بسم الله الرحمن الرحيم
Nama Allah "Al-Ganiy" Yang Maha Kaya,
disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 18 kali.
Kadang disebutkan sendiri, yang menunjukkan kekayaan mutlak
bagi Allah Yang memiliki segala sesuatu dan tidak membutuhkan apapun dari
selainNya, justru selain Allah-lah yang butuh kepadaNya. Allah subhanahu
wata’aalaa berfirman:
{قَالُوا اتَّخَذَ
اللَّهُ وَلَدًا ۗ سُبْحَانَهُ ۖ هُوَ الْغَنِيُّ ۖ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ
وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ إِنْ عِندَكُم مِّن سُلْطَانٍ بِهَٰذَا ۚ أَتَقُولُونَ
عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ} [يونس : 68]
Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: "Allah
mempuyai anak". Maha Suci Allah; Dialah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa
yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang
ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? [Yunus: 68]
{هَا أَنتُمْ هَٰؤُلَاءِ
تُدْعَوْنَ لِتُنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبْخَلُ ۖ وَمَن
يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِ ۚ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنتُمُ
الْفُقَرَاءُ ۚ وَإِن تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا
يَكُونُوا أَمْثَالَكُم} [محمد : 38]
Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan
(hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang
kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah
yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan
jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain;
dan mereka tidak akan seperti kamu ini. [Muhammad: 38]
{وَمَنْ جَاهَدَ
فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ} [العنكبوت: 6]
Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu
adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak
memerlukan sesuatu) dari semesta alam. [Al-‘Ankabut: 6]
{وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ
الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ
غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ} [آل عمران : 97]
Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah,
yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa
mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak
memerlukan sesuatu) dari semesta alam. [Ali Imran: 97]
{إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ
غَنِيٌّ عَنكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ ۖ وَإِن تَشْكُرُوا
يَرْضَهُ لَكُمْ}
[الزمر : 7]
Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia
tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia
meridhai bagimu kesyukuranmu itu. [Az-Zumar: 7]
{وَرَبُّكَ الْغَنِيُّ
ذُو الرَّحْمَةِ ۚ إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَسْتَخْلِفْ مِن بَعْدِكُم مَّا
يَشَاءُ كَمَا أَنشَأَكُم مِّن ذُرِّيَّةِ قَوْمٍ آخَرِينَ} [الأنعام : 133]
Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia
menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang
dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu
dari keturunan orang-orang lain. [Al-An'am: 133]
Kadang disebutkan bergandengan dengan
nama "Al-Hamiid" Yang Maha Terpuji, seperti firman Allah subhanahu
wata’aalaa:
{وَإِن تَكْفُرُوا
فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ
غَنِيًّا حَمِيدًا} [النساء : 131]
Tetapi jika kamu kafir maka (ketahuilah), sesungguhnya apa
yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha
Kaya dan Maha Terpuji. [An-Nisaa': 131]
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم
مِّنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم
بِآخِذِيهِ إِلَّا أَن تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ
حَمِيدٌ} [البقرة
: 267]
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah)
sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami
keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk
lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya
melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah
Maha Kaya lagi Maha Terpuji. [Al-Baqarah: 267]
{وَقَالَ مُوسَىٰ إِن
تَكْفُرُوا أَنتُمْ وَمَن فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ
حَمِيدٌ} [ابراهيم
: 8]
Dan Musa berkata: "Jika kamu dan orang-orang yang ada di
muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya
lagi Maha Terpuji". [Ibrahim:
8]
{وَلَقَدْ آتَيْنَا
لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ
لِنَفْسِهِ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ} [لقمان : 12]
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman,
yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada
Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa
yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha
Terpuji".
[Luqman: 12]
{لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا
فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ} [الحج : 64]
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang
ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji. [Al-Hajj: 64]
{لِلَّهِ مَا فِي
السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ} [لقمان : 26]
Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi.
Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. [Luqman: 26]
{يَا أَيُّهَا النَّاسُ
أَنتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ} [فاطر : 15]
Hai manusia, kamulah yang berkehendak (butuh) kepada Allah;
dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. [Faathir: 15]
{وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ
كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (23) الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ
بِالْبُخْلِ ۗ وَمَن يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ} [الحديد : 23-24]
Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi
membanggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat
kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka
sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. [Al-Hadiid: 23-24]
{وَمَن يَتَوَلَّ فَإِنَّ
اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ} [الممتحنة : 6]
Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah
Dialah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji. [Al-Mumtahanah: 6]
{فَكَفَرُوا وَتَوَلَّوا
ۚ وَّاسْتَغْنَى اللَّهُ ۚ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَمِيدٌ} [التغابن : 6]
Lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan
(mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. [At-Tagabun: 6]
Hubungan dua nama ini:
a.
Allah Maha Terpuji, tidak membutuhkan pujian dan ibadah dari hambaNya.
Adapun yang selalu mengharapkan dari orang lain, biasanya
akan dibenci. Dari Abu Al-‘Abbas Sahl bin Sa’d As-Sa’idiy radhiyallahu
‘anhuma berkata:
أَتَى النَّبِيَّ ﷺ رَجُلٌ، فَقَالَ:
يَا رَسُولَ اللَّهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِي
اللَّهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «ازْهَدْ فِي
الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ، وَازْهَدْ فِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبُّكَ
النَّاسُ»
"Seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ seraya berkata, "Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku
suatu amalan yang jika aku kerjakan maka Allah dan manusia akan
mencintaiku." Rasulullah ﷺ
bersabda: "Berlaku zuhud-lah dalam urusan dunia niscaya kamu akan dicintai
Allah, dan zuhud-lah kamu terhadap apa yang dimiliki orang lain niscaya kamu
akan dicintai orang-orang." [Sunan Ibnu Majah: Shahih]
Lihat: Syarah Arba’in hadits (31) Sahl; Keutamaan zuhud
b.
Allah Maha Terpuji dengan sifatNya Yang Maha Kaya, tidak seperti kebanyakan
hamba yang berbuat dzalim dan melampaui batas saat merasa kaya. Allah subhanahu wata’aalaa
berfirman:
{كَلَّا
إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَىٰ (6) أَن رَّآهُ اسْتَغْنَىٰ} [العلق : 6-7]
Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,
karena dia melihat dirinya serba cukup. [Al-'Alaq: 6-7]
Kadang disebutkan bergandengan dengan
nama "Al-Kariim" Yang Maha Mulia (Suka memberi), seperti firman Allah subhanahu
wata’aalaa:
{قَالَ الَّذِي عِندَهُ
عِلْمٌ مِّنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ
طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِندَهُ قَالَ هَٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّي
لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ
لِنَفْسِهِ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ} [النمل : 40]
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab:
"Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip".
Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun
berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku
bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur
maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan
barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha
Mulia".
[An-Naml: 40]
Hubungan dua nama ini:
a.
Allah Maha Mulia, karena Maha Kaya tidak membutuhkan apapun dari makhluk-Nya.
Adapun yang selalu membutuhkan akan merasa hina. Dari Sahl
bin Sa'ad radhiyallahu ‘anhuma; Rasulullah ﷺ bersabda:
«أَتَانِي جِبْرِيلُ
عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُهُ
بِاللَّيْلِ، وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ» [حلية الأولياء: حسنه الألباني]
“Jibril 'alaihissalam mendatangiku dan berkata: Wahai
Muhammad .. kemuliaan seorang mukmin
adalah salatnya di malam hari, dan keagungannya dengan merasa cukup dari
bantuan manusia". [Hilyatul auliyaa': Hasan]
Lihat: Keutamaan salat malam
Ø Dari Abu
Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-; Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَأَنْ يَغْدُوَ
أَحَدُكُمْ، فَيَحْطِبَ عَلَى ظَهْرِهِ، فَيَتَصَدَّقَ بِهِ وَيَسْتَغْنِيَ بِهِ
مِنَ النَّاسِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ رَجُلًا، أَعْطَاهُ أَوْ مَنَعَهُ
ذَلِكَ، فَإِنَّ الْيَدَ الْعُلْيَا أَفْضَلُ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ
بِمَنْ تَعُولُ» [صحيح
مسلم]
“Seseorang dari kalian pergi di pagi hari kemudian memikul kayu bakar di
atas pundaknya kemudian bersedekah dan mencukupi dirinya dari meminta-minta
kepada orang lain lebih baik darinya daripada meminta-minta kepada seseorang
lalu ia diberi atau ditolak permintaannya, karena sesungguhnya tangan yang di
atas (memberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (meminta), dan mulailah
memberi kepada orang yang menjadi tanggunganmu”. [Shahih Muslim]
Lihat: Meminta, Memberi, dan Menerima
b.
Allah Maha Mulia, Dermawan, suka memberi karena Maha Kaya, tidak seperti
kebanyakan hamba yang biasanya kirir saat merasa kaya. Allah subhanahu wata’aalaa
berfirman:
{وَأَمَّا مَن بَخِلَ
وَاسْتَغْنَىٰ (8) وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ (9) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ (10)
وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّىٰ} [الليل : 8-11]
Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,
serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya
(jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah
binasa. [Al-Lail:
8-11]
Kadang disebutkan bergandengan dengan
nama "Al-Halim" Yang Maha Penyantun, seperti firman Allah subhanahu
wata’aalaa:
{قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ
وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ
حَلِيمٌ} [البقرة
: 263]
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari
sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima).
Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. [Al-Baqarah: 263]
Hubungan dua nama ini:
a.
Allah Maha Penyantun, tidak tergesa-gesa memberi hukuman kepada hambaNya yang
mengingkari dan tidak mensyukuri karunia-Nya.
b.
Allah senantiasa memberi sekalipun hambaNya durhaka.
c.
Allah Maha Penyantun, memberi sesuai dengan kadarnya, tidak tergesa-gesa
memberi semua yang hambaNya minta. Allah subhanahu wata’aalaa
berfirman:
{وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ
الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا
يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ} [الشورى: 27]
Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya
tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa
yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya dia Maha mengetahui (keadaan)
hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat. [Asy-Syuuraa:27]
Lihat: Rezeki hanya dari Allah
Buah
keimanan terhadap nama Allah "Al-Ganiy":
Pertama: Mengkhusus ibadah hanya kepada Allah, karena yang pantas
diibadahi hanya Yang Maha Kaya dan Memiliki segala sesuatu.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{إِنَّمَا تَعْبُدُونَ
مِن دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا ۚ إِنَّ الَّذِينَ
تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوا عِندَ
اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ} [العنكبوت : 17]
Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan. [Al-'Ankabuut: 17]
Kedua: Senantiasa merasa butuh kepada Allah tidak ada yang bisa
memenuhi kebutuhannya kecuali Allah dan tidak bisa terlepas dari nikmat dan
karunia Allah.
Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah ﷺ bersabda: Do'a kesusahan ..
«اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ
أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِيْ
شَأْنِيْ كُلَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ»
“Ya Allah .. rahmat-Mu yang aku harapkan, maka janganlah Engkau bebankan
urusanku kepada diriku walaupun sekedip mata, dan perbaikilah semua urusanku,
tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau”. [Sunan Abi Daud: Hasan]
Lihat: Do'a kesusahan dan kesedihan
Ketiga: Selalu merasa cukup dari apa yang Allah berikan, tidak
rakus dan tamak terhadap kenikmatan dunia, tidak membutuhkan siapapun selain
Allah.
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
«ارْضَ بِمَا قَسَمَ
اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ» [سنن الترمذي: حسن]
"Terimalah pemberian Allah dengan rela niscaya kau menjadi orang
terkaya." [Sunan Tirmidziy: Hasan]
Lihat: Miskin hati
Ø Ali bin Abi
Thalib radhiyallahu
'anhu berkata: Maukah engkau aku ajarkan do'a yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepadaku, jika engkau mempunyai utang sebesar gunung "tsabiir"
maka Allah akan melunaskannya darimu. Bacalah ..
«اللهُمَّ اكْفِنِيْ
بِحَلالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ»
"Ya Allah .. cukupilah aku dengan rezki-Mu yang halal (bukan) dari
yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniah-Mu (bukan) dari
orang-orang selain-Mu". [Sunan Tirmidzi: Hasan]
Lihat: Mau rezki berlimpah?
Ø Abu Sa'id
Al-Khudriy –radhiyallahu
‘anhu- berkata: Beberapa orang dari kaum Anshar meminta kepada Rasulullah ﷺ lalu Rasulullah memberi mereka, kemudian mereka meminta lagi
lalu Rasulullah memberi mereka, kemudian meminta lagi lalu Rasulullah memberi
mereka sampai habis apa yang beliau miliki, kemudian bersabda:
«مَا يَكُونُ عِنْدِي
مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ أَدَّخِرَهُ عَنْكُمْ، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ،
وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ،
وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Apa yang aku miliki dari kebaikan maka pasti aku tidak akan
menyembunyikannya dari kalian, dan barangsiapa yang menjaga kehormatannya maka
Allah akan menjaga kehormatannya, dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allah
akan mencukupinya, dan barangsiapa yang berusaha sabar maka Allah akan
menyabarkannya, dan seseorang tidak diberi sesuatu yang lebih baik dan luas
daripada kesabaran”. [Sahih Bukhari dan Muslim]
Keempat: Tidak cemas dengan rezkinya, karena ia yakin bahwa yang
mengatur rezki adalah Yang Maha Kaya yang tidak akan habis karunia-Nya dan
bijaksana dalam pemberian-Nya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ يَمِينَ اللَّهِ
مَلْأَى لاَ يَغِيضُهَا نَفَقَةٌ، سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ، أَرَأَيْتُمْ
مَا أَنْفَقَ مُنْذُ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَنْقُصْ مَا
فِي يَمِينِهِ، وَعَرْشُهُ عَلَى المَاءِ، وَبِيَدِهِ الأُخْرَى الفَيْضُ - أَوِ
القَبْضُ - يَرْفَعُ وَيَخْفِضُ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Tangan kanan Allah selalu penuh dan sama sekali tidak pernah kurang
karena berderma (infak), Dia sangat dermawan baik malam maupun siang, tidakkah
kalian tahu apa yang telah diinfakan-Nya semenjak Ia mencipta langit dan bumi
dan itu semua tidak mengurangi apa yang berada di tangan kanan-Nya? Dan
arsy-Nya berada diatas air, dan ditangan-Nya yang lain urusan menjulurkan atau
menahan, karenanya Dia meninggikan atau merendahkan." [Shahih Bukhari dan
Muslim]
Lihat: Penetapan sifat “tangan” bagi Allah subhanahu wata’aalaa
Ø Dari Abu Dzar
Al-Gifariy -radhiyallahu ‘anhu-, dari Nabi ﷺ yang beliau riwayatkan dari Allah 'azza wajalla (dalam sebuah
hadits Qudsi):
«يا عبادي! إنكم لن
تبلغوا ضري فتضروني. ولن تبلغوا نفعي فتنفعوني. يا عبادي! لو أن أولكم وآخركم
وإنسكم وجنكم. كانوا على أتقى قلب رجل واحد منكم. ما زاد ذلك في ملكي شيئا. يا
عبادي! لو أن أولكم وآخركم. وإنسكم وجنكم. كانوا على أفجر قلب رجل واحد. ما نقص
ذلك من ملكي شيئا. يا عبادي! لو أن أولكم وآخركم. وإنسكم وجنكم. قاموا في صعيد
واحد فسألوني. فأعطيت كل إنسان مسألته. ما نقص ذلك مما عندي إلا كما ينقص المخيط
إذا أدخل البحر»
“Wahai hamba-Ku .. jika kalian merasakan kesulitan dari-Ku maka kalian
tidak akan bisa membalasKu dengan kesulitan, dan jika kalian merasakan
kenikmatan dari-Ku maka kalian tidak akan bisa membalasKu dengan kenikmatan.
Wahai hamba-Ku .. kalau seandainya orang pertama dari kalian sampai yang
terakhir, dari kalangan manusia dan jin, semuanya bertaqwa dengan sebaik-baik
taqwa diantara kalian, itu semua tidak akan menambah sedikitpun kekuasaan-Ku.
Wahai hamba-Ku .. kalau seandainya orang pertama dari kalian sampai yang
terakhir, dari kalangan manusia dan jin, semuanya jahat dengan sejahat-jahat
diantara kalian, itu semua tidak akan mengurangi sedikitpun kekuasaan-Ku. Wahai
hamba-Ku .. kalau seandainya orang pertama dari kalian sampai yang terakhir,
dari kalangan manusia dan jin, semuanya berdiri di satu padang luas meminta
kepada-Ku dan Aku beri semua manusia apa yang mereka minta, itu tidak akan
mengurangi kekayaanKu, kecuali seperti air yang diambil benang jika dicelupkan
ke laut.” [Shahih Muslim]
Lihat: Syarah Arba’in hadits (24) Abu Dzar; Keharaman perbuatan dzalim
Wallahu a'lam!
Referensi:
ولله
الأسماء الحسنى فاعوه بها تأليف: عبد العزيز بن ناصر الجليل ص579
Lihat juga: Allah Yang Maha Menguasai "Al-Malik" - “Al-Khaliq” dan “Al-Khallaq”; Allah Yang Maha Mencipta - Keagungan Asmaul Husna

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...