Minggu, 15 Mei 2011

Keutamaan Tauhid

بسم الله الرحمن الرحيم


Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kita kepada aqidah tauhid, semoga nikmat ini akan selalu bersama kita sampai nafas yang terakhir.

Berikut keutamaan tauhid dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah yang sahih :

Tauhid adalah perintah Allah subhanahu wa ta'aalaa

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ}
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia. [Al-Israa':23]

Fitrah umat manusia

Dari Abu Hurairah; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ
Tiada seorangpun yang lahir kecuali dalam keadaan fitrah (naluri ber-tauhid), lalu ibu bapaknya menjadikan dia Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi, seperti hewan melahirkan hewan, apakah ada yang lahir tanpa telinga dan hidung?
Abu Hurairah berkata: Alla subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ}
(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus. [Ar-Ruum:30] [Sahih Bukhari]

Hak Allah ta'aalaa terhadap hamba-Nya

Mu'adz bin Jabal berkata: Suatu hati aku di belakang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di atas keledai yang dinamai 'Ufair, Rasulullah berkata:
« يَا مُعَاذُ تَدْرِى مَا حَقُّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ »
"Wahai Mu'adz .. tahukah engkau apa hak Allah terhadap hamba-Nya dan apa hak hamba terhadap Allah?"
Mu'adz menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.
Rasulullah bersabda:
« فَإِنَّ حَقَّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوا اللَّهَ وَلاَ يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَحَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ لاَ يُعَذِّبَ مَنْ لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا »
"Sesungguhnya hak Allah terhadap hamba-Nya adalah tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan hak hamba terhadap Allah adalah tidak menyiksa orang-orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun".
Mu'adz bertanya: Ya Rasulullah, apakah boleh aku menyampaikan berita gembira ini kepada orang-orang?
Rasulullah menjawab:
«لاَ تُبَشِّرْهُمْ، فَيَتَّكِلُوا»

"Jangan engkau sampaikan berita gembira ini kepada mereka, nanti mereka akan bergantung kepadanya (dan meninggalkan ketaatan)". [Sahih Bukhari dan Muslim] 

Tujuan penciptaan jin dan manusia

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون}
Sebagian ulama menafsirkan ayat ini: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka men-taudid-kan Aku." [Adz-Dzaryaat:56] Kerena tanpa tauhid ibadah seseorang tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa ta'aalaa.

Dari Abu Hurairah; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Allah tabaaraka wa ta'aalaa berfirman (dalam hadits qudsi):
أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
"Aku paling tidak membutuhkan sekutu, barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan dan menyekutukan aku dengan sesuatu maka aku tinggalkan ia dengan sekutuannya. [Sahih Muslim]

Da'wah setiap Rasul

Setiap Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah subhanahu wa ta'aalaa pada kaumnya mereka mengemban tugas utama yaitu menyeru pada aqidah yang sama, aqidah tauhid, peng-Esa-an pada Allah dan meninggalkan berhala-berhala yang mereka sembah.

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ} [الأنبياء: 25]
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul-pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". (QS. Al-Anbiya: 25).
{وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ} [النحل: 36]
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu". (QS. An-Nahl: 36).

Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah subhanahu wa ta'aalaa .

Karena pentingnya tauhid, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selama 13 tahun di Mekah hanya menitik beratkan da'wanya pada pendalaman tauhid meninggalkan berhala-berhala sebagai sembahan.

Tugas utama seorang da'i

Ibnu Abbas berkata: Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus Mu'az bin Jabal ke bangsa Yaman beliau berkata kepadanya:
إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ تَعَالَى
Sesungguhnya engkau mendatangi kaum ahli kitab, maka hendaklah yang paling pertama engkau ajak mereka adalah meng-tauhid-kan Allah ta'ala, ... [Sahih Bukhari]

Dan dalam riwayat lain:
فَادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنِّى رَسُولُ اللَّه 
... Maka ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa "tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku (Muhammad) adalah utusan Allah" ... [Sahih Muslim]

Rukun Islam yang pertama

Dari Ibnu Umar; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ "
Islam dibangun atas lima perkara; bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, menunaikan haji, dan puasa di bulan Ramadhan. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Cabang Iman yang paling utama

Dari Abu Hurairah; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
« الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ »
"Keimanan itu terdiri dari enam puluh lebih cabang. Yang paling afdal (tinggi kedudukannya) adalah mengatakan "tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah", dan yang paling rendah adalah menjauhkan duri/kotoran dari jalan. Dan rasa malu adalah cabang dari keimanan". [Sahih Muslim]

Mendapatkan ampunan

Dari Anas bin Malik; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Allah berfirman (dalam hadits qudsi):
يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلَا أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، وَلَا أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِي لَا تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
"Wahai anak cucu Adam .. sesungguhnya jika engkau meminta dan mengharap kepada-Ku maka akan Aku ampuni semua dosa yang engkau lakukan tanpa Kupikirkan. Wahai anak cucu Adam .. seandainya dosamu mencapai awan di langit kemudian engkau meminta ampun pada-Ku maka Aku akan mengampunimu tanpa Kupikirkan. Wahai anak cucu Adam .. seandainya engkau datang kepada-Ku dengan dosa sebanyak bumi kemudian engkau menemuiku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu pun, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sebanyak itu pula". [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Memberatkan timbangan amal kebaikan di akhirat

Dari Abdullah bin 'Amr; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
يُصَاحُ بِرَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ فَيُنْشَرُ لَهُ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ سِجِلًّا كُلُّ سِجِلٍّ مَدَّ الْبَصَرِ، ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: هَلْ تُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا؟ فَيَقُولُ: لَا يَا رَبِّ! فَيَقُولُ: أَظَلَمَتْكَ كَتَبَتِي الْحَافِظُونَ؟ ثُمَّ يَقُولُ: أَلَكَ عَنْ ذَلِكَ حَسَنَةٌ؟ فَيُهَابُ الرَّجُلُ فَيَقُولُ: لَا! فَيَقُولُ: بَلَى إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَاتٍ وَإِنَّهُ لَا ظُلْمَ عَلَيْكَ الْيَوْمَ. فَتُخْرَجُ لَهُ بِطَاقَةٌ فِيهَا "أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ" قَالَ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلَّاتِ؟ فَيَقُولُ: إِنَّكَ لَا تُظْلَمُ! فَتُوضَعُ السِّجِلَّاتُ فِي كِفَّةٍ وَالْبِطَاقَةُ فِي كِفَّةٍ فَطَاشَتْ السِّجِلَّاتُ وَثَقُلَتْ الْبِطَاقَةُ
Seorang dari umatku dipanggil pada hari kiamat di depan semua makluk. Lalu diperlihatkan untuknya 99 buku besar berisi dosa-dosanya, setiap buku panjangnya sejauh mata memandang. Kemudian Allah bertanya kepadanya: Apakah ada yang engkau ingkari dari buku-buku tersebut?
Ia menjawab: Tidak , Ya Rabb!
Kemudian Allah bertanya: Apakah malaikat pencatat-Ku mendzalimu kamu?  
Kemudian Allah bertanya lagi: Apakah kamu punya kebaikan selain keburukan tersebut?
Orang tersebut merasa malu menjawab: Tidak ada ya Rabb!
Maka Allah berkata: Tapi engkau punya kebaikan pada kami, dan sesungguhnya pada hari ini kamu tidak akan didzalimi.
Lalu dikeluarkan untuknya sebuah kartu tertulis "aku bersaksi sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya".
Lalu ia bertanya: Ya Rabb .. apa yang bisa diperbuat oleh kartu ini dengan buku-buku besar itu?
Allah menjawab: Kamu tidak akan didzalimi.
Lalu buku-buku besar itu diletakkan pada satu piring timbangan dan kartu itu di piring yang satunya lagi, tiba-tiba buku-buku besar itu terangkat tinggi dan kartu itu lebih berat ditimbangan. [Sunan Ibnu Majah: Sahih]

Kunci surga
 
Dari 'Ubadah bin Ash-Shamit; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
« مَنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ »
Barangsiapa yang bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan Isa adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya (Maryam), kalimat yang Ia tiupkan ke rahim Maryam, dan ruh dari Allah, dan surga adalah benar keberadaanya, dan neraka adalah benar keberadaanya, Allah akan memasukkannya ke surga dari pintu manapun yang dari 8 pintu surga yang ia kehendaki. [Sahih Bukhari dan Muslim]
   
Dan dari Jabir bin Abdillah; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
« مَنْ لَقِىَ اللَّهَ لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَقِيَهُ يُشْرِكُ بِهِ دَخَلَ النَّارِ »
Barangsiapa yang bertemu dengan Allah tampa menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, ia akan masuk surga. Dan barangsiapa yang bertemu dengan Allah dalam keadaan musyrik, ia akan masuk neraka. [Sahih Muslim]
   
Abu Dzar berkata: Aku mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau memakai baju putih dan sedang tidur. Kemudian aku mendatanginya lagi dan telah bangun sambil bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ مَاتَ عَلَى ذَلِكَ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ
"Tidak seorang hamba pun yang mengatakan "tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah" kemudaian mati dengan keyakinan itu kecuali ia akan masuk surga".
Aku bertanya: Sekalipun ia telah berzina dan mencuri?
Rasulullah menjawab:
وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ
"Sekalipun ia telah berzina dan mencuri".
Aku bertanya lagi: Sekalipun ia telah berzina dan mencuri?
Rasulullah menjawab:
وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ
"Sekalipun ia telah berzina dan mencuri".
Aku bertanya lagi: Sekalipun ia telah berzina dan mencuri?
Rasulullah menjawab:
وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ عَلَى رَغْمِ أَنْفِ أَبِي ذَرٍّ
"Sekalipun ia telah berzina dan mencuri, hinalah Abi Dzar".
Abu Dzar jika menyampaikan hadits ini selalu mengatakan: Hinalah Abi Dzar. [Sahih Bukhari]
   
Dan dari Usman, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، دَخَلَ الْجَنَّةَ»
"Barang siapa yang meninggal dan mengatahui bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, ia akan masuk surga". [Muslim]
   
Dan dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنِّي رَسُولُ اللهِ، لَا يَلْقَى اللهَ بِهِمَا عَبْدٌ غَيْرَ شَاكٍّ فِيهِمَا، إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ»
"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Aku adalah utusan Allah, tidak seorang hamba pun yang bertemu dengan Allah dengan dua kalimat tersebut tanpa keraguan kecuali ia masuk surga". [Sahih Muslim]

Diharamkan masuk neraka
   
Dari Mu'az bin Jabal, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ، إِلَّا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ»
"Tidak seorangpun yang bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan Rasul Allah, jujur dari lubuk hatinya, kecuali Allah mengharamkan baginya api neraka".
Mu'adz bertanya: Ya Rasulullah, tidakkah ini kusampaikan kepada orang-orang dan mereka mendapat berita gembira?
Rasulullah menjawab:
«إِذًا يَتَّكِلُوا»
"Jangan, nanti mereka akan bergantung padanya (dan meninggalkan ketaatan)". [Sahih Bukhari]
   
Dan dari 'Itban bin Malik, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ
"Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang-orang yang mengatakan: "Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah", ia mengatakannya hanya demi mengharapkan wajah Allah". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Mendapatkan syafa'at Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
   
Abu Hurairah berkata: Ya Rasulullah .. siapakah yang paling bahagia dengan syafa'atmu di hari kiamat?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:
لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلَنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ
Sudah kusangka wahai Abu Hurairah kalau tidak ada yang menanyakan hadits ini sebelum engkau, karena semangatmu dalam menuntut hadits. Orang yang paling bahagia dengan syafa'atku di hari kiamat adalah orang yang mengatakan "tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah" dengan ikhlas dari dirinya. [Sahih Bukhari] 

Keluar dari neraka setelah disiksa
   
Dari Anas bin Malik pada hadits syafa'at; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:
يَا رَبِّ ائْذَنْ لِي فِيمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَيَقُولُ وَعِزَّتِي وَجَلَالِي وَكِبْرِيَائِي وَعَظَمَتِي لَأُخْرِجَنَّ مِنْهَا مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Ya Tuhanku .. izinkan aku mengeluarkan dari neraka orang-orang yang mengatakan "tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah". Allah menjawab: Demi kekuasaan-Ku, kemuliaan-Mu, kebesaran-Ku, dan keagungan-Ku .. akan Aku keluarkan dari neraka orang-orang yang mengatakan "tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah". [Sahih Bukhari]

Berhak memberi syafa'at

Dari Abdullah bin Abbas; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
« مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلاً لاَ يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ شَفَّعَهُمُ اللَّهُ فِيهِ » [صحيح مسلم]
Tidak seorang muslim pun yang meninggal kemudian disalati jenazahnya oleh empat puluh orang, mereka tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, kecuali Allah akan menerima syafa'at mereka padanya.  [Sahih Muslim]

Bertumpu pada satu tujuan
   
Orang yang memiliki aqidah tauhid akan menfokuskan tujuan dan harapannya hanya kepada Allah semata, tidak ada yang ia takuti selain Allah dan tidak ada yang ia dambakan selain dari Allah Tuhan Yang Maha Esa.
   
Nabi Yusuf 'alaihissalam bertanya kepada teman-temannya di penjara dengan penuh logika:
{يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ} [يوسف: 39]
"Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?" [Yusuf:39]
   
Dalam ayat lain Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلًا فِيهِ شُرَكَاءُ مُتَشَاكِسُونَ وَرَجُلًا سَلَمًا لِرَجُلٍ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ} [الزمر: 29]
"Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya? segala puji bagi Allah tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." [Az-Zumar:29]

Mendapatkan pertolongan dari Allah subhanahu wa ta'aalaa
   
Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ} [النور: 55]
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik". [An-Nur:55]

Mendapat keamanan dan petunjuk
   
Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ} [الأنعام: 82]
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." [Al-An'am:82]
   
Abdullah bin Mas'ud berkata: Ketika ayat ini turun {الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ} umat islam sangat merasa berat, mereka bertanya: Ya Rasulullah, siapa dari kami yang tidak pernah mendzalimi dirinya (degan dosa sekecil apapun)?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:
لَيْسَ ذَلِكَ إِنَّمَا هُوَ الشِّرْكُ أَلَمْ تَسْمَعُوا مَا قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ {يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ}
Bukan itu maksudnya, yang dimaksud dengan dzalim di sini adalah syirik, tidakkah kalian mendengar apa kata Lukman kepada anaknya ketika memberinya nasehat? "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". [Luqman:13] [Sahih Bukhari dan Muslim]

Wallahu a'lam !

*  Lihat juga : Urgensi Ilmu Aqidah
                      Pembagian Tauhid 
                      Syarat sah kalimat syahadat 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...