Jumat, 15 Juni 2012

Hukum memelihara anjing


Perintah membunuh anjing.

Dari Ibnu Umar radiyallahu 'anhuma; Bahwasanya Rasululllah sallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk membunuh anjing, kecuali anjing pemburu, atau penjaga ternak. [Sahih Muslim]

Perintah membunuh anjing hukumnya di-mansukh (dibatalkan), kecuali yang berwarnah hitam penuh dan yang liar.
Jabir bin Abdillah radiyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami membunuh anjing, sampai kaum wanita datang dari pedalaman membawa anjingnya kemudian kami membunuhnya. Kemudian Rasulullah melarang membunuhnya dan bersabda:
«عَلَيْكُمْ بِالْأَسْوَدِ الْبَهِيمِ ذِي النُّقْطَتَيْنِ، فَإِنَّهُ شَيْطَانٌ» [صحيح مسلم]
Bunuh saja anjing yang hitam penuh punya dua bintik (putih di atas matanya), karena ia adalah setan. [Sahih Muslim]

Ibnu Al-Mugaffal radiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan membunuh anjing, kemudian bersabda:
«مَا بَالُهُمْ وَبَالُ الْكِلَابِ؟» "Ada apa dengan mereka dan anjing?"
Kemudian Rasulullah membolehkan pelihara anjing pemburu dan penjaga ternak. [Sahih Muslim]
Dalam riwayat lain; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«لَوْلَا أَنَّ الْكِلَابَ أُمَّةٌ مِنَ الْأُمَمِ لَأَمَرْتُ بِقَتْلِهَا، فَاقْتُلُوا مِنْهَا الْأَسْوَدَ الْبَهِيمَ» [سنن أبي داود]
Seandainya bukan karena anjing salah satu spesies makluk hidup maka aku perintahkan untuk membunuhnya, tapi bunuhlah yang berwarna hitam seluruhnya. [Sunan Abi Daud: Sahih]

Dari Aisyah radiyallahu 'anha; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" خَمْسٌ مِنَ الدَّوَابِّ، كُلُّهُنَّ فَاسِقٌ، يَقْتُلُهُنَّ فِي الحَرَمِ: الغُرَابُ، وَالحِدَأَةُ، وَالعَقْرَبُ، وَالفَأْرَةُ، وَالكَلْبُ العَقُورُ " [صحيح البخاري ومسلم]
Lima hewan semuanya fasik (berbahaya), bisa dibunuh sekalipun di daerah haram: Burung gagak, burung rajawali, kalajengking, tikus, dan anjing liar. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Pahala berkurang

Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَنْ أَمْسَكَ كَلْبًا، فَإِنَّهُ يَنْقُصُ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عَمَلِهِ قِيرَاطٌ، إِلَّا كَلْبَ حَرْثٍ أَوْ مَاشِيَةٍ»، وفي رواية : «إِلَّا كَلْبَ غَنَمٍ أَوْ حَرْثٍ أَوْ صَيْدٍ» [صحيح البخاري ومسلم]
Barangsiapa yang memelihara anjing maka akan berkurang setiap hari pahala amalannya sebanyak satu "qirath", kecuali anjing penjaga kebun dan ternak.  
Dalam riwayat lain: Kecuali anjing penjaga ternak, kebun, dan pemburu. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dan dari Abdullah bin Umar radiyallahu 'anhuma; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا، إِلَّا كَلْبًا ضَارِيًا لِصَيْدٍ أَوْ كَلْبَ مَاشِيَةٍ، فَإِنَّهُ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطَانِ» [صحيح البخاري ومسلم]
Barangsiapa yang memelihara anjing, kecuali anjing pemburu atau penjaga ternak, maka berkurang pahalanya setiap hari sebanyak dua qirath. [Sahih Bukhari dan Muslim]
Qirath adalah satu ukuran besar di sisi Allah subhanahu wata'ala.

Hadits ini menunjukkan bahwa haram hukumnya memelihara anjing, karena mengurangi pahala sama hukumnya dengan menambah dosa.
Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: Tidak dibolehkan memelihara anjing kecuali darurat untuk mendapatkan manfaat seperti anjing pemburu, atau mencegah bahaya seperti anjing penjaga ternak. [Majmu' Al-Fatawa 32/259]

Jual beli anjing.

Jumhur fuqaha mengharamkan jula beli anjing secara umum. Dalilnya:
1.      Hadits Abu Mas'ud radiyallahu 'anhu; bahwasanya Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam melarang (mengharamkan) harga (jual beli) anjing. [Sahih Bukhari dan Muslim]
2.      Diriwayatkan juga dari Abu Juhaifah radiyallahu 'anhu di sahih Bukhari.
3.      Dari Rafi' bin Khadiij radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«شَرُّ الْكَسْبِ مَهْرُ الْبَغِيِّ، وَثَمَنُ الْكَلْبِ، وَكَسْبُ الْحَجَّامِ» [صحيح مسلم]
Usaha yang paling buruk adalah upah penzinah, harga anjing, dan upah bekam. [Sahih Muslim]
Dalam riwayat lain; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
ثَمَنُ الْكَلْبِ خَبِيثٌ [صحيح مسلم]
Harga anjing adalah buruk (haram). [Sahih Muslim]

4.      Abu Az-Zubair berkata: Aku bertanya kepada Jabir radiyallahu 'anhu, tentang harga anjing dan kucing; Jabir menjawab: Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam melarangnya dengan keras. [Sahih Muslim]
5.      Hadits Abu Hurairah dan Jabir yang menyebutkan pengecualian, derajatnya lemah tidak sahih.
Pendapat ini dipilih oleh syekh Ibnu Baz dalam fatwanya 19/39, Ibnu Utsaimin dalam kitabnya syarh Al-Mumti' 8/113, dan majelis fatwa "Lajnah Ad-Daimah" di Saudi 1/36.
Ibnu Hazm rahimahullah berkata: Tidak halal jual beli anjing, baik itu anjing pemburu, penjaga ternak, atau selainnya. Jika ia terpaksa harus memelihara anjing dan ia tidak mendapatkan orang yang memberinya maka ia boleh membelinya, halal bagi yang membeli dan haram bagi yang menjual. [Al-Muhalla 7/478, 9/9]

Sebagian ulama mengatakan: Halal menjual dan membeli anjing yang boleh dipelihara seperti anjing pemburu, pelacak dan penjaga. Dalilnya:

Firman Allah subhanahu wata'ala:
{يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ} [المائدة: 4]
Mereka menanyakan kepadamu: "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?". Katakanlah: "Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang Telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang Telah diajarkan Allah kepadamu. [Al-Maidah:4]
Maksudnya: binatang buas itu dilatih menurut kepandaian yang diperolehnya dari pengalaman; pikiran manusia dan ilham dari Allah tentang melatih binatang buas dan cara berburu.
Ayat ini membolehkan makan buruan anjing yang telah dilatih, menunjukkan pula bahwa melatih anjing untuk berburu dan memperjual-belikannya hukumnya boleh.

Dalam beberapa hadits disebutkan pengecualian larangan jual beli anjing, diantaranya:
Hadits Abu Hurairah radiyallahu 'anhu:
«نَهَى عَنْ ثَمَنِ الكَلْبِ، إِلَّا كَلْبَ الصَّيْدِ» [سنن الترمذي: حسنه الألباني]
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam melarang harga (jual-beli) anjing kecuali anjing pemburu. [Sunan At-Tirmidzi: Di-hasan-kan oleh syekh Albaniy]

Dan hadits Jabir bin Abdillah radiyallahu 'anhuma:
" نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ، إِلَّا الْكَلْبَ الْمُعَلَّمَ " [مسند أحمد: حسن لغيره]
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam melarang harga anjing kecuali anjing terlatih. [Musnad Ahmad: Hasan]

Pendapat ini dipilih oleh Imam Ath-Thahawiy (321H) dalam kitabnya "Syarh Ma'aniy Al-Atsaar" 4/56, Asy-Syaukaniy dalam kitabnya "Nail Al-Authar" 5/204, dan Syekh Albaniy dalam kitabnya "Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah" 6/1156, dan Prof.Dr. Husamuddin 'Afanah dalam kitabnya fatawa "Yas-alunaka" 5/153.

Malaikat tidak masuk rumah yang ada anjingnya.

Dari Abu Thalhah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«لاَ تَدْخُلُ المَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلاَ صُورَةٌ» [صحيح البخاري ومسلم]
Malaikat tidak masuk rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar (bernyawa). [Sahih Bukhari dan Muslim]

Lolongan anjing

Dari Jabir bin Abdillah radiyallahu 'anhuma; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«إِذَا سَمِعْتُمْ نُبَاحَ الْكِلَابِ، وَنَهِيقَ الْحُمُرِ بِاللَّيْلِ، فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ فَإِنَّهُنَّ يَرَيْنَ مَا لَا تَرَوْنَ» [سنن أبي داود: صحيح]
Jika kalian mendengar lolongan anjing dan suara himar di malam hari, maka mintalah perlindugan kepada Allah (dari bahaya setan) karna mereka melihat apa yang tidak kalian lihat. [Sunan Abu Daud: Sahih]

Wallahu a'lam!

Lihat juga: Najis Anjing 
                   Menyentuh Kemaluan; Apakah Membatalkan Wudhu? 
                   Makanan dan minuman

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...