranjang untuk ia beristirahat. Dan barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab 11 hari maka ia tidak akan melihat di hari kiamat makanan yang lebih baik darinya kecuali untuk yang berpuasa sebanyak itu atau lebih. Dan barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab 12 hari maka Allah akan memakaikannya di hari kiamat dua pakaian, satu pakaian lebih baik dari pada dunia dan seisinya. Dan barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab 13 hari maka akan disiapkan untuknya pada hari kiamat hidangan di bawah naungan 'arsy lalu ia makan sementara orang-orang dalam kondisi yang sangat sulit. Dan barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab 14 hari maka Allah akan memberinya pahala yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbenak dalam hati manusia. Dan barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab 15 hari maka Allah akan menempatkannya di hari kiamat pada tempat orang-orang yang aman.
Ibnu Hajar mengatakan: Hadits ini palsu, karena Abu Bakr Muhammad bin Al-Hasan An-Naqqasy[5] seorang pemalsu hadits dan pembohong (dajjal).
Dan Al-Kisaaiy tidak diketahui.
[Lihat: "Adaa' ma wajab min bayaan" hal.46, "Talkhish Al-Maudhu'aat" karya Adz-Dzahabiy no.507, "Tabyiin Al-'ajab" hal.23]

c)       Diriwayatkan oleh Al-Khallaal dalam kitabnya "Fadhail Rajab" no.7:
من طريق إِسْمَاعِيل بْن يَحيى بْن عُبَيْد اللَّه التَّيْمِيُّ ثنا مِسْعَرُ بْنُ كِدَامٍ عَنْ عَطِيَّةَ الْعَوْفِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُول اللَّه ( صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ): رَجَبٌ مِنْ شُهُورِ الْحُرُمِ وَأَيَّامُهُ مكتوبةٌ عَلَى أَبْوَابِ السَّمَاءِ السَّادِسَةِ فَإِذَا صَامَ الرَّجُلُ مِنْهُ يَوْمًا وَجَرَّدَ صَوْمَهُ لِتَقْوَى اللَّهِ نَطَقَ الْبَابُ وَنَطَقَ الْيَوْمُ قَالا يَا رَبٍّ اغْفِرْ لَهُ . وَإِذَا لَمْ يُتِمَّ صَوْمَهُ بِتَقْوَى اللَّهِ لَمْ يَسْتَغْفِرَا قَالَ أَوْ قِيلَ خَدَعَتْكَ نَفْسُكَ.
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Rajab adalah salah satu bulan Haram, dan hari-harinya tertulis di pintu-pintu langit yang enam. Maka jika seseorang berpuasa sehari di bulan Rajab dan mengikhlaskan puasanya demi ketakwaan kepada Allah, maka pintu dan hari tersebut berkata: "Ya Tuhan .. ampunilah ia". Dan jika ia tidak menyempurnakan puasanya demi ketakwaan kepada Allah, maka keduanya tidak memintakan ampun, ia berkata atau dikatakan kepadanya: "Engkau telah ditipu oleh dirimu sendiri".
Ibnu Hajar mengatakan: Hadits ini palsu, karena Ismail bin Yahya bin Ubaidillah At-Taimiy[6] seorang pembohong.
[Lihat: "Tabyiin Al-'ajab" hal.28, "Tanziih Asy-Syari'ah" karya Ibnu 'Iraaq 2/164]

3.       Hadits Abu Hurairah radiyallahu 'anhu.
Diriwayatkan oleh Al-Khallaal dalam kitabnya "Fadhail Rajab" no.4:
من طريق يُوسُف بْنِ عَطِيَّةَ الصَّفَّارِ عَنْ هِشَامٍ الْقُرْدُوسِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ( صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) لَمْ يُتِمَّ صوم شهرٍ بعد شهر رَمَضَانَ إِلا رَجَبٍ وَشَعْبانَ.
Abu Hurairah berkata: Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam tidak menyempurnakan puasa satu bulan selain Ramadhan kecuali Rajab dan Sya'ban.
Ibnu Hajar mengatakan hadits ini sangat lemah, karena pada sanadnya ada rawy yang bernama Yusuf bin 'Athiyah Ash-Shaffaar[7]; hadits yang ia riwayatkan mungkar. [Lihat: "Tabyiin Al-'ajab" hal.20]

4.       Hadits Ibnu Abbas radiyallahu 'anhuma.
Diriwayatkan oleh Al-Khallaal dalam kitabnya "Fadhail Rajab" no.10:
عَنِ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِي اللَّه عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُول اللَّه ( صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ): صَوْمُ أَوَّلِ يَوْمٍ في رجب كفارة ثلاث سِنِينَ وَالثَّانِي كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ وَالثَّالِثُ كَفَّارَةُ سنةٍ ثُمَّ كُلُّ يومٍ شَهْرٍ.
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Puasa di hari pertama bulan Rajab adalah kaffarah (penghapus dosa) 3 tahun, dan di hari kedua adalah kaffarah 2 tahun, dan di hari ke tiga adalah kaffarah 1 tahun, kemudian di hari-hari berikutnya setiapa hari kaffarah satu bulan.
Hadits ini dilemahkan oleh Imam As-Suyuthiy dalam kitabnya "Al-Jami' Ash-Shagiir" no.5051, dan syekh Albaniy dalam kitabnya "Dha'if Al-Jami' Ash-Shagiir" no.3500.

5.       Hadits Sa'id Asy-Syaamiiy radiyallahu 'anhu.
Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy (360H) dalam kitabnya "Al-Mu'jam Al-Kabiir" 6/69 no.5538:
من طريق عثمان بن مطر الشيباني عن عبد الغفور عن عبد العزيز عن أبيه : قال عثمان وكانت لأبيه صحبة - قال قال رسول الله ( صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ): رجب شهرعظيم يضاعف الله فيه الحسنات ، فمن صام يوما من رجب فكانما صام سنة ، ومن صام منه سبعة أيام غلقت عنه سبعة أبواب جهنم ، ومن صام منه ثمانية أيام فتحت له ثمانية أبواب الجنة ، ومن صام منه عشرة أيام لم يسال الله شيئا إلا أعطاه إياه ، ومن صام منه خمسة عشريوما نادى مناد في السماء قد غفر لك ما مضى فاستانف العمل ، ومن زاد زاده الله عزوجل . وفي رجب حمل الله نوحا في السفينة فصام رجب وأمر من معه أن يصوموا ...
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Rajab adalah bulan yang mulia, Allah melipatgandakan kebaikan pada bulan itu, maka barangsiapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab maka seolah-olah ia puasa setahun penuh, dan barangsiapa yang berpuasa 7 hari maka akan ditutup darinya 7 pintu neraka, dan barangsiapa yang berpuasa 8 hari maka akan dibuka baginya 8 pintu surga, dan barangsiap yang berpuasa 10 hari maka ia tidak memeinta kepada Allah sesuatu pun kecuali Allah memberinya, dan barangsiapa yang berpuasa 15 hari maka seseorang berseru di langit "Telah diampuni untukmu semua yang lalu, maka mulailah beramal", dan barangsiapa yang menambah (jumlah puasa) maka Allah akan menambah (pahala). Dan di bulan Rajab Allah membawa Nuh dengan perahu dan Nuh berpuasa di bulan Rajab dan memerintahkan orang yang bersamanya untuk berpuasa ...
Hadits ini palsu, Ibnu Hibban mengatakan: Utsman bin Mathar Asy-Syaibaniy[8] dan Abdul Gafuur bin Abdul Aziz[9] meriwayatkan hadits palsu.
[Lihat: "Tabyiin Al-'ajab" hal.29, "Silsilah hadits dha'if" 11/691 no.5413]

6.       Hadits Ali bin Abi Thalib radiyallahu 'anhu.
Diriwayatkan oleh Ibnu Al-Jauziy dalam kitabnya "Al-Maudhu'at" 2/206:
من طريق إسحاق بن إبراهيم الختلى حدثنا الحسين بن على بن يزيد الصدائى حدثنا أبى حدثنا هارون بن عنترة عن أبيه عن على بن أبى طالب رضى الله عنه قال قال رسول الله ( صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ): " إن شهر رجب شهر عظيم، من صام منه يوما كتب الله له صوم ألف سنة، ومن صام يومين كتب الله له صيام ألفى سنة، ومن صام ثلاثة أيام كتب الله له صيام ثلاثة ألف سنة، ومن صام من رجب سبعة أيام أغلقت عنه أبواب جهنم، ومن صام منه ثمانية أيام فتحت له أبواب الجنة الثمانية يدخل من أيها شاء، ومن صام منه خمس عشرة يوما بدلت سيئاته حسنات ونادى مناد من السماء: قد غفر الله لك فاستأنف العمل، ومن زاد زاده الله عزوجل ".
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan yang agung, barangsiapa yang puasa 1 hari dari bulan Rajab maka Allah akan mencatat baginya puasa 1000 tahun, dan barangsiapa yang puasa 2 hari maka Allah akan mencatat baginya puasa 2000 tahun, dan barangsiapa yang puasa 3 hari maka Allah akan mencatat baginya puasa 3000 tahun, dan barangsiapa yang berpuasa 7 hari maka akan ditutup darinya pintu neraka, dan barangsiapa yang berpuasa 8 hari dibuka untuknya pintu surga yang delapan ia masuk dari pintu manapun yang ia inginkan, dan barangsiapa yang berpuasa 15 hari akan diganti keburukannya dengan kebaikan, dan seseorang menyeru dari langit: "Allah telah mengampuni dosa-dosamu maka mulailah beramal", dan barangsiapa yang menambah puasanya maka Allah akan menambah pahalanya.
Ibnu Hajar mengatakan: Hadits ini palsu, dan yang dicurigai sebagai pemalsunya adalah Ishaq bin Ibrahim Al-Khuttaliy[10].
Ibnu Hibban mengatakan: Harun bin 'Antarah[11] tidak boleh dijadikan pegangan, ia banyak meriwayatkan hadits mungkar sampai hati orang yang mendengarnya merasa ialah yang memalsukannya.
[Lihat: "Talkhish Al-Maudhu'aat" no.509, "Tabyiin Al-'ajab" hal.38, "Al-La'ali' Al-Mashnu'ah" 2/115, "Tanziih Asy-Syari'ah" 2/152, "Al-Fawaid Al-Majmu'ah" hal.101]

7.       Hadits Abu Dzar radiyallahu 'anhu.
Diriwayatkan oleh Al-Khathiib (463H) dalam kitabnya "Tarikh Bagdad" 9/282:
من طريق رِشْدِين أَبُي عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ الْفُرَاتِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ مَيْمُونِ بْنِ مهْرَانَ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ): " مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ رَجَبٍ عَدَلَ صِيَامَ شَهْرٍ، وَمَنْ صَامَ مِنْهُ سَبْعَةَ أَيَّامٍ غُلِّقَتْ عَنْهُ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ السَّبْعَةُ، وَمَنْ صَامَ مِنْهُ ثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ فُتِّحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ، وَمَنْ صَامَ مِنْهُ عَشْرَةَ أَيَّامٍ بَدَّلَ اللَّهُ سِيِّئَاتَهُ حَسَنَاتٍ، وَمَنْ صَامَ مِنْهُ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ يَوْمًا نَادَى مُنَادٍ: أَنْ قَدْ غُفِرَ لَكَ مَا مَضَى فَاسْتَأْنِفِ الْعَمَلَ "
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab maka puasanya senilai satu bulan, dan barangsiapa yang berpuasa 7 hari maka ditutup darinya pintu neraka yang tujuh, dan barangsiapa yang berpuasa 8 hari maka dibuka baginya pintu surga yang delapan, dan barangsiapa yang berpuasa 10 hari maka Allah akan mengganti keburukannya dengan kebaikan, dan barangsiapa yang berpuasa 18 hari maka seseorang berseru: "Sesungguhnya diampuni telah dosamu lalu maka mulailah beramal".
Hadits ini sangat lemah, karena di sanadnya ada:
1.       Risydin bin Sa'ad[12]; Ibnu Hajar mengatakan: Hadits yang ia riwayatkan ditolak keras.
2.    Al-Furaat bin As-Saib[13]; Ibnu Hibban mengatakan: Ia meriwayatkan hadits-hadits palsu.
3.       Maemun bin Mihraan, tidak bertemu dengan Abu Dzar.
[Lihat: "Al-Maudhu'at" karya Ibnu Al-Jauziy 2/207, "Talkhish Al-Maudhu'aat" no.510, "Tabyiin Al-'Ajab" hal.40, "Al-La'ali' Al-Mashnu'ah" 2/116, "Tanziih Asy-Syari'ah" 2/158, "Al-Fawaid Al-Majmu'ah" hal.101]

Wallahu a'lam!

Bersambung ...

Lihat juga: Puasa yang dilarang 
                   Puasa Sya'ban 
                   Allah benci orang GEMUK


[1]  Lihat biografi Manshur bin Zaid dalam kitab: Miizaan Al-I'tidaal karya Adz-Dzahabiy 6/524, Lisaan Al-Miizaan karya Ibnu Hajar 8/170.
[2] Lihat biografi Amru bin Al-Azhar dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya Al-'Uqaily 3/256, Al-Majruhiin karya Ibnu Hibban 2/78, Al-Kamil karya Ibnu 'Adiy 5/133.
[3] Lihat biografi Abaan bin Abi 'Ayyasy dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Jauziy 1/19, Miizaan Al-I'tidaal 1/124, Taqriib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar hal.87.
[4]  Lihat biografi Abu Al-Barakaat dalam kitab: Miizaan Al-I'tidaal 7/73, Lisaan Al-Miizaan 8/326.
[5]  Lihat biografi Abu Bakr Muhammad bin Al-Hasan An-Naqqasy dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Jauziy 3/52, Miizaan Al-I'tidaal 6/115, Lisaan Al-Miizaan 7/78.
[6] Lihat biografi Ismail bin Yahya bin Ubaidillah At-Taimiy dalam kitab: Al-Majruhiin 1/125, Al-Kamil 1/302, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Jauziy 1/123, Miizaan Al-I'tidaal 1/415, Lisaan Al-Miizaan 2/181.
[7] Lihat biografi Yusuf bin 'Athiyah Ash-Shaffaar dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya Al-'Uqaily 4/455, Al-Jarh wa At-Ta'diil karya Ibnu Abi Hatim 9/226, Al-Majruhiin 3/134, Al-Kamil 7/152, Adh-Dhu'afaa' karya Abu Nu'aim hal.165.
[8]  Lihat biografi Utsman bin Mathar Asy-Syaibaniy dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya Al-'Uqaily 3/216, Al-Jarh wa At-Ta'diil 6/169, Al-Majruhiin 2/99, Al-Kamil 5/163.
[9]  Lihat biografi Abdul Gafuur bin Abdul Aziz dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'i hal.210 , Al-Jarh wa At-Ta'diil 6/99, Al-Majruhiin 2/148, Al-Kamil 5/329, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Jauziy 2/112, Miizaan Al-I'tidaal 4/380, Lisaan Al-Miizaan 5/229.
[10]  Lihat biografi Ishaq bin Ibrahim Al-Khuttaliy dalam kitab: Miizaan Al-I'tidaal 1/330, Lisaan Al-Miizaan 2/35.
[11]  Lihat biografi Harun bin 'Antarah dalam kitab: Al-Majruhiin karya Ibnu Hibban 3/93, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Jauziy 3/171, Miizaan Al-I'tidaal karya Adz-Dzahabiy 7/62.
[12]  Lihat biografi Risydin bin Sa'ad dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'i hal.178 , Adh-Dhu'afaa' karya Al-'Uqaily 2/66, Al-Jarh wa At-Ta'diil karya Ibnu Abi Hatim 3/513, Al-Kamil karya Ibnu 'Adiy 3/149, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Jauziy 1/284, Miizaan Al-I'tidaal karya Adz-Dzahabiy 3/75.
[13]  Lihat biografi Al-Furaat bin As-Saib dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya Al-Bukhariy hal.98 , Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'i hal.226 , Adh-Dhu'afaa' karya Al-'Uqaily 3/458, Al-Jarh wa At-Ta'diil 7/80, Al-Majruhiin 2/207, Al-Kamil 6/22, Adh- Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Jauziy 3/3, Miizaan Al-I'tidaal 5/412, Lisaan Al-Miizaan 6/322.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...