Rabu, 04 Februari 2026

Allah Yang Maha Menguasai "Al-Malik"

بسم الله الرحمن الرحيم

Nama Allah Al-Malik, Al-Maliik, dan Al-Maalik

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{مَلِكِ النَّاسِ} [الناس : 2]

Raja manusia. [An-Naas: 2]

{فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ} [طه : 114]

Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya. [Thaha: 114]

{فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ} [المؤمنون : 116]

Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia. [Al-Mu'minuun: 116]

{إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ (54) فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِندَ مَلِيكٍ مُّقْتَدِرٍ} [القمر : 54-55]

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa. [Al-Qamar: 54-55]

{مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ} [الفاتحة : 4]

Yang menguasai di hari pembalasan. [Al-Fatihah: 4]

Konsekuensi iman kepada nama Allah "Al-Malik":

1.      Allah sebagai "Al-Malik" Yang memiliki dan menguasai segala yang ada di langit dan di bumi, karena semua itu adalah ciptaanNya.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ} [المائدة : 17]

Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Al-Maidah: 17]

Lihat: “Al-Khaliq” dan “Al-Khallaq”; Allah Yang Maha Mencipta

2.      Yang pantas untuk diibadahi hanya "Al-Malik" karena selainNya tidak punya kepemilikan sediktpun.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِ اللَّهِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِن شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُم مِّن ظَهِيرٍ} [سبإ : 22]

Katakanlah: "Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya. [Saba': 22]

3.      Yang mengatur, memberi, dan yang menahan hanya “Al-Malik”.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ} [آل عمران : 26]

Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Ali 'Imran: 26]

4.      Tidak ada yang bisa keluar dari kekuasaan Allah 'azza wajalla.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ} [الرحمن: 33]

Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah (untuk keluar dari kekuasaan Allah). Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah). [Ar-Rahman: 33]

Lihat: Tafsir surah Ar-Rahman ayat 33; “Tidak ada yang bisa keluar dari kekuasaan Allah”

5.      Kekuasaan Allah tidak pernah berkurang.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah bersabda:

"إِنَّ يَمِينَ اللَّهِ مَلْأَى لاَ يَغِيضُهَا نَفَقَةٌ، سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ، أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْفَقَ مُنْذُ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَنْقُصْ مَا فِي يَمِينِهِ، وَعَرْشُهُ عَلَى المَاءِ، وَبِيَدِهِ الأُخْرَى الفَيْضُ - أَوِ القَبْضُ - يَرْفَعُ وَيَخْفِضُ" [صحيح البخاري ومسلم]

"Tangan kanan Allah selalu penuh dan sama sekali tidak pernah kurang karena berderma (infak), Dia sangat dermawan baik malam maupun siang, tidakkah kalian tahu apa yang telah diinfakan-Nya semenjak Ia mencipta langit dan bumi dan itu semua tidak mengurangi apa yang berada di tangan kanan-Nya? Dan arsy-Nya berada diatas air, dan ditangan-Nya yang lain urusan menjulurkan atau menahan, karenanya Dia meninggikan atau merendahkan." [Shahih Bukhari dan Muslim]

Ø  Dari Abu Dzar Al-Gifariy -radhiyallahu ‘anhu-, dari Nabi yang beliau riwayatkan dari Allah 'azza wajalla (dalam sebuah hadits Qudsi):

"يا عبادي! كلكم ضال إلا من هديته. فاستهدوني أهدكم. يا عبادي! كلكم جائع إلا من أطعمته. فاستطعموني أطعمكم. يا عبادي! كلكم عار إلا من كسوته، فاستكسوني أكسكم. يا عبادي! إنكم تخطئون بالليل والنهار، وأنا أغفر الذنوب جميعا. فاستغفروني أغفر لكم. يا عبادي! إنكم لن تبلغوا ضري فتضروني. ولن تبلغوا نفعي فتنفعوني. يا عبادي! لو أن أولكم وآخركم وإنسكم وجنكم. كانوا على أتقى قلب رجل واحد منكم. ما زاد ذلك في ملكي شيئا. يا عبادي! لو أن أولكم وآخركم. وإنسكم وجنكم. كانوا على أفجر قلب رجل واحد. ما نقص ذلك من ملكي شيئا. يا عبادي! لو أن أولكم وآخركم. وإنسكم وجنكم. قاموا في صعيد واحد فسألوني. فأعطيت كل إنسان مسألته. ما نقص ذلك مما عندي إلا كما ينقص المخيط إذا أدخل البحر"

“Wahai hamba-Ku .. kalian semua sesat kecuali yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah dari-Ku dan Aku akan memberimu hidayah. Wahai hamba-Ku .. kalian semua lapar kecuali yang Aku beri makan, maka mintalah makanan dari-Ku dan Aku akan memberimu makan. Wahai hamba-Ku .. kalian semua telanjang kecuali yang Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian dari-Ku dan akau akan memberimu pakaian. Wahai hamba-Ku .. sesungguhnya kalian melakukan kesalahan siang dan malam dan Aku mengampuni semua dosa-dosa, maka minta ampunlah dari-Ku dan Aku akan mengampunimu.”

“Wahai hamba-Ku .. jika kalian merasakan kesulitan dari-Ku maka kalian tidak akan bisa membalasku dengan kesulitan, dan jika kalian merasakan kenikmatan dari-Ku maka kalian tidak akan bisa membalasku dengan kenikmatan.”

“Wahai hamba-Ku .. kalau seandainya orang pertama dari kalian sampai yang terakhir, dari kalangan manusia dan jin, semuanya bertaqwa dengan sebaik-baik taqwa diantara kalian, itu semua tidak akan menambah sedikitpun kekuasaan-Ku. Wahai hamba-Ku .. kalau seandainya orang pertama dari kalian sampai yang terakhir, dari kalangan manusia dan jin, semuanya jahat dengan sejahat-jahat diantara kalian, itu semua tidak akan mengurangi sedikitpun kekuasaan-Ku.”

“Wahai hamba-Ku .. kalau seandainya orang pertama dari kalian sampai yang terakhir, dari kalangan manusia dan jin, semuanya berdiri di satu padang luas meminta kepada-Ku dan Aku beri semua manusia apa yang mereka minta, itu tidak akan mengurangi kekayaanKu, kecuali seperti air yang diambil benang jika dicelupkan ke laut.” [Shahih Muslim]

Lihat: Syarah Arba’in hadits (24) Abu Dzar; Keharaman perbuatan dzalim

6.      Kekuasaan Allah jauh dari kekurangan, keburukan dan kedzaliman, oleh sebab itu nama “Al-Malik” sering dibandingkan dengan “Al-Quddus” yang berarti Maha Suci.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ} [الجمعة : 1]

Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [Al-Jumu'ah: 1]

Ø  Dari Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu;

"أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوتِرُ بِثَلَاثِ رَكَعَاتٍ، كَانَ يَقْرَأُ فِي الْأُولَى بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى، وَفِي الثَّانِيَةِ بِقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ، وَفِي الثَّالِثَةِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، وَيَقْنُتُ قَبْلَ الرُّكُوعِ، فَإِذَا فَرَغَ، قَالَ عِنْدَ فَرَاغِهِ: «سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ»، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ يُطِيلُ فِي آخِرِهِنَّ" [سنن النسائي: صحيح]

Bahwa Rasulullah pernah salat Witir tiga rakaat, pada rakaat pertama beliau membaca: {Sabbihisma rabbikal a'laa} (surah Al A'la). Pada rakaat kedua membaca, {Qul ya ayyuhal kafirun} (surah Al-Kafirun), dan pada rakaat ketiga beliau membaca {Qul huwallahu ahad} (surah Al-Ikhlash). Lalu beliau qunut sebelum rukuk. Setelah selesai beliau membaca "Subbhanal Malikil Quddus" tiga kali. Beliau memanjangkan pada yang terakhir kalinya. [Sunan An-Nasaiy: Shahih]

Lihat: Syarah hadits; Bacaan surah pada shalat witir

Pengaruh iman kepada nama Allah “Al-Malik”:

Pertama: Beribadah hanya kepada Al-Malik, sang Pemilik dan Penguasa mutlak. Selain Allah tidak berhak disembah, tidak pantas ditempati meminta dan bergantung.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوا عِندَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ} [العنكبوت : 17]

Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan. [Al-'Ankabuut: 17]

Kedua: Berharap dan takut hanya kepada Allah.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{قَالَ إِنِّي أُشْهِدُ اللَّهَ وَاشْهَدُوا أَنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ (54) مِن دُونِهِ ۖ فَكِيدُونِي جَمِيعًا ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ (55) إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُم ۚ مَّا مِن دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا ۚ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ} [هود : 54-56]

Huud menjawab: "Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus". [Huud: 54-56]

Ketiga: Tunduk dan taat hanya kepada hukum Allah.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ} [يوسف : 40]

Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". [Yusuf: 40]

{وَلَا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا} [الكهف : 26]

Dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan. [Al-Kahf: 26]

Keempat: Tidak merasa cemas dengan rezkinya, karena selalu bergantung hanya kepada Sang Penguasa Pemilik alam semesta.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَن يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ} [يونس : 31]

Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?" [Yunus: 31]

{هُمُ الَّذِينَ يَقُولُونَ لَا تُنفِقُوا عَلَىٰ مَنْ عِندَ رَسُولِ اللَّهِ حَتَّىٰ يَنفَضُّوا ۗ وَلِلَّهِ خَزَائِنُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَفْقَهُونَ} [المنافقون : 7]

Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): "Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada disisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)". Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami. [Al-Munafiquun: 7]

Kelima: Selalu merasa aman dalam kekuasaan Allah, karena Allah adalah “As-Salaam” Yang memberi keselamatan dan “Al-Mu'min” Yang memberi keamanan.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ} [الحشر : 23]

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. [Al-Hasyr: 23]

Keenam: Meyakini bahwa apa yang dimiliki dan dikuasai oleh hamba sesunggunya adalah milik dan pemberian dari “Al-Malik”.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا ۚ قَالُوا أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ الْمَالِ ۚ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ ۖ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ} [البقرة : 247]

Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. [Al-Baqarah: 247]

Ø  Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah bersabda:

"إِنَّ أَخْنَعَ اسْمٍ عِنْدَ اللهِ رَجُلٌ تَسَمَّى مَلِكَ الْأَمْلَاكِ» «لَا مَالِكَ إِلَّا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ"

“Sungguh nama (gelar) yang paling hina di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang yang bernama Malik Al-Amalak (Raja diraja). Tidak ada raja -yang memiliki kekuasaan mutlak- kecuali Allah ‘azza wajalla”. [Shahih Bukhari dan Muslim]

Lihat: Syarah Kitab Tauhid bab (46); Penggunaan gelar “Qadhi Qudhah” (hakimnya para hakim) dan sejenisnya

Ø  Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhuma berkata; Putri Nabi mengirim kabar kepada Beliau bahwa; "Anakku telah meninggal, maka datanglah kepada kami".

Maka Nabi memerintahkannya untuk menyampaikan salam lalu bersabda:

"إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى، وَكُلٌّ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى، فَلْتَصْبِرْ، وَلْتَحْتَسِبْ"

"Sesungguhnya milik Allah apa yang diambil-Nya dan milik Allah apa yang diberi-Nya. Dan segala sesuatu di sisi-Nya sudah ditentukan ajalnya, maka bersabarlah engkau karenanya dan mohonkanlah pahala darinya." [Shahih Bukhari dan Muslim]

Lihat: Bagaimana menyampaikan ta'ziyah?

Ketujuh: Mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat, karena yang berkuasa hanya “Al-Malik”.

Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, Nabi bersabda:

" يَقْبِضُ اللَّهُ الأَرْضَ، وَيَطْوِي السَّمَاءَ بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يَقُولُ: أَنَا المَلِكُ، أَيْنَ مُلُوكُ الأَرْضِ؟!"

"Allah menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya (pada hari kiamat) seraya berfirman, 'Akulah Sang Raja, mana orang-orang yang mengaku dirinya sebagai raja-raja bumi?" [Shahih Bukhari]

Lihat: Kitab Ar-Riqaq, bab 44; Allah menggenggam bumi pada hari kiamat

Kedelapan: Memuji dan meminta kepada Allah dengan namanya “Al-Malik”.

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: Nabi apabila bangun untuk shalat tahajud di malam hari, beliau membaca:

"اللهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ، وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ حَقٌّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، اللهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ، وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَوْ: لَا إِلَهَ غَيْرُكَ"

"Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Engkaulah cahaya langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya. Segala puji bagi-Mu. Engkaulah penegak (pengurus) langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya. Segala puji bagi-Mu. Engkaulah Raja langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya. Segala puji bagi-Mu. Engkaulah al-Haq (Kebenaran), janji-Mu adalah benar, perjumpaan dengan-Mu adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, hari kiamat adalah benar, Muhammad adalah benar, dan para Nabi adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, dengan pertolongan-Mu aku berdebat, dan kepada-Mu aku memohon keputusan. Ampunilah aku atas dosa yang telah aku lakukan dan yang akan aku lakukan, yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan. Engkaulah Yang Mendahulukan dan Yang Mengakhirkan. Tidak ada Tuhan selain Engkau—atau: Tidak ada Tuhan selain-Mu." [Musnad Ahmad: Shahih]

Ø  Dalam riwayat lain:

"وَلَكَ الْحَمْدُ، لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ"

"Dan segala puji bagi-Mu. Milik-Mulah kerajaan langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya." [Shahih Bukhari]

Ø  Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu; Sesungguhnya Nabi , apabila beliau berdiri untuk shalat, beliau membaca:

"وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ. إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ! أنت الملك لا إله إِلَّا أَنْتَ. وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الأَخْلَاقِ. لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ. وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا. لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ. لَبَّيْكَ! وَسَعْدَيْكَ! وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ. وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ. أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ. تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ. أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ"

"Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan itulah aku diperintahkan dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim). Ya Allah! Engkaulah Raja, tidak ada Tuhan selain Engkau. Tunjukilah aku kepada akhlak yang paling baik, tidak ada yang dapat menunjuki kepada akhlak yang paling baik selain Engkau. Dan jauhkanlah dariku akhlak yang buruk, tidak ada yang dapat menjauhkannya dariku selain Engkau. Aku memenuhi panggilan-Mu dan aku siap membantu-Mu. Segala kebaikan berada di tangan-Mu, dan kejelekan bukan berasal dari-Mu. Aku ada dengan pertolongan-Mu dan hanya kepada-Mu (aku kembali). Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu." [Shahih Muslim]

Ø  Al-Mugirah bin Syu'bah radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah jika selesai dari shalat fardhu membaca ...

"لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ . اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ"

"Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya seluruh kerajaan, dan milik-Nya lah segala pujian, dan Ia maha kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah .. tidak ada yang bisa menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang bisa memberi apa yang Engkau halangi, dan tidak ada kekayaan yang bermanfaat kecuali amal saleh, karena dari-Mu lah kekayaan itu." [Sahih Bukhari dan Muslim]

Lihat: Dzikir “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah”

Wallahu a'lam!

Lihat: Penetapan sifat "Istiwa'" bagi Allah 'azza wajalla - Penetapan sifat “tangan” bagi Allah subhanahu wata’aalaa - Keagungan Asmaul Husna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...