Kamis, 15 November 2012

Puasa Asyura'


بسم الله الرحمن الرحيم
Beberapa hadits tentang puasa hari Asyura' yaitu tanggal 10 bulan Muharram:

Puasa di bulan Muharram adalah puasa paling baik setelah puasa Ramadan

Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ، بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ، بَعْدَ الْفَرِيضَةِ، صَلَاةُ اللَّيْلِ [صحيح مسلم]
"Puasa yang paling afdhal setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah bulan Muharram, dan salat yang paling afdhal setelah salat wajib adalah salat malam". [Sahih Muslim]

Puasa Asyura' menghapuskan dosa setahun sebelumnya

Dari Abu Qatadah radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ [صحيح مسلم]
"Puasa di hari Asyura', aku berharap kepada Allah akan menghapuskan dosa setahun sebelumnya". [Sahih Muslim]

Rasulullah menantikan puasa Asyura'

Ibnu Abbas radiyallahu 'anhuma berkata:
«مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا اليَوْمَ، يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ» [صحيح البخاري ومسلم]
Aku tidak pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mencari keutamaan suatu hari untuk berpuasa kecuali hari Asyura' dan dan bulan Ramadhan. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Rasulullah menjalankan puasa Asyura' di masa Jahiliyah

Aisyah radiyallahu 'anha berkata:
«كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِي الجَاهِلِيَّةِ، وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُهُ، فَلَمَّا قَدِمَ المَدِينَةَ صَامَهُ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ، فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ تَرَكَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ، وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ» [صحيح البخاري ومسلم]
Dulu hari Asyura' adalah hari dimana kaum Quraisy berpuasa pada masa Jahiliyah, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga berpuasa pada hari tersebut. Maka ketika Rasulullah tiba di Madinah ia tetap menjalankannya dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa. Dan ketika puasa Ramadan diwajibkan, Rasulullah meninggalkannya (tidak wajib lagi), barangsiapa yang ingin berpuasa maka ia boleh berpuasa, dan barangsiapa yang ingin meninggalkannya maka ia boleh meninggalkannnya. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Abdullah bin Umar radiyallahu 'anhuma berkata: Sesungguhnya kaum Jahiliyah dulunya berpuasa di hari Asyura', dan sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga berpuasa pada hari tersebut, begitu pula umat Islam sebelum diwajibkan puasa Ramadan. Maka ketika puasa Ramadan sudah diwajibkan, Rasulullah bersabda:
«إِنَّ عَاشُورَاءَ يَوْمٌ مِنْ أَيَّامِ اللهِ، فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Sesungguhnya Asyura' adalah hari dari beberapa hari milik Allah, maka barangsiapa yang ingin berpuasa maka silahkan ia berpuasa pada hari itu, dan barangsiapa yang ingin meninggalkannya maka silahkan ia tinggalkan". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Nabi Musa dan kaumnya menjalankan puasa Asyura'

Ibnu Abbas radiyallahu 'anhuma berkata: Sesungguhnya ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tiba di Madinah mendapati mereka berpuasa pada suatu hari yaitu hari Asyura', mereka berkata: Ini adalah hari yang agung, hari dimana Allah menyelamatkan Nabi Musa, dan menenggelamkan Fir'aun dan pengikutnya, maka Nabi Musa berpuasa pada hari itu sebagai rasa syukur kepada Allah.
Maka Rasulullah bersabda:
«أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Aku lebih berhak terhadap Musa dari pada mereka!"
Maka Rasulullah pun berpuasa pada hari itu dan memerintahkan untuk berpuasa. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Abu Musa radiyallahu 'anhu berkata: Dulu penduduk Khaerbar (dari kaum Yahudi) berpuasa pada hari Asyura', mereka menjadikannya hari raya, wanita-wanita mereka memakai pakaian yang cantik dan perhiasan. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada sahabatnya:
«فَصُومُوهُ أَنْتُمْ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Berpuasalah kalian di hari Asyura'!" [Sahih Bukhari dan Muslim]
Dalam riwayat lain; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«خَالِفُوهُمْ، صُومُوا أَنْتُمْ» [صحيح ابن حبان]
"Selisihi mereka, puasalah kalian!" [Sahih Ibnu Hibban]

Perintah menjalankan puasa Asyura'

Ar-Rubayyi' binti Mu'awwidz radiyallahu 'anha berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus sahabatnya pada pagi hari Asyura' ke kampung-kampung Al-Anshar menyampaikan sabdanya:
«مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا، فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ وَمَنْ أَصْبَحَ صَائِمًا، فَليَصُمْ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Barangsiapa yang bangun di pagi hari tidak dalam keadaan puasa maka hendaklah ia menyempurnakan sisa harinya dengan puasa, dan barangsiapa yang sudah berpuasa maka hendaklah ia melanjutkan puasanya".
Ar-Rubayyi' berkata: Maka kami berpuasa setelah itu dan kami mendidik anak-anak kami berpuasa, dan menyediakan untuk mereka suatu mainan, maka jika seorang dari mereka menangis minta makan maka kami beri ia mainan tersebut sampai datang waktu berbuka puasa. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Salamah bin Al-Akwa' radiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan seorang laki-laki dari kabilah Aslam untuk menyampaikan kepada orang-orang:
" أَنَّ مَنْ كَانَ أَكَلَ فَلْيَصُمْ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ، وَمَنْ لَمْ يَكُنْ أَكَلَ فَلْيَصُمْ، فَإِنَّ اليَوْمَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ " [صحيح البخاري ومسلم]
"Sesungguhnya barangsiapa yang sudah makan maka hendaklah ia berpuasa pada sisa harinya, dan barangsiapa yang belum makan maka hendaklah ia berpuasa, karena sesungguhnya hari ini adalah hari Asyuraa'." [Sahih Bukhari dan Muslim]

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus Asma' bin Haritsah radiyallahu 'anhu kepada kaumnya, Rasulullah bersabda:
" مُرْ قَوْمَكَ بِصِيَامِ هَذَا الْيَوْمِ "
"Perintahkan kaummu untuk menjalankan puasa pada hari ini (Asyura')!"
Asma' berkata: Bagaimana jika aku mendapati mereka telah makan?
Rasulullah menjawab:
" فَلْيُتِمُّوا آخِرَ يَوْمِهِمْ " [مسند أحمد: صحيح]
"Perintahkan mereka menyempurnakan puasa sampai akhir harinya". [Musnad Ahmad: Sahih]

Dari Muhammad bin Shaefiy radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya pada hari Asyura':
«أَمِنْكُمْ أَحَدٌ أَكَلَ الْيَوْمَ؟»
"Apakah ada dari kalian yang telah makan pada hari ini?"
Sahabat menjawab: Diantara kami ada yang puasa dan ada yang tidak puasa!
Rasulullah bersabda:
 «فَأَتِمُّوا بَقِيَّةَ يَوْمِكُمْ، وَابْعَثُوا إِلَى أَهْلِ الْعَرُوضِ، فَلْيُتِمُّوا بَقِيَّةَ يَوْمِهِمْ» [سنن النسائي: صحيح]
"Maka sempurnakanlah puasa pada sisa hari kalian, dan untuslah kepada penduduk Al-Aruudh (Mekah, Medinah, dan sekitarnya) agar mereka menyempurnakan puasa pada sisa hari mereka". [Sunan An-Nasa'i: Sahih]

Awalnya puasa Asyura' hukumnya wajib kemudian dinasakh menjadi sunnah

Jabir bin Samurah radiyallahu 'anhu berkata:
«كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِصِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، وَيَحُثُّنَا عَلَيْهِ، وَيَتَعَاهَدُنَا عِنْدَهُ، فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ، لَمْ يَأْمُرْنَا، وَلَمْ يَنْهَنَا وَلَمْ يَتَعَاهَدْنَا عِنْدَهُ» [صحيح مسلم]
Dulunya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami untuk berpuasa di hari Asyura', menganjurkannya pada kami, dan menanyakannya ketika kami berada di sisinya, kemudian ketika puasa Ramadan diwajibkan, ia tidak memerintahkan kami berpuasa di hari Asyura', dan tidak melarang kami melaksanakannya, dan tidak menanyakannya ketika kami berada di sisinya. [Sahih Muslim]

Qais bin Sa'ad bin Ubadah radiyallahu 'anhu berkata:
" أَمَرَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَصُومَ عَاشُورَاءَ قَبْلَ أَنْ يَنْزِلَ صِيَامُ رَمَضَانَ، فَلَمَّا نَزَلَ صِيَامُ رَمَضَانَ لَمْ يَأْمُرْنَا، وَلَمْ يَنْهَنَا وَنَحْنُ نَفْعَلُهُ " [مسند أحمد: صحيح]
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami untuk berpuasa di hari Asyura' sebelum turun kewajiban puasa Ramadan, kemudian ketika kewajiban puasa Ramadan turun, Rasulullah tidak memerintahkan kami berpuasa dan tidak melarang kami, dan kami tetap melakukannya. [Musnad Ahmad: Sahih]

Dari Mu'awiyah bin Abu Sufyan radiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«هَذَا يَوْمُ عَاشُورَاءَ، وَلَمْ يَكْتُبِ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، وَأَنَا صَائِمٌ، فَمَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَصُومَ فَلْيَصُمْ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُفْطِرَ فَلْيُفْطِرْ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Ini adalah hari Asyura', dan Allah tidak mewajibkan bagi kalian untuk berpuasa pada hari ini, akan tetapi saya berpuasa, maka barangsiapa yang suka dari kalian untuk berpuasa maka hendaklah ia berpuasa, dan barangsiapa yang suka tidak berpuasa maka tidak perlu ia berpuasa". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Al-Asy'ats mendatangi Abdullah bin Mas'ud radiyallahu 'anhu yang sedang makan, kemudian Al-Asy'ats bertanya: Bukankah hari ini adalah hari Asyura'? 
Ibnu Mas'ud menjawab:
«كَانَ يُصَامُ قَبْلَ أَنْ يَنْزِلَ رَمَضَانُ، فَلَمَّا نَزَلَ رَمَضَانُ تُرِكَ فَادْنُ فَكُلْ» [صحيح البخاري ومسلم]
Dulu orang berpuasa di hari Asyura' sebelum diturunkan kewajiban puasa Ramadan, kemudian ketika kewajiban puasa Ramadan turun, puasa Asyura' ditinggalkan, maka mendekatlah dan makan bersamaku. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Puasa hari taasuu'aa' tanggal 9 Muharram

Ibnu Abbas radiyallahu 'anhuma berkata: Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa Asyura' beliau memerintahkan sahabatnya untuk berpuasa, lalu mereka bertanya: Ya Rasulullah, hari Asyura' adalah hari yang dimuliakan oleh Yahudi dan Nashrani? Maka Rasulullah menjawab:
«فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ» [صحيح مسلم]
"Jika datang tahun depan insyaallah maka kita akan berpuasa juga di hari ke sembilan".
Ibnu 'Abbas berkata: Tapi belum datang hari 'asyura' tahun depannya sampai Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam wafat. [Sahih Muslim]

Wallahu a'lam!
Referensi:
عاشوراء بين هداية السنة الغراء وضلالة البدعة الشنعاء للشيخ علي بن حسن الحلبي

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...