Selasa, 20 Maret 2012

Wanita keluar rumah


Perintah taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
{وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ، وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا} [الأحزاب: 36]
"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata." [Al-Ahzaab:36]

Aturan Allah dan Rasul-Nya adalah untuk kebahagiaan kita.
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ} [الأنفال: 24]
"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu." [Al-Anfaal:24]

Menyalahi aturan Allah adalah mendzalimi diri sendiri.
{وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ} [الطلاق: 1]
"Dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, Maka Sesungguhnya dia Telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri." [At-Thalaaq:1]

Perintah berdiam di dalam rumah.
Seorang wanita muslimah yang taat kepada ajaran agamanya senantiasa menjadikan rumah sebagai benteng yang melindunginya dari segala macam fitnah yang bisa merusak kehidupan dunia dan akhiratnya. Senantiasa taat kepada Allah Tuhan Yang Menciptakan dan Memuliakannya, Yang Memerintahkannya untuk berdiam di dalam rumah. Allah berfirman:
{وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ} [الأحزاب: 33]
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu". [Al-Ahzab: 33]

Hukum Ikhtilath


بسم الله الرحمن الرحيم


Salah satu ciri khas hukum islam adalah mencegah kerusakan sebelum terjadi. Oleh karena itu Islam mengharamkan laki-laki dan perempuan berbaur dalam satu tempat (ikhtilath) karena akan menimbulkan kerusakan (mafsadah), memancing tindakan maksiat.

Ada beberapa dalil akan haramnya ikhtilath, diantaranya:

1. Ikhtilath biang kerusakan, sebagaimana pada kisah nabi Yusuf dan istri tuannya.

Minggu, 04 Maret 2012

Godaan wanita


Allah menciptakan manusia dengan memiliki hawa nafsu. Dan nafsu yang paling berat adalah nafsu terhadap wanita. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآب} [آل عمران: 14]
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)". [Ali 'Imran:14]
Wanita disebutkan pada urutan pertama dari syahwat lainnya menunjukkan cobaannya yang lebih berat dan sebagai pemicu dari syahwat-syahwat lainnya.

Rabu, 22 Februari 2012

Wall Facebook dan dinding Yahudi


Ada yang beranggapan bahwa wall facebook sama dengan dinding ratapan Yahudi, tempat mereka menangisi dosa-dosa, meluahkan harapan, ratapan dan segalanya.

Pertanyaannya: Apakah jika kita berdo'a atau mengadukan masalah (curhat) di fb berarti kita telah meniru mereka? Sedangkan Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
من تشبه بقوم فهو منهم
"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dalam golongannya." [Sunan Abu Daud: Sahih]

Untuk menjawabnya, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan:

Senin, 30 Januari 2012

Belajar untuk Ujian atau Ujian untuk Belajar?

بسم الله الرحمن الرحيم


Menuntut ilmu adalah ibadah, bahkan salah satu ibadah yang paling mulia sampai Allah subhanahu wa ta'aalaa menggolongkan orang yang menuntut ilmu sebagai bagian dari jihad (berperang) di jalan-Nya. Dalam Al-Qur'an Allah berfirman:
 وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
"Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya". [At-Taubah: 122] 

Bahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lebih mengutamakan ulama (ahlul'ilmi) dari pada ahli ibadah, beliau bersabda:

Minggu, 29 Januari 2012

Hakikat sejarah Nabi

بسم الله الرحمن الرحيم


Kesalahan sebagian orang karena menganggap bahwa sejarah Nabi hanya sebatas dongeng yang mengisahkan perjalanan hidup Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam dari lahir sampai akhir hayatnya. Hanya disampaikan beberapa saat dalam sebuah ceramah atau seminar pada hari-hari Islam yang "diada-adakan", setelah itu para pendengar balik ke rumah masing-masing dengan rasa haru dan kagum.

Sesungguhnya sejarah Nabi lebih dalam dan luas dari sebatas kisah. Sejarah Nabi mencakup segala aspek kehidupan yang dijalani oleh Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam secara detail.

Buku Sejarah Nabi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ...

Bagi yang ingin memperdalam pengetahuannya tentang sejarah Rasulullah Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam, silahkan baca buku-buku berikut (bisa langsung didownload dalam bentuk pdf berbahasa arab) :

Rabu, 04 Januari 2012

Penampilan dan Isi Hati

بسم الله الرحمن الرحيم


Sering kali orang mengatakan: Jangan lihat penampilannya, yang penting hatinya bersih .

Ungkapan ini tidak benar, karena jika hati seseorang bersih maka penampilan dan tingkah lakunya pun akan bersih. 

Penampilan adalah barometer isi hati seseorang. Jika hatinya beriman pada ajaran Islam, maka tingkah lakunya pun mencerminkan seorang muslim yang beriman. Dan jika hatinya cinta kepada Rasulullah, maka gaya hidupnya pun mengikuti tuntunan Rasulullah sاallallau ‘alaihi wa sallam.

Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallau ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْب
“Sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika ia baik maka seluruh tubuhnya juga akan baik, dan jika ia rusak maka seluruh tubuhnya juga akan rusak, sesungguhnya ia adalah HATI“ . [Sahih Bukhari dan Muslim]

Selasa, 03 Januari 2012

Bebek untuk Syekh


"Jangan meremehkan suatu kebaikan, karena bisa jadi itu yang akan merubah masa depanmu"
Innaalillahi wa innaa ilaihi raaji'uun! 

Hari ini 3 Januari pukul 8 pagi, telah meninggal salah seorang guru yang mengajar saya sewaktu tsanawiyah di Pon-Pes DDI Mangkoso Barru Sul-Sel. Beliau adalah Drs. H. Abdul Rahman Salika, kepala sekolah tsanawiyah waktu itu. 
Ada moment yang tak terlupakan bersama beliau, waktu itu di sore hari saya hendak ke mesjid untuk menunaikan salat magrib dan menghadiri pengajian.
Di depan rumah beliau saya di panggil, beliau menyuruh saya mengantarkan bebek untuk syekh tenaga pengajar dari arab.

Allah benci orang GEMUK

بسم الله الرحمن الرحيم


Diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabary (310H) rahimahullah dalam kitab tafsirnya pada surah Al-An'aam ayat 91 no.(13571) 4/3257:
قال : حدثنا ابن حميد قال : ثنا يعقوب القمي عن جعفر بن أبي المغيرة عن سيعد بن جبير قال : جاء رجل من اليهود يقال له مالك بن الصيف يخاصم النبي صلى الله عليه وسلم ، فقال له النبي صلى الله عليه وسلم : " أَنْشُدُكَ بِالَّذِي أَنْزَلَ التَّوْرَاةَ عَلَى مُوسَى ، أَمَا تَجِدُ فِي التَّوْرَاةِ أَنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ الْحَبْرَ السَّمِينَ ؟ " وَكَانَ حَبْرًا سَمِينًا ، فَغَضِبَ
Sa'id bin Jubair rahimahullah berkata: Seorang Yahudi yang bernama Malik bin As-Shaif datang menantang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepadanya: "Aku memintamu demi Allah yang menurunkan Taurat kepada Musa, tidakkah engkau mendapati dalam Taurat bahwa sesungguhnya Allah membenci pendeta yang gemuk?" Orang Yahudi tersebut adalah seorang pendeta yang gemuk, maka ia marah.