Kamis, 22 Maret 2012

Do'a bepergian (musafir)


Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{وَجَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْفُلْكِ وَالْأَنْعَامِ مَا تَرْكَبُونَ (12) لِتَسْتَوُوا عَلَى ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ (13) وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ} [الزخرف: 12 - 14]
Dan (Allah) menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi. Supaya kamu duduk di atas punggungnya Kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu Telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha Suci Tuhan yang Telah menundukkan semua Ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, Dan Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami". [Az-Zukhruf: 12-14]

{وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ} [هود: 41]
Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya (perahu) dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Huud:41]

Dari Ibnu Umar; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam jika sudah duduk di atas ontanya ketika hendak bepergian (jauh), ia bertakbir 3x kemudian membaca:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ
"Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua Ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, Dan Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah .. sesungguhnya kami meminta kepada-Mu dalam perjalanan kami ini kebaikan dan ketakwaan, dan amalan yang Engkau ridhai. Ya Allah .. mudahkanlah bagi kami perjalanan kami ini, dan jadikanlah jauhnya terasa dekat. Ya Allah .. Engkaulah Yang Menemani dalam setiap perjalanan dan Khalifah (Yang menjaga dan mengurus) keluarga (yang ditinggal). Ya Allah .. aku berlindung kepada-Mu dari sulitnya perjalanan, penampilan yang buruk, dan keburukan di saat kembali pada harta dan keluarga."

Dan jika Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam kembali dari perjalanan, beliau juga membaca do'a yang sama dan ditambah:
آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ
"Kami sudah kembali dari perjalanan dengan selamat, bertaubat kepada Allah dari segala maksiat, beribadah hanya kepada Tuhan kami dengan memuji-Nya". [Sahih Muslim]

Waktu Ber-Shalawat



بسم الله الرحمن الرحيم


Allah dan para malaikat bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan orang beriman diperintahkan untuk bershalawat kepadanya. Allah subhanahu wa ta’aalaa berfirman:
{إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا} [الأحزاب: 56]
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. [Al-Ahzaab:56]

Puasa yang dilarang


Ada beberapa jenis puasa yang terlarang untuk dilakukan, diantaranya:

1. Puasa di hari Idul fitri dan idul adhah.
عن أبي سعيد الخدري - رضي الله عنه - (( أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - نهى عن صيام يومين: يوم الفطر و يوم النحر )) متفق عليه.
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radiyallahu 'anhu beliau berkata: Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam melarang puasa di dua hari raya: idul fitri dan idul adhah. [Sahih Bukhari dan Muslim]

2. Puasa di 3 hari tasyrii' (11, 12 dan 13 dzul hijjah).
عن نبيشة الهذلي - رضي الله عنه - قال: قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : (( أيام التشريق أيام أكل وشرب وذكر الله - عز وجل - )) رواه مسلم.
Dari Nubaisya Al-Hudzaly radiyallahu 'anhu, Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Hari tasyri' adalah hari makan-makan dan minum, dan dzikir kepada Allah 'azza wajalla. [Sahih Muslim]

Rabu, 21 Maret 2012

Al-Wasathiyah dalam Al-Qur'an


Halaqah I

Makna Al-Wasathiyah menurut bahasa :

Al-Wasathiyah berasal dari kata (وسط) yang memiliki beberapa arti yang saling mendekati. Kata (وسط) bisa dibaca dengan dua bentuk :
Yang pertama: " وسْط " huruf sin-nya di sukun, sebagai kata tempat yang berarti " antara " .
Yang kedua: " وسَط " huruf sin-nya di fathah, memiliki beberapa arti diantaranya :

1.      Nama di antara dua ujung sesuatu (pertengahan sesuatu) .
2.      Bermakna sifat yang artinya " terbaik " .
3.      Berarti " adil " atau " keadilan "  .
4.      Berarti " antara yang baik dan yang buruk " .
Dalam bentuk apa pun kata وسط dipergunakan maknanya tidak akan keluar dari arti keadilan, kemuliaan, kebaikan, pertengahan, antara, dan sederhana.

Penggunaan Al-Wasathiyah dalam Al-Qur'an dan Hadits

Mau Kawin Lagi


"Cita-cita yang mulia, mudah diucapkan, sulit diamalkan"

Perkawinan kedua hukumnya sama dengan perkawinan pertama, sunnah dan bisa jadi wajib, makruh, atau haram tergantung akibat yang ditimbulkan dari perkawinan tersebut .
Apabila sudah memenuhi syarat, hukumnya sunnah dan bisa saja wajib bila ada hal yang mendesak seperti jika istri pertama tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani suaminya hinggan bisa menyebabkan sang suami terjerumus zina.
Dan apabila tidak memenuhi syarat, maka hukumnya bisa makruh atau haram tergantung besar kecilnya mafsadah (kerusakan) yang ditimbulkan.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi yang ingin kawin lagi:

Meraih cinta Allah

بسم الله الرحمن الرحيم
Banyak orang yang mengaku cinta kepada Allah subhanahu wata'ala, akan tetapi apakah Allah juga mencintai kita?
Dalam sahih Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
" إِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ: إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ، قَالَ: فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ: إِنَّ اللهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ، قَالَ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ، وَإِذَا أَبْغَضَ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَيَقُولُ: إِنِّي أُبْغِضُ فُلَانًا فَأَبْغِضْهُ، قَالَ فَيُبْغِضُهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنَادِي فِي أَهْلِ السَّمَاءِ إِنَّ اللهَ يُبْغِضُ فُلَانًا فَأَبْغِضُوهُ، قَالَ: فَيُبْغِضُونَهُ، ثُمَّ تُوضَعُ لَهُ الْبَغْضَاءُ فِي الْأَرْضِ ".
"Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba, Ia memanggil Jibril dan berkata kepadanya: Sesungguhnya Aku mencintai si Fulan maka cintailah ia!
Lalu Jibril ikut mencintainya, kemudian berseru di langit: Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan maka cintailah ia.
Lalu penduduk langit turut mencintainya, kemudian diturunkan rasa cinta kepadanya di bumi.
Dan jika Allah membenci seorang hamba, Ia memanggil Jibril dan berkata kepadanya: Sesungguhnya Aku membenci si Fulan maka bencilah ia.
Lalu Jibril ikut membencinya, kemudian berseru di langit: Sesungguhnya Allah membenci si Fulan maka bencilah ia.
Lalu penduduk langit turut membencinya, kemudian diturunkan rasa benci kepadanya di bumi."
Ada beberapa golongan yang dicintai oleh Allah subhanahu wata'ala:

Tuntunan ber-Facebook


Berkomunikasi di media facebook tidak jauh beda dengan dunia nyata. Bahkan dampak negatifnya di dunia maya lebih besar karena kita tidak tahu bagaimana ekpresi orang yang membaca apa yang kita tulis sehingga kita bisa dengan mudah membaca situasi.

Berikut ini beberapa adab (tuntunan) dalam menggunakan fasilitas facebook:

Niatkan segala aktifitas yang baik sebagai ibadah iklahs demi Allah semata.
Dari Umar bin Khattab radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى
Sesungguhnya segala amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang ia niatkan. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Kiamat sudah dekat


Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ} [القمر: 1]
Telah dekat datangnya hari kiamat. [Al-Qamar:1]
{يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا } [الأحزاب: 63]
Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu Hanya di sisi Allah". dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. [Al-Ahzaab:63]

Selasa, 20 Maret 2012

Larangan bepergian SENDIRI


بسم الله الرحمن الرحيم

Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"عليكم بالجماعة ، وإياكم والفرقة ، فإن الشيطان مع الواحد وهو من الاثنين أبعد " [سنن الترمذي: صحيح]
"Hendaklah kalian berjama'ah, dan janganlah kalian berpecah, karena sesungguhnya setan itu bersama orang yang sendiri, sedangkan terhadap orang yang berdua lebih jauh." [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Karena bahaya menyendiri, Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam melarang seseorang bepergian sendiri sebagaimana dalam sabdanya:
" لو يعلم الناس ما في الوحدة ما أعلم ما سار راكب بليل وحده " [صحيح البخاري]
"Seandainya orang tau bahaya yang akan dihadapi oleh orang yang menyendiri seperti apa yang aku ketahui, maka tidak ada lagi orang yang mau bepergian dengan kendaraan di malam hari sendirian." [Sahih Bukhari dan Muslim]

Jangan MARAH


Marah adalah sifat dan tabiat manusia, sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah radiyallahu’anhu, Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
اللهم إنما محمد بشر، يغضب كما يغضب البشر، وإني قد اتخذت عندك عهدا لن تخلفنيه، فأيما مؤمن آذيته، أو سببته، أو جلدته، فاجعلها له كفارة، وقربة، تقربه بها إليك يوم القيامة [صحيح مسلم]
Ya Allah .. sesungguhnya Muhammad juga manusia, bisa marah sebagaimana manusia lainnya marah, dan sesungguhnya aku sudah mengambil janji darimu Engkau tidak akan mengingkarinya, maka siapa saja mukmin yang aku sakiti, atau aku cela, atau aku cambuk, maka jadikanlah itu sebagai kaffarah (penghapus dosa) baginya dan sebagai amalan yang mendekatkannya kepada-Mu di hari kiamat. [Sahih Muslim]

Marah adalah perasaan hati yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia sebagaimana halnya rasa cinta, benci, malu, iman dan kufur. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ } [الأنفال: 24]
Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi (menguasai) antara manusia dan hatinya. [Al-Anfaal:24]

Akan tetapi, Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kita untuk tidak marah. Sebagaimana dalam sebuah hadits Abu Hurairah radiyallahu’anhu berkata: Seseorang meminta kepada Rasulullah: Berilah aku wasiat. Rasulullah menjawab: Jangan marah". Namun orang tersebut terus mengulangi permintaannya, dan Rasulullah tetap menjawab: لا تغضب "Jangan marah". [Sahih Bukhari]