Ayat kelima belas
{إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا
ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا
يَسْتَكْبِرُونَ ۩}
Sesungguhnya orang yang
benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila
diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan
memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.
1.
Keutamaan sujud tilawah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِذَا قَرَأَ ابْنُ
آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي، يَقُولُ: يَا
وَيْلَهُ أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ
بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ» [صحيح مسلم]
“Jika anak cucu Adam membaca ayat sajadah kemudian ia sujud maka setan
pergi sambil menangis dan berkata: "Ya Wail (neraka), anak cucu Adam
diperintahkan bersujud lalu mereka sujud dan masuk surga, sedangkan aku
diperintahkan sujud lalu aku tidak mau maka neraka untukku".” [Shahih
Muslim]
Ø Dari Tsauban
radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ
السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ
اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً» [صحيح مسلم]
"Hendaklah engkau memperbanyak sujud kepada Allah, karena
sesungguhnya engkau tidak sujud kepada Allah kecuali Allah akan mengangkatmu
satu derajat, dan menghapus darimu satu dosa". [Sahih Muslim]
Ø Dari Abu
Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«حَتَّى إِذَا فَرَغَ
اللَّهُ مِنَ القَضَاءِ بَيْنَ عِبَادِهِ، وَأَرَادَ أَنْ يُخْرِجَ مِنَ النَّارِ
مَنْ أَرَادَ أَنْ يُخْرِجَ، مِمَّنْ كَانَ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا
اللَّهُ، أَمَرَ المَلائِكَةَ أَنْ يُخْرِجُوهُمْ، فَيَعْرِفُونَهُمْ بِعَلامَةِ
آثَارِ السُّجُودِ، وَحَرَّمَ اللَّهُ عَلَى النَّارِ أَنْ تَأْكُلَ مِنَ ابْنِ
آدَمَ أَثَرَ السُّجُودِ، فَيُخْرِجُونَهُمْ» [صحيح البخاري ومسلم]
" ... Sampai ketika Allah selesai mengadili di antara
hamba-hamba-Nya dan ingin mengeluarkan dari neraka (dengan rahmat-Nya) orang
yang dikehendakinya untuk dikeluarkan dari orang-orang yang dulunya bersaksi
bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allah memerintahkan
malaikat untuk mengeluarkan mereka. Maka malaikat mengetahui mereka dengan
tanda bekas sujud, dan Allah telah mengharamkan bagi neraka untuk membakar
bekas sujud dari anak cucu Adam, kemudian malaikat mengeluarkan mereka (dari
neraka) ... ". [Sahih Bukhari dan Muslim]
Liht: Hukum seputar sujud tilawah
2.
Bacaan ketika sujud tilawah.
'Uqbah bin Amir radhiyallahu 'anhu berkata:
«فَكَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ
إِذَا رَكَعَ قَالَ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ ثَلَاثًا، وَإِذَا
سَجَدَ قَالَ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ ثَلَاثًا»
"Maka Rasulullah ﷺ
ketika rukuk beliau membaca: Subhana rabbiyal 'azhimi wa bihamdihi (Maha Suci
Tuhanku yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya) sebanyak tiga kali. Dan ketika
sujud beliau membaca: Subhana rabbiyal a'la wa bihamdihi (Maha Suci Tuhanku
yang Maha Tinggi dan dengan memuji-Nya) sebanyak tiga kali." [Sunan Abi
Daud]
Ø Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ فِي
سُجُودِ الْقُرْآنِ بِاللَّيْلِ، يَقُولُ فِي السَّجْدَةِ مِرَارًا: «سَجَدَ
وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ»
[سنن أبي داود:
صحيح]
"Rasulullah ﷺ ketika
melakukan sujud Al-Qur'an (sajdah) pada malam hari beliau mengucapkan beberapa
kali: (Wajahku bersujud kepada Dzat Yang telah menciptakannya dan telah membuka
pendengaran serta penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya). [Sunan Abi
Daud: Shahih]
3.
Cela sifat sombong.
Lihat: Cela sifat sombong
Ayat keenam belas
{تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ
يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ}
Lambung mereka jauh
dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa
takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan.
1)
Keutamaan shalat malam.
Mu'adz bin Jabal radhiallahu'anhu berkata:
«كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ ﷺ
فِي سَفَرٍ، فَأَصْبَحْتُ يَوْمًا قَرِيبًا مِنْهُ، وَنَحْنُ نَسِيرُ، فَقُلْتُ:
يَا رَسُولَ اللهِ، أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي
عَنِ النَّارِ، قَالَ: لَقَدْ سَأَلْتَنِي عَنْ عَظِيمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيرٌ
عَلَى مَنْ يَسَّرَهُ اللهُ عَلَيْهِ، تَعْبُدُ اللهَ وَلَا تُشْرِكْ بِهِ
شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصُومُ رَمَضَانَ،
وَتَحُجُّ الْبَيْتَ، ثُمَّ قَالَ: أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؛
الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ
النَّارَ، وَصَلَاةُ الرَّجُلِ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ. قَالَ: ثُمَّ تَلَا:
﴿تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ﴾ حَتَّى بَلَغَ: ﴿يَعْمَلُونَ﴾» [سنن الترمذي]
"Aku pernah bersama Nabi ﷺ dalam suatu perjalanan. Pada suatu pagi, aku berada di dekat
beliau saat kami sedang berjalan. Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, kabarkanlah
kepadaku tentang suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga dan
menjauhkanku dari neraka.' Beliau bersabda: 'Sungguh, engkau telah menanyakan
sesuatu yang besar. Dan sesungguhnya hal itu mudah bagi orang yang dimudahkan
oleh Allah kepadanya; (yaitu) engkau beribadah kepada Allah dan tidak
menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, mendirikan salat, menunaikan zakat,
berpuasa di bulan Ramadan, dan berhaji ke Baitullah.' Kemudian beliau bersabda:
'Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai,
sedekah memadamkan kesalahan (dosa) sebagaimana air memadamkan api, dan
salatnya seseorang di tengah malam.' Kemudian beliau membaca ayat: '{Lambung
mereka jauh dari tempat tidurnya} hingga sampai pada firman-Nya: {mereka
kerjakan}" [Sunan Tirmidzi]
Ø Dari Abu
Ad-Dardaa' radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«ثلاثةٌ يحبُّهم اللهُ
عزّ وجلّ ، ويضحكُ إليهم ، ويستبشرُ بهم: ...، والذي له امرأة حسناء، وفراش لين
حسن، فيقوم من الليل، فـيقول: يذر شهوتَه، فيذكُرني ويناجيني، ولو شاءَ رقَدَ!
والذِي يكونُ في سَفَرٍ، وكانَ معَه ركْبٌ؛ فسهِرُوا ونصِبُوا ثمّ هَجَعُوا، فقامَ
من السّحرِ في سرّاءَ أو ضرّاءَ» [السلسلة الصحيحة رقم 3478]
Ada tiga orang yang dicintai oleh Allah 'azza wajalla, tertawa
kepada mereka, dan bergembira dengan mereka: Orang yang ketika perang
berkecamuk ia bertempur dengan sedirinya demi Allah azza wajalla, kemungkinan
ia mati atau Allah memberi pertolongan dan membantunya. Maka Allah berkata:
"Lihatlah kepada hamba-Ku, bagaimana ia sabar menahan dirinya
untuk-Ku". Dan orang yang memiliki istri yang cantik dan ranjang yang
empuk lalu ia bangun salat malam, maka Allah berkata: "Ia meninggalkan
syahwatnya kemudian mengingatKu dan bermunajat kepadaKu, dan kalau ia mau ia
tidur saja". Dan orang yang sedang dalam perjalanan jauh bersama satu
kelompok, kemudian mereka begadang, mendirikan tenda, dan mereka tidur. Tapi ia
bangun salat di waktu sahur dalam kondisi senang atau susah. [Silsilah hadits
sahih no.3478]
Lihat: Keutamaan salat malam
2)
Berdo'a dengan rasa takut dan harapan.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَادْعُوهُ خَوْفًا
وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ} [الأعراف : 56]
Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan
diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat
kepada orang-orang yang berbuat baik. [Al-A'raaf: 56]
3)
Keutamaan infaq dan sedekah.
Dari Abu Malik Al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ فِي الْجَنَّةِ
غُرْفَةً يُرَى ظَاهِرُهَا مِنْ بَاطِنِهَا، وَبَاطِنُهَا مِنْ ظَاهِرِهَا
أَعَدَّهَا اللَّهُ لِمَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ، وَأَلَانَ الْكَلَامَ، وَتَابَعَ
الصِّيَامَ وَصَلَّى وَالنَّاسُ نِيَامٌ» [مسند أحمد: حسنه الشيخ الألباني]
“Sesungguhnya di dalam surga ada kamar yang terlihat bahagian luarnya
dari dalam, dan bagian dalamnya dari luar. Allah mempersiapkannya bagi orang
yang memberi makan, lemah lembut dalam berbicara, senantiasa berpuasa, dan
shalat ketika orang-orang tidur”. [Musnad Ahmad: Hasan]
Lihat: Keutamaan zakat, infaq, dan sedekah dalam As-Sunnah
Ayat ketujuh belas
{فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم
مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}
Tak seorangpun
mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan
bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.
1.
Begitu banyak
kenikmatan surga yang kita tidak ketahui.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; dari Nabi ﷺ; Allah berfirman:
«أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي
الصَّالِحِينَ: مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلَا خَطَرَ عَلَى
قَلْبِ بَشَرٍ، ذُخْرًا، بَلْهَ مَا أُطْلِعْتُمْ عَلَيْهِ، ثُمَّ قَرَأَ: ﴿فَلا
تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا
يَعْمَلُونَ﴾»
"Aku sediakan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh (kenikmatan yang)
tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah
terlintas di hati manusia, sebagai simpanan (bagi mereka), apalagi (kenikmatan)
yang telah Kami perlihatkan kepada kalian. Kemudian Nabi ﷺ membaca ayat: {Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang
disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan
pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan}"
[As-Sajdah: 17] [Shahih Bukhari]
2.
Balasan sesuai
dengan perbuatan
Mereka merahasiakan shalatnya maka Allah merahasiakan pahalanya. Mereka
berdo'a dengan rasa takut maka Allah memberikan keamanan di surga.
Ayat kedelapan belas -
duapuluh
{أَفَمَن كَانَ مُؤْمِنًا كَمَن كَانَ فَاسِقًا
ۚ لَّا يَسْتَوُونَ (18) أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَىٰ نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (19) وَأَمَّا
الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۖ كُلَّمَا أَرَادُوا أَن يَخْرُجُوا
مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنتُم
بِهِ تُكَذِّبُونَ}
Apakah orang-orang
beriman itu sama dengan orang-orang yang fasik? Mereka tidak sama. Adapun
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah
tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan. Dan adapun
orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali
mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan
kepada mereka: "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu
mendustakannya".
1)
Orang beriman tidak
disamakan dengan orang fasik.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ
عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ (34) أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ
كَالْمُجْرِمِينَ (35) مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ} [القلم : 34-36]
Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan)
surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya. Maka apakah patut Kami
menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang
kafir)? Atau adakah kamu (berbuat demikian): bagaimanakah kamu mengambil
keputusan?
[Al-Qalam: 34-36]
2)
Penduduk neraka
ingin keluar dari siksaannya.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{يُرِيدُونَ أَنْ
يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنْهَا وَلَهُمْ عَذَابٌ
مُقِيمٌ} [المائدة:
٣٧]
Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali
tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang kekal. [Al-Maidah:37]
Ayat keduapuluh satu
{وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ الْعَذَابِ
الْأَدْنَىٰ دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ}
Dan Sesungguhnya Kami
merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang
lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).
Hukuman
dunia lebih ringan dari hukuman akhirat.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{أَفَتُؤْمِنُونَ
بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَاءُ مَن يَفْعَلُ ذَٰلِكَ
مِنكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ
يُرَدُّونَ إِلَىٰ أَشَدِّ الْعَذَابِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا
تَعْمَلُونَ} [البقرة
: 85]
Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan
ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat
demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari
kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah
dari apa yang kamu perbuat. [Al-Baqarah: 85]
{كَذَٰلِكَ الْعَذَابُ ۖ
وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ} [القلم : 33]
Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat
lebih besar jika mereka mengetahui. [Al-Qalam: 33]
Ayat keduapuluh dua
{وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِآيَاتِ
رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا ۚ إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنتَقِمُونَ}
Dan siapakah yang lebih
zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya,
kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan
kepada orang-orang yang berdosa.
Bahaya berpaling dari ayat-ayat Allah ta'alaa.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن
ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ ۚ
إِنَّا جَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَن يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ
وَقْرًا ۖ وَإِن تَدْعُهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ فَلَن يَهْتَدُوا إِذًا أَبَدًا} [الكهف : 57]
Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah
diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya dan
melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami
telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak)
memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan
kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan
mendapat petunjuk selama-lamanya. [Al-Kahfi: 57]
Ayat keduapuluh tiga
dan duapuluh empat
{وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ فَلَا
تَكُن فِي مِرْيَةٍ مِّن لِّقَائِهِ ۖ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِّبَنِي إِسْرَائِيلَ
(23) وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا ۖ
وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ}
Dan Sesungguhnya Kami
telah berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad)
ragu menerima (Al-Quran itu) dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu petunjuk
bagi Bani Israil. Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi
petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini
ayat-ayat Kami.
1)
Makna "من لقائه":
a. Pertemuan dengan
Nabi Musa 'alaihissalam di malam isra' dan mi'raj.
Lihat: Kisah perjalanan Isra’ dan Mi’raj
b.
Menerima Al-Qur'an.
Lihat: Hadits Aisyah; Awal turunya wahyu di gua Hira
2)
Syarat seorang pemimpin: Sabar dan yakin.
Sabar menahan dia dari syahwat, dan yakin menjauhkan ia dari syubhat. Allah
subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَإِذِ ابْتَلَىٰ
إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ
لِلنَّاسِ إِمَامًا ۖ قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي
الظَّالِمِينَ} [البقرة
: 124]
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa
kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya (dengan penuh
kesabaran). Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi
seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari
keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang
yang zalim".
[Al-Baqarah: 124]
Ayat keduapuluh lima
{إِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ}
Sesungguhnya Tuhanmu
Dialah yang memberikan keputusan di antara mereka pada hari kiamat tentang apa
yang selalu mereka perselisihkan padanya.
1.
Segala perselisihan diputuskan pada hari kiamat.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ
الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ
إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ
فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ
كَفَّارٌ} [الزمر
: 3]
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari
syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata):
"Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami
kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan
di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah
tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. [Az-Zumar: 3]
2.
Hari kiamat dinamai hari Keputusan.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ
كَانَ مِيقَاتًا} [النبإ
: 17]
Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang
ditetapkan.
[An-Naba': 17]
Ayat keduapuluh enam
{أَوَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا مِن
قَبْلِهِم مِّنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ
لَآيَاتٍ ۖ أَفَلَا يَسْمَعُونَ}
Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi
mereka, berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan
mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada
yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Maka apakah mereka
tidak mendengarkan?
Ayat ini adalah ancaman bagi orang-orang kafir.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{أَفَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ
كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ ۗ إِنَّ
فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّأُولِي النُّهَىٰ (128) وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن
رَّبِّكَ لَكَانَ لِزَامًا وَأَجَلٌ مُّسَمًّى} [طه : 128-129]
Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (kaum musyrikin)
berapa banyaknya Kami membinasakan umat-umat sebelum mereka, padahal mereka
berjalan (di bekas-bekas) tempat tinggal umat-umat itu? Sesungguhnya pada yang
demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Dan sekiranya tidak
ada suatu ketetapan dari Allah yang telah terdahulu atau tidak ada ajal yang
telah ditentukan, pasti (azab itu) menimpa mereka. [Thaha: 128-129]
Ayat keduapuluh tujuh
{أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَسُوقُ الْمَاءَ
إِلَى الْأَرْضِ الْجُرُزِ فَنُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا تَأْكُلُ مِنْهُ أَنْعَامُهُمْ
وَأَنفُسُهُمْ ۖ أَفَلَا يُبْصِرُونَ}
Dan apakah mereka tidak
memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi
yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanaman yang daripadanya
makan hewan ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan?
Allah menghidupkan tanah yang tandus adalah bukti kekuasaan Allah
untuk menghidupkan orang mati.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{أَلَمْ تَرَ أَنَّ
اللَّهَ أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِ ثُمَّ
يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُّخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ
مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِأُولِي
الْأَلْبَابِ} [الزمر
: 21]
Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah
menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi
kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam
warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian
dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. [Az-Zumar: 21]
{يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ
الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ
مَوْتِهَا ۚ وَكَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ} [الروم : 19]
Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan
yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti
itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur). [Ar-Ruum: 19]
{وَاللَّهُ الَّذِي
أَرْسَلَ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَسُقْنَاهُ إِلَىٰ بَلَدٍ مَّيِّتٍ
فَأَحْيَيْنَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ كَذَٰلِكَ النُّشُورُ} [فاطر : 9]
Dan Allah, Dialah Yang mengirimkan angin; lalu angin itu
menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu kesuatu negeri yang mati lalu Kami
hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu. [Faathir: 9]
Ayat keduapuluh delapan
dan keduapuluh sembilan
{وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْفَتْحُ إِن
كُنتُمْ صَادِقِينَ (28) قُلْ يَوْمَ الْفَتْحِ لَا يَنفَعُ الَّذِينَ كَفَرُوا
إِيمَانُهُمْ وَلَا هُمْ يُنظَرُونَ}
Dan mereka bertanya:
"Bilakah kemenangan itu (datang) jika kamu memang orang-orang yang
benar?" Katakanlah: "Pada hari
kemenangan itu tidak berguna bagi orang-orang kafir, iman mereka dan tidak pula
mereka diberi tangguh".
1)
Allah pasti
memberikan kemenangan untuk orang beriman dan memberi azab bagi orang kafir di
dunia.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{قَالَ رَبِّ إِنَّ
قَوْمِي كَذَّبُونِ (117) فَافْتَحْ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَنَجِّنِي
وَمَن مَّعِيَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (118) فَأَنجَيْنَاهُ وَمَن مَّعَهُ فِي
الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ (119) ثُمَّ أَغْرَقْنَا بَعْدُ الْبَاقِينَ} [الشعراء : 117-120]
Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah
mendustakan aku; maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka,
dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku". Maka Kami
selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh
muatan. Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal. [Asy-Syu'araa: 117-120]
2)
Keimanan tidak
diterima ketika ajal sudah menjemput.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا
أَن تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ
آيَاتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنفَعُ نَفْسًا
إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا
خَيْرًا ۗ قُلِ انتَظِرُوا إِنَّا مُنتَظِرُونَ} [الأنعام : 158]
Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan
malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa)
Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari
Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang
belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa
imannya. Katakanlah: "Tunggulah olehmu sesungguhnya Kamipun menunggu
(pula)".
[Al-An'am: 158]
Ø Dari Abu
Abdirrahman Abdullah bin Umar bin Al-Khathab radhiyallahu 'anhuma,
dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
«إِنَّ الله عزَّ وجَلَّ
يقْبَلُ توْبة العبْدِ مَا لَم يُغرْغرِ»
"Sesungguhnya Allah 'azza wajalla menerima tobat seorang hamba selama nyawanya
belum sampai ke tenggorokan." [Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy, dan ia
berkata: Hadits ini hasan]
Lihat: Syarah Riyadhushalihin Bab (02) Taubat
Ayat ketigapuluh
{فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَانتَظِرْ إِنَّهُم
مُّنتَظِرُونَ}
Maka berpalinglah kamu
dari mereka dan tunggulah, sesungguhnya mereka (juga) menunggu.
Perintah
berpaling dari orang kafir.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{فَاصْدَعْ بِمَا
تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ} [الحجر : 94]
Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa
yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. [Al-Hijr: 94]
Wallahu a'lam!
Lihat juga: Tafsir Surah As-Sajdah (bagian 1) - Tafsir Surah Al-Qadr - Tafsir surah "Al-Qari'ah"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...