بسم
الله الرحمن الرحيم
A.
Bab 15.
Imam Bukhari rahimahullah
berkata:
"باب:
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ"
Bab: Menyambung silaturahim bukan sekedar menyepadani
Dalam bab ini, imam Bukhari menjelaskan tentang silaturahim
yang sesungguhnya yang pahala dan keutamaannya lebih besar.
Imam Bukhari rahimahullah
berkata:
٥٦٤٥ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ:
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ [الثوري]، عَنِ الْأَعْمَشِ وَالْحَسَنِ بْنِ عَمْرٍو
وَفِطْرٍ [بن خليفة]، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو: -قَالَ
سُفْيَانُ: لَمْ يَرْفَعْهُ الْأَعْمَشُ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ، وَرَفَعَهُ حَسَنٌ
وَفِطْرٌ-، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: "لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ،
وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا"
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir, ia
berkata: Telah mengabarkan kepada kami Sufyan [Ats-Tsauriy], dari Al-A'masy,
Hasan bin 'Amru dan Fithr [bin Khalifah], dari Mujahid, dari Abdullah bin
'Amru, -Sufyan mengatakan; Namun Al-A'masy tidak merafa'kannya kepada Nabi ﷺ, sedangkan Hasan dan Fithr merafa'kannya (menyambungkannya)
kepada Nabi ﷺ-, beliau bersabda, "Orang yang
menyambung silaturrahmi bukanlah orang yang membalas (silaturahim) akan tetapi
orang yang menyambung silaturrahmi adalah orang yang menyambungnya kembali
ketika tali silaturrahmi itu sempat terputus."
Penjelasan singkat hadits ini:
1.
Biografi
Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma.
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/
2.
Kebaikan yang
sesungguhnya bukan dengan membalas kebaikan dengan kebaikan tetapi membalas
keburukan dengan kebaikan.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَالَّذِينَ
صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا
رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ
أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ} [الرعد : 22]
Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya,
mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada
mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan
kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). [Ar-Ra'd: 22]
Ø Dari Abu
Ayyub Al-Anshariy radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda:
"إِنَّ
أَفْضَلَ الصَّدَقَةِ الصَّدَقَةُ عَلَى ذِي الرَّحِمِ الْكَاشِحِ" [مسند أحمد: صحيح]
"Sesungguhnya sedekah yang paling baik adalah sedekah
kepada kerabat yang memusuhi". [Musnad Ahmad: Sahih]
3. Pertolongan Allah ta’aalaa bagi orang yang menjaga tali rahimnya
tetap terjalin.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Seorang
bertanya: Ya Rasulullah, aku memiliki kerabat yang aku sering menyambungnya
tapi mereka memutuskanku, aku berbuat baik kepada mereka tapi mereka berlaku
buruk kepadaku, aku bersikap lembut kepada mereka tapi mereka bertindak kasar
kepadaku!
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:
"لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ،
فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ وَلَا يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللهِ ظَهِيرٌ
عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلِكَ" [صحيح مسلم]
"Jika engkau seperti yang kau ceritakan, maka
seakan-akan engkau memberi makan kepada mereka dengan pasir panas, dan akan
selalu bersamamu pertolongan dari Allah untuk menghadapi mereka selama engaku
seperti itu". [Sahih Muslim]
4.
Jangan
ikut-ikutan melakukan keburukan.
Dari Huzaifah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda:
"لَا تَكُونُوا إِمَّعَةً؛ تَقُولُونَ
إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَحْسَنَّا وَإِنْ ظَلَمُوا ظَلَمْنَا، وَلَكِنْ وَطِّنُوا
أَنْفُسَكُمْ؛ إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَنْ تُحْسِنُوا وَإِنْ أَسَاءُوا فَلَا
تَظْلِمُوا"
"Janganlah kalian menjadi pengekor." Kalian
mengatakan, "Jika orang-orang berbuat baik, kami pun berbuat baik. Jika
mereka berbuat zalim, kami pun berbuat zalim." Akan tetapi, mantapkanlah
diri kalian: jika orang-orang berbuat baik, berbuat baiklah kalian; dan jika
mereka berbuat buruk, janganlah kalian berbuat zalim. [Sunan Tirmidzi]
Ø Abdullah bin
'Amru bin Al-'Ash radhiyallahu
'anhuma berkata; Suatu hari ketika kami sedang berada bersama
Rasulullah ﷺ, beliau bersabda:
«طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ»، فَقِيلَ: مَنِ
الْغُرَبَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «أُنَاسٌ صَالِحُونَ، فِي أُنَاسِ سُوءٍ
كَثِيرٍ، مَنْ يَعْصِيهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيعُهُمْ» [مسند
أحمد: حسن لغيره]
"Beruntunglah orang-orang yang
asing." Maka dikatakan kepada beliau, "Siapakah orang-orang asing itu
wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang-orang shalih yang berada
di tengah-tengah orang-orang jahat yang banyak, yang mengingkari mereka
jumlahnya lebih banyak daripada yang menaati mereka." [Musnad Ahmad: Hasan
ligairih]
Ø Dalam riwayat
lain, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu;
Rasulullah ﷺ ditanya: Siapa mereka wahai
Rasulullah?
Rasulullah menjawab:
«الَّذِينَ يَصْلُحُونَ إِذَا فَسَدَ
النَّاسُ»
"Orang-orang yang beramal shaleh
ketika orang-orang telah rusak". [Silsilah Ash-Shahihah 3/267 no.1273]
Lihat: Ahlus Sunnah wal Jama’ah akhir zaman Menggenggam bara api
B.
Bab 16.
Imam Bukhari rahimahullah
berkata:
باب: مَنْ
وَصَلَ رَحِمَهُ فِي الشِّرْكِ ثُمَّ أَسْلَمَ.
Bab: Orang yang menyambung silaturahim saat masih
musyrik kemudian masuk Islam.
Dalam bab ini, imam Bukhari menjelaskan tentang kebaikan menyambung
silaturahim sebelum memeluk Islam akan diberikan pahalanya jika masuk Islam.
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
٥٦٤٦ - حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ:
أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ: أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ
الزُّبَيْرِ: أَنَّ حَكِيمَ بْنَ حِزَامٍ أَخْبَرَهُ
أَنَّهُ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ أُمُورًا كُنْتُ أَتَحَنَّثُ
بِهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ، مِنْ صِلَةٍ، وَعَتَاقَةٍ، وَصَدَقَةٍ، هَلْ كان لِي
فِيهَا مِنْ أَجْرٍ؟ قَالَ حَكِيمٌ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "أَسْلَمْتَ
عَلَى مَا سَلَفَ مِنْ خَيْر".
Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Yaman, ia berkata: Telah
mengabarkan kepada kami Syu'aib, dari Az-Zuhriy, dia berkata: Telah mengabarkan
kepadaku 'Urwah bin Zubair; Bahwa Hakim bin Hizam telah mengabarkan
kepadanya bahwa dia berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda
tentang perkara-perkara kebaikan yang pernah saya lakukan pada masa Jahiliyyah
seperti menyambung tali kekerabatan, memerdekakan budak dan sedekah, apakah saya
mendapatkan pahala darinya? Hakim berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Setelah kamu masuk Islam, kamu akan mendapatkan
pahala atas kebaikan yang pernah kamu lakukan."
وَيُقَالُ
أَيْضًا: عَنْ أَبِي الْيَمَانِ: "أَتَحَنَّثُ". وَقَالَ مَعْمَرٌ
وَصَالِحٌ [بن كيسان] وَ[عبد الرحمن بن خالد] ابْنُ الْمُسَافِرِ:
"أَتَحَنَّثُ". وَقَالَ ابْنُ إسحق: "التَّحَنُّثُ التَّبَرُّرُ".
وتابعه هِشَامٌ، عَنْ أَبِيهِ.
Dan dikatakan pula dari Abu Al-Yaman dengan redaksi "Atahannatsu
(telah aku kerjakan), begitu juga Ma'mar, Shalih [bin Kaisan] dan [Abdurrahman
bin Khalid] Ibnu Musafir menggunakan redaksi "Atahannatsu (telah
aku kerjakan)." Ibnu Ishaq mengatakan, "At-tahannutsu artinya tabarruru
(berbuat baik)." Hal ini diperkuat juga oleh Hisyam dari Ayahnya."
Takhrij
riwayat yang mu'allaq:
a)
Riwayat Ma'mar bin Rasyid rahimahullah.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah secara utuh dalam kitab Zakat, bab “Orang yang
bersedekah di masa musyrik kemudian masuk Islam”. Imam Bukhari rahimahullah
berkata:
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ
الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ حَكِيمِ
بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ،
أَرَأَيْتَ أَشْيَاءَ كُنْتُ أَتَحَنَّثُ بِهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ، مِنْ
صَدَقَةٍ أَوْ عَتَاقَةٍ وَصِلَةِ رَحِمٍ، فَهَلْ فِيهَا مِنْ أَجْرٍ؟ فَقَالَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "أَسْلَمْتَ عَلَى مَا سَلَفَ
مِنْ خَيْرٍ"
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Muhammad, ia
berkata: Telah menceritakan kepada kami Hisyam, ia berkata: Telah menceritakan
kepada kami Ma'mar dari Az-Zuhriy dari 'Urwah dari Hakim bin Hizam radhiallahu'anhu
berkata, Aku berkata,: "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu, saat masih
di zaman jahiliah aku sering beribadah mendekatkan diri dengan cara bersedekah,
membebaskan budak dan juga menyambung silaturrahim, apakah dari itu semuanya
aku akan mendapatkan pahala?" Maka Nabi ﷺ bersabda, "Kamu akan menerima dari kebaikan yang dahulu
kamu lakukan".
b)
Riwayat Shalih bin Kaisan rahimahullah.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah dalam As-Shahih kitab "Al-Iman", beliau berkata:
وحَدَّثَنَا
حَسَنٌ الْحُلْوَانِيُّ، وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ الْحُلْوَانِيُّ:
حَدَّثَنَا وَقَالَ عَبْدٌ: حَدَّثَنِي يَعْقُوبُ وَهُوَ ابْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ
سَعْدٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي
عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، أَنَّ حَكِيمَ بْنَ حِزَامٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ قَالَ
لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيْ رَسُولَ اللَّهِ
أَرَأَيْتَ أُمُورًا كُنْتُ أَتَحَنَّثُ بِهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ، مِنْ صَدَقَةٍ
أَوْ عَتَاقَةٍ أَوْ صِلَةِ رَحِمٍ، أَفِيهَا أَجْرٌ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "أَسْلَمْتَ عَلَى مَا أَسْلَفْتَ مِنْ
خَيْرٍ"
Dan telah menceritakan kepada kami Hasan Al-Hulwani dan Abd
bin Humaid, Al-Hulwani berkata, Telah menceritakan kepada kami, dan Abd
berkata, Telah menceritakan kepadaku Ya'qub -yaitu Ibnu Ibrahim bin Sa'ad-
telah menceritakan kepada kami bapakku dari Shalih dari Ibnu Syihab dia
berkata, telah mengabarkan kepadaku Urwah bin Az-Zubair bahwa Hakim bin
Hizam, Telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia berkata kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah, apa pendapatmu tentang beberapa
perkara, berupa sedekah, atau pembebasan budak, atau silaturrahim, yang pernah
aku lakukan zaman jahiliah dulu? Apakah aku mendapatkan pahala padanya?"
Rasulullah ﷺ menjawab, "Kamu masuk
Islam dengan kebaikan yang kamu lakukan dahulu."
c)
Riwayat Ibnu Musafir rahimahullah.
Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy rahimahullah dalam “Al-Mu'jam Al-Kabir” 3/191 no.3088,
beliau berkata:
حَدَّثَنَا
مُطَّلِبُ بْنُ شُعَيْبٍ الْأَزْدِيُّ، ثنا عَبْدُ اللهِ بْنُ صَالِحٍ، حَدَّثَنِي
اللَّيْثُ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُسَافِرٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ،
عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّ حَكِيمَ بْنَ حِزَامٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ
قَالَ لِرَسُولِ اللهِ ﷺ: أَرَأَيْتَ أُمُورًا كُنْتُ أَتَحَنَّثُ بِهَا فِي
الْجَاهِلِيَّةِ مِنْ صِلَةٍ
وَعَتَاقَةٍ وَصَدَقَةٍ، هَلْ لِي فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ حَكِيمُ بْنُ حِزَامٍ:
فَقَالَ لِي رَسُولُ اللهِ ﷺ: "أَسْلَمْتَ عَلَى مَا سَلَّفْتَ مِنْ خَيْرٍ"
"Telah menceritakan kepada kami Muthallib bin Syu'aib
Al-Azdi, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Shalih, telah menceritakan
kepadaku Al-Laits, telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Musafir, dari
Ibnu Syihab, dari 'Urwah bin Az-Zubair bahwa Hakim bin Hizam mengabarkan
kepadanya, bahwa ia berkata kepada Rasulullah ﷺ: 'Bagaimana pendapatmu tentang amalan-amalan yang biasa aku
lakukan (at-tahannuts) di masa Jahiliyah, seperti menyambung silaturahmi,
memerdekakan budak, dan bersedekah? Apakah aku mendapat pahala karenanya?'
Hakim bin Hizam berkata: Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku: 'Kamu masuk Islam dengan membawa kebaikan
yang telah kamu lakukan sebelumnya.'"
d)
Riwayat Ibnu Ishaq rahimahullah.
Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq rahimahullah dalam kitab “Sirah Nabawiyah”, sebagaimana disebutkan
oleh As-Suhailiy rahimahullah dalam
kitab “Ar-Raudhu Unuf” 2/253, Ibnu Ishaq berkata:
وَحَدّثَنِي
وَهْبُ بْنُ كَيْسَانَ مَوْلَى آلِ الزّبَيْرِ. قَالَ: سَمِعْت عَبْدَ اللهِ بْنَ
الزّبَيْرِ وَهُوَ يَقُولُ لِعُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرِ بْنِ قَتَادَةَ اللّيْثِيّ:
حَدّثْنَا يَا عُبَيْدُ، كَيْفَ كَانَ بَدْءُ مَا اُبْتُدِئَ بِهِ رَسُولُ اللهِ ﷺ
مِنْ النّبُوّةِ حِينَ جَاءَهُ جِبْرِيلُ عليه
السلام؟ قَالَ فَقَالَ عُبَيْدٌ - وَأَنَا حَاضِرٌ يُحَدّثُ عَبْدَ اللهِ بْنَ الزّبَيْرِ، وَمَنْ عِنْدَهُ مِنْ النّاسِ: كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يُجَاوِرُ فِي حِرَاءٍ مِنْ كُلّ
سَنَةٍ شَهْرًا، وَكَانَ ذَلِكَ مِمّا تَحَنّثُ بِهِ قُرَيْشٌ فِي الْجَاهِلِيّةِ.
وَالتّحَنّثُ التّبَرّزُ.
"Dan Wahb bin Kaisan, mantan budak keluarga Az-Zubair,
menceritakan kepadaku. Ia berkata, 'Aku mendengar Abdullah bin Az-Zubair
berkata kepada 'Ubaid bin 'Umair bin Qatadah Al-Laitsi, "Wahai 'Ubaid,
ceritakanlah kepada kami bagaimana permulaan kenabian Rasulullah ﷺ, ketika Jibril ﷺ datang kepadanya?" Kemudian 'Ubaid berkata – dan aku hadir
saat ia menceritakan kepada Abdullah bin Az-Zubair dan orang-orang yang ada di
sisinya – "Dahulu Rasulullah ﷺ selalu berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) di gua Hira setiap
tahun selama satu bulan. Itu adalah bagian dari tradisi yang dilakukan Quraisy
di masa Jahiliyah. At-tahannuts artinya adalah at-tabarruz (menyendiri untuk
beribadah).""
e)
Riwayat Hisyam rahimahullah.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah secara utuh dalam kitab Al-'Itq, bab “Pembebasan budak
dari orang musyrik”. Imam Bukhari rahimahullah berkata:
حَدَّثَنَا
عُبَيْدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ هِشَامٍ أَخْبَرَنِي
أَبِي؛ أَنَّ حَكِيمَ بْنَ حِزَامٍ
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَعْتَقَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ مِائَةَ رَقَبَةٍ وَحَمَلَ
عَلَى مِائَةِ بَعِيرٍ، فَلَمَّا أَسْلَمَ حَمَلَ عَلَى مِائَةِ بَعِيرٍ
وَأَعْتَقَ مِائَةَ رَقَبَةٍ قَالَ: فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ أَشْيَاءَ كُنْتُ
أَصْنَعُهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ كُنْتُ أَتَحَنَّثُ بِهَا يَعْنِي أَتَبَرَّرُ
بِهَا؟ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "أَسْلَمْتَ
عَلَى مَا سَلَفَ لَكَ مِنْ خَيْرٍ"
Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Isma'il, telah
menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Hisyam, telah menceritakan kepadaku
bapakku bahwa Hakim bin Hizam radhiallahu'anhu pada zaman jahiliah
membebaskan seratus budak dan membawa tebusannya dengan seratus unta. Setelah
dia masuk Islam dia membawa seratus unta untuk membebaskan seratus budak. Dia
berkata, aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ, aku katakan: 'Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda
tentang sesuatu perbuatan yang aku pernah mengerjakannya di zaman jahiliah, aku
pernah bertahannuts (mengasingkan diri) untuk mencari kebaikan." Dia
berkata, Maka Rasulullah ﷺ
bersabda, "Kalau kamu Islam, kamu akan mendapat dari kebaikan yang kamu
lakukan dahulu".
Penjelasan singkat hadits ini:
1)
Biografi Hakim
bin Hizam radhiyallahu ‘anhu.
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/
2)
Kebaikan yang
dilakukan sebelum masuk Islam akan diberi pahala.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{الَّذِينَ
آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ مِن قَبْلِهِ هُم بِهِ يُؤْمِنُونَ (52) وَإِذَا يُتْلَىٰ
عَلَيْهِمْ قَالُوا آمَنَّا بِهِ إِنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّنَا إِنَّا كُنَّا
مِن قَبْلِهِ مُسْلِمِينَ (53) أُولَٰئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُم مَّرَّتَيْنِ
بِمَا صَبَرُوا} [القصص
: 52-54]
Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al-Kitab
sebelum Al-Quran, mereka beriman (pula) dengan Al-Quran itu. Dan apabila
dibacakan (Al-Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman
kepadanya; sesungguhnya; Al-Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami,
sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya). Mereka
itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka. [Al-Qashash: 52-54]
Tapi
kalau tidak masuk Islam, maka kebaikan itu tiada bermanfaat di akhirat.
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
يَا رَسُولَ
اللَّهِ! ابْنُ جُدْعَانَ، كَانَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ يَصِلُ الرَّحِمَ،
وَيُطْعِمُ الْمِسْكِينَ، فَهَلْ ذَاكَ نَافِعُهُ؟ قَالَ: "لَا يَنْفَعُهُ،
إِنَّهُ لَمْ يَقُلْ يَوْمًا: رَبِّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ"
"Wahai Rasulullah! Ibnu Jud'an di masa jahiliyah, dia
menyambung tali silaturahim dan memberi makan orang miskin. Apakah itu akan
bermanfaat baginya?" Beliau bersabda: "Tidak akan bermanfaat baginya.
Sesungguhnya dia tidak pernah mengucapkan satu hari pun: 'Wahai Rabbku,
ampunilah dosaku pada hari pembalasan.'" [Shahih Muslim]
3)
Sebaliknya,
kebaikan yang dilakukan sebelum murtad akan dihapuskan.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَمَن
يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ
أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ
هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ} [البقرة : 217]
Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu
dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia
dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. [Al-Baqarah: 217]
4)
Besarnya
karunia Allah ‘azza wajalla.
Lihat: Ramadhan bulan penuh rahmat
C.
Bab 17.
Imam Bukhari rahimahullah
berkata:
باب: مَنْ
تَرَكَ صَبِيَّةَ غَيْرِهِ حَتَّى تَلْعَبَ بِهِ، أَوْ قَبَّلَهَا أَوْ مَازَحَهَا.
Bab: Membiarkan anak gadis kecil bermain atau
menciumnya atau mencandainya
Dalam bab ini, imam Bukhari menjelaskan tentang adab kepada
anak kecil, memahami tabiat mereka dan menyayanginya.
Imam Bukhari rahimahullah
berkata:
٥٦٤٧ - حَدَّثَنَا حِبَّانُ [بن موسى]:
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الله [بن المبارك]، عَنْ خَالِدِ بْنِ سَعِيدٍ [بن عمرو بن
سعيد]، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ [عمَة] أُمِّ خَالِدٍ بِنْتِ خَالِدِ بْنِ سَعِيدٍ
قَالَتْ: أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ مَعَ أَبِي وَعَلَيَّ قَمِيصٌ أَصْفَرُ،
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "سَنَهْ سَنَهْ". قَالَ عَبْدُ اللَّهِ:
وَهِيَ بِالْحَبَشِيَّةِ: حَسَنَةٌ، قَالَتْ: فَذَهَبْتُ أَلْعَبُ بِخَاتَمِ
النُّبُوَّةِ فَزَبَرَنِي أَبِي، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "دَعْهَا".
ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "أَبْلِي وَأَخْلِقِي، ثُمَّ أَبْلِي
وَأَخْلِقِي، ثُمَّ أَبْلِي وَأَخْلِقِي". قَالَ عَبْدُ الله [بن المبارك]:
فَبَقِيَتْ حَتَّى ذَكَرَ، يَعْنِي مِنْ بَقَائِهَا.
Telah menceritakan kepada kami Hibban [bin Musa], ia berkata:
Telah mengabarkan kepada kami Abdullah [bin Al-Mubarak], dari Khalid bin Sa'id
[bin ‘Amr bin Sa’id], dari Ayahnya dari Ummu Khalid binti Khalid bin Sa'id
dia berkata, Saya mengunjungi Rasulullah ﷺ bersama ayahku, sedangkan aku tengah mengenakan baju berwarna
kuning, Rasulullah ﷺ
bersabda, "Bagus, bagus." Abdullah mengatakan, "Menurut
orang-orang Habsyah sanah artinya adalah hasan (bagus)." Ummu Khalid
berkata, "Lalu aku beranjak untuk mempermainkan cincin kenabian beliau,
maka ayahku langsung menghardikku, namun Rasulullah ﷺ bersabda, "Biarkanlah ia." Kemudian beliau bersabda,
"Pakailah (kain tersebut) semoga panjang umur (tidak cepat rusak) dan
pakailah semoga panjang umur dan pakailah semoga panjang umur." Abdullah
[bin Al-Mubarak] berkata, "Maka Ummu Khalid panjang umur hingga ia pun
menyebutkan kisahnya."
Penjelasan singkat hadits ini:
1.
Biografi Ummu Khalid binti Khalid bin Sa'id
Al-Qurasyiyah radhiyallahu 'anhuma.
Namanya Amah, lahir di Habasyah
ketika kedua orang tuanya hijrah. Menikah dengan Az-Zubai bin Al-'Awwam radhiyallahu
‘anhu. Sahabaiyah yang terakhir wafat. Imam Bukhari rahimahullah berkata:
"لَمْ
تَعِشْ امْرَأَةٌ مِثْلَ مَا عَاشَتْ هذه"، يَعْنِي أُمَّ خَالِدٍ
“Tidak ada seorang wanita pun yang hidup (panjang umur)
seperti yang dialami dia, yaitu Ummu Khalid”. [Shahih Bukhari]
Ummu Khalid radiyallahu 'anha berkata:
أُتِيَ رَسُولُ
اللهِ ﷺ بِثِيَابٍ فِيهَا خَمِيصَةٌ سَوْدَاءُ، قَالَ: "مَنْ تَرَوْنَ
نَكْسُوهَا هَذِهِ الْخَمِيصَةَ؟" فَأُسْكِتَ الْقَوْمُ، قَالَ: "ائْتُونِي
بِأُمِّ خَالِدٍ"، فَأُتِيَ بِي النَّبِيُّ ﷺ فَأَلْبَسَهَا بِيَدِهِ،
وَقَالَ: "أَبْلِي وَأَخْلِقِي" مَرَّتَيْنِ، فَجَعَلَ يَنْظُرُ إِلَى
عَلَمِ الْخَمِيصَةِ وَيُشِيرُ بِيَدِهِ إِلَيَّ وَيَقُولُ: "يَا أُمَّ
خَالِدٍ هَذَا سَنَا"، وَالسَّنَا بِلِسَانِ الْحَبَشِيَّةِ الْحَسَنُ، قَالَ
إِسْحَاقُ: حَدَّثَتْنِي امْرَأَةٌ مِنْ أَهْلِي أَنَّهَا رَأَتْهُ عَلَى أُمِّ
خَالِدٍ.
Dibawakan kepada Rasulullah ﷺ pakaian-pakaian yang di antaranya terdapat sehelai jubah tipis
berwarna hitam. Beliau bersabda, "Menurut kalian, kepada siapa sebaiknya
kita berikan jubah tipis ini?" Orang-orang terdiam. Beliau berkata,
"Bawalah Ummu Khalid kepadaku." Lalu aku (Ummu Khalid) dibawa kepada
Nabi ﷺ. Beliau mengenakannya padaku
dengan tangannya sendiri sambil bersabda, "Berpakailah hingga usang,
berpakailah hingga usang, dua kali." Kemudian beliau memandangi hiasan
(atau pola) pada jubah tipis itu, lalu menunjuk dengan tangannya ke arahku
sambil bersabda, "Wahai Ummu Khalid, ini sanā." Sanā dalam bahasa
Habsyah berarti "indah/cantik". Ishaq (salah seorang perawi) berkata:
Seorang wanita dari keluargaku pernah menceritakan kepadaku bahwa dia melihat
jubah tipis itu pada diri Ummu Khalid. [Shahih Bukhari]
2.
Memberikan pujian kepada orang yang berpenampilan baik.
3.
Boleh memakai pakaian berwarna kuning.
Adapun pakaian yang direndam dengan
tanaman berwarna kuning maka itu dilarang bagi laki-laki. Abdullah bin Amru
radiyallahu 'anhuma berkata:
رَأَى رَسُولُ
اللَّهِ ﷺ عَلَيَّ ثَوْبَيْنِ مُعَصْفَرَيْنِ. فَقَالَ: "إِنَّ هَذِهِ من
ثياب الكفار، فلا تلبسها"
Rasulullah ﷺ
melihatku mengenakan dua pakaian yang dicelup dengan 'ushfur (sejenis tanaman
untuk pewarna merah/kuning). Maka beliau bersabda, "Sesungguhnya ini
termasuk pakaian orang-orang kafir, maka janganlah engkau memakainya."
[Shahih Muslim]
Lihat: Adab berpakaian dalam Islam
4.
Boleh mempelajari bahasa Asing dan mempergunakannya
sesekali.
Zayd bin Tsabit radhiyallahu 'anhu berkata:
"أَنَّ
النَّبِيَّ ﷺ أَمَرَهُ أَنْ يَتَعَلَّمَ كِتَابَ الْيَهُودِ حَتَّى كَتَبْتُ
لِلنَّبِيِّ ﷺ كُتُبَهُ وَأَقْرَأْتُهُ كُتُبَهُمْ إِذَا كَتَبُوا إِلَيْهِ"
Bahwa Nabi ﷺ
memerintahkannya (Zaid bin Tsabit) untuk mempelajari tulisan Yahudi, hingga aku
(Zaid) dapat menuliskan untuk Nabi ﷺ surat-suratnya dan membacakan untuk beliau surat-surat mereka
(Yahudi) apabila mereka menulis kepada beliau. [Shahih Bukhari]
5.
Kasih sayang Rasulullah kepada anak kecil.
Mahmud bin Ar-Rabbi' radiyallahu 'anhu berkata:
"عَقَلْتُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَجَّةً مَجَّهَا فِي وَجْهِي وَأَنَا ابْنُ خَمْسِ سِنِينَ
مِنْ دَلْوٍ"
"Aku mengingat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
saat Beliau menyemburkan air dari mulut Beliau ke wajahku, saat itu aku baru
berumur lima tahun, dari sebuah timba sumur". [Shahih Bukhari]
Lihat: Kitab Ilmu bab 18; Kapan anak kecil boleh menerima hadits
6.
Perintah mengasihi anak kecil.
Dari Ubadah bin Ash-Shamit radiyallahu 'anhu;
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"ليس منا من لم يجل كبيرنا، ويرحم صغيرنا، و يعرف لعالمنا
حقه" [صحيح الصغير وزيادته]
"Tidak termasuk golongan kita orang yang tidak
menghormati yang tua, menyayangi yang muda, dan mengetahui hak ulama".
[Sahih Al-Jami']
7.
Mendo'akan orang yang berpakaian baru.
Abu Nadhrah (108H) rahimahullah berkata: Para sahabat Nabi -shallallahu
'alaihi wa sallam- jika seseorang dari mereka memakai pakaian baru,
dikatakan kepadanya:
" تُبْلَى وَيُخْلِفُ اللَّهُ تَعَالَى "
"Semoga umurmu panjang sampai pakaian itu usang dan
Allah menggantinya dengan yang lebih baik". [Sunan Abu Daud: Sahih]
Lihat: Do'a berpakaian
8.
Mu'jizat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dosanya
dikabulkan sehingga Ummu Khalid panjang umur dan bajunya bertahan lama.
Lihat: Mu'jizat Nabi Muhammad
9.
Mendo'akan orang lain agar panjang umur.
Dari Anas bin Malik radiyallahu 'anhu;
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdo'a untuknya:
"اللَّهُمَّ
أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَأَطِلْ حَيَاتَهُ – وفي رواية: وَأَطِلْ عُمُرَهُ
-، وَاغْفِرْ لَهُ" [الأدب المفرد للبخاري: صححه الألباني]
"Ya Allah .. perbanyaklah harta dan anaknya,
panjangkanlah kehidupannya (umurnya), dan ampuni dosanya!". [Al-Adab
Al-Mufrad: Sahih]
Lihat: Do'a panjang umur
10. Keutamaan panjang umur jika diisi
dengan ketaatan.
Abdullah bin Busr radiyallahu 'anhu berkata: Seorang A'rabiy bertanya:
Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling baik?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:
"مَنْ طَالَ عُمُرُهُ، وَحَسُنَ
عَمَلُهُ" [سنن
الترمذي: صححه الألباني]
"Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya".
[Sunan Tirmidzi: Sahih]
Wallahu a’lam!
Lihat juga: Kitab Adab; Bab 11, 12, 13 dan 14; Dosa memutus silaturahim dan keutamaan menyambungnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...