بسم الله الرحمن الرحيم
Nama
Allah yang bermakan Maha Pemberi Rezqi disebutkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah
dengan tiga bentuk:
Pertama: Bentuk tafdhil (perbangingan)
"Khaer Ar-Raziqin"
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{قَالَ
عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِّنَ
السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِّأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِّنكَ ۖ
وَارْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ} [المائدة : 114]
Isa putera Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami turunkanlah
kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan
menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang
sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan
Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama". [Al-Maidah: 114]
{وَالَّذِينَ
هَاجَرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوا أَوْ مَاتُوا لَيَرْزُقَنَّهُمُ
اللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ} [الحج : 58]
Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian
mereka di bunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka
rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi
rezeki. [Al-Hajj:
58]
{أَمْ
تَسْأَلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ} [المؤمنون : 72]
Atau kamu meminta upah kepada mereka?", maka upah dari
Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezeki Yang Paling Baik. [Al-Mu'minun: 72]
{قُلْ
إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ
وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ} [سبإ : 39]
Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki
bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi
(siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan,
maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. [Saba': 39]
{وَإِذَا
رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا ۚ قُلْ
مَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ ۚ وَاللَّهُ خَيْرُ
الرَّازِقِينَ} [الجمعة
: 11]
Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka
bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri
(berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada
permainan dan perniagaan", dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki. [Al-Jumu'ah: 11]
Kedua: Bentuk faa’il (pelaku)
"Ar-Raaziq".
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia
berkata:
قَالَ النَّاسُ:
يَا رَسُولَ اللهِ، غَلَا السِّعْرُ فَسَعِّرْ لَنَا. قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «إِنَّ
اللهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّازِقُ، وَإِنِّي
لَأَرْجُو أَنْ أَلْقَى اللهَ وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكُمْ يُطَالِبُنِي بِمَظْلِمَةٍ فِي دَمٍ
وَلَا مَالٍ»
"Orang-orang berkata, 'Wahai Rasulullah, harga telah
mahal, maka tetapkanlah harga untuk kami.' Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya Allah-lah Yang Menetapkan harga, Yang
Menahan, Yang Melapangkan, dan Yang Memberi rezeki. Dan sungguh, aku
berharap untuk bertemu Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun di antara
kalian yang menuntutku karena kezaliman dalam darah (jiwa) maupun harta.'"
[Sunan Abu Dawud: Dishahihkan oleh Al-Albaniy]
Lihat: Sikap menghadapi kenaikan harga
Ketiga: Bentuk mubalagah (menunjukkan
sangat banyak) Ar-Razzaaq"
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَمَا
خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (56) مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن
رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ (57) إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو
الْقُوَّةِ الْمَتِينُ} [الذاريات : 56-58]
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka
dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah
Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. [Adz-Dzariyaat: 56-58]
Lihat: 108 "Asmaa-ul husna"
Nb: Nama “Ar-Razzaq” digandengkan dengan nama “Al-Qawiy” dan “Al-Matin”
menunjukkan bahwa tidak ada yang bisa menghalangi dan membatasi rezki Allah
kepada makhlukNya. Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{اللَّهُ
لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ} [الشورى : 19]
Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi
rezeki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. [Asy-Syuraa: 19]
{وَاللَّهُ
يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ} [البقرة: 212] [آل عمران: 27 و37]
[النور: 38]
Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang
dikehendaki-Nya tanpa batas. [Al-Baqarah:212][Ali 'Imran: 27 dan 37][An-Nuur:38]
Ø Dari Al-Mugirah
bin Syu’bah –radhiyallahu ‘anhu-;
أَنَّ
النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يَقُولُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ: «لاَ إِلَهَ
إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ، وَلَهُ الحَمْدُ،
وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ،
وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ»
Bahwasanya Nabi ﷺ membaca pada setiap akhir shalat wajib: “Tiada Tuhan yang
berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya seluruh
kerajaan, dan milik-Nya lah segala pujian, dan Ia maha kuasa atas segala
sesuatu. Ya Allah .. tidak ada yang bisa menghalangi apa yang Engkau berikan,
dan tidak ada yang bisa memberi apa yang Engkau halangi, dan tidak ada pemilik
kekayaan yang bermanfaat (kecuali amal saleh), karena dari-Mu lah kekayaan
itu." [Shahih Bukhari dan Muslim]
Lihat: Hadits Al-Mugirah bin Syu’bah; Dzikir setelah shalat
Pengaruh
iman kepada nama Allah “Ar-Raaziq” dan “Ar-Razzaaq”:
1.
Tidak beribadah kecuali
kepada Allah karena yang pantas diibadahi hanya memberi rezqi, dan tidak ada
yang memberi rezki kecuali Allah ta’aalaa.
Allah subhanahu
wata’aalaa berfirman:
{أَمَّنْ
يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَمَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ
وَالْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ
صَادِقِينَ} [النمل:
64]
Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya),
kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezki kepadamu
dari langit dan bumi? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)?.
Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang
yang benar".
[An-Naml:64]
{يَا
أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ
غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ
فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ} [فاطر: 3]
Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah
Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan
bumi ? tidak ada Tuhan selain Dia; Maka mengapakah kamu berpaling (dari
ketauhidan)?
[Faathir:3]
{وَيَعْبُدُونَ
مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَهُمْ رِزْقًا مِّنَ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ شَيْئًا وَلَا يَسْتَطِيعُونَ} [النحل : 73]
Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat
memberikan rezeki kepada mereka sedikitpun dari langit dan bumi, dan tidak
berkuasa (sedikit juapun). [An-Nahl: 73]
Lihat: Rezeki hanya dari Allah
2.
Bergantung hanya kepada
Allah 'azza wajalla dan tidak khawatir dengan rezkinya.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَمَا
مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا} [هود: 6]
Dan tidak ada suatu binatang melata (bernyawa) pun di bumi
melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya. [Huud:6]
Ø Dari Jabir
bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَوْ
أَنَّ ابْنَ آدَمَ هَرَبَ مِنْ رِزْقِهِ كَمَا يَهْرُبُ مِنَ الْمَوْتِ
لَأَدْرَكَهُ رِزْقُهُ كَمَا يُدْرِكُهُ الْمَوْتُ» [حلية الأولياء: صححه الألباني]
"Seandainya anak cucu Adam menghindar dari rezkinya
sebagaimana ia menghindar dari kematian, niscaya rizkinya akan mendapati mereka
sebagaimana kematian mendapatinya". [Hilyatul Auliya': Shahih]
Ø Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:
Rasulullah ﷺ bersabda:
«اعْلَمْ
أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ
يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا
عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ
اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلَامُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ»
“Ketahuilah .. sesungguhnya jika semua umat sepakat untuk
memberimu suatu yang bermanfaat, mereka tidak akan memberimu kecuali sesuatu
yang sudah ditakdirkan Allah untukmu, dan seandainya mereka sepakat untuk
mencelakaimu dengan sesuatu, mereka tidak akan bisa mencelakaimu kecuali
sesuatu yang sudah ditakdirkan Allah kepadamu, pena telah diangkat dan lembaran
telah kering”. [Sunan Tirmidzi: Shahih]
Lihat: Manfaat beriman kepada takdir
3.
Mencari rezki dengan
iman dan takwa serta meninggalkan cara-cara yang haram dalam mencari rezki.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَلَوْ
أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ
السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا
يَكْسِبُون} [الأعراف:
96]
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan
bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan
bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka
disebabkan perbuatannya. [Al-A'raaf:96]
{وَمَنْ
يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا
يَحْتَسِب} [الطلاق:
2- 3]
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan
baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada
disangka-sangkanya.
[Ath-Thalaaq: 2-3]
Ø Dari Jabir
bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah ﷺ bersabda:
«أَيُّهَا
النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ
تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا
اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ» [سنن ابن ماجه: صححه الألباني]
"Wahai manusia .. bertakwalah kalian kepada Allah dan
perbaikilah dalam berusaha, karena sesungguhnya seseorang tidak akan mati
sampai semua rezkinya tercapai sekalipun datangnya lambat, maka bertakwalah
kepada Allah dan perbaikilah dalam berusaha, ambillah yang halal dan tinggalkan
yang haram". [Sunan Ibnu Majah: Sahih]
Ø Dari Abu
Umamah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ
رَوْحَ الْقُدُسِ نَفَثَ فِي رُوعِيَ أَنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى
تَسْتَكْمِلَ أَجَلَهَا وَتَسْتَوْعِبَ رِزْقَهَا فَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ
وَلَا يَحْمِلَنَّ أَحَدَكُمُ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ يَطْلُبَهُ بِمَعْصِيَةٍ فَإِنَّ اللَّهَ لَا
يُنَالُ مَا عِنْدَهُ إِلَّا بِطَاعَتِهِ» [حلية الأولياء لأبي نعيم: صححه
الألباني]
"Sesungguhnya Ruh Al-Qudus membisikkan dalam hatiku
bahwasanya seseorang tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan tercapi semua
rezkinya, maka perbaikilah dalam berusaha, dan janganlah kelambatan datangnya
rezki membuat seseorang dari kalian mencarinya dengan cara maksiat, karena
sesungguhnya Allah tidak bisa dicapai apa yang Ia miliki kecuali dengan cara
taat kepada-Nya". [Hilyah Auliya' karya Abu Nu'aim: Sahih]
Lihat: Mau rezki berlimpah?
4.
Allah ta'aalaa sangat bijak
dalam memberi rezki, memberi sesuai dengan kadarnya dan Maha Adil dalam
pemberianNya.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{لَهُ
مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ
وَيَقْدِرُ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ} [الشورى: 12] [العنكبوت: 62]
KepunyaanNya-lah perbendaharaan langit dan bumi; dia
melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya).
Sesungguhnya dia Maha mengetahui segala sesuatu. [Asy-Syuuraa:12]
{وَلَوْ
بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ
بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ} [الشورى: 27]
Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya
tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa
yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya dia Maha mengetahui (keadaan)
hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat. [Asy-Syuuraa:27]
﴿وَاِذْ
قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ
الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ قَالَ وَمَنْ
كَفَرَ فَاُمَتِّعُهٗ قَلِيْلًا ثُمَّ اَضْطَرُّهٗٓ اِلٰى عَذَابِ النَّارِ ۗ
وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ﴾ [البقرة: ١٢٦]
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah
(negeri Mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan
kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari
kemudian,” Dia (Allah) berfirman, “Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri
kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan
itulah seburuk-buruk tempat kembali.” [Al-Baqarah: 126]
Ø Dari Abu Musa
al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu; Nabi ﷺ bersabda:
«مَا
أَحَدٌ أَصْبَرُ عَلَى أَذًى سَمِعَهُ مِنَ اللهِ، يَدَّعُونَ لَهُ الْوَلَدَ،
ثُمَّ يُعَافِيهِمْ وَيَرْزُقُهُمْ»
"Tidak ada seorang pun yang lebih sabar terhadap
gangguan yang Dia dengar daripada Allah. Mereka menisbatkan anak kepada-Nya,
namun Dia tetap menyembuhkan mereka dan memberi mereka rezeki." [Shahih
Bukhari dan Muslim]
5.
Mencintai Allah Yang
memberi rezki dari kenikmatan dunia dan akhirat, kenikmatan lahir dan batin
berupa keimanan dan ketakwaan.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{قُلْ
مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ
الرِّزْقِ ۚ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً
يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ} [الأعراف : 32]
Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari
Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang
mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu
(disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk
mereka saja) di hari kiamat". Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu
bagi orang-orang yang mengetahui. [Al-A'raaf: 32]
{رَّسُولًا
يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِ اللَّهِ مُبَيِّنَاتٍ لِّيُخْرِجَ الَّذِينَ آمَنُوا
وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَمَن يُؤْمِن
بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا
الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ قَدْ أَحْسَنَ اللَّهُ لَهُ رِزْقًا} [الطلاق : 11]
(Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu
ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan
orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan
barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah
akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah
memberikan rezeki yang baik kepadanya. [Ath-Thalaq: 11]
6.
Senuntiasa bersyukur,
tidak sombong, jauh dari sifat kikir dan iri hati.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَرَزَقَكُمْ
مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ} [الأنفال: 26] [النحل: 72] [غافر: 64]
Dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu
bersyukur.
[Al-Anfaal:26]
{وَاللَّهُ
فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا
بِرَادِّي رِزْقِهِمْ عَلَى مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ
أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ} [النحل: 71]
Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebagian yang lain
dalam hal rezki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau
memberikan rezki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama
(merasakan) rezki itu. Maka Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?. [An-Nahl:71]
{وَهُوَ
الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ
دَرَجَاتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ
وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ} [الأنعام : 165]
Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan
Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat,
untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu
amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Al-An'aam: 165]
7.
Tidak mengharamkan
rezki yang Allah berikan.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{قَدْ
خَسِرَ الَّذِينَ قَتَلُوا أَوْلَادَهُمْ سَفَهًا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُوا مَا
رَزَقَهُمُ اللَّهُ افْتِرَاءً عَلَى اللَّهِ قَدْ ضَلُّوا وَمَا كَانُوا
مُهْتَدِينَ} [الأنعام:
140]
Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka,
karena kebodohan lagi tidak mengetahui (bahwa Allahlah yang memberi rezki
kepada hamba-hambaNya) dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezki-kan
pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya
mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. [Al-An'am:140]
{قُلْ
أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ لَكُمْ مِنْ رِزْقٍ فَجَعَلْتُمْ مِنْهُ
حَرَامًا وَحَلَالًا قُلْ آللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ أَمْ عَلَى اللَّهِ تَفْتَرُون} [يونس: 59]
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezki yang
diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan
(sebagiannya) halal". Katakanlah: "Apakah Allah telah memberikan izin
kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah ?" [Yunus:59]
Ø Dari ‘Ady bin
Hatim radhiyallahu 'anhu bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ membaca firman Allah ta’alaa:
{اتَّخَذُوا
أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ} [التوبة: 31]
“Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka
sebagai tuhan tuhan selain Allah.” [At-Taubah: 31]
Maka saya berkata kepada beliau: “Sungguh kami tidaklah
menyembah mereka”, beliau bersabda:
«أَلَيْسَ
يُحَرِّمُوْنَ مَا أَحَلَّ اللهُ فَتُحَرِّمُوْنَهُ، وَيُحِلُّوْنَ مَا حَرَّمَ
اللهُ فَتُحِلُّوْنَهُ؟» فَقُلْتُ: بَلَى، قَالَ: «فَتِلْكَ عِبَادَتُهُمْ»
“Tidakkah mereka mengharamkan apa yang telah dihalalkan
Allah, lalu kalian pun mengharamkanya; dan tidakkah mereka itu menghalalkan apa
yang diharamkan Allah, lalu kalian menghalalkannya? Aku menjawab: ya, maka
beliau bersabda: “itulah bentuk penyembahan kepada mereka.” [Diriwayatkan oleh
Imam Ahmad dan At-Tirmidziy menyatakan hasan]
8.
Nama “Ar-Raaziq” dan “Ar-Razzaq”
melazimkan nama Allah yang lain.
Seperti:
a)
“Al-Ganiy”: Allah Maha kaya karena rezkiNya tidak
pernah terputus kepada seluruh makhluk.
Lihat: "Al-Ganiy" Yang Maha Kaya
b)
“Al-Malik”: Allah Maka Memiliki karena yang Allah
berikan tidak keluar dari kepemilikanNya.
Lihat: Allah Yang Maha Menguasai "Al-Malik"
c)
“Al-Khaliq”: Allah Maha Pencipta karena semua rezki
adalah ciptaanNya.
Lihat: “Al-Khaliq” dan “Al-Khallaq”; Allah Yang Maha Mencipta
Wallahu a'lam!
Lihat juga: Keagungan Asmaul Husna - Keutamaan mengenal nama-nama Allah (Asmaul Husna) - Syarah Kitab Tauhid bab (51); Menetapkan Al-Asma’ Al-Husna hanya untuk Allah dan tidak menyelewengkannya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...