Surah As-Sajdah adalah surah yang ke-32 dalam Al-Qur'an, termasuk surah
Makkiyah dan terdiri dari 30 ayat.
Dinamai surah As-Sajdah karena ada sujud tilawah di dalamnya. Sa’id bin
Jubair rahimahullah berkata: Aku mendengar Ibnu ‘Abbas dan Ibnu
‘Umar radhiyallahu 'anhum menghitung berapa ayat Sajdah dalam
Al-Qur’an, keduanya berkata:
«الْأَعْرَافُ،
وَالنَّحْلُ، وَالرَّعْدُ، وَبَنُو إِسْرَائِيلَ، وَمَرْيَمُ، وَالْحَجُّ
أَوَّلُهَا، وَالْفُرْقَانُ، وَطس، وَالم تَنْزِيلُ، وَص، وَحم السَّجْدَةَ،
إِحْدَى عَشْرَةَ» [مصنف
عبد الرزاق الصنعاني]
“Al-A’raf, An-Nahl, Ar-Ra’d, Al-Israa’, Maryam, Al-Hajj di awalnya,
Al-Furqan, An-Naml, As-Sajdah, Shaad dan Fushilat, semuanya ada sebelas”.
[Mushannaf Abdurrazaq]
Lihat: Hukum seputar sujud tilawah
Keutamaan surah As-Sajdah:
a. Dibaca sebelum tidur.
Jabir radhiyallahu 'anhu berkata:
«كَانَ النَّبِيُّ ﷺ لَا
يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ بِتَنْزِيلُ السَّجْدَةِ، وَبِتَبَارَكَ» [سنن الترمذي: صحيح]
"Nabi ﷺ tidak
tidur sampai ia membaca surah As-Sajadah dan Tabaarak (Al-Mulk)'. [Sunan
Tirmidziy: Shahih]
b. Dibaca pada shalat subuh hari Jum’at.
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:
«كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَقْرَأُ
فِي الْجُمُعَةِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ {الم تَنْزِيلُ} السَّجْدَةَ وَ{هَلْ أَتَى
عَلَى الْإِنْسَان}» [صحيح
البخاري ومسلم]
Rasulullah ﷺ membaca
di hari Jum'at pada shalat subuh surah "As-Sajdah" dan surah
"Al-Insaan". [Sahih Bukhari dan Muslim]
Lihat: Keutamaan beberapa surah Al-Qur’an
Ayat pertama dan kedua
{الم (1) تَنزِيلُ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ
مِن رَّبِّ الْعَالَمِينَ}
Alif Laam Miim.
Turunnya Al-Quran yang tidak ada keraguan di dalamnya, (adalah) dari Tuhan
semesta alam.
1. "Alif Laam Miim" dan sejenisnya dinamai huruf
muqatha'ah karena dibaca terpisah. Allah lebih tahu tentang maknanya, namun
ulama menyebutkan 2 faidah dari huruf tersebut:
Pertama: Untuk memancing perhatian kaum musyrikin karena tdk pernah mendengarkan
susunan dan penyebutan seperti itu.
Kedua: Untuk menantang kaum musrikin Arab untuk mendatangkan seperti Al-Qur'an
yang terdiri dari huruf-huruf yang mereka pahami.
2. Tidak ada keraguan pada Al-Qur'an dari semua sisi. Allah subhanahu wa ta'aalaa
berfirman:
{الم (1) ذَٰلِكَ
الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ} [البقرة : 1-2]
Alif laam miim. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan
padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. [Al-Baqarah: 1-2]
3. Al-Qur'an adalah firman (ucapan) Allah. Allah subhanahu wa ta'aalaa
berfirman:
{وَاتْلُ مَا أُوحِيَ
إِلَيْكَ مِنْ كِتَابِ رَبِّكَ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَنْ تَجِدَ مِنْ
دُونِهِ مُلْتَحَدًا} [الكهف: 27]
Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab
Tuhanmu (Al Quran). tidak ada (seorangpun) yang dapat merobah
kalimat-kalimat-Nya.
[Al-Kahfi:27]
Lihat: Allah berbicara
4. Allah adalah Rab segala sesuatu. Allah subhanahu wa ta'aalaa
berfirman:
{قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ
أَبْغِي رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ} [الأنعام : 164]
Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah,
padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu". [Al-An'aam: 164]
Ayat ketiga
{أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۚ بَلْ هُوَ
الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّا أَتَاهُم مِّن نَّذِيرٍ مِّن
قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ}
Tetapi mengapa mereka
(orang kafir) mengatakan: "Dia Muhammad mengada-adakannya".
Sebenarnya Al-Quran itu adalah kebenaran dari Rabbmu, agar kamu memberi
peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi
peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.
1) Mereka
menuduh Muhammad yang mengada-adakannya Al-Qur'an padahal beliau seorang yang
Ummiy bahkan menuduhnya gila dan terkena sihir, sedangkan mereka yang pandai
membaca merasa paling berakal tidak mampu mendatangkan serupanya. Allah subhanahu wa ta'aalaa
berfirman:
{أَمْ يَقُولُونَ
افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِّثْلِهِ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُم مِّن
دُونِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ} [يونس : 38]
Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad
membuat-buatnya". Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu),
maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang
dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang
benar". [Yunus:
38]
2) Mereka
juga menuduh bahwa adayang mengajari Muhammad dari bangsa Romawi. Allah subhanahu wa ta'aalaa
berfirman:
{وَلَقَدْ نَعْلَمُ
أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ ۗ لِّسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ
إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَٰذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُّبِينٌ} [النحل : 103]
Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata:
"Sesungguhnya Al Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya
(Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad
belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang
terang. [An-Nahl:
103]
3) Al-Qur'an
membawa kebenaran. Allah
subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{إِنَّا أَنْزَلْنَا
عَلَيْكَ الْكِتَابَ لِلنَّاسِ بِالْحَقِّ فَمَنِ اهْتَدَى فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ
ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيلٍ} [الزمر: 41]
Sesungguhnya kami menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran)
untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk Maka
(petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat Maka Sesungguhnya
dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali
bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka. [Az-Zumar:41]
4) Al-Qur'an
adalah peringatan. Allah
subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{تَبَارَكَ الَّذِي
نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا} [الفرقان: 1]
Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran)
kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin
dan manusia).
[Al-Furqaan:1]
5) Al-Qur'an
adalah hidayah. Allah
subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ
يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ} [الإسراء: 9]
Sesungguhnya Al Quran Ini memberikan petunjuk kepada (jalan)
yang lebih lurus.
[Al-Israa':9]
Lihat: Keistimewaan Al-Qur'an
Ayat keempat
{اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى
الْعَرْشِ ۖ مَا لَكُم مِّن دُونِهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا
تَتَذَكَّرُونَ}
Allah lah yang
menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam
masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari
pada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka
apakah kamu tidak memperhatikan?
1. Allah "Al-Khaliq" Pencipta segala sesuatu. Allah subhanahu wata’aalaa
berfirman:
{اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ
شَيْءٍ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ} [الزمر : 62]
Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala
sesuatu. [Az-Zumar:
62]
Lihat: “Al-Khaliq” dan “Al-Khallaq”; Allah Yang Maha Mencipta
2. Bumi diciptakan selama 2 hari dan langit selama 4 hari. Allah subhanahu wa ta'aalaa
berfirman:
{قُلْ أَئِنَّكُمْ
لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ
أَنْدَادًا ذَلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ (9) وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ
فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ
أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ (10) ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ
دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا
أَتَيْنَا طَائِعِينَ} [فصلت: 9 - 11]
Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada
yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya?
(yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam". Dan Dia
menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahi-nya
dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat
masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian
Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu
Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut
perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami
datang dengan suka hati". [Fushilat: 9-11]
3. Secara khusus, isi bumi diciptakan selama 7 hari.
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah ﷺ memegang tanganku dan bersabda:
«خَلَقَ اللهُ عَزَّ
وَجَلَّ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ، وَخَلَقَ فِيهَا الْجِبَالَ يَوْمَ
الْأَحَدِ، وَخَلَقَ الشَّجَرَ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ، وَخَلَقَ الْمَكْرُوهَ يَوْمَ
الثُّلَاثَاءِ، وَخَلَقَ النُّورَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ، وَبَثَّ فِيهَا
الدَّوَابَّ يَوْمَ الْخَمِيسِ، وَخَلَقَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ بَعْدَ
الْعَصْرِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ، فِي آخِرِ الْخَلْقِ، فِي آخِرِ سَاعَةٍ مِنْ
سَاعَاتِ الْجُمُعَةِ، فِيمَا بَيْنَ الْعَصْرِ إِلَى اللَّيْلِ»
"Allah 'azza wa jalla menciptakan tanah pada hari Sabtu,
menciptakan gunung pada hari Ahad, menciptakan pepohonan (tumbuhan) pada hari
Senin, menciptakan yang dibenci (keburukan) pada hari Selasa, menciptakan
cahaya pada hari Rabu, memperkembang-biakkan hewan-hewan pada hari Kamis,
menciptakan Adam 'alaihissalam setelah Ashar hari Jum'at pada akhir
ciptaan, di saat akhir hari Jum'at antara Ashar sampai malam". [Shahih
Muslim]
Lihat: Proses penciptaan bumi
4. Allah menciptakan langit dan bumi dalam 6 masa padahal mampu
menciptakannya dalam sekejap, semua itu karena ada hikmah dibaliknya,
diantaranya:
a) Pengagungan kepada langit dan bumi.
b) Menunjukkan kesempurnaan kuasa Allah mencipta sesuai kehendakNya.
c) Memperlihatkan kepada para Malaikat proses penciptaan agar mereka
kagum.
d) Mengajarkan manusia sikap ketelitian dan kesempurnaan.
5. Allah beristiwa' di atas Arsy
Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengenai firman Allah ﴾Ar-Rahman di atas Arsy beristiwa'﴿ [Thaha:
5], beliau berkata:
«الْكَيْفُ غَيْرُ
مَعْقُولٍ وَالِاسْتِوَاءُ غَيْرُ مَجْهُوَلٍ وَالْإِقْرَارُ بِهِ إِيمَانٌ
وِالْجُحُودُ بِهِ كُفْرٌ»
'Kaifiyat (cara) tidak dapat dipahami, istiwa' (maknanya) bukan suatu
yang tidak diketahui, mengakuinya adalah iman dan mengingkarinya adalah
kekafiran.'" [Syar Ushul I’tiqad karya Al-Lalakaiy]
Lihat: Penetapan sifat "Istiwa'" bagi Allah 'azza wajalla
6. Tidak ada penolong dan pemberi syafa'at selain Allah. Allah subhanahu wa ta'aalaa
berfirman:
{ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ
مَوْلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَأَنَّ الْكَافِرِينَ لَا مَوْلَىٰ لَهُمْ} [محمد : 11]
Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung
orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak
mempunyai pelindung.
[Muhammad: 11]
{مَنْ ذَا الَّذِي
يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِه} [البقرة: 255]
Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa
izin-Nya?! [Al-Baqarah:255]
Lihat: Syarah Kitab Tauhid bab (17); Syafa’at
Ayat kelima
{يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى
الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ
مِّمَّا تَعُدُّونَ}
Dia mengatur urusan
dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang
kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu
1) Allah Yang mengatur segala urusan. Allah subhanahu wa ta'aalaa
berfirman:
{قُلْ إِنَّ الْأَمْرَ
كُلَّهُ لِلَّهِ} [آل
عمران: 154]
Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di
tangan Allah".
[Ali Imran: 154]
{أَلَا لَهُ الْخَلْقُ
وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ} [الأعراف : 54]
Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha
Suci Allah, Tuhan semesta alam. [Al-A'raaf: 53]
2) Allah berada di atas langit. Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ
يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ . أَمْ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ
حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ} [الملك: 16-17]
Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di
atas langit bahwa dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga
dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?, Atau apakah kamu merasa aman terhadap
Allah yang (berkuasa) di atas langit bahwa dia akan mengirimkan badai yang
berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan)
peringatan-Ku? [Al-Mulk:
16-17]
Lihat: Allah di atas semua makhluk
3) Terkadang seribu tahun, kadang limapuluh ribu tahun. Allah subhanahu wa ta'aalaa
berfirman:
{وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ
رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ} [الحج: 47]
Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu
tahun menurut perhitunganmu. [Al-Hajj:47]
{تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ
وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ} [المعارج : 4]
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan
dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun. [Al-Ma'arij: 4]
Jawaban ulama tentang perbedaan waktu ini:
a. Seribu tahun jarak antara bumi dan langit terendah, sedangkan 50 ribu
tahun jarak antara bumi dan Arsy.
b. Seribu tahun waktu naik turunnya malaikat di dunia, sedangkan 50 ribu
tahun waktu di alam akhirat.
c. Kedua waktu tersebut terjadi di akhirat, dan ada perbedaan antara satu
kaum dengan yang lainnya.
Ayat keenam
{ذَٰلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ}
Yang demikian itu ialah
Tuhan Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha
Penyayang.
Tidak ada yang mengetahui perkara gaib selain Allah. Allah subhanahu wa ta'aalaa
berfirman:
{عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا
يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا (26) إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِن رَّسُولٍ} [الجن : 26-27]
(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak
memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul
yang diridhai-Nya.
[Al-Jinn: 26-27]
Lihat: Tafsir surah Al-Jinn
Ayat ketujuh, kedelapan dan kesembilan
{الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۖ
وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنسَانِ مِن طِينٍ (7) ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِن سُلَالَةٍ مِّن مَّاءٍ مَّهِينٍ (8)
ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ
وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ}
Yang membuat segala
sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia
dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia
menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit
sekali bersyukur.
1. Allah
menciptakan dengan ciptaan yang terbaik. Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{أَتَدْعُونَ بَعْلًا
وَتَذَرُونَ أَحْسَنَ الْخَالِقِينَ} [الصافات : 125]
Patutkah kamu menyembah Ba'l dan kamu tinggalkan sebaik-baik
Pencipta.
[Ash-Shaffat: 125]
{صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي
أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ} [النمل : 88]
(Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh
tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [An-Naml: 88]
2. Manusia
diciptakan dari air yang hina maka tidak pantas untuk sombong. Allah subhanahu wata’aalaa berfirman menceritakan
kisah dua orang yang memiliki kebun dan salah satunya menyombongkan kekayaan
dan dirinya:
{قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ
وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ
نُطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلًا} [الكهف: 37]
Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya - sedang dia
bercakap-cakap dengannya: "Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang
menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia
menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna? [Al-Kahfi:37]
3. Waktu
peniupan ruh
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ أَحَدَكُمْ
يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً
مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَبْعَثُ اللهُ مَلَكًا
فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ وَيُقَالُ لَهُ: اكْتُبْ عَمَلَهُ وَرِزْقَهُ وَأَجَلَهُ
وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ»
"Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut
ibunya selama empat puluh hari (sebagai nutfah), kemudian menjadi segumpal
darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula.
Kemudian Allah mengutus seorang malaikat lalu diperintahkan (malaikat tersebut)
untuk menulis empat ketetapan, dan dikatakan kepadanya: 'Tulislah amalnya,
rezekinya, ajalnya, dan celaka atau bahagianya.' Kemudian ditiupkan ruh
padanya." [Shahih Bukhari dan Muslim]
Lihat: Syarah Arba’in hadits (4) Ibnu Mas’ud; Proses penciptaan dan perjalanan hidup manusia
4. Sangat
sedikit hamba yang bersyukur. Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{وَقَلِيلٌ مِنْ
عِبَادِيَ الشَّكُورُ} [سبأ: 13]
Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. [Saba’:13]
Lihat: Paling Banyak Vs Paling Sedikit
Ayat kesepuluh
{وَقَالُوا أَإِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ
أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ ۚ بَلْ هُم بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ}
Dan mereka berkata:
"Apakah bila kami telah lenyap (hancur) dalam tanah, kami benar-benar akan
berada dalam ciptaan yang baru?" Bahkan mereka ingkar akan menemui
Tuhannya.
1) Kewajiban beriman akan adanya hari kebangkitan. Allah subhanahu wata’aalaa
berfirman:
{بَلِ الَّذِينَ لَا
يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ فِي الْعَذَابِ وَالضَّلَالِ الْبَعِيد} [سبأ: 8]
Tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat
berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh. [Saba': 8]
Ø Dari Abu
Hurairah radhiyallahu 'anhu; Jibril bertanya kepada Rasululah: Beri
tahu kepadaku tentang Iman?
Rasulullah ﷺ menjawab:
«أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ،
وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ
بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Engku meyakini tentang Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab
suci-Nya, para Rasul-Nya, hari kiamat, dan meyakini adanya takdir yang baik dan
yang buruk". [Sahih Bukhari dan Muslim]
Lihat: Perjalanan setelah kematian
2) Ada perselisihan dikalangan orang kafir tentang hari
kebangkitan:
1. Sebagian
mengimaninya seperti mayoritas umat Yahufi dan Nasrani. Allah subhanahu wa ta'aalaa
berfirman:
{وَقَالُوا لَن تَمَسَّنَا النَّارُ
إِلَّا أَيَّامًا مَّعْدُودَةً ۚ قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِندَ الله عَهْدًا فَلَن
يُخْلِفَ الله
عَهْدَهُ ۖ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى الله مَا لَا تَعْلَمُونَ} [البقرة : 80]
Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan
disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja". Katakanlah:
"Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan
memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang
tidak kamu ketahui?" [Al-Baqarah: 80]
2. Sebagian
meragukannya, Allah subhanahu
wata'aalaa berfirman:
{وَمَا أَظُنُّ
السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَى رَبِّي لَأَجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا
مُنْقَلَبًا} [الكهف:
35، 36]
(ia berkata:) "Dan aku tidak mengira hari kiamat itu
akan datang, dan jika sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan
mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu". [Al-Kahf: 35-36]
3. Sebagian
mengingkarinya, Allah subhanahu wata'aalaa
berfirman:
{وَقَالُوا إِنْ هِيَ
إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ} [الأنعام: 29]
Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), “Hidup hanyalah di
dunia ini, dan kita tidak akan dibangkitkan.” [Al-An'am: 29]
3) Empat bukti adanya hari kebangkitan:
1) Penciptaan langit dan
bumi, Allah subhanahu wata'aalaa
berfirman:
{لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا
يَعْلَمُونَ} [غافر:
57]
Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada
penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. [Gaafir:57]
2) Dihidupkannya bumi
setelah mati, Allah subhanahu wata'aalaa
berfirman:
{وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ
تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ
وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِ الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ قَدِيرٌ } [فصلت:
39]
Dan sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya, engkau melihat
bumi itu kering dan tandus, tetapi apabila Kami turunkan hujan di atasnya,
niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya (Allah) yang menghidupkannya pasti
dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. [Fushilat: 39]
3) Penciptaan manusia. Allah subhanahu
wata'aalaa berfirman:
{قَالَ مَنْ يُحْيِ
الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ (78) قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ
مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ} [يس: 78 - 79]
Ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang
belulang yang telah hancur luluh?" Katakanlah: "Ia akan dihidupkan
oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama, dan Dia Maha mengetahui
tentang segala makhluk. [Yaasiin: 78 - 79]
4) Dihidupkannya orang
mati (tidur) saat di dunia. Allah subhanahu wata'aalaa
berfirman:
{فَقُلْنَا اضْرِبُوهُ
بِبَعْضِهَا كَذَلِكَ يُحْيِ الله الْمَوْتَى وَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ
تَعْقِلُونَ} [البقرة:
73]
Lalu Kami berfirman, “Pukullah (mayat) itu dengan bagian dari
(sapi) itu!” Demikianlah Allah menghidupkan (orang) yang telah mati, dan Dia
memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya) agar kamu mengerti. [Al-Baqarah: 73]
Ø Hudzaifah radhiallahu'anhu berkata:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا اسْتَيْقَظَ
قَالَ: «الحَمْدُ لله الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ
النُّشُورُ» [صحيح
البخاري]
"Apabila Nabi ﷺ
bangun tidur, beliau mengucapkan: 'Al Hamdulillahilladzii ahyaana ba'da maa
amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan
kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).' [Shahih
Bukhari]
Lihat: Tafsir Surah An-Naba’
Ayat kesebelas
{قُلْ يَتَوَفَّاكُم مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي
وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ}
Katakanlah:
"Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu,
kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan".
1. Tidak ada dalil shahih tentang penyebutan nama Malaikat maut.
Lihat: Iman kepada malaikat
2. Sifat Malaikat maut yang mencabut ruh orang kafir. Allah subhanahu wa ta'aalaa
berfirman:
{وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ
يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا ۙ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ
وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ} [الأنفال : 50]
Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa
orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata):
"Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar", (tentulah kamu akan
merasa ngeri).
[Al-Anfaal: 50]
Ø Dalam hadits Al-Bara’
bin Azib radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ menceritakan bagaimana orang kafir dicabut nyawanya:
«وَإِنَّ الْعَبْدَ
الْكَافِرَ إِذَا كَانَ فِي انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ
الْآخِرَةِ، نَزَلَ إِلَيْهِ مِنَ السَّمَاءِ مَلَائِكَةٌ سُودُ الْوُجُوهِ،
مَعَهُمُ الْمُسُوحُ، فَيَجْلِسُونَ مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ، ثُمَّ يَجِيءُ مَلَكُ
الْمَوْتِ، حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ، فَيَقُولُ: أَيَّتُهَا النَّفْسُ
الْخَبِيثَةُ، اخْرُجِي إِلَى سَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَغَضَبٍ. فَتُفَرَّقُ فِي
جَسَدِهِ، فَيَنْتَزِعُهَا كَمَا يُنْتَزَعُ السَّفُّودُ مِنَ الصُّوفِ
الْمَبْلُولِ، فَيَأْخُذُهَا، فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِي يَدِهِ
طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَجْعَلُوهَا
فِي تِلْكَ الْمُسُوحِ، وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَنْتَنِ رِيحِ جِيفَةٍ وُجِدَتْ
عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ، فَيَصْعَدُونَ بِهَا، فَلَا يَمُرُّونَ بِهَا عَلَى
مَلَأٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ، إِلَّا قَالُوا: مَا هَذَا الرُّوحُ الْخَبِيثُ؟
فَيَقُولُونَ: فُلَانُ بْنُ فُلَانٍ بِأَقْبَحِ أَسْمَائِهِ الَّتِي كَانَ
يُسَمَّى بِهَا فِي الدُّنْيَا، حَتَّى يُنْتَهَى بِهِ إِلَى السَّمَاءِ
الدُّنْيَا، فَيُسْتَفْتَحُ لَهُ، فَلَا يُفْتَحُ لَهُ "، ثُمَّ قَرَأَ
رَسُولُ الله ﷺ: {لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ
الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ} [الأعراف: 40] فَيَقُولُ الله عَزَّ وَجَلَّ:
«اكْتُبُوا كِتَابَهُ فِي سِجِّينٍ فِي الْأَرْضِ السُّفْلَى، فَتُطْرَحُ رُوحُهُ
طَرْحًا». ثُمَّ قَرَأَ: {وَمَنْ يُشْرِكْ بِالله، فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ
السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ
سَحِيقٍ} [الحج:
31]»
Sebaliknya si hamba kafir jika berpisah dari dunia (meninggal) dan
menjemput akherat, ia ditemui malaikat langit yang wajahnya kusam yang membawa
kafan yang berwarna hitam legam terbuat dari rambut, mereka duduk di sisinya
yang malaikat tersebut besarnya sejauh mata memandang. Lantas malaikat maut
datang hingga duduk di kepalanya seraya membentak " Wahai roh yang busuk,
jemputlah kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya. Kata Nabi, lantas jasadnya
tercabik-cabik, dan malikat tersebut mencabut rohnya bagikan garu (atau gancu)
bermata banyak yang mencabik-cabik kain basah lantas mencabutnya. Jika malaikat
telah mencabutnya, ia tidak membiarkannya sekejap mata pun hingga ia bungkus
dalam kain hitam kelam dari rambut dan roh tersebut pergi dengan bau busuk
paling menyengat di muka bumi. Para malikat kemudian menaikkannya, dan tidaklah
mereka membawanya ke sekwanan malaikat di langit selain malaikat langit
berkomentar "Siapa roh busuk ini? Para malaikat yang membawanya memnjawab:
'Ini adalah si "C" anak si "D', dan mereka sebut nama terbukunya
yang sering manusia pergunakan untuk memanggil di dunia hingga mayit tersebut
sampai ke langit dunia dan langit dunia diminta dibukakkan. Dan, langit dunia
dibuka. Kemudian Rasulullah ﷺ
membaca ayat: {Tidak dibuka bagi mereka pintu langit dan tak akan mereka
masuk surga hingga unta masuk lubang jarum} (QS. Al-A'raf; 40) Lantas Allah
'azza wajalla berfirman: “Tulislah catatannya dalam “sijjin” di bumi
paling rendah”. Kontan rohnya dibuang sejauh-jauhnya, kemudian beliau membaca
ayat: {Siapa yang menyekutukan Alalh, maka seolah-olah dia tersungkur dari
langit lantas burung menyambarnya atau sebagaimana diterbangkan angin di tempat
jauh}. [Al-Hajj; 31]
Lihat: Hadits Al-Baraa’; Ketika ajal menjemput dan pertanyaan alam kubur
3. Setiap manusia akan kembali kepada Allah untuk mempertanggung
jawabkan amalannya. Allah
subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا
خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ} [المؤمنون : 115]
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan
kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada
Kami? [Al-Mu'minuun:
115]
{كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ
الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ} [العنكبوت : 57]
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah
kepada Kami kamu dikembalikan. [Al-'Ankabuut: 57]
{وَاتَّقُوا يَوْمًا
تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى الله ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ
وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ} [البقرة : 281]
Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari
yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian
masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah
dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). [Al-Baqarah: 281]
Ayat kedua belas
{وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو
رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا
نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ}
Dan, jika sekiranya
kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya
di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat
dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal
saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin".
Orang kafir
menyesal ingin dikembalikan untuk beramal di dunia tapi mereka berdusta. Allah subhanahu wa ta'aalaa
berfirman:
{حَتَّى إِذَا جَاءَ
أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ . لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا
تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا} [المؤمنون: 99-100]
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila
datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku
kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang
telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang
diucapkannya saja.
[Al-Mu’minuun: 99-100]
{وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ
وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ
بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (27) بَلْ بَدَا لَهُم مَّا
كَانُوا يُخْفُونَ مِن قَبْلُ ۖ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ
وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ} [الأنعام : 27-28]
Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke
neraka, lalu mereka berkata: "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan
tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang
beriman", (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). Tetapi
(sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu
menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka
kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya
mereka itu adalah pendusta belaka. [Al-An'am: 27-28]
Lihat: Jangan sampai menyesal
Ayat ketiga belas
{وَلَوْ شِئْنَا لَآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ
هُدَاهَا وَلَٰكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ
الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ}
Dan kalau Kami
menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan
tetapi telah tetaplah perkataan dari pada-Ku: "Sesungguhnya akan Aku
penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama".
1) Hidayah
milik Allah semata. Allah
subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{وَلَوْ شَاءَ الله
لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدَىٰ ۚ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْجَاهِلِينَ} [الأنعام : 35]
Dan kalau Allah menghendaki, tentu saja Allah menjadikan
mereka semua dalam petunjuk sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk
orang-orang yang jahil. [Al-An'aam: 35]
{وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ
لَآمَنَ مَن فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ أَفَأَنتَ تُكْرِهُ النَّاسَ
حَتَّىٰ يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ (99) وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تُؤْمِنَ إِلَّا
بِإِذْنِ اللهۚ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ} [يونس : 99-100]
Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang
yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya
mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? Dan tidak ada seorangpun akan
beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada
orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. [Yunus: 99-100]
2) Ahli
surga dan neraka sudah ditetapkan oleh Allaah. Allah subhanahu wa ta'aalaa
berfirman:
{وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ
لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ (118)
إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَ ۚ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ
رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ} [هود : 118-119]
Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia
umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali
orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan
mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan
memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. [Huud: 118:119]
Ø Dari Abdurrahman
bin Qatadah As-Sulamiy radiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ اللهَ خَلَقَ
آدَمَ، ثُمَّ أَخَذَ الْخَلْقَ مِنْ ظَهْرِهِ، وَقَالَ: هَؤُلَاءِ فِي الْجَنَّةِ
وَلَا أُبَالِي ، وَهَؤُلَاءِ فِي النَّارِ وَلَا أُبَالِي»
"Sesungguhnya Allah menciptakan Adam kemudian mengeluarkan anak
cucunya dari sulbinya dan berfirman: "Mereka itu akan masuk surga dan Aku
tidak peduli, dan mereka itu (kelompok yang lain) akan masuk neraka dan aku
tidak peduli!"."
Seseorang bertanya: Terus apa yang kita lakukan?
«عَلَى مَوَاقِعِ
الْقَدَرِ» [مسند
أحمد: صحيح]
"Kita melakukan sesuai dengan takdir". [Musnad Ahmad: Sahih]
Lihat: Tingkatan Iman kepada Takdir
Ayat keempat belas
{فَذُوقُوا بِمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ
هَٰذَا إِنَّا نَسِينَاكُمْ ۖ وَذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ}
Maka rasailah olehmu
(siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini.
Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal,
disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan.
1. Siapa
yang melupakan (melalaikan hak) Allah maka Allah juga akan melupakan
(mengabaikan)nya. Allah
subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{وَقِيلَ الْيَوْمَ
نَنسَاكُمْ كَمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ
وَمَا لَكُم مِّن نَّاصِرِينَ} [الجاثية : 34]
Dan dikatakan (kepada mereka): "Pada hari ini Kami
melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini
dan tempat kembalimu ialah neraka dan kamu sekali-kali tidak memperoleh
penolong".
[Al-Jatsiyah: 34]
{نَسُوا اللَّهَ
فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ} [التوبة : 67]
Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka.
Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. [At-Taubah: 67]
{قَالَ رَبِّ لِمَ
حَشَرْتَنِي أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا (125) قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ
آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ الْيَوْمَ تُنسَىٰ} [طه : 125-126]
Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan
aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang
melihat?" Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu
ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun
dilupakan".
[Thaha: 125-126]
2. Azab yang
kekal bagi orang kafir dan munafiq. Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{وَعَدَ الله
الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ
فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ} [التوبة: ٦٨]
Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan
dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya.
cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela'nati mereka, dan bagi mereka
azab yang kekal.
[At-Taubah:68]
Lihat: Surga dan neraka kekal
Wallahu a'lam!
Bersambung....
Lihat juga: Tafsir surah "Al-Qari'ah" - Tafsir Surah "At-Takatsur" - Tafsir surah "Al-'Ashr"
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...