Rabu, 16 September 2020

Syarah Kitab tauhid bab (20); Larangan beribadah kepada Allah di sisi kuburan orang shalih

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam bab ini, syekh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah menyebutkan 4 hadits yang menunjukkan larangan beribadah di kuburan.

a)       Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:

أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ ذَكَرَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَنِيسَةً رَأَتْهَا بِأَرْضِ الحَبَشَةِ يُقَالُ لَهَا مَارِيَةُ، فَذَكَرَتْ لَهُ مَا رَأَتْ فِيهَا مِنَ الصُّوَرِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أُولَئِكَ قَوْمٌ إِذَا مَاتَ فِيهِمُ العَبْدُ الصَّالِحُ، أَوِ الرَّجُلُ الصَّالِحُ، بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا، وَصَوَّرُوا فِيهِ تِلْكَ الصُّوَرَ، أُولَئِكَ شِرَارُ الخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ» [صحيح البخاري ومسلم]

Bahwa Ummu Salamah radhiallahu ‘anha bercerita kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang gereja yang ia lihat di negeri Habasyah (Ethiopia), yang dinamai “Mariya”, ia menceritakan apa yang ia lihat di dalamnya terdapat gambar-gambar, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Mereka itu, apabila ada hamba yang shaleh atau orang yang shaleh meninggal, mereka bangun di atas kuburannya sebuah tempat ibadah, dan mereka membuat di dalamnya gambar-gambar tersebut, dan mereka adalah sejelek-jelek makhluk disisi Allah”. [Shahih Bukhari dan Muslim]

Sabtu, 12 September 2020

Kitab Ilmu bab 3; Orang yang mengangkat suaranya ketika menyampaikan ilmu

بسم الله الرحمن الرحيم
Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

" بَابُ مَنْ رَفَعَ صَوْتَهُ بِالعِلْمِ "
Bab: “Orang yang mengangkat suaranya ketika menyampaikan ilmu”
Dalam bab ini Imam Bukhari ingin memberikan pengkhususan dari perintah merendahkan suara dan larangan meninggikannya sebagaimana firman Allah subhanahu wata’aalaa:
{وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ} [لقمان: 19]
Dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. [Luqman:19]

Sabtu, 05 September 2020

Kitab Ilmu bab 2; Orang yang ditanya suatu ilmu sedangkan ia sedang sibuk dalam pembicaraannya

بسم الله الرحمن الرحيم
Imam Bukhari -rahimahullah- dalam kitab Ash-Shahihnyaberkata:
بَابُ مَنْ سُئِلَ عِلْمًا وَهُوَ مُشْتَغِلٌ فِي حَدِيثِهِ، فَأَتَمَّ الحَدِيثَ ثُمَّ أَجَابَ السَّائِلَ
Bab: “Orang yang ditanya suatu ilmu sedangkan ia sedang sibuk dalam pembicaraannya, lalu ia menyempurnakannya kemudian menjawab si penanya”
Dalam bab ini, Imam Bukhari menjelaskan adab ulama dan penuntut ilmu. Beliau menyebutkan satu hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu melalui dua jalur sanad, beliau berkata:

Rabu, 02 September 2020

Kitab Ilmu bab 1; Keutamaan ilmu

 
A.    Pembahasan pertama.
Imam Bukhari -rahimahullah- dalam kitab Shahih-nya berkata:
" بَابُ فَضْلِ العِلْمِ "
“Bab: Keutamaan ilmu”
Dalam bab ini, imam Bukhari tidak menyebutkan satupun hadits tentang keutamaan ilmu. Beliau hanya menyebutkan 2 ayat yang mewakili kemuliaan dan keutamaan ilmu.

Senin, 31 Agustus 2020

Hukum seputar sujud tilawah

بسم الله الرحمن الرحيم
Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat Sajadah dari Al-Qur’an.
A.    Keutamaan sujud tilawah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي، يَقُولُ: يَا وَيْلَهُ أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ " [صحيح مسلم]
“Jika anak cucu Adam membaca ayat sajadah kemudian ia sujud maka setan pergi sambil menangis dan berkata: "Ya Wail (neraka), anak cucu Adam diperintahkan bersujud lalu mereka sujud dan masuk surga, sedangkan aku diperintahkan sujud lalu aku tidak mau maka neraka untukku".” [Sahih Muslim]

Rabu, 26 Agustus 2020

Penjelasan singkat kitab Ash-Shaum dari Sahih Bukhari; Bab (68) Puasa hari ‘Asyura’

بسم الله الرحمن الرحيم
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
بَابُ صِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ
Bab: Puasa hari ‘Asyura’
Ini adalah bab terahkir dari kitab “Puasa”. Dalam bab ini imam Bukhari menjelaskan tentang hukum dan sejarah berpuasa pada hari ‘Asyura’, dengan meriwayatkan 8 hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Ibnu ‘Umar, Aisyah, Mu’awiayh bin Abi Syufyan, Ibnu ‘Abbas, Abu Musa Al-Asy’ariy, dan Salamah bin Al-Akwa’ radhiyallahu ‘anhum.

Kamis, 20 Agustus 2020

Keistimewaan bulan Muharram

بسم الله الرحمن الرحيم
Allah memberikan kemuliaan kepada makhlukNya sesuai kehendakNya:
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{قُلْ إِنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ} [آل عمران: 73]
Katakanlah: "Sesungguhnya karunia (kemuliaan) itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui". [Ali ‘Imran: 73]

Rabu, 19 Agustus 2020

Syarah Kitab tauhid bab (19); Penyebab utama kekafiran adalah berlebihan dalam mengagungkan orang shalih

بسم الله الرحمن الرحيم
Dalam bab ini syekh Muhammad bin Abdil Wahhab –rahimahullah- menyebutkan 1 ayat dan 4 hadits:
Ø  Firman Allah ‘azza wajalla:
{يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا} [النساء: 171]
Wahai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. cukuplah Allah menjadi Pemelihara. [An-Nisaa': 171]

Jumat, 14 Agustus 2020

Hadits Ibnu Mas’ud; Jujurlah jangan berdusta

بسم الله الرحمن الرحيم
'Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا»
“Kalian harus berlaku jujur, karena kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur dan memelihara kejujuran, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah. Dan hindarilah dusta, karena kedustaan itu akan menggiring kepada kejahatan dan kejahatan itu akan menjerumuskan ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan memelihara kedustaan, maka ia akan dicatat sebagai pendusta di sisi Allah." [Shahih Bukhari dan Muslim]