Jumat, 17 Juli 2015

Takhrij hadits “Puasalah agar kalian sehat”

بسم الله الرحمن الرحيم


Hadits “anjuran puasa agar sehat” diriwayatkan dari beberapa sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti Abu Hurairah, Ibnu ‘Abbas, dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum.

Semua sanad hadits ini sangat lemah, sehingga keseluruhannya tidak mampu saling menguatkan. Berikut penjelasannya:

A.     Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy dalam Al-Mu’jam Al-Ausath 8/174 no.8312, beliau berkata:

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ زَكَرِيَّا، نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ فُضَيْلٍ الْجَزَرِيُّ، نا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ أَبِي دَاوُدَ، نا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " اغْزُوا تَغْنَمُوا، وَصُومُوا تَصِحُّوا، وَسَافِرُوا تَسْتَغْنُوا "

Musa bin Zakariya telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Ja’far bin Muhammad bin Fudhail Al-Jazariy telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin Sulaiman bin Abi Daud telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Zuhair bin Muhammad telah menceritakan kepada kami, dari Suhail bin Abi Shalih, dari bapaknya, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Berperanglah maka kalian akan mendapatkan harta rampasan, puasalah maka kalian akan sehat, dan bepergian jaulah maka kalian akan mendapatkan kekayaan”

Ath-Thabaraniy rahimahullah mengatakan:

لَمْ يَرْوِ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ سُهَيْلٍ، بِهَذَا اللَّفْظِ، إِلَّا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ

“Tidak ada yang meriwayatkan hadits ini dari Suhail seperti lafadz ini kecuali Zuhair bin Muhammad”.

Al-‘Iraqiy rahimahullah mengatakan sanadnya lemah. [Al-Mugniy hal.973]

Al-Mundziriy dalam At-Targiib wa At-Tarhiib 2/49-50 no.1450, dan Al-Haitsamiy dalam Majma’ Az-Zawaid no.5070 mengatakan: Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy dalam Al-Ausath, dan semua perawinya tsiqah.

Namun Al-Haitsamiy menyebutkan ulang pada hadits no.9657, dan beliau mengatakan:

رواه الطبراني في الأوسط عن شيخه موسى بن زكريا فإن كان الراوي عن شباب فقد تكلم فيه الدارقطني وإن كان غيره فلم أعرفه، وبقية رجاله ثقات.

“Hadits ini diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy dalam Al-Ausath dari gurunya Musa bin Zakariya; Jika ia (Musa) adalah rawiy yang meriwayatkan dari Syabab, maka Ad-Daraqutniy telah mengeritik periwayatan haditsnya, namun jika bukan dia maka aku tidak mengetahuinya, dan perwi-perawi yang lainya semua tsiqah”.

Sanad hadits ini sangat lemah; Karena Musa bin Zakariya At-Tustariy, Al-Hakim menukil dari Imam Ad-Daraquthniy mengatakan: Periwatan haditsnya ditolak (matruuk). [Miizaan Al-I’tidal 4/205]

Diriwayatkan melalui jalur lain oleh Abi ‘Arubah Al-Harraniy (w.318H) dalam kumpulan haditsnya riwayat Al-Hakim no.45, Ibnu Al-Muqri’ (w.381H) dalam haditsnya no.1, Al-‘Uqailiy dalm Adh-Dhu’afaa Al-Kabiir 2/92, dan Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb An-Nabawiy 1/239 no.113:

عن إِسْحَاق بن زَيْدٍ الْخَطَّابِيُّ ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ زُهَيْرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " اغْزُوا؛ تَغْنَمُوا، وَصُومُوا؛ تَصِحُّوا، وَسَافِرُوا تَصِحُّوا "

Dari Ishaq bin Zayd Al-Khathabiy, ia berkata: Muhammad bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami, dari Zuhair bin Muhammad, dari Suhail bin Abi Shalih, dari bapaknya, dari Abi Hurairah, ia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Berperanglah maka kalian akan mendapatkan harta rampasan, berpuasalah maka kalian akan sehat, dan bepergian jauhlah maka kalian akan sehat"

Al-‘Uqailiy rahimahullah mengatakan:

لَا يُتَابَعُ عَلَيْهِ إِلَّا مِنْ وَجْهٍ فِيهِ لِينٌ

“Tidak ada yang mendukungnya kecuali dari sanad yang lemah”.

Hadits ini mungkar, tidak ada yang meriwayatkan dari Suhail bin Abi Shalih kecuali Zuhair bin Muhammad At-Tamimiy, Abu Al-Mundzir Al-Khurasaniy[1]; Derajat hadits yang diriwayatkannya diperselisihkan:

Yahya bin Ma’in (w.233H) terkadang megatakan tsiqah, terkadang mengatakan: Periwayatan haditsnya tidak mengapa (ليس به بأس), dan terkadang mengatakan: Ia lemah.
Ibnu Al-Madiniy (w.234H) mengatakan: لا بأس به .
Imam Ahmad (w.241H) terkadang mengatakan: haditsnya baik (مستقيم الحديث), terkadang mengatakan: Riwayatnya mendekati riwayat yang sahih (مقارب الحديث), terkadang mengatkan: لم يكن به بأس .
Imam Bukhari (w.256H) mengatakan: Penduduk Syam meriwayatkan darinya hadits-hadits yang mungkar.
Al-‘Ijliy (w.261H) mengatakan: جائز الحديث  Haditsnya boleh (diterima). Dalam riwayat lain imengatakan: Periwayatan haditsnya tidak mengapa, tapi hadits-hadits yang diriwayatkan penduduk Syam darinya tidak aku sukai.
Ya’qub bin Syaibah (w.262H) mengatakan: صدوق صالح الحديث .
Abu Zur’ah Ar-Raziy (w.264) mengkategorikannya sebagai perawi yang lemah.

Abu Hatim Ar-Raziy (w.277H) berkata:

محله الصدق وفي حفظه سوء، وكان حديثه بالشام أنكر من حديثه بالعراق لسوء حفظه، وكان من أهل خراسان سكن المدينة وقدم الشام، فما حدث من كتبه فهو صالح، وما حدث من حفظه ففيه أغاليط

Derajat haditsnya hasan, hafalannya agak buruk, hadits yang ia riwayatkan di Syam lebih mungkar dibandingkan dengan hadits yang ia riwayatkan di ‘Iraq karena hafalannya yang buruk. Ia orang Khurasan yang tinggal di Madinah dan mengunjungi negri Syam, apa yang ia riwayatkan dengan melihat bukunya maka periwayatannya itu baik, dan apa yang ia riwayatkan dengan mengandalkan hafalannya maka periwayatannya itu banyak kekeliruan.

Utsman Ad-Darimiy (w.280H) mengatakan: Ia tsiqah, dan memiliki beberapa kesalahan.
Musa bin Harun Al-Hammal (w.294H): Saya berharap ia shaduq.
An-Nasaiy (w.303H) mengatakan: ليس بالقوي Periwayatan haditsnya tidak kuat.
Zakariya As-Sajiy (w.307H) mengatakan: Ia shaduq, haditsnya mungkar.
Ibnu Hibban (w.354H) menyebutnya dalam “Ats-Tsiqat” dan mengatakan: يخطئ ويخالف Ia melakukan keasalahan dan menyalahi riwayat orang lain.
Ibnu ‘Adiy (w.365H) berkata: Beberapa hadits yang ia riwayatkan derajatnya mungkar, kemungkinan penduduk Syam melakukan kesalahan ketika meriwayatkan darinya, karena jika yang meriwayatkan darinya adalah penduduk ‘Iraq maka haditsnya mirip dengan hadits yang baik, dan aku berharap periwayatan haditsnya tidak mengapa (لا بأس به).
Al-Hakim Abu Ahmad (w.378H) mengatkan: Beberapa hadits yang ia riwayatkan mungkar.
Adz-Dzahabiy (w.748H) mengatakan: ثقة يغرب ، ويأتي بما ينكر Ia tsiqah, terkadang meriwayatkan hadits garib (aneh), dan meriwayatkan hadits yang dianggap mungkar.
Ibnu Hajar (w.852H) berkata: Ia tsiqah, kecuali hadits yang diriwayatkan penduduk Syam darinya tidak baik maka ia dilemahkan karena itu.

Kesimpulan: Hadits yang diriwayatkan Zuhair derajatnya sahih atau hasan kecuali yang diriwayatkan oleh penduduk Syam darinya maka hadits tersebut mungkar, seperti hadits di atas karena yang meriwayatkan darinya adalah Muhammad bin Sulaiman bin Abi Daud Al-Harraaniy, dan ia adalah dari penduduk Syam.

Bukti lain kalau hadits ini mungkar adalah karena Zuhair telah menyelisihi lafadz riwayat yang lebih kuat yang tidak menyebutkan lafadz “anjuran puasa agar sehat”:

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnad-nya 14/507 no.8945, beliau berkata:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ، عَنْ دَرَّاجٍ، عَنْ ابْنِ حُجَيْرَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " سَافِرُوا تَصِحُّوا، وَاغْزُوا تَسْتَغْنُوا "

Qutaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Ibnu Lahi’ah telah menceritakan kepada kami, dari Darraaj, dari Ibnu Hujairah, dari Abi Hurairah; Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bepergian jauhlah maka kalian akan sehat, dan berperanglah maka kalian akan kaya”

Syekh Albaniy rahimahullah menghukumi hadits ini hasan dalam kitab silsilah Ash-Shahihah 7/1065 no.3352.

Diriwayatkan juga oleh Al-Qudha’iy dalam musnad Asy-Syihaab 1/364 no.623:

عن مُحَمَّد بن عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الرَّدَّادِ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «سَافِرُوا تَصِحُّوا وَتَغْنَمُوا»

Dari Muhammad bin Abdirrahman Ar-Raddaad, dari Suhail bin Abi Shalih, dari bapaknya, dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bepergian jauhlah maka kalian akan sehat dan mendapatkan harta”

Sanad hadits ini lemah karena Muhammad bin Abdirrahman Ar-Raddaad[2]; Abu Hatim Ar-Raziy berkata: Periwayatan haditsnya tidak kuat.

B.      Hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adiy dalam kitabnya Al-Kaamil fii Dhu’afaa’ Ar-Rijaal 8/324:

عن نَهْشَل بن سَعِيد عَنِ الضَّحَّاكِ، عنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَال رَسُول اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسلَّمَ: " سَافِرُوا تَصِحُّوا، وَصُومُوا تَصِحُّوا، وَاغْزُوا تغنموا ".

Dari Nahsyal bin Sa’id, dari Adh-Dhahhak, dari Ibnu ‘Abbas; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bepergian jauhlah maka kalian akan sehat, berpuasalah maka kalian akan sehat, dan berperanglah maka kalian akan mendapatkan harta rampasan”

Hadits ini sangat lemah karena dua cacat:

1.      Pada sanadnya ada Nahsyal bin Sa’id Al-Bashriy, Abu Abdillah Al-Khurasaniy[3]; Abu Hatim Ar-Raziy, An-Nasa’iy, dan Ibnu Hajar mengatakan: Periwayatan haditsnya ditolak (matruuk).
Sedangkan Ishak bin Rahawaih mengklaimnya sebagai pendusta.
2.      Sanadnya terputus, karena Adh-Dhahhaak tidak pernah menerima hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma. [Al-Marasiil karya Ibnu Abi Hatim hal.94]

C.      Hadits Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adiy dalam kitabnya Al-Kaamil fii Dhu’afaa’ Ar-Rijaal 3/227:

عن حسين بن عبد الله، عن أبيه، عن جده؛ عن عليّ أن رسول الله صلى الله عليه وسلم صلى الله عليه وسلم قال: " صُومُوا تَصِحُّوا ".

Dari Husain bin Abdillah, dari bapaknya, dari kakeknya, dari Ali; Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berpuasalah maka kalian akan sehat”

Hadits ini sangat lemah karena pada sanadnya ada Husain bin Abdillah bin Dhumairah Al-Madaniy Al-Himyariy[4]; Imam Bukhari mengatakan: Periwayatan haditsnya mungkar.
Imam Malik dan Abu Hatim Ar-Raaziy mengklaimnya sebagai pembohong.

Ash-Shaganiy menghukumi hadits ini palsu dalam kitabnya Al-Maudhu’at no.72.

Lihat: Al-Fawaid Al-Majmu’ah karya Asy-Syaukaniy hal.90, Silsilah Adh-Dha’ifah karya Al-Albaniy 1/420 no.253, dan 11/305 no.5188.

Wallahu ta’aalaa a’lam!

Lihat juga:




[1] Lihat biografi " Zuhair bin Muhammad " dalam kitab: Taariikh Ibnu Ma'in riwayat Utsman Ad-Darimiy hal.113, dan riwayat Ad-Duriy 4/367, Sualaat Abi Daud lil Imam Ahmad hal.233, Adh-Dhu'afaa' Ash-Shagiir karya Al-Bukhariy hal.50 , Ats-Tsiqaat karya Al-‘Ijliy 1/371, Adh-Dhu'afaa' karya Abu Zur'ah Ar-Raziy 2/618, Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'iy hal.180 , Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir karya Al-'Uqaily 2/92, Al-Jarh wa At-Ta'diil karya Ibnu Abi Hatim 3/589, Ats-Tsiqaat karya Ibnu Hibban 6/337, Al-Kaamil karya Ibnu 'Adiy 4/177, Taarikh Asmaa’ Ats-Tsiqaat karya Ibnu Syahin hal.90, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 1/297, Tahdziib Al-Kamaal karya Al-Mizziy 9/414, Al-Kasyif karya Adz-Dzahabiy 1/408, Miizaan Al-I’tidaal karya Adz-Dzahabiy 2/84, Tahdziib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar 3/348, Taqriib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar hal.217.
[2] Lihat biografi " Muhammad bin Abdirrahman Ar-Raddaad " dalam kitab: Al-Jarh wa At-Ta'diil 7/315, Al-Kaamil 7/402, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 3/75, Miizaan Al-I'tidaal 3/623, Lisaan Al-Miizaan karya Ibnu Hajar 7/285.
[3] Lihat biografi " Nahsyal bin Sa’id " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Ash-Shagiir karya Al-Bukhariy hal.120 , Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir 4/309, Al-Majruhiin karya Ibnu Hibban 3/52, Al-Kaamil 8/323, Adh-Dhu'afaa' karya Abu Nu'aim hal.152 , Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 3/166, Tahdziib Al-Kamaal 30/31, Miizaan Al-I'tidaal 4/275, Al-Kasyf Al-Hatsits karya Ibnu Al-'Ajamiy hal.268 , Taqriib At-Tahdziib hal.566.
[4] Lihat biografi " Husain bin Abdillah " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Ash-Shagiir karya Al-Bukhariy hal.37 , Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir 1/246, Al-Majruhiin 1/244, Al-Kaamil 3/225, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 1/214, Miizaan Al-I'tidaal 1/538, Lisaan Al-Miizaan 3/173.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...