بسم الله الرحمن الرحيم
Diantara adab dan akhlak yang mesti diperhatkan agar persaudaraan semakin
kuat:
1.
Mencintai saudaranya
hanya karena Allah ta'aalaa.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Nabi ﷺ bersabda:
«مَنْ أَحَبَّ أَنْ
يَجِدَ طَعْمَ الْإِيمَانِ، فَلْيُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ
عَزَّ وَجَلَّ» [مسند
أحمد: حسن]
"Barangsiapa senang mendapatkan lezatnya iman maka cintailah
seseorang, ia tidak mencintainya kecuali karena Allah ‘azza wa jalla."
[Musnad Ahmad: Hasan]
Lihat: Saling mencintai karena Allah
2.
Mencintai saudaranya
sama seperti mencintai dirinya.
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ
حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ» [صحيح البخاري]
“Tidak sempurna keimanan seseorang diantara kalian sampai ia mencintai
saudaranya seperti ia mencintai dirinya”. [Shahih Bukhariy]
Lihat: Syarah Arba’in hadits (13) Anas; Mencintai saudara seiman
3.
Menjauhkan diri dari
sifat iri dan dengki ketika melihat nikmat yang ada pada saudaranya.
Allah -subhanahu wata'ala- berfirman:
{وَالَّذِينَ جَاءُوا مِن
بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ
سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ
آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ} [الحشر : 10]
Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan
Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan
saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah
Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman;
Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang". [Al-Hasyr: 10]
Ø Dari Abu
Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا
تَنَاجَشُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ
عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو
الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ، وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى
هَاهُنَا» وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ «بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ
الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ
حَرَامٌ، دَمُهُ، وَمَالُهُ، وَعِرْضُهُ» [صحيح مسلم]
"Janganlah kalian saling mendengki, saling memfitnah, saling
membenci, dan saling memusuhi. Janganlah ada seseorang di antara kalian yang
berjual beli sesuatu yang masih dalam penawaran muslim lainnya, dan jadilah
kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Muslim yang satu dengan muslim
yang lainnya adalah bersaudara tidak boleh menyakiti, merendahkan, ataupun
menghina. Takwa itu ada di sini (Rasulullah menunjuk dadanya)", Beliau
mengucapkannya sebanyak tiga kali. "Seseorang telah dianggap berbuat jahat
apabila ia merendahkan saudaranya sesama muslim. Muslim yang satu dengan yang
Iainnya haram darahnya. hartanya, dan kehormatannya." [Shahih Muslim]
4.
Mengungkapkan perasaan
cinta kepada saudaranya.
Dari Al-Miqdam bin Ma'diKarib radhiyallahu 'anhu; Nabi ﷺ bersabda:
«إِذَا أَحَبَّ
أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فِي اللَّهِ فَلْيُعْلِمْهُ فَإِنَّهُ أَبْقَى فِي الْأُلْفَةِ
وَأَثْبَتُ فِي الْمَوَدَّةِ»
"Jika seorang dari kalian mencintai saudaranya karena Allah maka
sampaikanlah kepadanya karena sesungguhnya hal itu mengekalkan kasih saying dan
menguatkan rasa cinta". [Silsilah hadits shahih karya syekh Albaniy
no.1199]
Ø Begitu
pula dianjurkan untuk membalas ungkapan cinta saudaranya, Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata:
أَنَّ رَجُلًا كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ
ﷺ، فَمَرَّ بِهِ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي لَأُحِبُّ هَذَا،
فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ ﷺ: «أَعْلَمْتَهُ؟» قَالَ: لَا، قَالَ: «أَعْلِمْهُ»
قَالَ: فَلَحِقَهُ، فَقَالَ: إِنِّي أُحِبُّكَ فِي اللَّهِ، فَقَالَ: أَحَبَّكَ
الَّذِي أَحْبَبْتَنِي لَهُ [سنن أبي داود: حسن]
Seorang lelaki sedang bersama Rasulullah ﷺ, tiba-tiba lewat seorang lelaki, dan yang bersama Rasulullah
berkata: Ya Rasulullah, sesungguhnya aku mencintai orang ini (yang lewat). Nabi
ﷺ berkata: Sudahkah engkau
memberitahukan cintamu kepadanya? Ia menjawa: Belum. Rasulullah berkata:
Beritahukan padanya. Lalu ia mendatangi orang itu dan berkata: Aku mencintaimu
demi Allah. Sahabatnya menjawab: Semoga Allah mencintaimu juga. [Sunan Abi Daud:
Hasan]
5.
Membari salam dan
menemui saudaranya dengan wajah ceria.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَا تَدْخُلُونَ
الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلَا
أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ
بَيْنَكُمْ» [صحيح
مسلم]
“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak
dikatakan beriman sampai kalian saling mencintai. Inginkah kalian kutunjukkan
pada sesuatu yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai?
Sebarkan salam di antara kalian”. [Shahih Muslim]
Ø Dari Abu Dzar
radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ
الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ» [صحيح مسلم]
"Jangan engkau meremehkan suatu kebaikan sedikitpun, walau hanya
menemui saudaramu dengan wajah yang ceria (tersenyum)". [Shahih Muslim]
6.
Menghargai hak dan
privasi saudaranya.
Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا
فِيهَا أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّى يُؤْذَنَ لَكُمْ وَإِنْ قِيلَ لَكُمُ
ارْجِعُوا فَارْجِعُوا هُوَ أَزْكَى لَكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ} [النور: 28]
Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, maka janganlah
kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu:
"Kembali (saja)lah”, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan
Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [An-Nuur: 28]
Ø Dari Jabir
radhiyallahu 'anhu; Nabi ﷺ bersabda:
«لَا يُقِيمَنَّ
أَحَدُكُمْ أَخَاهُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، ثُمَّ لْيُخَالِفْ إِلَى مَقْعَدِهِ،
فَيَقْعُدَ فِيهِ وَلَكِنْ يَقُولُ افْسَحُوا» [صحيح مسلم]
"Janganlah seseorang dari kalian menyuruh saudaranya berdiri pada
hari Jum'at kemudian meninggalkan tempat duduknya lalu ia duduk di situ, akan
tetapi katakanlah: Berilah kelonggaran (untuk duduk)!" [Sahih Muslim]
Ø Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:
«نَهَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ
أَنْ يَبِيعَ حَاضِرٌ لِبَادٍ، وَلاَ تَنَاجَشُوا، وَلاَ يَبِيعُ الرَّجُلُ عَلَى
بَيْعِ أَخِيهِ، وَلاَ يَخْطُبُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ، وَلاَ تَسْأَلُ
المَرْأَةُ طَلاَقَ أُخْتِهَا لِتَكْفَأَ مَا فِي إِنَائِهَا» [صحيح البخاري ومسلم]
"Rasulullah ﷺ
melarang orang kota membeli dari orang desa yang akan menjual di kota (sebelum
tahu harga hari itu), dan melarang meninggikan penawaran barang (yang sedang
ditawar orang lain dengan maksud menipu), dan melarang seseorang membeli apa
yang dibeli (sedang ditawar) oleh saudaranya, melarang pula seseorang meminang
(wanita) pinangan saudaranya dan melarang seorang wanita meminta suaminya agar
menceraikan isteri lainnya (madunya) dengan maksud periuknya sajalah yang
dipenuhi (agar belanja dirinya lebih banyak) ". [Shahih Bukhari dan
Muslim]
Ø Dari Ibnu
Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِذَا زَارَ أَحَدُكُمْ
أَخَاهُ فَجَلَسَ عِنْدَهُ، فلَا يَقُومَنَّ حَتَّى يَسْتَأذِنَهُ»
“Jika seseorang dari kalian menziarahi saudaranya kemudian ia duduk
bersamanya, maka janganlah ia beranjak sampai ia meminta izinnya".
[Silsilah Ash-Shahihah karya syekh Albaniy no.182]
7.
Saling memberi
(menolong) dan menghargai pemberian saudaranya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«تَهَادُوا تَحَابُّوا» [الأدب المفرد للبخاري: حسنه الشيخ
الألباني]
"Saling memberi hadialah kalian agar saling mencintai".
[Al-Adab Al-Mufrad karya Al-Bukhariy: Hasan]
Ø Abu Sa'id
Al-Khudriy radhiyallahu
'anhu berkata:
صَنَعْتُ لِرَسُولِ اللهِ ﷺ طَعَامًا
فَأَتَانِي هُوَ وَأَصْحَابُهُ فَلَمَّا وُضِعَ الطَّعَامُ، قَالَ رَجُلٌ مِنَ
الْقَوْمِ: إِنِّي صَائِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «دَعَاكُمْ أَخُوكُمْ
وَتَكَلَّفَ لَكُمْ»، ثُمَّ قَالَ لَهُ: «أَفْطِرْ وَصُمْ مَكَانَهُ يَوْمًا إِنْ
شِئْتَ» [السنن
الكبرى للبيهقي: حسن]
Aku membuatkan makanan untuk Rasulullah ﷺ, kemudian beliau datang bersama sahabatnya. Ketika dihidangkan
makanan, seseorang berkata: Aku sedang puasa. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Saudaramu mengundangmu, dan telah bersusah paya
menyiapkan hidangan untuk kalian". Kemudian berliau berkata kepada orang
itu: "Berbukalah, dan berpuasalah di hari lain sebagai gantinya jika
engkau mau". [As-Sunan Al-Kubra karya Al-Baihaqiy: Hasan]
8.
Berbaik sangka kepada
saudaranya dan bersabar atas keburukannya.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا
تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ
يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ
اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ} [الحجرات: 12]
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan buruk
sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah
mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.
Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah
mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. [Al-Hujuraat:12]
Ø Dari Abu Dzar
radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«ثَلَاثَةٌ يُحِبُّهُمُ
اللَّهُ، ... وَالرَّجُلُ يَكُونُ لَهُ الْجَارُ يُؤْذِيهِ جِوَارُهُ، فَيَصْبِرُ
عَلَى أَذَاهُ حَتَّى يُفَرِّقَ بَيْنَهُمَا مَوْتٌ أَوْ ظَعْنٌ» [مسند أحمد: صحيح]
'Ada tiga orang yang dicintai oleh Allah …, dan (3) seorang lelaki yang
mempunyai tetangga yang menyakitinya namun dia bersabar atas perbuatan
tetangganya sehingga keduanya dipisahkan oleh kematian, atau bepergian."
[Musnad Ahmad: Shahih]
Lihat: Berbaik sangka kepada saudaramu
9.
Menutupi aib saudaranya
dan berusaha memberinya udzur.
Abu Hurairah -radhiallahu 'anhu- berkata; Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا
سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ»
"Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup
aibnya di dunia dan akhirat". [Shahih Muslim]
Ø Ibnu Umar -radhiallahu 'anhuma-
berkata; Rasulullah ﷺ
menaiki mimbar lalu menyeru dengan suara yang lantang:
«يَا مَعْشَرَ مَنْ
أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُفْضِ الْإِيمَانُ إِلَى قَلْبِهِ، لَا تُؤْذُوا
الْمُسْلِمِينَ، وَلَا تُعَيِّرُوهُم، ْ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ،
فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللَّهُ
عَوْرَتَهُ، وَمَنْ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ
رَحْلِهِ»
"Wahai sekalian orang yang telah berIslam dengan lisannya namun
keimanan belum tertancap di hatinya, janganlah kalian menyakiti kaum muslimin
dan jangan pula kalian memperolok mereka, jangan pula kalian menelusuri dan
membongkar aib mereka, maka barang siapa yang menyelidiki aib saudaranya
seIslam niscaya Allah akan menyelidiki aibnya dan barang siapa yang aibnya
diselidiki aibnya oleh Allah niscaya Allah akan membongkar aibnya meskipun di
dalam rumahnya sendiri." [Sunan Tirmidziy: Hasan]
Ø Termasuk
menjaga rahasianya. Dari Jabir
bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِذَا
حَدَّثَ الرَّجُلُ بِالْحَدِيثِ ثُمَّ الْتَفَتَ فَهِيَ أَمَانَةٌ» [سنن أبي داود: حسن]
"Jika seorang laki-laki membicarakan hadits lalu ia menoleh (ke
kanan dan ke kiri), maka itu adalah orang yang amanah." [Sunan Abi Daud:
Hasan]
Lihat: Hadits Abu Hurairah; Jika amanah sudah dilalaikan
10.Saling
menasehati.
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
«انْصُرْ أَخَاكَ
ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا» فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَنْصُرُهُ إِذَا
كَانَ مَظْلُومًا، أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ؟ قَالَ:
«تَحْجُزُهُ، أَوْ تَمْنَعُهُ، مِنَ الظُّلْمِ فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ» [صحيح البخاري]
"'Tolonglah saudaramu baik ia zalim atau dizalimi." Ada seorang
laki-laki bertanya; 'ya Rasulullah, saya maklum jika ia dizalimi, namun
bagaimana saya menolong padahal ia zalim? ' Nabi menjawab; "engkau
mencegahnya atau menahannya dari kezaliman, itulah cara menolongnya."
[Shahih Bukhari]
Lihat: Syarah Arba’in hadits (7) Tamim bin Aus; Agama adalah kebaktian
11.Bersikap
lemah lembut dan tawadhu (merendah) kepada saudaranya.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ
اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ
حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ} [آل عمران: 159]
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap
mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah
ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. [Ali
Imran:159]
Ø Dari Abdullah
bin Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah ﷺ bersabda:
«أَقِيمُوا الصُّفُوفَ،
وَحَاذُوا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ، وَسُدُّوا الْخَلَلَ، وَلِينُوا بِأَيْدِي
إِخْوَانِكُمْ» [سنن
أبي داود: صححه الألباني]
“Luruskan shaf kalian, sejajarkan setiap bahu, isi yang kosong, bersikap
lembutlah terhadap saudaramu". [Sunan Abu Daud: Shahih]
12.Tidak
berlebihan dalam mencintai.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«أَحْبِبْ حَبِيبَكَ
هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ بَغِيضَكَ يَوْمًا مَا، وَأَبْغِضْ بَغِيضَكَ
هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ حَبِيبَكَ يَوْمًا مَا» [سنن الترمذي: صححه الشيخ الألباني]
"Cintailah kekasihmu secukupnya saja, jangan sampai suatu hari ia
menjadi musuhmu, dan bencilah musuhmu secukupnya saja, jangan sampai suatu hari
ia menjadi kekasihmu". [Sunan Tirmidziy: Sahih]
Ø Seperti
memuji secara berlebihan, Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu berkata:
أَثْنَى رَجُلٌ عَلَى رَجُلٍ عِنْدَ
النَّبِيِّ ﷺ، فَقَالَ: «وَيْلَكَ، قَطَعْتَ عُنُقَ أَخِيكَ ثَلَاثًا مَنْ كَانَ
مِنْكُمْ مَادِحًا لَا مَحَالَةَ فَلْيَقُلْ: أَحْسِبُ فُلَانًا وَاللهُ
حَسِيبُهُ، وَلَا أُزَكِّي عَلَى اللهِ أَحَدًا، إِنْ كَانَ يَعْلَمُ»
"Seorang laki-laki memuji laki-lain di hadapan Nabi ﷺ, maka beliau bersabda: 'Celakalah kamu, engkau telah memotong
leher saudaramu'—beliau mengulanginya tiga kali—'Barang siapa di antara kalian
yang terpaksa harus memuji, maka hendaklah ia berkata: "Aku mengira si
Fulan (begitu), dan Allah-lah yang menghisabnya, dan aku tidak menyucikan
seorang pun di atas (penilaian) Allah, jika ia mengetahui
(keadaannya)."'" [Shahih Bukhari]
13.Saling
mengunjungi dan menanyakan kabar.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«أَنَّ رَجُلًا زَارَ
أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ أُخْرَى، فَأَرْصَدَ اللهُ لَهُ، عَلَى مَدْرَجَتِهِ،
مَلَكًا فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ، قَالَ: أَيْنَ تُرِيدُ؟ قَالَ: أُرِيدُ أَخًا
لِي فِي هَذِهِ الْقَرْيَةِ، قَالَ: هَلْ لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا؟ قَالَ: لَا،
غَيْرَ أَنِّي أَحْبَبْتُهُ فِي اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، قَالَ: فَإِنِّي رَسُولُ
اللهِ إِلَيْكَ، بِأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ» [صحيح مسلم]
"Pada suatu ketika ada seorang lelaki yang mengunjungi saudaranya di
desa lain. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk menemui orang tersebut di
tengah perjalanannya, maka ketika malaikat tersebut mendatanginya, malaikat
bertanya: “Hendak pergi ke mana kamu?” Orang itu menjawab: “Saya akan menjenguk
saudara saya yang berada di desa ini”. Malaikat itu terus bertanya kepadanya:
“Apakah kamu mempunyai satu perkara yang menguntungkan dengannya?” Laki-laki
itu menjawab: “Tidak, saya hanya mencintainya karena Allah azza wa jalla.”
Akhirnya malaikat itu berkata: “Sesungguhnya aku ini adalah malaikat utusan
Allah yang diutus untuk memberitahukan kepadamu bahwasanya Allah akan
senantiasa mencintaimu sebagaimana kamu mencintai saudaramu karena Allah”.
[Sahih Muslim]
Ø Tidak
menghindarinya lebih dari 3 hari. Dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu;
Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَا تَبَاغَضُوا وَلَا
تَحَاسَدُوا وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا وَلَا
يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ»
"Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki, saling
membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara, dan tidak
halal seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi tiga hari." [Shahih
Bukhari dan Muslim]
Lihat: Meraih surga dengan persaudaraan
14.Saling
mendo'akan kebaikan.
Dari Ummud Darda' radhiyallahu 'anha; Rasulullah ﷺ bersabda:
«دَعْوَةُ الْمَرْءِ
الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ
مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ:
آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ» [صحيح مسلم]
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa
sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada
kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia
berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata:
'aamiin', dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan!" [Sahih Muslim]
Lihat: Indahnya persaudaraan di atas Islam
15.Tidak
terlalu bergantung kepadanya.
Sahl bin Sa’d As-Sa’idiy radhiyallahu ‘anhuma berkata:
أَتَى النَّبِيَّ ﷺ رَجُلٌ، فَقَالَ:
يَا رَسُولَ اللَّهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِي
اللَّهُ وَأَحَبَّنِي
النَّاسُ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ،
وَازْهَدْ فِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبُّكَ النَّاسُ» [سنن ابن ماجه: صحيح]
"Seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ seraya berkata, "Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku
suatu amalan yang jika aku kerjakan maka Allah dan seluruh manusia akan
mencintaiku." Rasulullah ﷺ
bersabda: "Berlakulah zuhud dalam urusan dunia niscaya kamu akan dicintai
Allah, dan zuhudlah kamu terhadap apa yang dimiliki orang lain niscaya kamu
akan dicintai orang-orang." [Sunan Ibnu Majah: Shahih]
Lihat: Meraih cinta Allah
16.Tidak
memanggil dengan panggilan buruk.
Allah -subhanahu wata'ala- berfirman:
{وَلَا تَنَابَزُوا
بِالْأَلْقَابِ} [الحجرات:
11]
Dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. [Al-Hujuraat:11]
Lihat: Adab berkomunikasi
17.Menjauhi
perdebatan dan perselisihan.
Abu Mas'ud radhiallahu'anhu berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَا تَخْتَلِفُوا،
فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ» [صحيح مسلم]
“Jangan berselisih sehingga hati kalian bisa berselisih." [Sahih
Muslim]
Lihat: Sikap seorang muslim ketika ada perbedaan
Wallahu a’lam!
Lihat juga: 10 sebab yang menguatkan persaudaraan - Urgensi adab dalam tatanan masyarakat - Kitab Adab bab 36-38; Berakhlak mulia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...