بسم
الله الرحمن الرحيم
A.
Pemuda Hari Ini...
Generasi yang super produktif, tapi sering kehilangan
fokus.
Mudah semangat, tapi juga mudah burnout (lemah/futur).
Ramadhan datang sebagai "Reset Button" (awal
baru/pemulihan) tahunan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu
'anhu; Rasulullahﷺ bersabda:
«أَتَاكُمْ
رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ» [سنن النسائي: صحيح]
"Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh berkah
(mubarak)". [Sunan An-Nasa'i: Shahih]
Lihat: Ramadhan bulan penuh berkah
B.
Jiwa yang Tinggi, Bukan
Sekadar Mimpi
Uluwul Himmah (علو الهمة) artinya orang yang memiliki semangat/ambisi yang tinggi. Diantara
Karakteristiknya:
1.
Tidak puas
dengan amal sedikit.
'Abdullah bin 'Amru radhiyallahu 'anhuma berkata;
أُخْبِرَ
رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَنِّي أَقُولُ: وَاللَّهِ لَأَصُومَنَّ النَّهَارَ،
وَلَأَقُومَنَّ اللَّيْلَ مَا عِشْتُ، فَقُلْتُ لَهُ: قَدْ قُلْتُهُ بِأَبِي
أَنْتَ وَأُمِّي قَالَ: «فَإِنَّكَ لاَ تَسْتَطِيعُ ذَلِكَ، فَصُمْ وَأَفْطِرْ،
وَقُمْ وَنَمْ، وَصُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ، فَإِنَّ الحَسَنَةَ
بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، وَذَلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ»، قُلْتُ: إِنِّي
أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمَيْنِ»،
قُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ
يَوْمًا، فَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، وَهُوَ أَفْضَلُ
الصِّيَامِ»، فَقُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ:«لاَ
أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ»
Diberitakan kepada Rasulullah ﷺ bahwa aku berkata: "Demi Allah,
sungguh aku pasti akan berpuasa sepanjang hari dan sungguh aku pasti akan
shalat malam sepanjang hidupku". Aku katakan kepada Beliau; "Demi
bapak dan ibuku sebagai tebusannya, sungguh aku memang telah
mengatakannya". Maka Beliau berkata: "Sungguh kamu pasti tidak akan
sanggup melaksanakannya. Akan tetapi berpuasalah dan berbukalah, shalat malam
dan tidurlah, dan berpuasalah selama tiga hari dalam setiap bulan karena setiap
kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa, dan itu seperti
puasa sepanjang tahun ". Aku katakan; "Sungguh aku mampu lebih dari
itu". Belau berkata: "Kalau begitu puasalah sehari dan berbukalah
selama dua hari". Aku katakan lagi: "Sungguh aku mampu yang lebih
dari itu". Beliau berkata: "Kalau begitu puasalah sehari dan
berbukalah sehari, yang demikian itu adalah puasanya Nabi Allah Daud 'alaihissalam yang
merupakan puasa yang paling utama.". Aku katakan lagi: "Sungguh aku
mampu yang lebih dari itu". Maka beliau bersabda: "Tidak ada puasa
yang lebih utama dari itu". [Shahih Bukhari]
2.
Selalu ingin
menjadi yang terbaik dalam kebaikan.
Allah -subhanahu wata'ala- berfirman:
{إِنَّا جَعَلْنَا مَا
عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا} [الكهف: 7]
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai
perhiasan baginya, agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang
terbaik perbuatannya.
[Al-Kahf:7]
Ø Umar bin
Al-Khathab -radhiyallahu
'anhu- berkata;
أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَوْمًا
أَنْ نَتَصَدَّقَ، فَوَافَقَ ذَلِكَ مَالًا عِنْدِي فَقُلْتُ: الْيَوْمَ أَسْبِقُ
أَبَا بَكْرٍ إِنْ سَبَقْتُهُ يَوْمًا، فَجِئْتُ بِنِصْفِ مَالِي، فَقَالَ رَسُولُ
اللَّهِ ﷺ: «مَا أَبْقَيْتَ لِأَهْلِكَ؟» قُلْتُ: مِثْلَهُ، قَالَ: وَأَتَى
أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِكُلِّ مَا عِنْدَهُ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ
اللَّهِ ﷺ: «مَا أَبْقَيْتَ لِأَهْلِكَ؟» قَالَ: أَبْقَيْتُ لَهُمْ اللَّهَ
وَرَسُولَهُ، قُلْتُ: لَا أُسَابِقُكَ إِلَى شَيْءٍ أَبَدًا
Rasulullah ﷺ memerintahkan Kami agar bersedekah, dan hal tersebut
bertepatan dengan keberadaan harta yang saya miliki. Lalu saya mengatakan;
apabila aku dapat mendahului Abu Bakr pada suatu hari maka hari ini aku akan
mendahuluinya. Kemudian saya datang dengan membawa setengah hartaku, lalu
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Apakah yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?" Saya katakan; Harta
yang sama seperti itu. Ia berkata; kemudian Abu Bakar datang dengan membawa
seluruh yang ia miliki. Lalu Rasulullah ﷺ bersabda: "Wahai Abu Bakr,
apakah yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?" Ia berkata; Saya
tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya. Maka saya katakan; Saya tidak akan
dapat mendahuluimu kepada sesuatupun selamanya. [Sunan Abi Daud: Hasan]
Lihat: Jadilah yang terbaik, jangan asal berbuat baik
3.
Memandang
target duniawi dan ukhrawi dengan kacamata iman.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu
'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَنْ
كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ
شَمْلَهُ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا
هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ،
وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدِّرَ لَهُ»
“Barangsiapa yang impiannya adalah akhirat maka Allah akan menjadikan
kekayaan dalam hatinya, dan Allah akan memudahkan urusannya, dan kenikmatan
dunia akan datang kepadanya dengan sendirinya. Dan barangsiapa yang impiannya
hanyalah dunia maka Allah akan menjadikan kefakiran di depan kedua matanya, dan
Allah akan mempersulit urusannya, dan ia tidak akan mendapatkan kenikmatan
dunia kecuali apa yang sudah ditakdirkan untuknya". [Sunan Tirmidzi:
Shahih]
Lihat: Agar dunia datang dalam keadaan hina (tunduk)
C.
Kenapa Pemuda Butuh
Uluwul Himmah?
Masa muda Adalah Potensi Maksimal di Usia Emas. Oleh
sebab itu Nabi ﷺ memerintahkan kita untuk memanfaatkannya dengan baik.
Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma;
Rasulullah ﷺ bersabda kepada seseorang yang
beliau nasehati:
«اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ:
شَبَابَكَ قَبْلَ هِرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاءَكَ قَبْلَ
فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ»
"Manfaatkanlah lima hal sebelum datang lima hal: Masa mudamu sebelum
masa tuamu, kesehatanmu sebelum sakitmu, saat kayamu sebelum miskinmu,
kesempatanmu sebelum kesibukanmu, dan hidupmu sebelum matimu".
[Al-Mustadarak karya Al-Hakim: Shahih]
Lihat: Manfaatkan 5 hal sebelum datang 5 hal
Energi Fisik: Puasa bukan alasan lemas, tapi kendali energi, maka jangan merasa lemah!
Dari Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
«الْمُؤْمِنُ
الْقَوِيُّ، خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي
كُلٍّ خَيْرٌ، احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلاَ تَعْجَزْ،
وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلاَ تَقُلْ: لَوْ أَنِّيْ فَعَلْتُ لَكَانَ كَذَا
وَكَذَا!، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَّرَ اللهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ!، فَإِنَّ لَوْ
تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ»
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin
yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan, bersungguh-sungguhlah dalam mencari
apa yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala
urusanmu), dan janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah, dan jika kamu
tertimpa suatu kegagalan, maka janganlah kamu mengatakan: "seandainya aku
berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu'', tetapi katakanlah:
"ini telah ditentukan oleh Allah, dan Allah akan melakukan apa yang Ia
kehendaki", karena kata “seandainya” itu akan membuka pintu perbuatan syetan.”
[Shahih Bukhari dan Muslim]
Lihat: Syarah
Kitab Tauhid bab (57); Ucapan “seandainya”
Masa Depan: Apa yang dibiasakan di usia muda,
akan menjadi karakter di usia tua.
Perubahan: Pemuda adalah agen perubahan (agent
of change). Ramadhan adalah momen perubahan.
Lihat: Peran semua pihak mengatasi pergaulan bebas remaja
D. Manifestasi
Uluwul Himmah di Bulan Ramadhan.
1. Tingkatkan Kualitas Ibadah.
Poin-poin Aksi:
a)
Shalat Malam: Bangun bukan hanya untuk sahur, tapi untuk Tahajud dan
Shalat Subuh berjamaah.
Lihat: Keutamaan salat malam
b)
Tilawah: Targetkan khatam Al-Qur'an lebih dari sekali (misal: 2 atau
3 kali).
Lihat: Ramadhan; Bulan Al-Qur’an
c)
Sedekah: Latih jiwa dermawan, meski hanya sedikit tapi istiqomah.
Lihat: Ramadhan; Bulan kedermawanan
d)
I'tikaf: Tinggal di masjid walau sesaat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Nabi ﷺ bersabda:
«سَبْعَةٌ
يُظِلُّهُمْ اللَّهُ تَعَالَى فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ؛ ...، وَشَابٌّ
نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ،
وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ،
وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ
اللَّهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ
شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ
عَيْنَاهُ»
"Ada tujuh (golongan orang beriman) yang akan mendapat naungan
(perlindungan) dari Allah dibawah naunganNya (pada hari qiyamat) yang ketika
tidak ada naungan kecuali naunganNya. Yaitu; …, seorang pemuda yang
menyibukkan dirinya dengan 'ibadah kepada Allah, seorang laki-laki yang
hatinya terpaut dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena
Allah, keduanya bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang
laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu
dia berkata, "aku takut kepada Allah", seorang yang bersedekah dengan
menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan
oleh tangan kanannya, dan seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan
mengasingkan diri sendirian hingga kedua matanya basah karena menangis".
[Shahih Bukhari dan Muslim]
2.
Ramadhan
Produktif, Bukan Bulan Tidur.
Poin-poin Aksi:
a)
Manajemen Waktu: Atur jadwal antara belajar, kerja,
dan ibadah.
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata; Nabi ﷺ bersabda:
«نِعْمَتَانِ
مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ»
"Dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia
adalah kesehatan dan waktu luang." [Shahih Bukhari]
Lihat: Momen Ramadhan, menjaga keseimbangan dalam beribadah dan bekerja
b)
Menjaga Lisan: Fokus pada dzikir, jauhi ghibah dan
debat sia-sia.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu;
Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ
فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ» [صحيح
البخاري ومسلم]
"Barangsiapa
yang beriman kepada Allah dan hari kiamat maka ucapkanlah yang baik atau
diam". [Sahih Bukhari dan Muslim]
Lihat: Jaga puasamu dengan menjaga ucapanmu
c)
Digital Detox: Kurangi scroll media sosial,
perbanyak konten islami.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu;
Rasulullah ﷺ bersabda:
«مِنْ
حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ» [سنن
ابن ماجه: صحيح]
"Diantara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa
yang tidak penting baginya". [Sunan Ibnu Majah: Sahih]
Lihat: Syarah Arba’in hadits (12) Abu Hurairah; Meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat
E.
Antara Himmah dan
Godaan
Ada beberapa Musuh Utama Semangat, diantaranya:
1)
Malas: "Nanti saja" adalah virus perusak himmah.
2)
Lapar, Kantuk dan Bosan: Jangan jadikan ini alasan untuk
meninggalkan sunnah.
Dari Abdullah bin 'Amr radhiyallahu
'anhuma; Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ لِكُلِّ عَابِدٍ شِرَّةً، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ
فَتْرَةً، فَإِمَّا إِلَى سُنَّةٍ، وَإِمَّا إِلَى بِدْعَةٍ، فَمَنْ كَانَتْ
فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّةٍ، فَقَدِ اهْتَدَى، وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى
غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ» [مسند أحمد:
صحيح]
"Sesungguhnya setiap ahli ibadah punya
waktu semangat, dan setiap waktu semangat ada waktu lesu (lemah), bisa jadi
diisi dengan amalan yang sunnah atau dengan bid'ah. Maka barangsiapa yang
mengisi waktu lesunya dengan sunnahku maka ia telah mendapat hidayah, dan
barangsiapa yang mengisi waktu lesunya dengan selain itu maka ia telah
binasa". [Musnad Ahmad: Sahih]
Lihat: Mengisi waktu luang dan lesu dengan kebaikan
3)
Lingkungan: Cari teman yang saling mengingatkan dalam
kebaikan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu
'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«الرَّجُلُ
عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ» [سنن
أبى داود: حسنه الألباني]
“Seseorang itu dipengaruhi oleh perilaku orang yang dicintainnya, maka
hendaklah kalian memperhatikan siapa yang ia cintai". [Sunan Abi Daud:
Hasan]
Lihat: Benteng generasi muda dari pergaulan bebas
F.
Cara Menjaga Himmah
Pasca Ramadhan
Jangan Berhenti di Hari Raya, beribadah sampai ajal menjemput. Allah subhanahu
wata'ala berfirman:
{وَاعْبُدْ
رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ} [الحجر:
99]
Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini
(ajal). [Al-Hijr:99]
Istiqomah:
Pertahankan satu amalan Ramadhan yang paling terasa ringan (misal: shalat dhuha,
baca Qur'an 15 menit sehari, dan shalat malam). Dari Abdullah bin
'Amr radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah ﷺ berkata kepadanya:
«يَا عَبْدَ اللَّهِ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ
فُلاَنٍ كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ، فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ» [صحيح البخاري]
“Wahai Abdullah, jangan engkau seperti si fulan yang dulunya sering salat
malam kemudian ia tinggalkan”. [Shahih Bukhari]
Lihat: Istiqamah dalam keta’atan
Rencanakan Target: Buat target 6 bulan ke depan (hingga
Ramadhan berikutnya). Dari Aisyah radhiyallahu 'anha;
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ تَعَالَى
أَدْوَمُهَا، وَإِنْ قَلَّ» [صحيح
البخاري ومسلم]
"Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang konsisten
sekalipun sedikit". [Sahih Bukhari dan Muslim]
Lihat: Apa setelah Ramadhan?
Muhasabah: Evaluasi diri secara rutin. Umar
bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu berkata:
«حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ
الأَكْبَرِ، وَإِنَّمَا يَخِفُّ الحِسَابُ يَوْمَ القِيَامَةِ عَلَى مَنْ حَاسَبَ
نَفْسَهُ فِي الدُّنْيَا» [سنن الترمذي: معلق]
"Hisablah (hitunglah) diri
kalian sebelum kalian dihitung dan persiapkanlah untuk hari semua dihadapkan
(kepada Rabb Yang Mahaagung), hisab (perhitungan) akan ringan pada hari kiamat
bagi orang yang selalu menghisab dirinya ketika di dunia." [Sunan
Tirmidziy: Mu'allaq]
G.
Kesimpulan &
Motivasi Penutup
Pemuda Berhimmah, Pemuda Peradaban
selalu memberikan
perubahan positif pada diri dan lingkungannya. Allah subhanahu wata’aalaa
berfirman:
﴿إِنَّ
ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡۗ﴾ [الرعد:
11]
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu
kaum, hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri." [Ar-Ra'd: 11]
Pesan:
Ramadhan adalah madrasah. Jadilah lulusan terbaik dengan jiwa Uluwul Himmah.
Lihat: Ramadhan sebagai Madrasah menjadi pribadi yang lebih baik
Wallahu a’lam!
Sumber pokok materi: “IA DeepSeek” dengan beberapa tambahan ayat Al-Qur'an dan hadits.
Lihat juga: Hakikat kemerdekaan bagi seorang pemuda - Tatacara mendidik anak dalam Islam - Berlomba dalam urusan akhirat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...