بسم الله الرحمن الرحيم
Surah
Al-Bayyinah surah yang ke-98 dari urutan Al-Qur'an, salah satu surah Makkiyah
dan terdiri dari 8 ayat.
Surah ini bercerita tentang sifat ahli kitab dan kaum Musyirikn yang mengingkari agama yang dibawah oleh Nabi Muhammad ﷺ setelah datang penjelasan yang nyata. Dan bagiamana kedudukan mereka di akhirat dalam nereka, sedangkan orang beriman dan beramal shalih dalam surga.
Hubungan surah ini dengan surah sebelum dan
setelahnya.
Surah
sebelumnya, "Al-Qadr" menjelaskan tunya Al-Qur'an yang merupakan
penjelasan akan kebenaran Nabi Muhammad.
Lihat: Tafsir Surah Al-Qadr
Adapun surah
setelahnya, "Az-Zalzalah" berbicara tentang goncangan pada hari
kiamat yang hanya dirasakan oleh orang kafir dan musyrik, serta bagaimana amal
perbuatan dibalas sekecil apapun.
Lihat: Tafsir surah "Az-Zalzalah"
Rasulullah ﷺ membacakan surah ini kepada Ubay bin Ka'b secara khusus.
Anas bin Maik radhiallahu'anhu
berkata: Nabi ﷺ berkata kepada Ubbay:
«إِنَّ
اللَّهَ أَمَرَنِي أَنْ أَقْرَأَ عَلَيْكَ {لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ
أَهْلِ الكِتَابِ} [البينة: 1]» قَالَ: وَسَمَّانِي؟ قَالَ: «نَعَمْ»
فَبَكَى [صحيح البخاري ومسلم]
"Allah memerintahkanku agar
membacakan {Lam yakunil ladziina kafaruu min ahlil kitaab} [Al-Bayyinah:
1]” Ubay bertanya, "Apakah Allah menyebut namaku?" Beliau menjawab,
"Ya". Ubbay pun menangis. [Shahih Bukhari dan Muslim]
Lihat biografi Ubay bin Ka'b di
sini https://umar-arrahimy.blogspot.com/
Ayat pertama:
{لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ
الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ}
Orang-orang
kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak
akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata.
Banyak dari orang kafir dan musyrik tetap tidak beriman setelah
datang bukti nyata.
Allah subhanahu wata'aalaa
berfirman:
{وَقَالُوا
لَن نُّؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الْأَرْضِ يَنبُوعًا (90) أَوْ
تَكُونَ لَكَ جَنَّةٌ مِّن نَّخِيلٍ وَعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الْأَنْهَارَ خِلَالَهَا
تَفْجِيرًا (91) أَوْ تُسْقِطَ السَّمَاءَ كَمَا زَعَمْتَ عَلَيْنَا كِسَفًا أَوْ
تَأْتِيَ بِاللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ قَبِيلًا (92) أَوْ يَكُونَ لَكَ بَيْتٌ مِّن
زُخْرُفٍ أَوْ تَرْقَىٰ فِي السَّمَاءِ وَلَن نُّؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّىٰ
تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتَابًا نَّقْرَؤُهُ ۗ قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنتُ
إِلَّا بَشَرًا رَّسُولًا} [الإسراء : 90-93]
Dan mereka berkata: "Kami
sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dan bumi
untuk kami, atau kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur, lalu kamu
alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya, atau kamu jatuhkan
langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan
Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami. Atau kamu mempunyai
sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak
akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab
yang kami baca". Katakanlah: "Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini
hanya seorang manusia yang menjadi rasul?" [Al-Israa': 90-93]
{وَلَمَّا
جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِن
قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُم مَّا عَرَفُوا
كَفَرُوا بِهِ ۚ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ (89) بِئْسَمَا
اشْتَرَوْا بِهِ أَنفُسَهُمْ أَن يَكْفُرُوا بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ بَغْيًا أَن
يُنَزِّلَ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ عَلَىٰ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ فَبَاءُوا
بِغَضَبٍ عَلَىٰ غَضَبٍ ۚ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ} [البقرة : 89-90]
Dan setelah datang kepada
mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal
sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan
atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka
ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang
yang ingkar itu. Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual
dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena
dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya
diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat)
kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.
[Al-Baqarah 89-90]
Ayat kedua:
{رَسُولٌ مِّنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا
مُّطَهَّرَةً (2) فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ}
(yaitu) seorang
Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan
(Al Quran), di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus.
1.
Tugas Rasulullah ﷺ
menyampaikan dan menjelaskan kandungan Al-Qur'an.
Allah subhanahu wata'aalaa
berfirman:
{وَأَنزَلْنَا
إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ
يَتَفَكَّرُونَ} [النحل : 44]
Dan Kami turunkan kepadamu Al
Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada
mereka dan supaya mereka memikirkan. [An-Nahl: 44]
{وَمَا
أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا
فِيهِ} [النحل : 64]
Dan Kami tidak menurunkan
kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada
mereka apa yang mereka perselisihkan itu. [An-Nahl: 64]
2.
Keistimewaan Al-Qur'an Al-Karim.
Diantaranya:
a.
Disucikan.
Allah subhanahu wata'aalaa
berfirman:
{وَإِنَّهُ
لَكِتَابٌ عَزِيزٌ (41) لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ
خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ} [فصلت:
41، 42]
Dan Sesungguhnya Al Quran itu
adalah Kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya kebatilan baik dari depan
maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi
Maha Terpuji. [Fushilat: 41-42]
b.
Petunjuk yang lurus.
Allah subhanahu wata'aalaa
berfirman:
{الْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ
عِوَجًا} [الكهف: 1]
Segala puji bagi Allah yang
Telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan dia tidak mengadakan
kebengkokan di dalamnya. [Al-Kahfi:1]
{قُرْآنًا
عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ} [الزمر:
28]
Al Quran dalam bahasa Arab
yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.
[Az-Zumar:28]
{أَفَلَا
يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا
فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا} [النساء: 82]
Maka apakah mereka tidak
memperhatikan Al Quran? kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah,
tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.
[An-Nisaa':82]
Lihat: Keistimewaan Al-Qur'an
Ayat keempat:
{وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ
إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ}
Dan tidaklah
berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan
sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.
1)
Larangan berselisih
seperti ahli kitab terdahulu.
Allah subhanahu wata'aalaa
berfirman:
{وَلَا
تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ
الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ} [آل
عمران: 105]
Dan janganlah kamu menyerupai
orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang
jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.
[Ali 'Imran:105]
{وَلَا
تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ . مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا
شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ} [الروم:
31-32]
Dan janganlah kamu termasuk
orang-orang yang mempersekutukan Allah, Yaitu orang-orang yang memecah-belah
agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. tiap-tiap golongan merasa
bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. [Ar-Ruum: 31-32]
Lihat: Sikap seorang muslim ketika ada perbedaan
2) Ahli kitab dan orang musyrik berselisih, ada yang beriman dan ada yang ingkar terhadap Nabi Muhammad ﷺ.
Anas bin Malik radhiyallahu
'anhu berkata:
أَنَّ عَبْدَ
اللَّهِ بْنَ سَلاَمٍ بَلَغَهُ مَقْدَمُ النَّبِيِّ ﷺ المَدِينَةَ فَأَتَاهُ
يَسْأَلُهُ عَنْ أَشْيَاءَ، فَقَالَ: إِنِّي سَائِلُكَ عَنْ ثَلاَثٍ لاَ
يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا نَبِيٌّ، مَا أَوَّلُ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ؟، وَمَا أَوَّلُ
طَعَامٍ يَأْكُلُهُ أَهْلُ الجَنَّةِ؟، وَمَا بَالُ الوَلَدِ يَنْزِعُ إِلَى
أَبِيهِ أَوْ إِلَى أُمِّهِ؟، قَالَ: «أَخْبَرَنِي بِهِ جِبْرِيلُ آنِفًا» قَالَ
ابْنُ سَلاَمٍ: ذَاكَ عَدُوُّ اليَهُودِ مِنَ المَلاَئِكَةِ، قَالَ: «أَمَّا
أَوَّلُ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ فَنَارٌ تَحْشُرُهُمْ مِنَ المَشْرِقِ إِلَى
المَغْرِبِ، وَأَمَّا أَوَّلُ طَعَامٍ يَأْكُلُهُ أَهْلُ الجَنَّةِ فَزِيَادَةُ
كَبِدِ الحُوتِ، وَأَمَّا الوَلَدُ فَإِذَا سَبَقَ مَاءُ الرَّجُلِ مَاءَ
المَرْأَةِ نَزَعَ الوَلَدَ، وَإِذَا سَبَقَ مَاءُ المَرْأَةِ مَاءَ الرَّجُلِ
نَزَعَتِ الوَلَدَ» قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّكَ
رَسُولُ اللَّهِ، قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ: إِنَّ اليَهُودَ قَوْمٌ بُهُتٌ
فَاسْأَلْهُمْ عَنِّي، قَبْلَ أَنْ يَعْلَمُوا بِإِسْلاَمِي، فَجَاءَتِ اليَهُودُ
فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «أَيُّ رَجُلٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلاَمٍ فِيكُمْ؟»
قَالُوا: خَيْرُنَا وَابْنُ خَيْرِنَا، وَأَفْضَلُنَا وَابْنُ أَفْضَلِنَا،
فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَسْلَمَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلاَمٍ»
قَالُوا: أَعَاذَهُ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ، «فَأَعَادَ عَلَيْهِمْ»، فَقَالُوا:
مِثْلَ ذَلِكَ، فَخَرَجَ إِلَيْهِمْ عَبْدُ اللَّهِ فَقَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، قَالُوا: شَرُّنَا
وَابْنُ شَرِّنَا، وَتَنَقَّصُوهُ، قَالَ: هَذَا كُنْتُ أَخَافُ يَا رَسُولَ
اللَّهِ [صحيح البخاري]
bahwa telah sampai berita kepada
Abdullah bin Salam tentang kedatangan Nabi ﷺ
di Madinah, lalu dia menanyakan beberapa perkara kepada beliau. Katanya,
"Aku akan bertanya kepada Anda tiga perkara yang tidak akan dapat
diketahui kecuali oleh seorang Nabi. Apakah tanda-tanda pertama hari kiamat?,
dan apa makanan pertama yang akan dimakan oleh penghuni surga dan bagaimana
seorang anak bisa mirip dengan ayahnya dan bagaimana ia mirip dengan ibunya?
Beliau menjawab, "Jibril baru saja memberitahuku." Abdullah bin Salam
berkata, "Dia adalah malaikat yang menjadi musuh orang-orang Yahudi."
Beliau bersabda, "Adapun tanda pertama hari kiamat adalah api yang muncul
dan akan menggiring orang-orang dari timur menuju barat. Dan makanan pertama
penduduk surga adalah hati ikan hiu, sedangkan (miripnya) seorang anak, apabila
sang suami mendatangi istrinya dan air maninya mendahului air mani istrinya,
berarti akan lahir anak yang menyerupai bapaknya, namun bila air mani istrinya
mendahului air mani suaminya, maka akan lahir anak yang mirip dengan
ibunya." Mendengar itu Abdullah bin Salam berkata, "Aku bersaksi
tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan engkau adalah Rasulullah."
Kemudian dia berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang Yahudi
adalah kaum yang sangat suka berbohong (menuduh). Untuk itu, tanyalah mereka
tentang aku sebelum mereka mengetahui keIslamanku." Setelah itu
orang-orang Yahudi datang, lalu Nabi ﷺ
bersabda, "Bagaimana pendapat kalian tentang seorang laki-laki yang
bernama Abdullah bin Salam?" Mereka menjawab, "Dia adalah seorang
'alim kami dan putra dari 'alim kami dan orang kepercayaan kami dan putra dari
orang kepercayaan kami." Kemudian Rasulullah ﷺ
bersabda, "Bagaimana pendapat kalian jika Abdullah bin Salam memeluk
Islam?" Mereka menjawab, "Semoga dia dilindungi Allah dari perbuatan
itu." Beliau mengulangi pertanyaannya kepada mereka, Namur mereka tetap
menjawab seperti tadi. Lalu Abdullah bin Salam keluar seraya berkata, "Aku
bersaksi tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi
bahwa Muhammad adalah utusan Allah." Maka mereka berkata, "Dia ini
orang yang paling buruk diantara kami dan putra dari orang yang buruk."
Mereka terus saja meremehkan Abdullah bin Salam. Lalu Abdullah bin Salam
berkata, "Inilah yang aku khawatirkan tadi, wahai Rasulullah."
[Shahih Bukhari]
Lihat: Kitab I’tisham, bab (16) Perintah Nabi ﷺ untuk mengikuti apa yang telah disepakati oleh ahli ilmu
3)
Bahaya perselisihan dan
perpecahan.
Allah subhanahu wata'aalaa
berfirman:
{وَمَا
تَفَرَّقُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ
وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى لَقُضِيَ
بَيْنَهُمْ} [الشورى: 14]
Dan mereka (ahli Kitab) tidak
berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, karena
kedengkian di antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang Telah
ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang
ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. [Asy-Syuuraa:14]
Ø Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata: Aku
mendengar seseorang membaca satu ayat dan aku telah mendengar Rasulullah
membacanya dengan cara yang berbeda, maka aku membawanya kepada Rasulullah ﷺ dan menceritakannya, dan aku melihat raut
muka tidak senang dari Rasulullah seraya bersabda:
«كِلاَكُمَا
مُحْسِنٌ، وَلاَ تَخْتَلِفُوا، فَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمُ اخْتَلَفُوا
فَهَلَكُوا» [صحيح البخاري]
"Kalian berdua sudah betul,
dan janganlah berselisih, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah
berselisih dan akhirnya mereka binasa". [Sahih Bukhari]
Ø Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«ذَرُونِي
مَا تَرَكْتُكُمْ، فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِكَثْرَةِ
سُؤَالِهِمْ وَاخْتِلَافِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ» [صحيح
مسلم]
"Abaikanlah (jangan
tanyakan) apa yang aku tidak ajarkan kepada kalian, karena sesungguhnya
kehancuran orang-orang sebelum kalian karena banyak bertanya dan berselisih
dengan para nabi mereka". [Sahih Muslim]
Lihat: Bahaya perselisihan dan perpecahan
Ayat kelima:
{وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ
مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا
الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ}
Padahal mereka
tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan
kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan
shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
1.
Ibadah tidak diterima
tanpa keikhlasan.
Lihat: 15 pembatal pahala amalan
2.
Perintah mengikuti
agama yang Hanif.
Lihat: Mengenal agama yang Hanif
3.
Keutamaan shalat.
Lihat: Keutamaan shalat dalam As-Sunnah
4.
Keutamaan zakat.
Lihat: Keutamaan zakat, infaq, dan sedekah dalam As-Sunnah
5.
Islam adalah agama yang
lurus.
Allah subhanahu wata'aalaa
berfirman:
{إِنِ
الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ۚ ذَٰلِكَ
الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ} [يوسف : 40]
Keputusan itu hanyalah
kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia.
Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".
[Yusuf: 40]
{فَأَقِمْ
وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ
عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ
وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ} [الروم
: 30]
Maka hadapkanlah wajahmu
dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah
menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah.
(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
[Ar-Ruum: 30]
Lihat: Keistimewaan agama Islam
Ayat keenam:
{إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ
الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ
هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ}
Sesungguhnya
orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan
masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah
seburuk-buruk makhluk.
1)
Neraka dan adzabnya kekal.
Allah subhanahu wata'aalaa
berfirman:
{إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ
يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا . إِلَّا طَرِيقَ
جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا} [النساء: 168-169]
Sesungguhnya orang-orang yang
kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa)
mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka, Kecuali jalan ke
neraka jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. dan yang demikian itu
adalah mudah bagi Allah. [An-Nisaa': 168-169]
Lihat: Surga dan neraka kekal
2)
Sifat manusia terburuk; Kafir dan menyekutukan Allah subhanahu wata'aalaa.
Lihat: Manusia yang terbaik dan yang terburuk
Ayat ketujuh dan
kedelapan:
{إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ (7) جَزَاؤُهُمْ عِندَ
رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا
أَبَدًا ۖ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ
رَبَّهُ}
Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah
sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu
adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
1-
Sifat manusia terbaik; Beriman dan beramal shalih.
2-
Surga dan kenikmatannya kekal.
Allah subhanahu wata'aalaa
berfirman:
{يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ
وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُقِيمٌ . خَالِدِينَ فِيهَا
أَبَدًا} [التوبة: 21-22]
Tuhan mereka menggembirakan
mereka dengan memberikan rahmat dari padanya, keridhaan dan surga, mereka
memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal, Mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya. [At-Taubah: 21-22]
3-
Keutamaan ridha terhadap Allah ta'aalaa.
Diantaranya:
a.
Merasakan nikmatnya
iman.
Dari Al-'Abbas bin Abdul
Muthalib radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺbersabda:
«ذَاقَ
طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا،
وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا»
"Merasakan nikmatnya iman,
orang yang rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai
rasul". [Sahih Muslim]
b.
Mendapatkan ridha
Allah ‘azza wajalla.
c.
Mendapatkan ampunan.
Dari Sa'ad bin Abi Waqqash
-radhiyallahu 'anhu-, Rasulullah ﷺ
bersabda: "Barangsiapa ketika mendengar adzan mengucapkan;
«أَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا
وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ»
(Aku bersaksi bahwa tidak ada
tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan
aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku rela Allah sebagai
Rabb, Muhammad sebagai Rasul, dan Islam sebagai agama), maka diampunilah
dosanya." [Shahih Muslim]
d.
Wajib masuk surga.
Lihat: Syarah dzikir “Radhitu billahi Rabban”
4-
Bagaimana mendapatkan ridha Allah?
Diantaranya:
a)
Bersikap jujur.
Allah subhanahu wata'aalaa
berfirman:
{قَالَ
اللَّهُ هَٰذَا يَوْمُ يَنفَعُ الصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْ ۚ لَهُمْ جَنَّاتٌ
تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ رَّضِيَ اللَّهُ
عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ} [المائدة : 119]
Allah berfirman: "Ini
adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka.
Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di
dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang
paling besar". [Al-Maidah: 119]
b)
Mengikuti para
sahabat Nabi.
Allah subhanahu wata'aalaa
berfirman:
{وَالسَّابِقُونَ
الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم
بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ
تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ
الْعَظِيمُ} [التوبة : 100]
Orang-orang yang terdahulu
lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan
orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan
merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang
mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya.
Itulah kemenangan yang besar. [At-Taubah: 100]
c)
Tidak berkasih
sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya.
Allah subhanahu wata'aalaa
berfirman:
{لَّا
تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ
حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ
إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ
الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن
تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا
عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ
الْمُفْلِحُونَ} [المجادلة : 22]
Kamu tak akan mendapati kaum
yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan
orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu
bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.
Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan
menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan
dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa
puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah,
bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.
[Al-Mujadalah: 22]
d)
Ridah atas ujian
Allah ta'aalaa.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu
'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ
اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا،
وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ» [سنن الترمذي:
حسن]
"Sesungguhnya Allah jika
mencintai suatu kaum akan ditimpakan bencana, maka barangsiapa yang ridha maka
untuknya keridhaan Allah, dan barangsiapa yang murka maka untuknya pula murka
Allah". [Sunan Tirmidziy: Sahih]
Lihat: Tingkatan orang yang ditimpa musibah
e)
Berdzikir.
Dari seorang pelayan Nabi ﷺ; Rasulullah ﷺ
bersabda:
«مَا
مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَقُولُ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي ثَلَاثَ مَرَّاتٍ:
رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ ﷺ نَبِيًّا،
إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُرْضِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» [مسند أحمد: صحيح لغيره]
"Tidaklah seorang muslim
membaca, (Aku ridha Allah sebagai Rabb-ku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad
sebagai Nabi-ku).' saat ia memasuki sore hari sebanyak tiga kali dan di pagi
hari tiga kali, kecuali wajib bagi Allah untuk meridhainya pada hari
kiamat." [Musnad Ahmad: Shahih ligairih]
Lihat: Keutamaan dzikir menurut Ibnu Al-Qayyim
5-
Sifat ridha bagi Allah 'azza wajalla.
Lihat: Hadits Abu Hurairah; 3 yang diridhai dan dibenci Allah
6-
Keutamaan sifat "khasyah".
Lihat: Sifat Khasyah; Takut karena pengagungan hanya untuk Allah
Wallahu a'lam!
Lihat juga: Mewaspadai Fitnah Dunia (At-Tagabun 14-17) - Tafsir surah Al-Fiil - Tafsir surah Al-‘Adiyaat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...