Minggu, 18 Oktober 2026

Syarah Tsalatsah Ushul (bagian 3)

بسم الله الرحمن الرحيم

Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab (1206H) rahimahullah berkata:

والناس إذا ماتوا يبعثون. والدليل قوله تعالى: ﴿مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى﴾ [طه: ٥٥]. وقوله تعالى: ﴿وَاللَّهُ أَنْبَتَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ نَبَاتًا ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا﴾ [نوح: ١٧-١٨].

وبعد البعث محاسبون ومجزيون بأعمالهم. والدليل قوله تعالى: ﴿لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى﴾ [النجم: ٣١]،

ومن كذب بالبعث كفر. والدليل قوله تعالى: ﴿زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ وَذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ﴾ [التغابن: ٧].

Dan manusia apabila mati akan dibangkitkan (dihidupkan kembali). Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala: "Dari bumi (tanah) itulah Kami menciptakan kamu, dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu, dan darinya Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain." [Thaha: 55]. Dan firman Allah Ta'ala: "Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya, kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah, dan (pada hari kiamat) Dia akan mengeluarkan kamu dengan sebenar-benarnya." [Nuh: 17-18].

Dan setelah dibangkitkan, mereka akan dihisab (dihitung) dan diberi balasan atas amal-amal mereka. Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala: "Agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan, dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)." [Surah An-Najm: 31].

Dan barangsiapa mendustakan kebangkitan, maka ia kafir. Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala: "Orang-orang kafir mengira bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: 'Tidak! Demi Rabb-ku, kamu pasti akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.'" [Surah At-Taghabun: 7].

Syarah:

1.      Manusia setelah mati akan dihidupkan kembali.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ} [الزمر: 68]

Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah). [Az-Zumar: 68]

Lihat: Perjalanan setelah kematian

2.      Setelah dibangkitkan, mereka akan dihisab (dihitung) dan diberi balasan atas amal-amal mereka.

Dari Abu Barzah Al-Aslamiy radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:

«لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ» [سنن الترمذي: صحيح]

"Kedua kaki seorang hamba tidak berajak dari tempatnya di hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya yang ia habiskan dengan melakukan apa, tentang ilmunya apa yang ia amalkan, tentang hartanya dari mana ia dapat dan ia nafkahkan untuk apa, dan tentang jasadnya pada hal apa ia gunakan". [Sunan Tirmidziy: Shahih]

Lihat: Yang halal dihisab, Yang haram diadzab

3.      Barangsiapa mendustakan hari kebangkitan, maka ia kafir.

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:

{بَلِ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ فِي الْعَذَابِ وَالضَّلَالِ الْبَعِيد} [سبأ: 8]

Tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh. [Saba':8]

Lihat: 10 Pembatal Keislaman

***

وأرسل الله جميع الرسل مبشرين ومنذرين. والدليل قوله تعالى: ﴿رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلاَّ يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ﴾ [النساء: ١٦٥].

وأولهم نوح عليه السلام، وآخرهم محمد ﷺ. والدليل على أن أولهم نوح عليه السلام قوله تعالى: ﴿إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ﴾ [النساء: ١٦٣].

وكل أمة بعث الله إليها رسولا من نوح إلى محمد يأمرهم بعبادة الله وحده، وينهاهم عن عبادة الطاغوت. والدليل قوله تعالى: ﴿وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ﴾ [النحل: ٣٦].

Dan Allah mengutus seluruh para rasul sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala: "(Kami mengutus) rasul-rasul sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah (diutusnya) para rasul itu." [An-Nisa: 165].

Dan rasul yang pertama adalah Nuh 'alaihissalam, dan yang terakhir adalah Muhammad ﷺ. Dalil bahwa rasul pertama adalah Nuh 'alaihissalam adalah firman Allah Ta'ala: "Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan para nabi setelahnya." [An-Nisa: 163].

Dan setiap umat, Allah mengutus kepada mereka seorang rasul dari (zaman) Nuh hingga Muhammad, yang memerintahkan mereka untuk menyembah Allah semata dan melarang mereka dari menyembah thaghut. Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala: "Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul pada setiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu.'" [An-Nahl: 36].

Syarah:

1)      Allah ta'aalaa mengutus seluruh para rasul sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan.

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:

{وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ ۖ فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ} [الأنعام : 48]

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. [Al-An'am: 48]

Lihat: Iman kepada Nabi dan Rasul Allah

2)      Rasul yang pertama adalah Nuh 'alaihissalam.

Dalam hadits syafa'at Kubra, Nabi Adam 'alaihissalam berkata:

«ائْتُوا نُوحًا، أَوَّلَ رَسُولٍ بَعَثَهُ الله»

"Datangilah Nuh, rasul pertama-tama yang Allah utus."

Lihat: Syarah hadits tentang Syafa’at Kubra di padang mahsyar

3)      Muhammad ﷺ adalah Nabi dan Rasul terakhir.

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:

{مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ} [الأحزاب: 40]

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. [Al-Ahzaab:40]

Ø  Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنَّ مَثَلِي وَمَثَلَ الأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِي، كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بَيْتًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ، إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ مِنْ زَاوِيَةٍ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ، وَيَعْجَبُونَ لَهُ، وَيَقُولُونَ هَلَّا وُضِعَتْ هَذِهِ اللَّبِنَةُ؟ قَالَ: فَأَنَا اللَّبِنَةُ وَأَنَا خَاتِمُ النَّبِيِّينَ» [صحيح البخاري ومسلم]

“Sesungguhnya perumpamaan aku dengan para nabi sebelumku seperti seorang laki-laki yang membangun rumah dengan baik dan cantik kecuali satu tempat batu bata dari satu sudut (yang belum terpasang). Maka orang-orang berkeliling melihatnya dan mereka kagum seraya berkata: "Apakah tidak sebaiknya jika satu batu bata ini dipasang?" Rasulullah ﷺ bersabda: "Akulah satu batu bata itu dan aku adalah penutup para nabi". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Lihat: Keistimewaan Nabi Muhammad dalam Al-Qur’an

4)      Setiap umat, Allah mengutus kepada mereka seorang rasul, yang memerintahkan mereka untuk menyembah Allah semata dan melarang mereka dari menyembah thaghut.

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:

{وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ} [الأنبياء: 25]

Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". [Al-Anbiyaa': 25]

Lihat: Syarah Kitab Tauhid bab (1) Pentingnya tauhid

***

وافترض الله على جميع العباد الكفر بالطاغوت والإيمان بالله. قال ابن القيم رحمه الله تعالى: الطاغوت ما تجاوز به العبد حده من معبود، أو متبوع، أو مطاع. والطواغيت كثيرة، ورؤوسهم خمسة: إبليس لعنه الله، ومن عبد وهو راض، ومن دعا الناس إلى عبادة نفسه، ومن ادعى شيئا من علم الغيب، ومن حكم بغير ما أنزل الله. والدليل قوله تعالى: ﴿لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى﴾ [البقرة: ٢٥٦]. وهذا معنى لا إله إلا الله، وفي الحديث: «رأس الأمر الإسلام، وعموده الصلاة، وذروة سنامه الجهاد في سبيل الله»

Dan Allah mewajibkan atas seluruh hamba untuk kafir kepada thaghut dan beriman kepada Allah. Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: "Thaghut adalah segala sesuatu yang dengannya seorang hamba melampaui batasnya, baik berupa sesembahan, yang diikuti, maupun yang ditaati."

Dan thaghut itu banyak, dan pemimpinnya ada lima: (1) Iblis -semoga Allah melaknatnya-, (2) Orang yang disembah sedangkan ia ridha (dengan penyembahan itu), (3) Orang yang menyeru manusia untuk menyembah dirinya, (4) Orang yang mengaku mengetahui sesuatu dari ilmu gaib, (5) Orang yang berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah. Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala: "Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang kafir kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang sangat kuat." [Al-Baqarah: 256].

Dan inilah makna Laa ilaaha illallah. Dan dalam hadits: "Kepala segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncak tertingginya adalah jihad di jalan Allah."

Syarah:

1.      Allah subhanah mewajibkan atas seluruh hamba untuk kafir kepada thaghut dan beriman kepada Allah semata.

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:

{وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَن يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَىٰ ۚ فَبَشِّرْ عِبَادِ} [الزمر : 17]

Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku [Az-Zumar: 17]

Lihat: Awas ada syirik!

2.      Iblis adalah rajanya thaghut.

Umar bin Khathab radhiyallahu 'anhu berkata:

«الطاغوت: الشيطان»

“Thaghut adalah syetan”. [Shahih Bukhari: Mu'allaq]

Ø  Jabir radhiyallahu 'anhu berkata:

«الطواغيت: كهان كان ينزل عليهم الشيطان، في كل حي واحد»

“Thaghut adalah para tukang ramal yang didatangi syetan; yang ada pada setiap kabilah”. [Shahih Bukhari: Mu'allaq]

Lihat: Syarah Kitab Tauhid bab (24); Hukum sihir

3.      Orang yang disembah sedangkan ia ridha (dengan penyembahan itu).

Dari ‘Ady bin Hatim radhiyallahu ‘anhu bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ membaca firman Allah ta’alaa:

{اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ} [التوبة: 31]

“Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan tuhan selain Allah.” [At-Taubah: 31]

Maka saya berkata kepada beliau: “Sungguh kami tidaklah menyembah mereka”, Beliau bersabda:

«أَلَيْسَ يُحَرِّمُوْنَ مَا أَحَلَّ اللهُ فَتُحَرِّمُوْنَهُ، وَيُحِلُّوْنَ مَا حَرَّمَ اللهُ فَتُحِلُّوْنَهُ؟ فَقُلْتُ: بَلَى، قَالَ: فَتِلْكَ عِبَادَتُهُمْ»

“Tidakkah mereka mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah, lalu kalian pun mengharamkanya; dan tidakkah mereka itu menghalalkan apa yang diharamkan Allah, lalu kalian menghalalkannya? Aku menjawab: ya, maka beliau bersabda: “itulah bentuk penyembahan kepada mereka.” [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan At Tirmidziy menyatakan hasan].

Lihat: Syarah Kitab Tauhid bab (38); Mentaati ulama dan umara dalam mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram berarti mempertuhankan mereka

4.      Orang yang menyeru manusia untuk menyembah dirinya.

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:

{فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ (21) ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَىٰ (22) فَحَشَرَ فَنَادَىٰ (23) فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ} [النازعات : 21-24]

Tetapi Fir'aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi". [An-Nazi'at: 21-24]

5.      Larangan mendatangi orang yang mengaku mengetahui sesuatu dari ilmu gaib.

Dari salah seorang istri Nabi -ﷺ-, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً»

“Barangsiapa yang mendatangi peramal dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu perkara, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari.” [Shahih Muslim]

Ø  Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ أَتَى كَاهِنًا، فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ، فَقَدْ بَرِئَ مِمَّا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ»

“Barangsiapa yang mendatangi seorang dukun, dan mempercayai apa yang dikatakannya, maka sesungguhnya dia telah kafir (ingkar) terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad ﷺ”. [Sunan Abi Daud: Shahih]

Lihat: Syarah Kitab Tauhid bab (26); Dukun (tukang ramal) dan sejenisnya

6.      Larangan berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah 'azza wajalla.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

«كَانَ أَبُو بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيُّ كَاهِنًا يَقْضِي بَيْنَ الْيَهُودِ فِيمَا يَتَنَافَرُونَ إِلَيْهِ، فتنافرَ إِلَيْهِ نَاسٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ، فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ {أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحاكَمُوا إِلَى الطاغوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ} إِلَى قَوْلِهِ: {إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا إِحْسَانًا} [النساء: 60-62]» [المعجم الكبير للطبراني: صححه الشيخ مقبل]

“Abu Barzah Al-Aslamiy dahulu adalah seorang dukun yang memberi keputusan di antara kaum Yahudi terhadap perkara yang mereka ajukan kepadanya. Lalu beberapa orang muslim ikut meminta keputusan kepadanya, maka Allah ‘azza wajalla menurunkan firmanNya: {“Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu, dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada Thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Thaghut itu}, sampai firmanNya: {“Sekali kali kami tidak menghendaki selain penyelesain yang baik.”} [An-Nisaa': 60-62] [Al-Mu’jam Al-Kabir karya Ath-Thabaraniy: Dishahihkan oleh syekh Muqbil]

Lihat: Syarah Kitab Tauhid bab (39); Berhakim kepada selain Allah dan RasulNya

7.      Makna Laa ilaaha illallah.

Lihat: Syarah Kitab Tauhid bab (6); Penjelasan makna tauhid dan persaksian bahwa tiada tuhan selain Allah

8.      Hadits: "Kepala segala urusan adalah Islam ..."

Lihat penjelasannya di sini Syarah Arba’in hadits (29) Mu’adz; Amalan mendekatkan surga dan menjauhkan neraka

***

والله أعلم. وصلى الله على محمد وآله وصحبه وسلم.

Wallahu a'lam. Dan semoga shalawat serta salam tercurah kepada Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.

Lihat juga: Syarah Tsalatsah Ushul (bagian 2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...