Jumat, 07 September 2012

Manfaat puasa syawal


بسم الله الرحمن الرحيم


Ada beberapa manfaat menjalankan puasa Syawal dan puasa sunnah lainnya setelah menunaikan puasa Ramadhan dengan sempurna, diantaranya:

1.      Mengikuti sunnah Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam.
{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا} [الأحزاب: 21]
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. [Al-Ahzaab:21]

2.      Menyempurnakan pahala puasa setahun.
Dari Abu Ayyub Al-Anshariy radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ [صحيح مسلم]
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian ia ikutkan dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawal maka ia seperti berpuasa setahun". [Sahih Muslim]

Dan dari Tsauban radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ فَشَهْرٌ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ، وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ فَذَلِكَ تَمَامُ صِيَامِ السَّنَةِ [مسند أحمد: صحيح]
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, maka puasa sebulan senilai 10 bulan, dan puasa 6 hari setelah idul fitri adalah penyempurna nilai puasa setahun". [Musnad Ahmad: Sahih]

3.      Puasa Syawal dan Sya'ban ibarat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat fardhu, menutupi kekurangan yang terjadi saat berpuasa di bulan Ramadhan.
Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلَاةُ»، قَالَ: " يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلَائِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ: انْظُرُوا فِي صَلَاةِ عَبْدِي أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا؟ فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً، وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا، قَالَ: انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ؟ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ، قَالَ: أَتِمُّوا لِعَبْدِي فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ، ثُمَّ تُؤْخَذُ الْأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ " [سنن أبي داود: صححه الألباني]
"Sesungguhnya yang paling pertama manusia dihisab di hari kiamat dari amalannya adalah shalat. Tuhan kita (Allah) jalla wa 'azza berfirman kepada para malaikat dan Ia lebih mengetahui: Periksa amalan shalat hamba-Ku, apakah sempurna atau kurang? Jika sempurna maka catat untuknya dengan sempurna, dan jika kurang darinya sesuatu maka periksa apakah hamba-Ku punya amalan sunnah? Jika ia punya amalan sunnah maka sempurnakan bagi hamba-Ku amalan wajibnya dari amalan sunnahnya. Kemudian amalan-amalan lain dihisab seperti itu juga". [Sunan Abu Daud: Sahih]

4.      Sebagai tanda diterimanya puasa Ramadhan, karena jika Allah menerima kebaikan seorang hamba maka akan dimudahkan baginya kebaikan berikutnya. Demikian pula  sebaliknya jika seseorang melakukan keburukan setelah melakukan kebaikan maka itu adalah tanda bahwa kebaikannya tidak diterima.
{هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ} [الرحمن: 60]
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). [Ar-Rahman:60]
{إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ} [يونس: 9]
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya*, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam syurga yang penuh kenikmatan. [Yunus:9]
*Maksudnya: Diberi petunjuk oleh Allah untuk mengerjakan amal-amal yang menyampaikan surga.

5.      Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah subhanahu wata'ala atas karunia hidayah dan taufik-Nya sehingga dapat menunaikan ibadah di bulan Ramadhan secara sempurna dan anugrah ampunan di hari raya idul fitri.
Allah memerintahkan untuk bertakbir dan bersyukur di hari raya idul fitri:
{وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ} [البقرة: 185]
Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. [Al-Baqarah:185]

Al-Mugirah bin Syu'bah radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendirikan salat malam sampai kakinya bengkak, ditanyakan kepadanya: Kenapa engkau malakukan ini padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?
Rasulullah menjawab:
«أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا» [صحيح البخاري ومسلم]
Tidakkah aku menjadi seorang hamba yang bersyukur? [Sahih Bukhari dan Muslim]

Amal ibadah adalah bentuk rasa syukur kepada Allah subhanahu wata'ala:
{اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ} [سبأ: 13]
Beramallah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. [Saba':13]

Ibnu Rajab Al-Hanbaliy rahimahullah berkata:
كل نعمة على العبد من الله في دين أو دنيا يحتاج إلى شكر عليها ، ثم للتوفيق للشكر عليها نعمة أخرى تحتاج إلى شكر ثان ، ثم التوفيق للشكر الثاني نعمة أخرى يحتاج إلى شكر أخر ، وهكذا أبدا فلا يقدر العبد على القيام بشكر النعم ، وحقيقة الشكر الإعتراف بالعجز عن الشكر [لطائف المعارف لابن رجب الحنبلي ص395]
"Semua nikmat yang didapat seorang hamba dari Allah berupa agama atau dunia memerlukan sikap syukur, kemudian taufik Allah untuk bersyukur adalah kenikmatan baru yang harus disyukuri juga, kemudian taufik sikap syukur yang kedua adalah nikmat yang baru lagi yang juga membutuhkan sikap syukur, dan demikianlah selamanya seorang hamba tidak akan mampu memenuhi tuntutan syukur atas nikmat Allah. Dan hakikat syukur adalah mengakui kelemahan hamba untuk bersyukur dengan sempurna". [Lathaif Al-Ma'arif]

Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ} [الحجر: 99]
Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal). [Al-Hijr:99]

6.      Menunjukkan ketekunan dan konsistensi dalam beribadah, tidak merasa bosan dan terbebani selama bulan Ramadhan.
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا، وَإِنْ قَلَّ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang konsisten sekalipun sedikit". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Wallahu a'lam!
Referensi:

Lihat juga: Keutamaan puasa - Puasa sunnah - Puasa Sya'ban - Puasa Rajab - Puasa yang dilarang  - Keutamaan bulan Ramadan
                 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...