بسم الله الرحمن الرحيم
Surah
Az-Zalzalah adalah surah yang ke 99 dalam Al-Qur'an, termasuk surah Makkiyah
dan terdiri dari 8 ayat.
Surah
ini bercerita tentang kondisi hari kiamat dan bagaimana manusia akan
diperlihatkan semua amal perbuatannya selama di dunia.
Hubungan surah ini dengan surah sebelum dan
sesudahnya
Surah
"Al-Bayyinah" sebelumnya bercerita tentang kondisi orang kafir dan
musyrik yang tidak mau beriman dan mentauhidkan Allah ketika datang penjelasan,
maka mereka mendapatkan azab yang pedih di akhirat. Adapun orang beriman dan
beramal shaleh mendapatkan surga dan ridha Allah ‘azza wajalla.
Sedangkan
surah setelahnya "Al-Adiyaat" berbicara tentang sifat manusia yang
mengingkari nikmat Allah ta’aalaa dan bagaimana mereka dibangkitkan dari
kubur.
Lihat: Tafsir surah Al-‘Adiyaat
Keutamaan surah Az-Zalzalah
Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu:
«أَنَّ
النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يُصَلِّيهِمَا بَعْدَ الْوِتْرِ وَهُوَ جَالِسٌ يَقْرَأُ
فِيهِمَا {إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ}، وَ{قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ}» [مسند أحمد: حسن]
"Bahwasanya Nabi ﷺ terkadan mendirikan shalat dua raka’at setelah shalat witir
sambil duduk, beliau membaca pada dua raka’at tersebut surah Az-Zalzalah dan
surah Al-Kafirun". [Musnad Ahmad: Hasan]
Ø Dari Sha’sha’ah
bin Mu’awiyah radhiyallahu 'anhu; Bahwasanya ia mendatangi Nabi ﷺ, lalu beliau membaca:
{فَمَنْ
يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ
شَرًّا يَرَهُ} [الزلزلة:
7-8]
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun,
niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan
kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. [Az-Zalzalah: 7-8]
Kemudian bersabda:
«حَسْبِي،
لَا أُبَالِي أَنْ لَا أَسْمَعَ غَيْرَهَا» [مسند أحمد: صحيح]
“Cukuplah ini untukku, aku tidak peduli jika aku tidak
mendengar selainnya”. [Musnad Ahmad: Sahih]
Lihat: Keutamaan beberapa surah Al-Qur’an
Ayat pertama:
{إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا}
Apabila bumi digoncangkan dengan
goncangan (yang dahsyat).
1)
Dahsyatnya goncangan
pada hari kiamat.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{يَا
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ
عَظِيمٌ (1) يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ
وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُم
بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ} [الحج : 1-2]
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya
kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita
yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala
wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal
sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya. [Al-Hajj: 1-2]
Lihat: Kitab Ar-Riqaq, bab 46 dan 47; Dahsyatnya kondisi saat hari kiamat
2) Diantara
tanda dekatnya hari kiamat: Banyak terjadi gempa.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:
«لَا
تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ، وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ،
وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ، وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ، وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ، وَهُوَ
الْقَتْلُ الْقَتْلُ، حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمُ الْمَالُ فَيَفِيضُ»
"Tidak akan terjadi Kiamat hingga ilmu dicabut, gempa
bumi menjadi banyak, waktu terasa dekat, fitnah-fitnah bermunculan, dan al-harj
(yaitu pembunuhan) semakin banyak—hingga harta melimpah di antara kalian dan
mengalir deras." [Shahih Bukhari dan Muslim]
Lihat: Kitab Ar-Riqaq, bab 39-40; Tanda hari kiamat
Ayat kedua:
{وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا}
Dan bumi telah mengeluarkan
beban-beban berat (yang dikandung)nya.
Apakah
beban berat yang dikeluarkan bumi?
a)
Penghuni kubur.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{أَفَلَا
يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ (9) وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ} [العاديات: ٩-١٠]
Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa
yang ada di dalam kubur.Dan dinampakkan apa yang ada di dalam dada. [Al'Adiyaa: 9-10]
{وَإِذَا
الْقُبُورُ بُعْثِرَتْ (4) عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ} [الإنفطار : 4-5]
Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, maka tiap-tiap jiwa
akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya. [Al-Infithar: 4-5]
Lihat: Perjalanan setelah kematian
b)
Emas dan perak.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau
berkata: Rasulullah ﷺ
bersabda:
«تَقِيءُ
الْأَرْضُ أَفْلَاذَ كَبِدِهَا. أَمْثَالَ الْأُسْطُوَانِ مِنَ الذَّهَبِ
وَالْفِضَّةِ. فَيَجِيءُ الْقَاتِلُ فَيَقُولُ: فِي هَذَا قَتَلْتُ. وَيَجِيءُ
الْقَاطِعُ فَيَقُولُ: فِي هَذَا قَطَعْتُ رَحِمِي. وَيَجِيءُ السَّارِقُ
فَيَقُولُ: فِي هَذَا قُطِعَتْ يَدِي. ثُمَّ يَدَعُونَهُ فَلَا يَأْخُذُونَ مِنْهُ
شَيْئًا»
“Bumi akan memuntahkan isi perutnya berupa
bongkahan-bongkahan seperti tiang dari emas dan perak. Maka datanglah seorang
pembunuh seraya berkata, ‘Karena harta inilah aku membunuh.’ Kemudian datang
orang yang memutus hubungan silaturahmi seraya berkata, ‘Karena harta inilah
aku memutus hubungan kekerabatanku.’ Dan datang pula seorang pencuri seraya
berkata, ‘Karena harta inilah tanganku dipotong.’ Kemudian mereka
meninggalkannya dan tidak mengambil sedikit pun darinya.” [Shahih Muslim]
Ayat ketiga - kelima:
{وَقَالَ
الْإِنسَانُ مَا لَهَا (3) يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (4) بِأَنَّ رَبَّكَ
أَوْحَىٰ لَهَا}
Dan manusia bertanya: "Mengapa bumi
(menjadi begini)?", ( 4 ) pada hari itu bumi menceritakan beritanya, ( 5 )
karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu)
kepadanya.
1.
Bumi bersaksi akan perbuatan manusia yang dilakukan di
atasnya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau
berkata: Rasulullah ﷺ
membaca ayat:
﴿يَوْمَئِذٍ
تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا﴾
“Pada hari itu bumi menyampaikan berita-beritanya.” [Az-Zalzalah:
4]
Kemudian beliau ﷺ bersabda:
«أَتَدْرُونَ
مَا أَخْبَارُهَا؟»
“Apakah kalian mengetahui apa yang dimaksud dengan
berita-beritanya?”
Para sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih
mengetahui.”
Beliau ﷺ
bersabda:
«فَإِنَّ
أَخْبَارَهَا أَنْ تَشْهَدَ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ بِمَا عَمِلَ عَلَى
ظَهْرِهَا، تَقُولُ: عَمِلَ يَوْمَ كَذَا كَذَا وَكَذَا، فَهَذِهِ أَخْبَارُهَا»
“Sesungguhnya berita-beritanya adalah bahwa bumi akan menjadi
saksi atas setiap hamba laki-laki maupun perempuan mengenai apa yang telah dia
kerjakan di atas permukaannya. Bumi berkata, ‘Pada hari ini dia telah melakukan
ini dan itu.’ Maka itulah berita-beritanya.” [Sunan Tirmidziy: Sanadnya lemah]
Ø Dari Abdullah
bin Abdurrahman bin Abi Sha'sha'ah, bahwa Abu Sa'id Al-Khudriy radhiyallahu
'anhu berkata kepadanya:
«إِنِّي
أَرَاكَ تُحِبُّ الْغَنَمَ وَالْبَادِيَةَ، فَإِذَا كُنْتَ فِي غَنَمِكَ أَوْ
بَادِيَتِكَ فَأَذَّنْتَ لِلصَّلَاةِ فَارْفَعْصَوْتَكَبِالنِّدَاءِ؛ فَإِنَّهُ
لَا يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلَا إِنْسٌ وَلَا شَيْءٌ إِلَّا
شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ
اللهِ ﷺ»
'Sungguh aku melihatmu menyukai kambing/ternak dan pedalaman
(badui). Maka apabila engkau berada di antara kambingmu atau di pedalamanmu,
lalu engkau mengumandangkan azan untuk salat, maka tinggikanlah suaramu dengan
azan tersebut. Karena sesungguhnya tidaklah mendengar suara azan mu'azin—sejauh
suaranya terdengar—baik jin, manusia, atau sesuatu pun, melainkan ia akan
menjadi saksi baginya pada hari Kiamat.' Abu Sa'id berkata: 'Aku mendengarnya
dari Rasulullah ﷺ.'"
[Shahih Bukhari]
2.
Semua makhluk tunduk pada perintah Allah ta’aalaa.
Lihat: Allah Yang Maha Menguasai "Al-Malik"
Ayat keenam:
{يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا
لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ}
Pada hari itu manusia ke luar dari
kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka
(balasan) pekerjaan mereka.
Keadaan manusia pada hari kiamat bermacam-macam.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{فَأَقِمْ
وَجْهَكَ لِلدِّينِ الْقَيِّمِ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ يَوْمٌ لَّا مَرَدَّ لَهُ
مِنَ اللَّهِ ۖ يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَ (43) مَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ ۖ
وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِأَنفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ} [الروم : 43-44]
Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus
(Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak
(kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah. Barangsiapa yang kafir
maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa
yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat
yang menyenangkan). [Ar-Ruum:
43-44]
{وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ
يَتَفَرَّقُونَ (14) فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَهُمْ فِي رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ (15)
وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَلِقَاءِ الْآخِرَةِ
فَأُولَٰئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ} [الروم: 14-16]
Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia)
bergolong-golongan. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh,
maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. Adapun orang-orang yang kafir
dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Quran) serta (mendustakan) menemui hari
akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka). [Ar-Ruum: 14-16]
Lihat: Kitab Ar-Riqaq, bab 45; Bagaimana hari pengumpulan (Al-Hasyr)
Ayat ketujuh dan delapan:
{فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا
يَرَهُ (7) وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ}
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan
seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. ( 8 ) Dan barangsiapa
yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat
(balasan)nya pula.
1)
Apakah orang kafir akan
melihat kebaikannya, dan orang beriman akan melihat keburukannya?
Ada dua pendapat ulama:
Pendapat pertama: Orang kafir akan
melihat kebaikannya di akhirat kemudian dijadikan debu.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{وَقَدِمْنَا
إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَّنثُورًا} [الفرقان : 23]
Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami
jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. [Al-Furqan: 23]
{مَّثَلُ
الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ ۖ أَعْمَالُهُمْ كَرَمَادٍ اشْتَدَّتْ بِهِ
الرِّيحُ فِي يَوْمٍ عَاصِفٍ ۖ لَّا يَقْدِرُونَ مِمَّا كَسَبُوا عَلَىٰ شَيْءٍ ۚ
ذَٰلِكَ هُوَ الضَّلَالُ الْبَعِيدُ} [ابراهيم : 18]
Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka
adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin
kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah
mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh. [Ibrahim: 18]
{وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ
مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ} [الزمر: 65]
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada
(nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya
akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. [Az-Zumar: 65]
Lihat: Kitab Iman bab 37; Kekhawatiran seorang mukmin bila amalnya terhapus tanpa sadar
Ø Sedangkan
orang beriman akan melihat keburukannya kemudian Allah maafkan.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah
ﷺ bersabda:
«إِنَّ
اللهَ يُدْنِي الْمُؤْمِنَ، فَيَضَعُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ وَيَسْتُرُهُ، فَيَقُولُ: أَتَعْرِفُ
ذَنْبَ كَذَا، أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا،
فَيَقُولُ: نَعَمْ أَيْ رَبِّ، حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوبِهِ، وَرَأَى فِي
نَفْسِهِ أَنَّهُ هَلَكَ، قَالَ: سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا، وَأَنَا
أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ، فَيُعْطَى كِتَابَ حَسَنَاتِهِ. وَأَمَّا الْكَافِرُ
وَالْمُنَافِقُونَ، فَيَقُولُ الْأَشْهَادُ: ﴿هَؤُلاءِ الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى
رَبِّهِمْ أَلا لَعْنَةُ اللهِ عَلَى الظَّالِمِينَ﴾»
"Sesungguhnya Allah mendekatkan seorang mukmin, lalu Dia
meletakkan naungan-Nya kepadanya dan menutupinya (dari pandangan makhluk).
Kemudian Allah bertanya: 'Apakah engkau mengakui dosa ini? Apakah engkau
mengakui dosa itu?' Maka mukmin itu menjawab: 'Ya, wahai Tuhanku.' Hingga
ketika Allah telah menetapkan dosa-dosanya dan dia (mukmin) melihat dalam
dirinya bahwa dia telah binasa, Allah berfirman: 'Aku telah menutupinya
(dosamu) di dunia, dan hari ini Aku mengampuninya untukmu.' Lalu dia diberikan
catatan kebaikannya. Adapun orang kafir dan orang munafik, maka para saksi
(malaikat) berkata: {Merekalah orang-orang yang berdusta terhadap Tuhan
mereka. Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim}"
[Hud: 18] [Shahih Bukhari]
Pendapat kedua: Orang kafir tidak
akan melihat kebaikannya di akhirat karena sudah diberikan balasan di dunia.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{مَن
كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ ۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ
حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ} [الشورى : 20]
Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami
tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di
dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada
baginya suatu bahagianpun di akhirat. [Asy-Syuraa: 20]
{مَن
كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ
أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) أُولَٰئِكَ الَّذِينَ
لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا
وَبَاطِلٌ مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ} [هود : 15-16]
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan
perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di
dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah
orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di
akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang
telah mereka kerjakan.
[Huud: 15-16]
Ø Begitupula
orang beriman tidak melihat keburukannya karena sudah diampuni atau dihukum di dunia.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{إِلَّا
مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ
سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا} [الفرقان: 70]
Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan
amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan
adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Al-Furqan:70]
Ø Abu Tawil radhiyallahu 'anhu mendatangi
Rasulullah ﷺ dan bertanya:
أرأيتَ رجلاً
عمل الذنوبَ كلَّها، فلم يترك منها شيئاً، وهو مع ذلك لم يترك حاجة ولا داجة إلا
أتاها، فهل لذلك من توبة؟ قال: «أليس قد أسلمت؟» قال: أما أنا فأشهدُ أنْ لا إلهَ
إلا الله وحدَه لا شريك له، وأن محمداً رسول الله. قال: «نعم، تفعل الخيرات، وتترك
السيئات، فيجعلُهُن اللهُ لك حسناتٍ كلهنَّ» قال: وغَدَراتي وفَجَراتي؟! قال: «نعم»
Bagaimana pendapamu tentang seorang yang melakukan semua
dosa, tidak satu pun yang ia tinggalkan, apapun yang diinginkan oleh hawa
nafsunya pasti dikerjakan. Apakah ada tobat baginya? Rasulullah balik bertanya:
Bukankah kamu sudah masuk Islam? Ia menjawab: Kalau saya, aku bersaksi bahwa
tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, dan
Muhammad adalah Rasul Allah. Rasulullah bersabda: Iya (ada tobat baginya), perbanyalah
melakukan kebaikan dan tinggalkan keburukan, maka Allah akan mengganti semua
keburukan yang pernah kau lakukan menjadi kebaikan. Ia bertanya lagi: Begitu
juga dengan pengkhianatanku dan kejahatanku? Rasulullah menjawab: Iya.
[Silsilah hadits Shahih no.3391]
Lihat: Taubat .. Kenapa tidak?!
2)
Dzarrah adalah sesuatu
yang sangat kecil.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{وَمَا
تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُو مِنْهُ مِن قُرْآنٍ وَلَا تَعْمَلُونَ مِنْ
عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ ۚ وَمَا يَعْزُبُ
عَن رَّبِّكَ مِن مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَلَا
أَصْغَرَ مِن ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرَ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ} [يونس : 61]
Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu
ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami
menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan
Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang
lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua
tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). [Yunus: 61]
{وَقَالَ
الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَأْتِينَا السَّاعَةُ ۖ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي
لَتَأْتِيَنَّكُمْ عَالِمِ الْغَيْبِ ۖ لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِي
السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَلَا أَصْغَرُ مِن ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرُ
إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ} [سبإ : 3]
Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu
tidak akan datang kepada kami". Katakanlah: "Pasti datang, demi
Tuhanku Yang Mengetahui yang ghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang
kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di
langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan
yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh
Mahfuzh)",
[Saba': 3]
3)
Boleh menetapkan hukum
dengan kias yang benar.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Nabi ﷺ ditanya tentang keutamaan keledai, maka beliau menjawab:
«لَمْ
يُنْزَلْ عَلَيَّ فِيهَا شَيْءٌ إِلَّا هَذِهِ الآيَةُ الجَامِعَةُ الفَاذَّةُ:
{فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا
يَرَهُ، وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ} [الزلزلة: 7-8]» [صحيح البخاري ومسلم]
“Tidak turun wahyu kepadaku tentangnya kecuali ayat ini yang
komplit dan tidak ada duanya: {Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat
dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang
mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya
pula} [Az-Zalzalah: 7-8] [Shahih Bukhari dan Muslim]
Wallahu a'lam!
Lihat juga: Tafsir surah Al-Fiil - Tafsir surah Al-Fatihah - Tafsir surah As-Sajdah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...