بسم
الله الرحمن الرحيم
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{يَا
أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا
تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ (168)
إِنَّمَا يَأْمُرُكُم بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ
مَا لَا تَعْلَمُونَ} [البقرة : 168-169]
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa
yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan;
karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya
syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap
Allah apa yang tidak kamu ketahui. [Al-Baqarah: 168-169]
Petikan hikmah dari dua ayat ini:
1.
Seruan kepada seluruh manusia, terkhusus orang beriman
karena Al-Qur'an adalah petunjuk untuk seluruh umat manusia.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{شَهْرُ
رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ
الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ} [البقرة : 185]
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan)
Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai
petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
[Al-Baqarah: 185]
Lihat: Keistimewaan Al-Qur'an
2.
Kewajiban makan untuk kelangsungan hidup.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{وَكُلُوا
مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنتُم
بِهِ مُؤْمِنُونَ} [المائدة
: 88]
Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah
telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman
kepada-Nya.
[Al-Maidah:: 88]
{يَا
بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا
تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ} [الأعراف : 31]
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap
(memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. [Al-A'raaf: 31]
3.
Segala sesuatu di muka bumi ini hukum asalnya halal
dikomsumsi dan dimanfaatkan sampai ada dalil yang menunjukkan larangan.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{هُوَ
الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا} [البقرة : 29]
Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk
kamu. [Al-Baqarah:
29]
Ø Dari Abi
Ad-Dardaa' radhiyallahu 'anhu; Nabi ﷺ bersabda:
"مَا أَحَلَّ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ
فَهُوَ حَلَالٌ، وَمَا حَرَّمَ فَهُوَ حَرَامٌ، وَمَا سَكَتَ عَنْهُ فَهُوَ
عَافِيَةٌ فَاقْبَلُوا مِنَ اللَّهِ عَافَيْتَهُ، فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُنْ
نَسِيًّا "، ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ {وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا} [مريم: 64]
"Apa yang dihalalkan oleh Allah dalam kitabNya maka itu
halal, dan apa yang diharamkan maka itu haram, dan apa yang didiamkan maka itu
dimaafkan, maka terimalah apa yang dimaafkan dari Allah karena Allah tidak
mungkin lupa”, kemudian beliau membaca ayat ini {dan tidaklah Tuhanmu lupa}
[Maryam: 64] [Sunan Ad-Daraquthniy]
Lihat: 10 kaidah dalam perkara halal dan haram
4.
Yang haram ada dua:
a)
Haram karena dzatnya
yaitu yang buruk, seperti bangkai, darah mengalir, anjing, babi, binatang buas,
minuman memabukkan dll.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{قُل لَّا
أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَن
يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَّسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ
أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا
عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ} [الأنعام : 145]
Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang
diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya,
kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi --
karena sesungguhnya semua itu kotor -- atau binatang yang disembelih atas nama
selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak
menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". [Al-An'aam: 145]
Lihat: Makanan dan minuman
b)
Haram karena unsur luar
seperti hasil curian, rampasan, tipuan, dll.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{وَلَا
تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى
الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِّنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ
وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ} [البقرة : 188]
Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang
lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa
(urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada
harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. [Al-Baqarah: 188]
Lihat: Puasa melatih untuk menjauhi harta haram
5.
Larangan mengikuti langkah-langkah syaitan.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ وَمَن
يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ
أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ
عَلِيمٌ} [النور
: 21]
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti
langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan,
maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang
mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu
sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan
keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang
dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [An-Nuur: 21]
6.
Syaitan adalah musuh yang nyata.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا
خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ} [البقرة : 208]
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam
keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya
syaitan itu musuh yang nyata bagimu. [Al-Baqarah: 208]
{وَقُل
لِّعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ
بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنسَانِ عَدُوًّا مُّبِينًا} [الإسراء : 53]
Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka
mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu
menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah
musuh yang nyata bagi manusia. [Al-Israa ': 53]
{قَالَ
رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ
وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ} [الحجر : 39]
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah
memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik
(perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka
semuanya. [Al-Hijr:
39]
7.
Syaitan bisa berupa jin atau manusia.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{وَكَذَٰلِكَ
جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي
بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا
فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ} [الأنعام : 112]
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh,
yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian
mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang
indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka
tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. [Al-An'aam: 112]
8.
Syaitan memerintahkan untuk melakukan segala keburukan,
mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ
وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ
وَفَضْلًا ۗ
وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ} [البقرة : 268]
Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan
dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu
ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha
Mengatahui.
[Al-Baqarah: 268]
9.
Tipu daya syaitan yang terbesar adalah berbicara tentang
Allah tanpa ilmu.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{قُلْ
إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ
يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ} [الأعراف : 33]
Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang
keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar
hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah
dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan)
mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui". [Al-A'raaf: 33]
{وَإِذَا
فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللَّهُ أَمَرَنَا
بِهَا ۗ قُلْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى
اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ} [الأعراف : 28]
Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata:
"Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah
menyuruh kami mengerjakannya". Katakanlah: "Sesungguhnya Allah tidak
menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji". Mengapa kamu mengada-adakan
terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? [Al-A'raaf: 28]
{وَقَالُوا
لَن تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَّعْدُودَةً ۚ قُلْ أَتَّخَذْتُمْ
عِندَ اللَّهِ عَهْدًا فَلَن يُخْلِفَ اللَّهُ عَهْدَهُ ۖ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى
اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ} [البقرة : 80]
Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan
disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja". Katakanlah:
"Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan
memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang
tidak kamu ketahui?" [Al-Baqarah: 80]
{قَالُوا
اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا ۗ سُبْحَانَهُ ۖ هُوَ الْغَنِيُّ ۖ لَهُ مَا فِي
السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ إِنْ عِندَكُم مِّن سُلْطَانٍ بِهَٰذَا ۚ
أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ} [يونس : 68]
Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: "Allah
mempuyai anak". Maha Suci Allah; Dialah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa
yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang
ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? [Yunus: 68]
10. Larangan berbicara tentang agama
tanpa ilmu berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{وَلَا
تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ
كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا} [الإسراء: 36]
Dan janganlah kamu mengikuti} jangan mengatakan {apa yang
kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran,
penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. [Al-Israa':36]
Ø Dari Jundub
bin Abdillah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda:
"مَنْ قَالَ فِي الْقُرْآنِ بِرَأْيِهِ
فَأَصَابَ فَقَدْ أَخْطَأَ"
"Barang siapa mengatakan tentang Al-Qur'an dengan
pendapatnya, maka dia tetap salah walaupun pendapatnya benar." [Sunan
Tirmidziy: Sanadnya lemah namun maknanya
shahih]
Lihat: Kitab I’tisham, bab (07): Logika yang tercela dan qiyas yang berlebihan
Wallahu a'lam!
Lihat juga: Perumpamaan kenikmatan dunia (Tafsir ayat 20 surah Al-Hadiid) - Tafsir Surah "At-Takatsur" - Tafsir surah "Al-'Ashr"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...