Jumat, 15 Juli 2022

Syarah Riyadhushalihin Bab (09) Memikirkan keagungan makhluk Allah ta’aalaa, dunia yang fana, petaka akhirat, segala perkara keduanya, kelalaian jiwa, mendidiknya, dan membawanya untuk istiqamah

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah ta’aalaa berfirman:

{إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَى وَفُرَادَى ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا} [سبأ: 46]

Katakanlah, “Aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja, yaitu agar kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian agar kamu pikirkan (tentang Muhammad).” [Saba': 46]

Rabu, 13 Juli 2022

Kitab Iman bab 31; Shalat bagian dari iman

بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

"بَابٌ: الصَّلاَةُ مِنَ الإِيمَانِ"

“Bab: Shalat bagian dari iman”

Dalam bab ini imam Bukhari menjelaskan bahwa diantara amalan yang masuk katergori keimanan adalah shalat sebagaimana disebutkan dalam ayat 143 surah Al-Baqarah dan penjelasannya dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu.

Selasa, 05 Juli 2022

Syarah Kitab Tauhid bab (43); Orang yang tidak rela terhadap sumpah yang menggunakan nama Allah

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam bab ini, syekh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah menyebutkan 1 hadits yang menunjukkan wajibnya seseorang rela terhadap sumpah yang menggunakan nama Allah ‘azza wajalla.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma;

سَمِعَ النَّبِيُّ ﷺ رَجُلًا يَحْلِفُ بِأَبِيهِ، فَقَالَ: «لَا تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ، مَنْ حَلَفَ بِاللَّهِ فَلْيَصْدُقْ، وَمَنْ حُلِفَ لَهُ بِاللَّهِ فَلْيَرْضَ، وَمَنْ لَمْ يَرْضَ بِاللَّهِ، فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ» [سنن ابن ماجه: صحيح]

"Nabi ﷺ mendengar seorang laki-laki bersumpah dengan bapaknya, maka beliau bersabda, "Janganlah kalian bersumpah dengan bapak-bapak kalian. Barangsiapa bersumpah dengan Allah maka jujurlah, dan barangsiapa disumpai dengan nama Allah hendaklah ia ridha, maka barangsiapa tidak ridha dengan Allah dia bukan dari golongan kami." [Sunan Ibnu Majah: Shahih]

Sabtu, 02 Juli 2022

Kitab Iman bab 30; Agama itu mudah

بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

بَابٌ: الدِّينُ يُسْرٌ

“Bab: Agama itu mudah”

Dalam bab ini imam Bukhari menjelasakan bahwa agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah agama yang mudah, tidak ada kesulitan di dalamnya. Dan beliau menyebutkan dua hadits dalam bab ini, satunya disebutkan secara mu’allaq dan satu lagi disebutkan secara muttasil dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

Rabu, 29 Juni 2022

Keutamaan banyak mengingat mati

بسم الله الرحمن الرحيم

Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata:

«كَفَى بِالْمَوْتِ وَاعِظًا، وَكَفَى بِالْيَقِينِ غِنًى، وَكَفَى بِالْعِبَادَةِ شُغُلًا» [الزهد والرقائق لابن المبارك]

“Cukuplah kematian sebagai pemberi peringatan, dan cukuplah keyakinan sebagai kekayaan, dan cukuplah ibadah sebagai kesibukan”. [Az-Zuhud karya Ibnu Mubarak]

Jumat, 24 Juni 2022

Syarah Riyadhushalihin Bab (08) Istiqamah

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah ta’aalaa berfirman:

{فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ} [هود: 112]

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu. [Huud: 112-113]

Kamis, 23 Juni 2022

Kitab Iman bab 26, 27, 28, dan 29; Beberapa perkara iman

بسم الله الرحمن الرحيم

Pada empat bab berikut ini, imam Bukhari -rahimahullah- menjelasakan beberapa amalan yang termasuk keimanan yang menunjukkan bahwa iman bukan hanya sebatas keyakinan atau ucapan semata.

A.    Bab. 26

Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

بَابٌ: قِيَامُ لَيْلَةِ القَدْرِ مِنَ الإِيمَانِ

Bab: “Shalat pada malam lailatul Qadr termasuk iman”

35 - حَدَّثَنَا أَبُو اليَمَانِ [الحكم بن نافع البهراني]، قَالَ: أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ [بن أبي حمزة]، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ [عَبْدُ اللهِ بنُ ذَكْوَانَ]، عَنِ الأَعْرَجِ [عَبْدُ الرَّحْمَنِ بنُ هُرْمُزَ]، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ القَدْرِ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»

Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Yaman [Al-Hakam bin Nafi' Al-Bahraniy], ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Syu'aib [bin Abi Hamzah], ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Az-Zinad [Abdullah bin Dzakwan], dari Al-A'raj [Abdurrahman bin Hurmuz], dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa menegakkan shalal Lailatulqadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu".

Rabu, 22 Juni 2022

Syarah Kitab Tauhid bab (42); Larangan menjadikan sekutu bagi Allah

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam bab ini, syekh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah menyebutkan 1 ayat, 2 hadits, dan 2 atsar yang menunjukkan larangan menjadikan sekutu bagi Allah ‘azza wajalla.

Firman Allah ta’aalaa:

{يَاأَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (21) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ} [البقرة: 21-22]

Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. (Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui. [Al-Baqarah: 21-22]

Rabu, 15 Juni 2022

Kitab Iman bab 25; Tanda-tanda munafik

بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

بَابُ عَلاَمَةِ المُنَافِقِ

Bab: “Tanda-tanda munafik”

Dalam bab ini, imam Bukhari menjelaskan tentang tanda-tanda orang munafiq, dan bahwsanya sifat kemunafikan ada dua jenis; Nifaq I’tiqadiy yaitu yang menampakkan keimanan tapi menyembunyikan kekufuran dalam hatinya. Dan nifaq ‘amaliy adalah orang yang melakukan sifat-sifat kemunafikan secara dzahir. Dengan meriwayatkan dua hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Abu Hurairah dan Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhum.

Selasa, 14 Juni 2022

Syarah Kitab Tauhid bab (41); Ingkar terhadap nikmat Allah

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam bab ini, syekh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah menyebutkan 1 ayat dan penafsirannya dari beberapa ulama’ yang menunjukkan larangan mengingkari nikmat Allah ‘azza wajalla.

Firman Allah ta’aalaa:

{يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنْكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ} [النحل: 83]

Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir. [An-Nahl: 83]