Senin, 02 Februari 2026

Hadits Abu Hurairah; Beruntunglah orang-orang yang asing

بسم الله الرحمن الرحيم

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah bersabda:

«بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ»

"Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing." [Shahih Muslim]

Penjelasan singkat hadits ini:

1.      Biografi Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

Lihat: Abu Hurairah dan keistimewaannya

2.      Islam berawal dalam keadaan asing di tengah jahiliyah, dan akan kembali asing di akhir zaman.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma; Nabi bersabda:

«إِنَّ الْإِسْلَامَ بَدَأَ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ، وَهُوَ يَأْرِزُ بَيْنَ الْمَسْجِدَيْنِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ فِي جُحْرِهَا»

"Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing seperti semula, ia akan masuk di antara dua masjid sebagaimana ular yang masuk ke dalam lubangnya." [Shahih Muslim]

3.      Buruknya kondisi di akhir zaman.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:

«لا تقوم الساعة حَتَّى لَا يُقَالَ فِي الأَرْضِ: الله، الله»

"Tidak akan datang hari Kiamat hingga tidak ada lagi yang mengucapkan di muka bumi: 'Allah, Allah'." [Shahih Muslim]

Ø  Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu ‘anhu; Nabi bersabda:

«لا تقوم الساعة إلا على شرار الناس»

'Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada manusia-manusia yang paling buruk.'" [Shahih Muslim]

Ø  Abdurrahman bin Syimamah Al-Mahriy -rahimahullah- berkata: "Ketika saya berada di tempat Maslamah bin Mukhallad yang saat itu ada Abdullah bin 'Amru bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma. Abdullah berkata:

«لَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا عَلَى شِرَارِ الْخَلْقِ، هُمْ شَرٌّ مِنْ أَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ، لَا يَدْعُونَ اللهَ بِشَيْءٍ إِلَّا رَدَّهُ عَلَيْهِمْ»

"Hari kiamat itu tidak akan menimpa kecuali atas makhluk yang paling jahat. Mereka lebih jahat daripada orang-orang yang hidup di masa jahiliah. Tidaklah mereka memohon sesuatu kepada Allah kecuali Dia pasti akan menolaknya (tidak mengabulkannya)."

Ketika mereka bercakap-cakap demikian, tiba-tiba datanglah ‘Uqbah bin 'Amir radhiyallahu 'anhu. Maka Maslamah berkata kepadanya, "Wahai Uqbah, dengarkanlah apa yang dikatakan Abdullah."

Lantas 'Uqbah berkata, "Dia lebih mengetahui. Adapun saya, sesungguhnya saya juga pernah mendengar Rasulullah bersabda:

«لَا تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى أَمْرِ اللهِ، قَاهِرِينَ لِعَدُوِّهِمْ، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ»

'Akan senantiasa ada dari umatku satu kelompok yang berperang di atas perkara Allah, mereka mengalahkan musuh-musuh mereka, dan orang-orang yang menyelisihi mereka tidak akan dapat membahayakan mereka sedikitpun hingga datang hari kiamat sedangkan mereka masih dalam keadaan seperti itu."

Abdullah pun menimpali:

«أَجَلْ، ثُمَّ يَبْعَثُ اللهُ رِيحًا كَرِيحِ الْمِسْكِ مَسُّهَا مَسُّ الْحَرِيرِ، فَلَا تَتْرُكُ نَفْسًا فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنَ الْإِيمَانِ إِلَّا قَبَضَتْهُ، ثُمَّ يَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ عَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ»

"Benar." Kemudian Allah mengirim sebuah angin yang baunya seperti bau misk dan lembutnya seperti lembut sutra, tidaklah ia melewati seseorang yang di dalam hatinya terdapat keimanan meskipun hanya seberat biji benih, kecuali ia pasti akan diwafatkannya. Maka tinggallah orang-orang jahat saja, lalu terjadilah hari kiamat." [Shahih Muslim]

Lihat: Kitab Ilmu bab 13; Barangsiapa yang Allah kehendaki menjadi baik maka Allah faqihkan dia terhadap agama

4.      Makna Thubaa.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَىٰ لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ} [الرعد : 29]

Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. [Ar-Ra'd: 29]

Ø  Dari Abu Sa'id Al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:

«طُوبَى لِمَنْ رَآنِي وَآمَنَ بِي، ثُمَّ طُوبَى، ثُمَّ طُوبَى، ثُمَّ طُوبَى لِمَنْ آمَنَ بِي وَلَمْ يَرَنِي»، قَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَمَا طُوبَى؟ قَالَ: «شَجَرَةٌ فِي الْجَنَّةِ مَسِيرَةُ مِائَةِ عَامٍ، ثِيَابُ أَهْلِ الْجَنَّةِ تَخْرُجُ مِنْ أَكْمَامِهَا»

"Kebahagiaan bagi orang yang melihatku dan beriman kepadaku, kemudian kebahagiaan, kemudian kebahagiaan, kemudian kebahagiaan bagi orang yang beriman kepadaku meskipun tidak melihatku." Seorang laki-laki bertanya kepada beliau: "Apa itu 'thuba' (kebahagiaan)?" Beliau menjawab: "Sebuah pohon di surga yang perjalanannya (luasnya) sejauh seratus tahun, pakaian penduduk surga keluar dari kelopak bunganya." [Musnad Ahmad: Hasan ligairih]

Ø  'Utbah bin 'Abd as-Sulamiy radhiyallahu ‘anhu berkata:

جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَسَأَلَهُ عَنِ الْحَوْضِ، وَذَكَرَ الْجَنَّةَ، ثُمَّ قَالَ الْأَعْرَابِيُّ: فِيهَا فَاكِهَةٌ؟ قَالَ: «نَعَمْ، وَفِيهَا شَجَرَةٌ تُدْعَى طُوبَى»

Seorang Arab badui datang kepada Nabi dan bertanya tentang telaga (al-Haudh), lalu menyebut tentang surga. Kemudian orang badui itu bertanya: "Apakah di dalamnya ada buah-buahan?" Nabi bersabda: "Ya, dan di dalamnya ada sebuah pohon yang disebut Thuba." [Musnad Ahmad: Hasan ligairih]

5.      Siapakah orang asing yang dimaksud?

Abdullah bin 'Amru bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma berkata; Suatu hari ketika kami sedang berada bersama Rasulullah , beliau bersabda:

«طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ»، فَقِيلَ: مَنِ الْغُرَبَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «أُنَاسٌ صَالِحُونَ، فِي أُنَاسِ سُوءٍ كَثِيرٍ، مَنْ يَعْصِيهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيعُهُمْ» [مسند أحمد: حسن لغيره]

"Beruntunglah orang-orang yang asing." Maka dikatakan kepada beliau, "Siapakah orang-orang asing itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang-orang shalih yang berada di tengah-tengah orang-orang jahat yang banyak, yang mengingkari mereka jumlahnya lebih banyak daripada yang menaati mereka." [Musnad Ahmad: Hasan ligairih]

Ø  Dalam riwayat lain, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ditanya: Siapa mereka wahai Rasulullah?

Rasulullah menjawab:

«الَّذِينَ يَصْلُحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ»

"Orang-orang yang beramal shaleh ketika orang-orang telah rusak". [Silsilah Ash-Shahihah 3/267 no.1273]

Ø  Dalam riwayat lain, dari 'Amru bin 'Auf radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«الَّذِينَ يُصْلِحُونَ مَا أَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ بَعْدِي مِنْ سُنَّتِي»

"(Mereka adalah) orang-orang yang memperbaiki (ajaran) yang dirusak oleh manusia setelahku dari sunnahku." [Sunan Tirmidziy: Hasan ligairih]

Ø  Dalam riwayat lain, dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu ‘anhu;

قِيلَ وَمَنْ الْغُرَبَاءُ؟ قَالَ: "النُّزَّاعُ مِنْ الْقَبَائِلِ"

Ditanyakan: "Siapakah orang-orang asing itu?" Beliau menjawab: "Orang-orang yang berpisah (meninggalkan) dari kabilah-kabilah (mereka yang sesat)." [Sunan Ibnu Majah: Shahih]

6.      Ahlu sunnah selalu terasing ditengah ahli bid'ah.

Al-Hasan Al-Bashriy rahimahullah berkata:

«يَا أَهْلَ السُّنَّةِ تَرَفَّقُوا رَحِمَكُمُ اللَّهُ، فَإِنَّكُمْ مِنْ أَقَلِّ النَّاسِ»

Wahai Ahlus Sunnah, berlemah lembutlah, semoga Allah merahmati kalian, karena sesungguhnya kalian termasuk dari manusia yang paling sedikit jumlahnya. [Syarh Ushul I'tiqad karya Al-Lalakaiy]

Ø  Yunus bin 'Ubaid rahimahullah berkata:

"لَيْسَ شَيْءٌ أَغْرَبَ مِنَ السُّنَّةِ، وَأَغْرَبُ مِنْهَا مَنْ يَعْرِفُهَا"

Tidak ada sesuatu yang lebih asing (gharib) daripada As-Sunnah, dan lebih asing daripadanya adalah orang yang mengenalinya (mengamalkannya). [Syarh Ushul I'tiqad karya Al-Lalakaiy]

Ø  Sufyan Ats-Tsauriy rahimahullah berkata:

«اسْتَوْصُوا بِأَهْلِ السُّنَّةِ خَيْرًا، فَإِنَّهُمْ غُرَبَاءُ»

"Berwasiatlah untuk berbuat baik kepada Ahlus Sunnah, karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang asing (ghuraba’)." [Syarh Ushul I'tiqad karya Al-Lalakaiy]

7.      Al-Guraba' adalah kelompok yang senantiasa mendapat pertolongan dari Allah.

Dari Qurrah bin Iyas Al-Muzaniy radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

«لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي مَنْصُورِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ» [سنن الترمذي: صححه الألباني]

"Senantiasa ada sekelompok dari umatku yang mendapatkan pertolongan, mereka tidak dibahayakan oleh orang-orang yang meninggalkan mereka sampai datangnnya hari kiamat". [Sunan Tirmidziy: Sahih]

Ø  Dari Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«لاَ يَزَالُ مِنْ أُمَّتِي أُمَّةٌ قَائِمَةٌ بِأَمْرِ اللَّهِ، لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ، وَلاَ مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ» [صحيح البخاري ومسلم]

"Senantiasa akan ada dari ummatku, (sekelompok) ummat yang tegak di atas urusan agama Allah, tidak dapat membahayakan mereka orang yang menghina mereka dan tidak pula orang yang menyelisih mereka hingga datang ketetapan Allah atas mereka dan mereka dalam keadaan seperti itu (tetap tegak dalam urusan agama Allah) ". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Lihat: Kitab I’tisham, bab (10); Sabda Nabi ﷺ: “Senantiasa ada sekelompok dari umatku yang nampak di atas kebanaran mereka senantiasa berjuang”

8.      Pahala Guraba' senilai 50 pahala sahabat Nabi.

Abu Umaiyah Asy-Sya'baniy -rahimahullah- berkata; Aku menemui Abu Tsa'labah Al-Khusyaniy -radhiyallahu ‘anhu- lalu aku berkata padanya; "Apa yang kamu perbuat dengan ayat ini?"

Ia bertanya; "Ayat yang mana?"

Aku menjelaskan; Firman Allah ta'ala:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ} [المائدة: 105]

Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu, tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. [Al-Ma`idah: 105]

Abu Tsa'labah berkata; Ingatlah, demi Allah, kamu bertanya dengan orang yang tahu, aku pernah menanyakannya kepada Rasulullah , lalu beliau menjawab:

«بَلْ ائْتَمِرُوا بِالمَعْرُوفِ وَتَنَاهَوْا عَنِ المُنْكَرِ، حَتَّى إِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا، وَهَوًى مُتَّبَعًا، وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً، وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ، فَعَلَيْكَ بِخَاصَّةِ نَفْسِكَ وَدَعِ العَوَامَّ، فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامًا الصَّبْرُ فِيهِنَّ مِثْلُ القَبْضِ عَلَى الجَمْرِ، لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِكُمْ»

"Akan tetapi, perintahkanlah kebaikan dan cegahlah kemungkaran hingga kamu melihat kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, kehiduoan dunia lebih diprioritaskan dan kekaguman setiap orang dengan pendapatnya, engkau harus (berpegangan) terhadap mata hatimu dan tinggalkan orang-orang awam, karena dibalik kalian akan ada suatu masa dimana kesabaran saat itu laksana memegang bara api, orang yang beramal saat itu sama seperti pahala limapuluh orang yang melakukan seperti amalan kalian."

Ø  Dalam riwayat lain: Dikatakan; "Wahai Rasulullah, pahala limapuluh orang dari kami atau dari mereka?"

Beliau menjawab:

«بَلْ أَجْرُ خَمْسِينَ رَجُلًا مِنْكُمْ»

"Bahkan pahala limapuluh orang dari kalian" [Sunan Tirmidziy: Hasan gharib]

Lihat: Ahlus Sunnah wal Jama’ah akhir zaman Menggenggam bara api

9.      Orang yang buruk lebih banyak dari yang baik.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ الله} [الأنعام: 116]

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. [Al-An’am:116]

10.  Jangan suka ikut-ikutan

Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah bersabda:

«لَا تَكُونُوا إِمَّعَةً؛ تَقُولُونَ إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَحْسَنَّا وَإِنْ ظَلَمُوا ظَلَمْنَا، وَلَكِنْ وَطِّنُوا أَنْفُسَكُمْ؛ إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَنْ تُحْسِنُوا وَإِنْ أَسَاءُوا فَلَا تَظْلِمُوا»

"Janganlah kalian menjadi 'ima'ah'; (yaitu) kalian mengatakan: 'Jika orang lain berbuat baik, kami pun berbuat baik, dan jika mereka berbuat zalim, kami pun berbuat zalim.' Akan tetapi, teguhkanlah diri kalian; jika orang lain berbuat baik, kalian harus berbuat baik, dan jika mereka berbuat buruk, maka janganlah kalian berbuat zalim." [Sunan Tirmidziy]

11.  Beribadah saat kebanyakan orang lalai.

Usamah bin Zaydradhiyallahu ‘anhuma- bertanya kepada Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam-:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ، قَالَ: «ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ»

Wahai Rasulullah! Aku tidak pernah melihat engkau banyak menjalankan puasa sebagaimana yang engkau jalankan di bulan Sya'ban? Rasulullah menjawab: "Itulah bulan yang banyak dilalaikan oleh manusia, bulan antara Rajab dan Ramadhan, adalah bulan dimana semua amalan diangkat kepada Tuhan semesta alam. Olehnya itu, aku senang jika amalanku diangkat di saat aku menjalankan puasa". [Sunan An-Nasa'iy: Shahih]

Lihat: Hadits Usamah; Keutamaan puasa Sya’ban

12.  Berbaur dengan manusia lebih baik dari pada menyendiri dan menyendiri meninggalkan keburukan lebih baik jika tidak mampu mengingkari.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«الْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ، وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ، أَعْظَمُ أَجْرًا مِنَ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يُخَالِطُ النَّاسَ، وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ» [سنن ابن ماجه: صحيح]

"Orang mukmin yang berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan bersabar atas perbuatan buruk mereka, lebih besar pahalanya daripada seorang mukmin yang tidak berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan tidak sabar atas tindakan buruk mereka." [Sunan Ibnu Majah: Shahih]

Ø  Abu Sa'id Al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu mengatakan:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ؟ قَالَ: "رَجُلٌ جَاهَدَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، وَرَجُلٌ فِي شِعْبٍ مِنَ الشِّعَابِ: يَعْبُدُ رَبَّهُ، وَيَدَعُ النَّاسَ مِنْ شَرِّهِ "

Seorang Arab Badui mendatangi Nabi dan bertanya, 'Wahai Rasulullah, siapa manusia terbaik?' Nabi menjawab, "Seseorang yang berjihad dengan nyawa dan hartanya, dan seseorang yang mengucilkan diri di sebuah puncak perbukitan untuk konsentrasi beribadah kepada Tuhannya dan meninggalkan manusia dari kejahatannya." [Shahih Bukhari]

Lihat: Kitab Ar-Riqaq, bab 34; Mengasingkan diri adalah ketenangan daripada berinteraksi dengan kejelekan

Wallahu a'lam!

Lihat juga: Hadits Hudzaifah; Da’i yang mengajak kepada neraka Jahannam - Hadits Aisyah; Awal turunya wahyu di gua Hira - Hadits Ibnu Umar; Sebab kehinaan umat Islam dan solusinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...