Senin, 26 Oktober 2026

Kisah Nabi Adam dalam Al-Qur'an (Surah Al-Baqarah 30-39)

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman dalam surah Al-Baqarah:

Ayat 30

{وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ}

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

1.      Siapakah para malaikat?

Lihat: Iman kepada malaikat

2.      Siapakah yang dimaksud Khalifah?

Ada beberapa komentar ulama dalam masalah ini:

a)       Adam 'alaihissalam sebagai khalifah untuk menjalankan hukum Allah di muka bumi.

b)      Manusia secara umum sebagai khalifah (pemimpin/pengganti) antara satu dengan yang lainnya.

Seperti firman Allah ta’aalaa:

{وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ} [الأنعام : 165]

Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. [Al-An'aam: 165]

{أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ} [النمل : 62]

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? [An-Naml: 62]

3.      Proses penciptaan manusia (Nabi Adam 'alaihissalam).

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ} [آل عمران : 59]

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. [Ali 'Imran: 59]

{إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍ} [الصافات: 11]

Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat. [Ash-Shaafaat:11]

{خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ} [الرحمن: 14]

Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, [Ar-Rahman:14]

{وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ} [الحجر: 26]

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. [Al-Hijr:26]

Lihat: Al-Qur’an dan penciptaan manusia

4.      Adakah makhluk yang menghuni bumi sebelum manusia?

Ada beberapa komentar ulama dalam masalah ini:

a)       Kaum jin yang merusak di muka bumi sebelum manusia.

b)      Para Malaikat.

c)       Tidak ada dalil shahih yang menunjukkan adanya penghuni bumi sebelum manusia kecuali dari kisah Israiliyat.

5.      Ayat ini menunjukkan wajibnya ada Khalifah sebagai pemimpin di muka bumi.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ} [ص : 26]

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi. [Shaad: 26]

Oleh sebab itu para sahabat menyegerakan pemilihan Khalifah sebelum pemakaman Nabi ﷺ.

6.      Dari mana malaikat tahu kalau makhluk yang Allah akan ciptakan nantinya merusak?

Ada beberapa komentar ulama dalam masalah ini:

a.       Allah ta’aalaa yang memberi tahu mereka.

b.       Mereka hanya bertanya.

c.       Mereka memprediksi hal itu.

Ayat 31-33

{وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ (31) قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ (32) قَالَ يَا آدَمُ أَنبِئْهُم بِأَسْمَائِهِمْ ۖ فَلَمَّا أَنبَأَهُم بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ}

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana". Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"

1)      Allah ‘azza wajalla mengajari Nabi Adam semua nama-nama, seperti: Nama para Malaikat, Nabi, anak keturunannya, lautan, pohon, batu dan sebagainya.

Dari Anas radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

«يُجْمَعُ الْمُؤْمِنُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيَقُولُونَ: لَوِ اسْتَشْفَعْنَا إِلَى رَبِّنَا فَيُرِيحُنَا مِنْ مَكَانِنَا هَذَا، فَيَأْتُونَ آدَمَ فَيَقُولُونَ لَهُ: أَنْتَ آدَمُ أَبُو الْبَشَرِ، خَلَقَكَ اللهُ بِيَدِهِ، وَأَسْجَدَ لَكَ الْمَلَائِكَةَ، وَعَلَّمَكَ أَسْمَاءَ كُلِّ شَيْءٍ، فَاشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّنَا حَتَّى يُرِيحَنَا، فَيَقُولُ لَهُمْ: لَسْتُ هُنَاكُمْ، فَيَذْكُرُ لَهُمْ خَطِيئَتَهُ الَّتِي أَصَابَ»

"Pada hari Kiamat, orang-orang mukmin akan dikumpulkan. Lalu mereka berkata, 'Seandainya kita memohon syafaat kepada Rabb kita agar Dia memberikan kelegaan kepada kita dari tempat ini.' Kemudian mereka mendatangi Adam seraya berkata, 'Engkau adalah Adam, bapak seluruh manusia. Allah telah menciptakanmu dengan tangan-Nya, memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadamu, dan mengajarkan kepadamu nama-nama segala sesuatu. Maka berilah syafaat untuk kami kepada Rabb kami agar Dia memberikan kelegaan kepada kami dari tempat ini.' Namun Adam menjawab kepada mereka, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu.' Lalu ia menyebutkan kepada mereka kesalahan yang pernah dilakukannya." [Shahih Bukhari]

2)      Adab Malaikat, menyandarkan ilmu kepada Allah jika tidak tahu.

Lihat: Kitab I’tisham, bab (08): Ketika Nabi ﷺ ditanya tentang perkara yang belum turun wahyu maka beliau menjawab “Saya tidak tahu”

3)      Tidak ada ilmu kecuali dari Allah subahanahu wata’aalaa.

Lihat: Kitab Ilmu bab 47; “Tidaklah kalian diberi ilmu kecuali sedikit”

4)      Sifat tawadhu' meninggikan derajat.

Lihat: Kitab Ar-Riqaq, bab 38; Tawadhu’

5)      Keutamaan ahli ilmu dari ahli ibadah.

Lihat: Keutamaan ilmu dan ulama

Ayat 34

{وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ}

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

1.      Apa hikmah para Malaikat diperintahkan sujud kepada Adam?

Ada beberapa komentar ulama dalam masalah ini:

a.       Pemuliaan kepada Nabi Adam ‘alaihissalam.

b.       Ujian kepada Malaikat.

c.       Menunjukkan bahwa Allah subahanah tidak butuh ibadah para Malaikat dan makhluk lainnya.

2.      Bahaya sifat sombong.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ (12) قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ} [الأعراف: 12، 13]

Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina". [Al-A'raaf: 12 - 13]

Ø  Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu; Nabi ﷺ bersabda:

«لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ»، قَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا، وَنَعْلُهُ حَسَنَةً؟ قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ»

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan." Seorang laki-laki bertanya, "Sesungguhnya laki-laki menyukai baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk kesombongan)?" Beliau menjawab: "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." [Shahih Muslim]

Lihat: Hadits Ibnu Mas’ud; Orang sombong tidak masuk surga

3.      Isi hati hanya Allah yang tahu, bisa jadi seseorang menampakkan keshalihan tapi hatinya buruk seperti Iblis laknatullah.

Lihat: Hadits Hudzaifah; Da’i yang mengajak kepada neraka Jahannam

4.      Amalan dinilai dari akhirnya.

5.      Apa yang Allah takdirkan pasti terjadi.

Lihat: Cara menyikapi takdir baik dan buruk

6.      Bahaya sifat hasad.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَٰذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا} [الإسراء : 62]

Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil". [Al-Israa': 62]

Lihat: Hadits “Tidak boleh hasad kecuali pada dua perkara”

Ayat 35

{وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ}

Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.

1)      Manusia membutuhkan teman.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا} [الأعراف : 189]

Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. [Al-A'raaf: 189]

2)      Allah menciptakan Hawwa dari tulang rusuk Nabi Adam.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً} [النساء : 1]

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. [An-Nisaa': 1]

Ø  Dari Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud, dan sejumlah sahabat Rasulullah ﷺ - radhiyallahu 'anhum-:

فأخرِج إبليس من  الجنة حين لُعن وأسكِن آدم الجنة، فكان يمشي فيها وحشيًّا ليس له زوج يسكن إليها، فنام نومة فاستيقظ؛ فإذا عند رأسه امرأة قاعدة خلقها الله من ضلعه، فسألها: ما أنت؟ قالت: امرأة، قال: ولمَ خلقت؟ قالت: لتسكن إليّ، قالت له الملائكة ينظرون ما بلغ علمه: ما اسمها يا آدم؟ قال: حوّاء، قالوا: لم سميت حواء؟ قال: لأنها خلقت من  شيء حيّ، فقال الله  تعالى: ﴿يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيثُ شِئْتُمَا﴾

Bahwa Iblis dikeluarkan dari surga ketika ia dilaknat, dan Adam ditempatkan di surga. Adam pun berjalan di dalamnya dalam keadaan sendirian, tidak memiliki pasangan yang membuatnya tenang. Lalu ia tidur, dan ketika bangun, tiba-tiba di dekat kepalanya terdapat seorang wanita yang sedang duduk, yang diciptakan Allah dari tulang rusuknya. Adam bertanya kepadanya, 'Siapakah engkau?' Wanita itu menjawab, 'Seorang wanita.' Adam bertanya lagi, 'Untuk apa engkau diciptakan?' Wanita itu menjawab, 'Agar engkau merasa tenang kepadaku.' Para malaikat berkata—mereka melihat sejauh mana pengetahuannya—'Siapa namanya, wahai Adam?' Adam menjawab, 'Hawa.' Mereka bertanya, 'Mengapa engkau menamainya Hawa?' Adam menjawab, 'Karena ia diciptakan dari sesuatu yang hidup (hayy).' Maka Allah Ta'ala berfirman: {"Wahai Adam, tinggallah engkau dan istrimu di surga, dan makanlah dari keduanya dengan nikmat (sepuas-puasnya) di mana saja yang kamu berdua kehendaki."} [Al-Baqarah: 35]" [Tafsir Ath-Thabariy]

Ø  Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:

«اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا، فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ، فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا» [صحيح البخاري ومسلم]

“Terimalah nasehatku untuk berlaku baik terhadap kaum wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling di atas, maka jika kamu ingin meluruskannya dengan paksa maka kamu akan mematahkannya, dan jika kamu membiarkannya maka ia akan selamanya bengkok, maka saling menasehatilah kalian untuk berlaku baik terhadap kaum wanita”. [Shahih Bukhari dan Muslim]

3)      Nama istri Nabi Adam adalah Hawwa'.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Nabi ﷺ bersabda:

«لَوْلَا حَوَّاءُ لَمْ تَخُنْ أُنْثَى زَوْجَهَا الدَّهْرَ»

"Seandainya bukan karena Hawa, niscaya tidak akan ada seorang perempuan pun yang mengkhianati suaminya sepanjang masa." [Shahih Bukhari]

4)      Menuntut ilmu jalan menuju surga.

5)      Sifat pohon yang ada di surga.

Abu Sa'id radhiyallahu 'anhu berkata: Nabi ﷺ bersabda,

«إِنَّ فِي الجَنَّةِ لَشَجَرَةً، يَسِيرُ الرَّاكِبُ الجَوَادَ المُضَمَّرَ السَّرِيعَ مِائَةَ عَامٍ مَا يَقْطَعُهَا»

"Sungguh dalam surga ada sebatang pohon yang sekiranya ditempuh oleh seorang pengendara yang mengendarai kuda pacu pilihan yang cepat larinya selama seratus tahun, niscaya dia tak akan bisa menyelesaikannya." [Shahih Bukhari]

Lihat: Kitab Ar-Riqaq, bab 51; Sifat surga dan neraka

6)      Yang halal lebih banyak dari yang haram.

Lihat: 10 kaidah dalam perkara halal dan haram

7)      Bahaya kedzaliman.

Lihat: Syarah Arba’in hadits (24) Abu Dzar; Keharaman perbuatan dzalim

8)      Allah melarang sesuatu untuk kemaslahatan hambaNya.

9)      Larangan mendekati pohon tersebut agar tidak memakannya (سد الذرائع).

Ayat 36

{فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ}

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain (manusia dan syaitan), dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan".

1.      Apakah para Nabi maksum?

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

﴿وَعَصَى آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَى ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَى﴾ [طه: 121] .

Dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. [Thahaa: 121]

{وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَى آدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا} [طه: 115]

"Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu (untuk tidak memakan buah terlarang), tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya." [Thaha: 115]

Lihat: Apakah para Nabi maksum dari kesalahan kecil?

2.      Bagaimana Syaithan menggelincirkan Adam dan Hawwa'?

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ (20) وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ (21) فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ} [الأعراف : 20-22]

Dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)". Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua", maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. [Al-A'raaf: 20-22]

﴿فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَى﴾ [طه: 120] .

Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?"  [Thahaa: 120]

3.      Yang haram merusak yang halal (dampak buruk maksiat).

Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:

{فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ} [الأعراف: 22]

Tatkala keduanya telah merasai buah itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. [Al-A’raf: 22]

4.      Nabi Adam ‘alaihissalam dikeluarkan dari surga karena satu pelanggaran saja, bagaimana kita mau memasukinya dengan begitu banyak pelanggaran?

5.      Manusia saling bermusuhan di muka bumi:

a.       Bermusuhan dengan syaitan.

Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:

{يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ} [البقرة : 168-169]

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. [Al-Baqarah: 168]

Lihat: Jangan mengikuti langkah-langkah syaitan

b.      Bermusuhan dengan sesama manusia.

Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ} [التغابن : 14]

Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. [At-Tagabun: 14]

{وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ ۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ ۗ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا} [الفرقان : 20]

Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu maha Melihat. [Al-Furqan: 20]

6.      Hukum asal segala sesuatu di muka bumi ini adalah halal untuk manusia, kecuali ada dalil yang melarang.

Allah -subhanahu wata'aalaa- berfirman:

{هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا} [البقرة : 29]

Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu. [Al-Baqarah: 29]

Ayat 37

{فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِن رَّبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ}

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

1)      Kalimat yang dimaksud adalah do'a Nabi Adam dan Hawwa’.

Allah -subhanahu wata'aalaa- berfirman:

{قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ} [الأعراف : 23]

Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. [Al-A'raaf: 23]

Ø  Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:

فَتَلَقَّى آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ قَالَ: أَيْ رَبِّ أَلَمْ تَخْلُقْنِي بِيَدِكَ؟ قَالَ: «بَلَى». قَالَ: أَيْ رَبِّ، أَلَمْ تَنْفُخْ فِيَّ مِنْ رُوحِكَ؟ قَالَ: «بَلَى». قَالَ: أَيْ رَبِّ، أَلَمْ تُسْكِنِّي جَنَّتَكَ؟ قَالَ: «بَلَى». قَالَ: أَيْ رَبِّ أَلَمْ تَسْبِقْ رَحْمَتُكَ غَضَبَكَ؟ قَالَ: «بَلَى». قَالَ: أَرَأَيْتَ إِنْ تُبْتُ وَأَصْلَحْتُ أَرَاجِعِي أَنْتَ إِلَى الْجَنَّةِ؟ قَالَ: «بَلَى». قَالَ: فَهُوَ قَوْلُهُ ﴿فَتَلَقَّى آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ﴾ [البقرة: ٣٧]

Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia menerima tobatnya. Adam berkata: "Wahai Tuhanku, bukankah Engkau menciptakanku dengan tangan-Mu?" Allah menjawab: "Benar." Adam berkata: "Wahai Tuhanku, bukankah Engkau meniupkan ke dalam diriku dari roh-Mu?" Allah menjawab: "Benar." Adam berkata: "Wahai Tuhanku, bukankah Engkau menempatkanku di surga-Mu?" Allah menjawab: "Benar." Adam berkata: "Wahai Tuhanku, bukankah rahmat-Mu mendahului murka-Mu?" Allah menjawab: "Benar." Adam berkata: "Bagaimana pendapat-Mu jika aku bertobat dan memperbaiki diri, apakah Engkau akan mengembalikanku ke surga?" Allah menjawab: "Benar." Itulah firman-Nya: {"Maka Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya."} (QS. Al-Baqarah: 37) [Mustadrak Al-Hakim: Shahih]

2)      Allah Maha penerima taubat "At-Tawwab".

Lihat: Taubat .. Kenapa tidak?

3)      Allah Maha kasih sayang.

Lihat: Kitab Adab Bab 19; Allah menciptakan rahmat seratus bagian

Ayat 38-39

{قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَن تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (38) وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ}

Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

1.      Maksiat menghilangkan nikmat.

Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:

{فَبِظُلْمٍ مِّنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَن سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا (160) وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا} [النساء : 160-161]

Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih. [Al-Baqarah: 160-161]

2.      Nabi Adam dikeluarkan dari surga pada hari Jum'at.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:

«خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ» [صحيح مسلم]

"Hari terbaik dimana matahari terbit adalah hari Jum'at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu ia dikeluarkan dari surga. Dan hari kiamat tidak akan tiba kecuali pada hari Jum'at". [Shahih Muslim]

Lihat: Keistimewaan Hari Jum'at

3.      Keutamaan mengikuti hidayah.

Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:

{قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى} [طه: 123]

"Dia (Allah) berfirman, 'Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.'" [Thaha: 123]

4.      Orang kafir kekal di neraka.

5.      Neraka dan siksaannya kekal.

Lihat: Surga dan neraka kekal

Wallahu a'lam!

Lihat juga: Sebab-sebab kemenangan dari kisah Nabi Musa - Kisah Nabi Yusya’ yang menghentikan matahari - Kesabaran dan kejujuran Nabi Yusuf - Bakti Nabi Ibrahim ‘alaihissalam kepada orang tuanya - Hadits Abu Hurairah; Kisah Nabi Ayyub 'alaihissalam - Nabi Isa dalam Al-Qur'an

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...