بسم
الله الرحمن الرحيم
Alhamdulillah, telah selesai mengisi program Ramadhan "Petunjuk kenabian seputar amalan hati",
Radio An-Nashihah 88,2 FM Sakinah
bersama Sunnah.
Berikut judul hadits seputar
amalan hati:
Belajar meniti jejak salaf...
بسم
الله الرحمن الرحيم
Alhamdulillah, telah selesai mengisi program Ramadhan "Petunjuk kenabian seputar amalan hati",
Radio An-Nashihah 88,2 FM Sakinah
bersama Sunnah.
Berikut judul hadits seputar
amalan hati:
بسم
الله الرحمن الرحيم
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda:
«لَا يَجْتَمِعُ الشُّحُّ
وَالْإِيمَانُ فِي قَلْبِ عَبْدٍ أَبَدًا» [سنن النسائي: صحيح]
"Tidak akan berkumpul sikap kikir dan keimanan dalam hati seorang
hamba selamanya." [Sunan An-Nasa’i: Shahih]
بسم
الله الرحمن الرحيم
Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda:
«تُعْرَضُ
الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا، فَأَيُّ قَلْبٍ
أُشْرِبَهَا، نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، وَأَيُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا،
نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ، حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ، عَلَى
أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلَا تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ
وَالْأَرْضُ، وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا لَا يَعْرِفُ
مَعْرُوفًا، وَلَا يُنْكِرُ مُنْكَرًا، إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ» [صحيح مسلم]
"Fitnah akan dipaparkan pada hati manusia bagai tikar
yang dipaparkan perutas (secara tegak menyilang antara satu sama lain). Manapun
hati yang dihinggapi oleh fitnah, niscaya akan terlekat padanya bintik-bintik
hitam. Begitu juga mana pun hati yang tidak dihinggapinya, maka akan terlekat
padanya bintik-bintik putih sehingga hati tersebut terbagi dua: sebagian
menjadi putih bagaikan batu licin yang tidak lagi terkena bahaya fitnah, selama
langit dan bumi masih ada. Sedangkan sebagian yang lain menjadi hitam
keabu-abuan seperti cangkir yang terbalik, tidak menyuruh kebaikan dan tidak
pula melarang kemungkaran kecuali sesuatu yang diserap oleh hawa
nafsunya." [Shahih Muslim]
بسم
الله الرحمن الرحيم
Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu 'anhu;
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«إِذَا
كَنَزَ النَّاسُ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ، فَاكْنِزُوا هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ:
اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَالْعَزِيمَةَ عَلَى
الرُّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ،
وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا، وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا، وَأَسْأَلُكَ
مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ،
وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ»
"Ketika manusia menimbun emas dan perak, maka timbunlah
kalimat-kalimat ini: 'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keteguhan
dalam menghadapi segala urusan, dan aku memohon kepada-Mu tekad yang kuat dalam
mengikuti petunjuk (kebenaran). Aku memohon kepada-Mu rasa syukur atas
nikmat-Mu, aku memohon kepada-Mu kebaikan dalam beribadah kepada-Mu, aku
memohon kepada-Mu hati yang selamat, aku memohon kepada-Mu lisan yang jujur,
aku memohon kepada-Mu kebaikan dari apa yang Engkau ketahui, aku berlindung kepada-Mu
dari kejahatan dari apa yang Engkau ketahui, dan aku memohon ampunan-Mu atas
apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang
gaib'." [Musnad Ahmad: Hasan ligairih]
بسم
الله الرحمن الرحيم
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu;
Rasulullah ﷺ bersabda: Allah ta'aalaa
berfirman (hadits qudsi):
«أَنَا
عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي» [صحيح البخاري ومسلم]
"Aku sesuai prasangka hamba-Ku terhadap-Ku".
[Shahih Bukhari dan Muslim]
بسم
الله الرحمن الرحيم
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ بَعَثَ رَجُلًا
عَلَى سَرِيَّةٍ، وَكَانَ يَقْرَأُ لِأَصْحَابِهِ فِي صَلَاتِهِ فَيَخْتِمُ بِـ {قُلْ
هُوَ اللهُ أَحَدٌ}، فَلَمَّا رَجَعُوا ذَكَرُوا ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: «سَلُوهُ
لِأَيِّ شَيْءٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ؟» فَسَأَلُوهُ فَقَالَ: لِأَنَّهَا صِفَةُ
الرَّحْمَنِ، وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «أَخْبِرُوهُ
أَنَّ اللهَ يُحِبُّهُ»
Nabi ﷺ mengutus seseorang dalam misi
perang, dan orang tersebut selalu membaca surah dalam shalatnya ketika
mengimami sahabatnya kemudian mengakhirinya dengan surah “Al-Ikhlash”. Maka
ketika mereka kembali, mereka menceritakan hal itu kepada Nabi ﷺ. Maka beliau bersabda: “Tanyakan kepadanya, karena alasan apa
ia melakukan hal itu?” Kemudian mereka menanyakannya, maka ia menjawab: “Karena
surah tersebut adalah sifat Ar-Rahman (Allah) dan aku suka membacanya”. Maka
Rasulullah ﷺ bersabda: “Sampaikan kepadanya
bahwasanya Allah telah mencintainya”. [Shahih Bukhari dan Muslim]
بسم
الله الرحمن الرحيم
Zayd bin Arqam radhiyallahu ‘anhu berkata: Doa yang sering dibaca oleh Nabi shallallahu
'alaihi wasallam:
«اللهم!
إني أعُوذ بكَ مِن العَجز والكَسل، والجُبن والبُخل، والهرم وعذاب القبر، اللهم!
آتِ نفسي تقواها، وزكّها أنت خيرُ مَن زكّاها، أنتَ وليّها ومَولاها، اللهم! إني
أعُوذ بك مِن علمٍ لا يَنفع، ومِن قلبٍ لا يَخشع، ومِن نفسٍ لا تَشبع، ومِن دعوةٍ
لا يُستجَاب لها»
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari
kelemahan, rasa malas, sifat pengecut, sifat kikir, pikun (uzur karena tua),
dan dari siksa kubur. Ya Allah, berikanlah ketakwaan kepada jiwaku, dan
sucikanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik Yang mensucikannya. Engkau adalah
Pelindung dan Penguasanya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari
ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari nafsu yang tidak
pernah puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan." [Shahih Muslim]
بسم
الله الرحمن الرحيم
Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhuma;
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«إِنَّ
الْإِيمَانَ لَيَخْلَقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلَقُ الثَّوْبُ
الْخَلِقُ، فَاسْأَلُوا اللَّهَ أَنْ يُجَدِّدَ الْإِيمَانَ فِي قُلُوبِكُمْ»
"Sesungguhnya iman itu akan usang di dalam hati salah
seorang dari kalian, sebagaimana usangnya pakaian. Maka mohonlah kepada Allah
agar memperbarui iman di dalam hati kalian." [Al-Mustadrak karya Al-Hakim:
Dishahihkan oleh syekh Albaniy]
بسم
الله الرحمن الرحيم
Abu Barzah Al-Aslamiy -radhiyallahu 'anhu- berkata, Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda:
«يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ
يَدْخُلْ الْإِيمَانُ قَلْبَهُ، لَا تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ، وَلَا
تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنْ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعُ
اللَّهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ يَتَّبِعْ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ»
"Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya namun
keimanannya belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian mengumpat seorang
muslim dan jangan pula mencari-cari kesalahannya. Sebab siapa saja yang
mencari-cari kesalahan mereka, maka Allah akan mencari-cari kesalahannya. Maka
siapa saja yang Allah telah mencari-cari kesalahannya, Allah akan menampakkan
kesalahannya meskipun ia ada di dalam rumahnya." [Sunan Abi Daud: Hasan]
بسم
الله الرحمن الرحيم
Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu ‘anhu;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
«مَا قَالَ عَبْدٌ قَطُّ إِذَا أَصَابَهُ هَمٌّ وَحَزَنٌ: اللهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجِلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي، إِلَّا أَذْهَبَ اللهُ هَمَّهُ، وَأَبْدَلَهُ مَكَانَ حُزْنِهِ فَرَحًا»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ يَنْبَغِي لَنَا أَنْ نَتَعَلَّمَ هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ؟ قَالَ: «أَجَلْ، يَنْبَغِي لِمَنْ سَمِعَهُنَّ أَنْ يَتَعَلَّمَهُنَّ»
Tidak seorang hambapun yang membaca do'a ini ketika susah
atau sedih: “Ya Allah .. sesungguhnya aku ini adalah hamba-Mu, anak hamba
laki-laki Mu, dan anak hamba perempuan Mu. Ubun-ubunku di tangan-Mu, telah
ditetapkan hukum-Mu padaku, maha adil ketetapan-Mu padaku, aku meminta
kepada-Mu dengan semua nama untuk-Mu, Engkau beri nama diri-Mu sendiri, atau
Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan pada seseorang dari
makluk-Mu, atau Engkau simpan dalam ilmu gaib-Mu, agar Engkau menjadikan
Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya pandanganku, pelipur kesedihanku, dan
penghilang kesusahanku”, Kecuali Allah akan menghilangkan kesusahannya dan
menggantikan kesedihannya dengan kebahagiaan. Sahabat bertanya: Ya Rasulullah
.. seharusnya kami mempelajari do'a ini! Rasulullah bersabda: Tentu, orang yang
mendengar do'a ini seharusnya mempelajarinya. [Musnad Ahmad: Dishahihkan oleh
syekh Albaniy]