Sabtu, 12 April 2014

Adab-adab ketika pergi ke Masjid

بسم الله الرحمن الرحيم


Beberapa tuntunan yang hendaknya dilakukan saat pergi ke masjid:

Memperbaiki niat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ أَتَى الْمَسْجِدَ لِشَيْءٍ فَهُوَ حَظُّهُ» [سنن أبي داود: حسنه الألباني]
“Barangsiapa yang mendatangi masjid (dengan niat) untuk sesuatu maka ia mendapatkan sesuai niatnya” [Sunan Abi Daud: Hasan]

Berwudhu di rumah

Dari Salman radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" مَنْ تَوَضَّأَ فِي بَيْتِهِ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ فَهو زَائِرُ اللَّهِ، وَحَقٌّ عَلَى الْمَزُورِ أَنْ يُكْرِمَ الزَّائِرَ " [المعجم الكبير للطبراني: حسنه الألباني]
“Barangsiapa yang berwudhu di rumahnya dan memperbaiki wudhunya kemudian mendatangi mesjid maka ia adalah tamu Allah, dan kewajiban atas yang diziarahi (tuan rumah) untuk memuliakan tamunya”. [Al-Mu'jam Al-Kabir karya Ath-Thabaraniy: Hasan]

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ، وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لَا يَنْصِبُهُ إِلَّا إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ» [سنن أبي داود: حسنه الألباني]
“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci menuju mesjid untuk salat fardhu maka pahalanya seperti pahala seorang haji yang muhrim, dan barangsiapa yang keluar untuk salat dhuha ia tidak beranjak kecuali untuk itu maka pahalanya seperti pahala orang yang umrah”. [Sunan Abu Daud: Hasan]


Memakai pakaian yang baik

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: Dahulu wanita berthawaf di Baitullah dalam keadaan telanjang lalu ia berkata: Siapa yang meminjamkan kepadaku baju yang ia kenakan di atas kemaluannya? dan saat ini ia berkata: Telah nampak sebagian atau seluruhnya, maka apa yang nampak darinya tidaklah aku menghalalkannya. Lalu turunlah ayat ini:
{خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ} [الأعراف: 31]
"Ambillah oleh kalian pakaian dan perhiasan kalian setiap memasuki masjid." (Al A'raaf: 31) [Sahih Muslim]

Menghindari bau yang tidak sedap

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ " [صحيح البخاري ومسلم]
"Barangsiapa yang makan bawang merah, bawang putih, dan yang sejenisnya, maka jangalah ia mendekati mesjid kami, karena sesungguhnya para malaikat terganggu dari semua yang mengganggu anak cucu Adam". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Bergegas menuju masjid

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لاَسْتَبَقُوا إِلَيْهِ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Seandainya manusia tahu keutamaan dalam azan dan saf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan kesempatan kecuali dengan diundi maka pasti mereka akan mengundi, dan seandainya mereka tahu keutamaan bergegas menuju salat maka pasti mereka akan berlomba-lomba”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Berjalan menuju masjid dengan tenang

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ، فَلاَ تَأْتُوهَا تَسْعَوْنَ، وَأْتُوهَا تَمْشُونَ، عَلَيْكُمُ السَّكِينَةُ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا، وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا» [صحيح البخاري ومسلم]
“Jika iqamah untuk shalat telah dikumandangkan, maka janganlah kalian mendatanginya dengan berjalan cepat atau berlari, datangilah dengan berjalan biasa, hendaklah kalian tenang. Maka apa yang kalian dapati maka shalatlah, dan apa yang kalian lewatkan maka sempurnakanlah (shalat kalian)”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu berkata: "Ketika kami shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau mendengar suara gaduh orang-orang. Maka setelah selesai, beliau bertanya:
«مَا شَأْنُكُمْ؟»
"Ada apa dengan kalian?"
Mereka menjawab: "Kami tergesa-gesa mendatangi shalat."
Beliau pun bersabda:
«فَلاَ تَفْعَلُوا إِذَا أَتَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا» [صحيح البخاري ومسلم]
"Janganlah kalian berbuat seperti itu. Jika kalian mendatangi shalat maka datanglah dengan tenang, apa yang kalian dapatkan dari shalat maka ikutilah, dan apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah." [Sahih Bukhari dan Muslim]

Berdo’a ketika hendak ke masjid

Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma berkata: "Aku pernah bermalam di rumah Maimunah, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bangun untuk membuang hajat. Kemudian beliau membasuh wajah dan kedua tangannya, lalu beliau mendatangi tempat air yang digantung dan membuka talinya. Kemudian beliau berwudhu di antara dua wudhu (dua kali dalam membasuh), tidak banyak namun sempurna. Kemudian beliau melaksanakan shalat, aku pun berdiri dan berjinjit khawatir beliau akan melihat bahwa aku memperhatikannya, lalu aku berwudhu dan berdiri untuk shalat. Maka aku berdiri di sebelah kiri beliau lalu beliau meraih telingaku dan menggeserku ke sebelah kanannya. Shalat beliau pun selesai hingga tiga belas rakaat. Kemudian beliau berbaring dan tertidur hingga terdengar tarikan nafasnya. Beliau jika tidur terdengar tarikan nafasnya, lalu Bilal mengumandangkan adzan untuk shalat, kemudian beliau shalat tanpa berwudlu lagi. Di dalam doanya beliau mengucapkan:
«اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا، وَفِي بَصَرِي نُورًا، وَفِي سَمْعِي نُورًا، وَعَنْ يَمِينِي نُورًا، وَعَنْ يَسَارِي نُورًا، وَفَوْقِي نُورًا، وَتَحْتِي نُورًا، وَأَمَامِي نُورًا، وَخَلْفِي نُورًا، وَاجْعَلْ لِي نُورًا»
“Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, cahaya di dalam penglihatanku, cahaya di pendengaranku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku, cahaya di hadapanku, cahaya di belakangku dan jadikanlah cahaya bagiku." [Sahih Bukhari]

Dalam riwayat lain:
«...، وَعَظِّمْ لِي نُورًا»
“ …, dan agungkanlah cahaya itu bagiku”. [Sahih Muslim]

Dalam riwayat lain:
«وَاجْعَلْنِي نُورًا»
“ …, dan jadikanlah aku cahaya”. [Sahih Muslim]

Dalam riwayat lain:
«...، وَفِي لِسَانِي نُورًا، ... اللهُمَّ أَعْطِنِي نُورًا»
“ …, dan pada lidahku cahaya, …, Ya Allah berilah aku cahaya”. [Sahih Muslim]

Ke masjid berjalan kaki jika tidak memberatkan

Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«بَشِّرِ الْمَشَّائِينَ فِي الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» [سنن أبي داود: صححه الألباني]
"Sampaikan berita gembira kepada orang-orang yang sering berjalan di kegelapan malam menuju masjid (untuk shalat jama'ah) dengan balasan cahaya yang sempurna di hari kiamat". [Sunan Abu Daud: Sahih]

Tidak memakai parfum bagi wanita

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«أَيُّمَا امْرَأَةٍ أَصَابَتْ بَخُورًا فَلَا تَشْهَدْ مَعَنَا الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ» [صحيح مسلم]
"Siapa pun wanita yang memakai parfum, maka janganlah dia hadir bersama kami dalam shalat Isya', shalat fardhu yang akhir." [Sahih Muslim]


Shalat di masjid yang terdekat

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«لِيُصَلِّ أَحَدُكُمْ فِي مَسْجِدِهِ، وَلَا يَتَتَبَّعِ الْمَسَاجِدَ» [المعجم الكبير للطبراني: صححه الألباني]
“Hendaklah seorang dari kalian shalat di mesjidnya (yang terdekat), dan janganlah mencari-cari masjid yang lain”. [Al-Mu’jam Al-Kabiir: Sahih]

Memeriksa alas kaki sebelum masuk masjid

Dari Abu Sa'id Al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَلْيَنْظُرْ: فَإِنْ رَأَى فِي نَعْلَيْهِ قَذَرًا أَوْ أَذًى فَلْيَمْسَحْهُ وَلْيُصَلِّ فِيهِمَا " [سنن أبي داود: صحيح]
"Apabila salah seorang di antara kalian datang ke masjid, maka perhatikanlah, jika dia melihat di sepasang sandalnya terdapat najis atau kotoran maka bersihkan, dan shalatlah dengan sepasang sandalnya itu." [Sunan Abi Daud: Sahih]

Masuk dengan kaki kanan dan keluar dengan kaki kiri

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:
«مِنَ السُّنَّةِ إِذَا دَخَلْتَ الْمَسْجِدَ أَنْ تَبْدَأَ بِرِجْلِكَ الْيُمْنَى، وَإِذَا خَرَجْتَ أَنْ تَبْدَأَ بِرِجْلِكَ الْيُسْرَى» [المستدرك على الصحيحين للحاكم: صحيح]
“Termasuk sunnah jika engkau masuk masjid agar memulai dengan kaki kananmu, dan jika engkau keluar agar memulai dengan kaki kirimu”. [Al-Mustadrak karya Al-Hakim: Sahih]

'Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
«كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ التَّيَمُّنَ مَا اسْتَطَاعَ فِي شَأْنِهِ كُلِّهِ، فِي طُهُورِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَتَنَعُّلِهِ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam suka mendahulukan yang kanan dalam setiap perbuatannya. Seperti dalam bersuci, menaiki kendaraan dan memakai sandal." [Sahih Bukhari dan Muslim]

Berdo’a ketika masuk masjid dan keluar

Dari Abdullah bin Amru bin Al-'Ash radhiyallahu ‘anhuma; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau apabila masuk ke masjid mengucapkan:
«أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ»
“Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung dan kepada Wajah-Nya yang Maha Mulia dan kepada kekuasaan-Nya yang Qadim, dari gangguan syetan yang terkutuk"
Dia bertanya: Apakah itu saja?
Aku menjawab: Ya!
Dia kemudian meneruskan: Barangsiapa membaca itu, maka syetan akan berkata kepadanya; Dia terjaga dariku sehari ini penuh. [Sunan Abi Daud: Sahih]

Dari Abu Humaid atau dari Abu Usaid radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang diantara kalin masuk masjid, bacalah doa:
اللهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
“Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu"

Dan apabila keluar, hendaknya ia membaca doa:
اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
“Ya Allah, aku meminta kurnia-Mu". [Sahih Muslim]

Fatimah binti Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam- berkata: Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke dalam masjid, beliau mengucapkan:
«بِسْمِ اللَّهِ، وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ»
“Dengan menyebut nama Allah dan salam -semoga- tercurahkan kepada Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosaku dan bukakanlah bagiku pintu rahmat-Mu"

Dan jika keluar beliau mengucapkan:
«بِسْمِ اللَّهِ، وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي، وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ»
“Dengan menyebut nama Allah dan salam -semoga- tercurahkan kepada Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosaku dan bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-Mu." [Sunan Ibnu Majah: Sahih]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka ucapkanlah salam kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan hendaklah mengucapkan;
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Dan jika keluar hendaklah mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan hendaklah mengucapkan;
اللَّهُمَّ اعْصِمْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Ya Allah, lindungilah aku dari setan yang terkutuk" [Sunan Ibnu Majah: Sahih]

Tidak masuk masjid dengan senjata terhunus

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" إِذَا مَرَّ أَحَدُكُمْ فِي مَسْجِدِنَا، أَوْ فِي سُوقِنَا، وَمَعَهُ نَبْلٌ، فَلْيُمْسِكْ عَلَى نِصَالِهَا، ، أَنْ يُصِيبَ أَحَدًا مِنَ المُسْلِمِينَ مِنْهَا شَيْءٌ " [صحيح البخاري ومسلم]
"Jika salah seorang diantara kalian melewati masjid kami, atau pasar kami, sedang ia membawa anak panah (senjata), hendaklah ia pegang (ia tutup) mata anak panahnya, sebab dikhawatirkan kaum muslimin terlukai daripadanya." [Sahih Bukhari dan Muslim]

Tidak menjadikan masjid sebagai jalan untuk lewat

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَمُرَّ الرَّجُلُ فِي الْمَسْجِدِ لَا يُصَلِّي فِيهِ رَكْعَتَيْنِ [صحيح ابن خزيمة]
“Diantara tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah jika seseorang masuk masjid kemudian ia tidak shalat di dalamnya dua raka’at”. [Sahih Ibnu Khuzaimah]

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«لَا تَتَّخِذُوا الْمَسَاجِدَ طُرُقًا إِلَّا لِذِكْرٍ أَوْ صَلَاةٍ» [المعجم الكبير للطبراني: حسنه الألباني]
“Janganlah kalian menjadikan masjid sebagai jalanan (untuk lewat), kecuali untuk berdzikir atau shalat”. [Al-Mu’jam Al-Kabiir: Hasan]

Wallahu a’lam!

Referensi:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...