بسم
الله الرحمن الرحيم
Surah “Al-Qari’ah” adalah surah yang ke-101 dalam
Al-Qur'an, merupakan surah Makkiyah.
Berbicara tentang hari kebangkitan dan timbangan amal
yang menentukan baik buruknya kehidupan seseorang di akhirat.
Hubungan
surah ini dengan surah sebelumnya
Surah “Al-'Adiyaat” berbicara tentang kenikmatan dunia
dan peringatan kepada orang-orang yang lalai dengan hari akhirat.
Hubungan
surah ini dengan surah setelahnya.
Surah “At-Takatsur” berbicara tentang orang-orang yang
dilalaikan oleh kenikmatan dunia sehingga timbangan kebaikannya kurang.
Lihat: Tafsir Surah "At-Takatsur"
Ayat pertama, kedua dan ketiga
{الْقَارِعَةُ (1) مَا الْقَارِعَةُ (2) وَمَا
أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ}
Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu?
Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
Hari kiamat dinamai “Al-Qari’ah” yang berarti
menggedor (mengetuk dengan keras) karena kejadian pada hari itu membuat hati
berdebar kencang dan membuatnya risau.
Pengulangan kata dan
pertanyaan tentang Al-Qari’ah untuk menunjukkan betapa dahsyatnya hari itu dan
begitu menakutkannya. Seperti pada surah yang lain, Allah subhanahu
wata’aalaa berfirman:
﴿ٱلۡحَآقَّةُ (1) مَا ٱلۡحَآقَّةُ
(2) وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡحَآقَّةُ﴾ [الحاقة: 1-3]
Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah
hari Kiamat itu?
[Al-Haqqah: 1-3]
Lihat: Kitab Ar-Riqaq, bab 48; Qishash pada hari kiamat
Ayat keempat
{يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ
الْمَبْثُوثِ}
Pada hari itu manusia adalah seperti
anai-anai yang bertebaran
1.
Kejadian ini setelah tiupan sangkakala, manusia keluar
dari kuburannya untuk menghadap Allah.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَنُفِخَ فِي الصُّورِ
فَإِذَا هُم مِّنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ (51) قَالُوا يَا
وَيْلَنَا مَن بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ
وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ} [يس : ٥١-٥٢]
Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan
segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: "Aduhai
celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami
(kubur)?". Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah
Rasul-rasul(Nya).
[Yasin: 51-52]
2.
Keluar dalam keadaan takut seperti serangga yang
beterbangan.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ
إِلَىٰ شَيْءٍ نُّكُرٍ (6) خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ
كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنتَشِرٌ (7) مُّهْطِعِينَ إِلَى الدَّاعِ ۖ يَقُولُ
الْكَافِرُونَ هَٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ} [القمر : ٦-٨]
(Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru
kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan), Sambil menundukkan
pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang
beterbangan. mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir
berkata: "Ini adalah hari yang berat". [Al-Qamar: 6-8]
3.
Keluar dari kuburan dengan cepat.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{يَوْمَ يَخْرُجُونَ مِنَ
الْأَجْدَاثِ سِرَاعًا كَأَنَّهُمْ إِلَىٰ نُصُبٍ يُوفِضُونَ (43) خَاشِعَةً
أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۚ ذَٰلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَانُوا
يُوعَدُونَ} [المعارج
: ٤٣-٤٤]
(yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat
seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di
dunia). dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya (serta) diliputi kehinaan.
Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka. [Al-Ma'arij: 43-44]
4.
Dikumpulkan dalam keadaan telanjang.
Aisyah radhiallahu'anha menuturkan, Rasulullah ﷺ bersabda:
«تُحْشَرُونَ حُفَاةً
عُرَاةً غُرْلًا» قَالَتْ عَائِشَةُ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، الرِّجَالُ
وَالنِّسَاءُ يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ؟ فَقَالَ: «الأَمْرُ أَشَدُّ مِنْ
أَنْ يُهِمَّهُمْ ذَاكِ»
"Kelak (di hari Kiamat) kalian dikumpulkan dalam keadaan tidak
beralas kaki, telanjang, dan tak berkhitan." 'Aisyah menyela, 'Wahai
Rasulullah, lantas apakah para lelaki dan wanita akan saling melihat auratnya
satu sama lain?' Nabi menjawab, "Kejadian ketika itu lebih dahsyat
sehingga memalingkan mereka dari keinginan seperti itu." [Shahih Bukhari]
Lihat: Kitab Ar-Riqaq, bab 45; Bagaimana hari pengumpulan (Al-Hasyr)
Ayat kelima
{وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ}
Dan gunung-gunung adalah seperti bulu
yang dihambur-hamburkan.
Gunung-gunung
dihancurkan seperti bulu dan debu beterbangan.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ
الْجِبَالِ فَقُلْ يَنسِفُهَا رَبِّي نَسْفًا (105) فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا
(106) لَّا تَرَىٰ فِيهَا عِوَجًا وَلَا أَمْتًا (107) يَوْمَئِذٍ يَتَّبِعُونَ
الدَّاعِيَ لَا عِوَجَ لَهُ ۖ وَخَشَعَتِ الْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَٰنِ فَلَا تَسْمَعُ
إِلَّا هَمْسًا} [طه
: 105-108]
Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka
katakanlah: "Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat)
sehancur-hancurnya, maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar
sama sekali, tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan
yang tinggi-tinggi. Pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara)
penyeru dengan tidak berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Tuhan
Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja. [Thaha: 105-108]
{يَوْمَ تَكُونُ
السَّمَاءُ كَالْمُهْلِ (8) وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ} [المعارج : 8-9]
Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak, dan
gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan), [Al-Ma'arij: 8-9]
{وَبُسَّتِ الْجِبَالُ
بَسًّا (5) فَكَانَتْ هَبَاءً مُّنبَثًّا} [الواقعة : 5-6]
Dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, maka
jadilah ia debu yang beterbangan, [Al-Waqi'ah: 5-6]
Ayat keenam dan ketujuh
{فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ (6) فَهُوَ
فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ}
Dan adapun orang-orang yang berat
timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.
1)
Penetapan
adanya timbangan pada hari kiamat.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ
الْحَقُّ ۚ فَمَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (8)
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُم بِمَا
كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ} [الأعراف : 8-9]
Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka
barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang
beruntung. Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang
yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat
Kami. [Al-A'raf:
8-9]
{فَمَن ثَقُلَتْ
مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (102) وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ
فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ (103)
تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ} [المؤمنون : 102-104]
Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka
itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan
timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri,
mereka kekal di dalam neraka Jahannam. Muka mereka dibakar api neraka, dan
mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat. [Al-Mu'minuun: 102-104]
2)
Timbangan yang
sangat adil.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ
الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئاً وَإِنْ كَانَ
مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ} [الأنبياء: 47]
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat,
maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu)
hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah
Kami sebagai pembuat perhitungan. [Al-Anbiyaa': 47]
Ø Dari Aisyah
radhiyallahu 'anha;
أَنَّ رَجُلًا قَعَدَ بَيْنَ يَدَيِ
النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ لِي مَمْلُوكِينَ
يُكَذِّبُونَنِي وَيَخُونُونَنِي وَيَعْصُونَنِي، وَأَشْتُمُهُمْ وَأَضْرِبُهُمْ
فَكَيْفَ أَنَا مِنْهُمْ؟ قَالَ: «يُحْسَبُ مَا خَانُوكَ وَعَصَوْكَ وَكَذَّبُوكَ
وَعِقَابُكَ إِيَّاهُمْ، فَإِنْ كَانَ عِقَابُكَ إِيَّاهُمْ بِقَدْرِ ذُنُوبِهِمْ
كَانَ
كَفَافًا، لَا
لَكَ وَلَا عَلَيْكَ، وَإِنْ كَانَ عِقَابُكَ إِيَّاهُمْ دُونَ ذُنُوبِهِمْ كَانَ
فَضْلًا لَكَ، وَإِنْ كَانَ عِقَابُكَ إِيَّاهُمْ فَوْقَ ذُنُوبِهِمْ اقْتُصَّ لَهُمْ
مِنْكَ الفَضْلُ». قَالَ: فَتَنَحَّى الرَّجُلُ فَجَعَلَ يَبْكِي وَيَهْتِفُ،
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: " أَمَا تَقْرَأُ كِتَابَ اللَّهِ {وَنَضَعُ
المَوَازِينَ القِسْطَ لِيَوْمِ القِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ
كَانَ مِثْقَالَ} [الأنبياء:
47] الآيَةَ
". فَقَالَ الرَّجُلُ: وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَجِدُ لِي وَلَهُمْ
شَيْئًا خَيْرًا مِنْ مُفَارَقَتِهِمْ، أُشْهِدُكَ أَنَّهُمْ أَحْرَارٌ كُلُّهُمْ [سنن الترمذي: صحيح]
Bahwa seseorang duduk di depan Nabi ﷺ lalu berkata, Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya memiliki dua
orang budak mereka mendustai dan mengkhianati saya, mereka juga membangkang
terhadap (perintah) saya, lalu saya umpat dan saya pukul mereka apakah saya
berdosa kepada mereka? beliau menjawab "Pengkhianatan, pembangkangan, dan
kedustaan mereka terhadapmu, juga hukumanmu atas mereka, semua itu ada
perhitungannya. Jika hukumanmu sebanding dengan kesalahan mereka, maka impaslah
urusanmu dengannya. Tapi jika hukumanmu lebih ringan dibanding kesalahan
mereka, maka kamu mendapat keutamaan. Namun jika hukuman yang kamu timpakan
kepada mereka lebih berat dibanding kesalahan mereka, maka merekalah yang akan
mendapat keutamaan darimu sebagai qishash." ia berkata, lalu menyesallah
lelaki itu kemudian ia menangis dan berteriak lalu Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidakkah engkau membaca kitab Allah: {'Kami
akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah seseorang
dirugikan barang sedikitpun."} (Al-Anbiya: 47) lelaki itu berkata,
Wahai Rasulullah, demi Allah, tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi saya
kecuali dengan memerdekakan mereka. Karena itu saksikanlah bahwa mereka semua
saya merdekakan." [Sunan Tirmidziy: Shahih]
Lihat: Perjalanan setelah kematian
3)
Kehidupan yang
diridhai adalah surga.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ
كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ (19) إِنِّي
ظَنَنتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ (20) فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ (21) فِي
جَنَّةٍ عَالِيَةٍ (22) قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ (23) كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا
أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ} [الحاقة : 19-24]
Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari
sebelah kanannya, maka dia berkata: "Ambillah, bacalah kitabku
(ini)". Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab
terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam
surga yang tinggi, buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan): "Makan
dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada
hari-hari yang telah lalu". [Al-Haaqqah: 19-24]
Ayat kedelapan, sembilan, sepuluh dan sebelas
{وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ (8)
فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ (9) وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ (10) نَارٌ حَامِيَةٌ}
Dan adapun orang-orang yang ringan
timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah
kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.
1.
Tiga tingkatan timbangan:
a)
Kebaikannya lebih berat.
Abdullah bin 'Amru radhiyallahu 'anhuma berkata; Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda:
«يُصَاحُ بِرَجُلٍ مِنْ
أُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ فَيُنْشَرُ لَهُ
تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ سِجِلًّا كُلُّ سِجِلٍّ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَقُولُ
اللَّهُ عَزَّ وَجَل:َّ هَلْ تُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا؟ فَيَقُول:ُ لَا يَا
رَبِّ! فَيَقُول:ُ أَظَلَمَتْكَ كَتَبَتِي الْحَافِظُونَ؟ ثُمَّ يَقُول:ُ أَلَكَ
عَنْ ذَلِكَ حَسَنَة؟ٌ فَيُهَابُ الرَّجُلُ فَيَقُولُ: لَا! فَيَقُولُ: بَلَى
إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَات،ٍ وَإِنَّهُ لَا ظُلْمَ عَلَيْكَ الْيَوْم.َ
فَتُخْرَجُ لَهُ بِطَاقَةٌ فِيهَا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ قَالَ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ مَا هَذِهِ
الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلَّات؟ِ فَيَقُول:ُ إِنَّكَ لَا تُظْلَمُ.
فَتُوضَعُ السِّجِلَّاتُ فِي كِفَّةٍ وَالْبِطَاقَةُ فِي كِفَّةٍ فَطَاشَتْ السِّجِلَّاتُ
وَثَقُلَتْ الْبِطَاقَةُ»
"Pada hari Kiamat akan di teriakan seorang laki-laki dari ummatku di
atas kepala seluruh makhluk, maka di sebarkanlah untuknya sembilan puluh
sembilan buku catatan, setiap buku catatan yang panjangnya sejauh mata
memandang. Kemudian Allah 'azza wajalla berfirman: "Apakah kamu
mengingkari sesuatu dari catatan ini?" Dia menjawab; "Tidak wahai
Rabbku." Allah bertanya lagi; "Apakah Malaikat penulis-Ku
mendzalimimu? Apakah kamu punya alasan? Apakah kamu punya kebaikan?" Maka
dengan rasa takut, laki-laki itu menjawab; "Tidak."
Allah berfirman: "Ya, sesungguhnya kamu memiliki beberapa kebaikan
di sisi Kami. Sesungguhnya pada hari ini tidak ada lagi kezhaliman bagi
dirimu."
Maka di keluarkanlah untuknya kartu yang bertuliskan; "Laa ilaaha
illallah wa anna Muhammadan 'Abduhu wa rasuuluhu (Tidak ada ilah yang berhak di
sembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya)."
Lelaki itu berkata; "Wahai Rabbku, apa hubingannya kartu ini dengan
buku catatan ini?" Allah menjawab: "Sesungguhnya kamu tidak akan
dizhalimi." Maka di letakkanlah catatan-catatan itu di atas satu bagian
(di sisi) timbangan, dan kartu di bagian lain (sisi yang lain) dari timbangan,
ternyata catatan-catatan itu lebih ringan dan kartu itu lebih berat."
Muhammad bin Yahya berkata; "Kartu adalah suatu lempengan, dan penduduk
Mesir biasa mengatakan lempengan tersebut adalah kartu." [Sunan Ibnu
Majah: Shahih]
Lihat: Syarah Kitab Tauhid bab (2): Keutamaan Tauhid, dan yang menghapuskan dosa
b)
Keburukannya lebih berat.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم
بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا (103) الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا (104) أُولَٰئِكَ
الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا
نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا} [الكهف : 103-105]
Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu
tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang
yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka
menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang
telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan
dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu
penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. [Al-Kahf: 103-105]
Ø Dari Abu
Hurairah radhiallahu'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda:
«إِنَّهُ لَيَأْتِي
الرَّجُلُ الْعَظِيمُ السَّمِينُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لَا يَزِنُ عِنْدَ اللهِ
جَنَاحَ بَعُوضَةٍ. وَقَالَ: اقْرَؤُوا ﴿فَلا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
وَزْنًا﴾»
"Sungguh,ada seorang laki-laki yang besar dan gemuk datang pada hari
Kiamat, namun (amalannya) tidak seberat sayap nyamuk di sisi Allah. Dan (Nabi)
bersabda: 'Bacalah firman Allah Ta'ala: {Maka Kami tidak akan
mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari Kiamat}'."
[Al-Kahfi: 105]. [Shahih Bukhari dan Muslim]
c)
Kebaikan dan keburukannya seimbang.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ ۚ
وَعَلَى الْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّا بِسِيمَاهُمْ ۚ وَنَادَوْا
أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَن سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ۚ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ
يَطْمَعُونَ (46) وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَارُهُمْ تِلْقَاءَ أَصْحَابِ النَّارِ
قَالُوا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (47) وَنَادَىٰ
أَصْحَابُ الْأَعْرَافِ رِجَالًا يَعْرِفُونَهُم بِسِيمَاهُمْ قَالُوا مَا
أَغْنَىٰ عَنكُمْ جَمْعُكُمْ وَمَا كُنتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ (48) أَهَٰؤُلَاءِ
الَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ لَا يَنَالُهُمُ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ ۚ ادْخُلُوا
الْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَا أَنتُمْ تَحْزَنُونَ} [الأعراف: ٤٦-٤٩]
Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas;
dan di atas A'raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua
golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga:
"Salaamun 'alaikum". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka
ingin segera (memasukinya). Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah
penghuni neraka, mereka berkata: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau
tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu". Dan orang-orang
yang di atas A'raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang
mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan: "Harta yang
kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi
manfaat kepadamu". (Orang-orang di atas A'raaf bertanya kepada penghuni
neraka): "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak
akan mendapat rahmat Allah?". (Kepada orang mukmin itu dikatakan):
"Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak
(pula) kamu bersedih hati". [Al-A'raf: 46-49]
Ø Abu Zur'ah
bin 'Amru bin Jarir
-rahimahullah- berkata:
سُئل رسولُ اللهِ ﷺ عن أصحاب الأعراف،
فقال: «هم آخِرُ مَن يُفْصَلُ بينَهم مِن العبادِ، وإذا فرغ ربُّ العالمين من فصلٍ
بين العبادِ، قال: أنتم قومٌ أخْرَجَتْكُم حَسَناتُكُم مِن النارِ، ولم تُدْخِلْكم
الجنةَ، فأنتم عُتَقائى، فارْعَوْا مِن الجنةِ حيث شئتُم»
"Rasulullah ﷺ
ditanya tentang Ashabul A'raf (penghuni al-A'raf), maka beliau menjawab:
'Mereka adalah hamba-hamba yang terakhir dipisahkan (keputusannya). Ketika
Allah selesai memutuskan (perkara) di antara hamba-hamba-Nya, Dia berfirman:
'Kalian adalah kaum yang amal kebaikan kalian mengeluarkan kalian dari Neraka,
namun belum memasukkannya ke dalam Surga. Kalian adalah orang-orang yang
kubebaskan, maka masuklah ke Surga dari mana saja kalian suka.'" [Tafsir
Ath-Thabariy: Sanadnya Mursal Hasan]
Ø Dari Huzaifah
radhiallahu'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda:
«يَجْمَع اللهُ النَّاسَ
يَومَ القِيَامَة، فَيُؤْمَرُ بِأَهْلِ الجَنَّةِ إلى الجَنَّة، وبِأَهْلِ
النَّارِ إِلَى النَّار، ثُم يُقَال لِأَصْحَابِ الأَعْرَاف: مَا تَنْتَظِرُون؟
قالوا: نَنْتَظِرُ أَمْرَك، فَيُقَالُ لهم: إِنَّ حَسَنَاتِكُم جَازَتْ بِكُم
النَّارَ، أَنْ تَدخُلُوهَا، وحَالَت بَيْنكُم وبَيْنَ الجَنَّةِ خَطَايَاكُم،
فَادْخُلُوا بِمَغْفِرَتِي وَرَحْمَتِي»
"Allah mengumpulkan manusia pada hari Kiamat, lalu diperintahkan
(agar) penghuni Surga menuju ke Surga dan penghuni Neraka menuju ke Neraka.
Kemudian dikatakan kepada Ashâbul A'râf: 'Apa yang kalian tunggu?' Mereka
menjawab: 'Kami menunggu perintah-Mu.' Lalu dikatakan kepada mereka:
'Sesungguhnya amal kebaikan kalian telah melindungi kalian dari Neraka sehingga
kalian tidak memasukinya, sementara dosa-dosa kalian menghalangi kalian dari
Surga. Masuklah (ke Surga) dengan ampunan dan rahmat-Ku.'" [Al-Ba'tsu karya
Al-Baihaqiy: Sanadnya lemah]
2.
Panasnya api neraka.
Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu; Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda:
«نَارُكُمْ جُزْءٌ مِنْ
سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنْ كَانَتْ
لَكَافِيَةً قَالَ:
فُضِّلَتْ عَلَيْهِنَّ بِتِسْعَةٍ وَسِتِّينَ جُزْءًا كُلُّهُنَّ مِثْلُ حَرِّهَا»
"Api kalian hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api neraka
Jahannam." Ditanyakan kepada Rasulullah: "Wahai Rasulullah, (api
dunia) itu sudah cukup (untuk menyiksa)." Beliau bersabda: "Api
neraka dilebihkan atasnya dengan enam puluh sembilan bagian, masing-masing
bagian sama panasnya dengan api dunia." [Shahih Bukhari dan Muslim]
Ø Nu'man bin
Basyir radhiallahu'anhu
mengatakan: Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda:
«إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ
النَّارِ عَذَابًا يَوْمَ القِيَامَةِ رَجُلٌ عَلَى أَخْمَصِ قَدَمَيْهِ
جَمْرَتَانِ، يَغْلِي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ كَمَا يَغْلِي المِرْجَلُ وَالقُمْقُمُ»
"Penghuni neraka yang paling ringan siksanya pada hari kiamat adalah
seseorang yang telapak kakinya dialasi sandal, sehingga otaknya mendidih,
sebagai mendidihnya ketel (ceret) dan periuk." [Shahih Bukhari]
Lihat: Kitab Ar-Riqaq, bab 51; Sifat surga dan neraka
Wallahu a'lam!
Lihat juga: Tafsir surah "Al-'Ashr" - Tafsir surah "Al-Humazah" - Tafsir surah "Al-Ma'un"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...