بسم الله الرحمن الرحيم
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
٢٧ - باب: رَحْمَةِ النَّاسِ وَالْبَهَائِمِ.
“Bab: Menyayangi manusia dan hewan”
Dalam bab ini, imam Bukhari menjelaskan keutamaan berbuat baik kepada
manusia bahkan hewan. Beliau meriwayatkan 6 hadits dari Malik bin Al-Huwairits,
Abu Hurairah (dua hadits), An-Nu'man bin Basyir, Anas bin Malik, dan Jarir bin Abdullah radhiyallahu
‘anhum.
A.
Hadits Malik bin
Al-Huwairits radhiyallahu ‘anhu.
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
٥٦٦٢ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا
إِسْمَاعِيلُ [بن إبراهيم بن مقسم]: حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ أَبِي قِلَابَةَ
[عبد الله بن زيد]، عَنْ أَبِي سُلَيْمَانَ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ قَالَ:
أَتَيْنَا النَّبِيَّ ﷺ، وَنَحْنُ شَبَبَةٌ مُتَقَارِبُونَ، فَأَقَمْنَا عِنْدَهُ
عِشْرِينَ لَيْلَةً، فَظَنَّ أَنَّا اشْتَقْنَا أَهْلَنَا، وَسَأَلَنَا عَمَّنْ
تَرَكْنَا فِي أَهْلِنَا، فَأَخْبَرْنَاهُ، وَكَانَ رقيقًا رَحِيمًا، فَقَالَ: «ارْجِعُوا
إِلَى أَهْلِيكُمْ، فَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ، وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي
أُصَلِّي، وَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلَاةُ، فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ، ثُمَّ
لِيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ».
Telah menceritakan kepada kami Musaddad, ia berkata: Telah menceritakan
kepada kami Isma'il [bin Ibrahim bin Miqsam], ia berkata: Telah menceritakan
kepada kami Ayyub, dari Abu Qilabah [Abdullah bin Zayd], dari Abu Sulaiman
Malik bin Al-Huwairits dia berkata, "Kami datang kepada Nabi ﷺ sedangkan waktu itu kami adalah pemuda yang sebaya. Kami
tinggal bersama beliau selama dua puluh malam. Beliau mengira kalau kami
merindukan keluarga kami, maka beliau bertanya tentang keluarga kami yang kami
tinggalkan. Kami pun memberitahukannya, beliau adalah seorang yang sangat
penyayang dan sangat lembut. Beliau bersabda, "Pulanglah ke keluarga
kalian. Tinggallah bersama mereka dan ajari mereka serta perintahkan mereka dan
salatlah kalian sebagaimana kalian melihatku salat. Jika telah datang waktu
salat, maka hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan azan, dan yang
paling tua dari kalian hendaknya menjadi imam kalian.'"
Nb: Hadits ini sudah dijelaskan pada Hadits Malik bin Al-Huwairits; Shalatlah seperti kalian melihatku shalat
B.
Hadits Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu yang pertama.
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
٥٦٦٣ - حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ [بن أبي
أويس]: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ، عَنْ أَبِي
صَالِحٍ السَّمَّانِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «بَيْنَمَا
رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ، اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ، فَوَجَدَ بِئْرًا
فَنَزَلَ فِيهَا، فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ، فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ، يَأْكُلُ
الثَّرَى مِنَ الْعَطَشِ، فَقَالَ الرَّجُلُ: لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنَ
الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ بِي، فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلَأَ خُفَّهُ
ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ، فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ». قَالُوا:
يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ أَجْرًا؟ فَقَالَ: «فِي
كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ»
Telah menceritakan kepada kami Isma'il [bin Abi Uwais], ia berkata: Telah
menceritakan kepadaku Malik, dari Sumayy bekas budak Abu Bakr, dari Abu Shalih
As-Samman, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Pada suatu ketika ada seorang laki-laki sedang
berjalan melalui suatu jalan, lalu dia merasa sangat kehausan. Kebetulan dia
menemukan sebuah sumur, maka dia turun ke sumur itu untuk minum. Setelah keluar
dari sumur, dia melihat seekor anjing menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah
karena kehausan. Orang itu berkata dalam hatinya, 'Alangkah hausnya anjing itu,
seperti yang baru ku alami.' Lalu dia turun kembali ke sumur, kemudian dia
menciduk air dengan sepatunya, dibawanya ke atas dan diminumkannya kepada
anjing itu. Maka Allah berterima kasih kepada orang itu (diterima-Nya amalnya)
dan diampuni-Nya dosanya.' Para sahabat bertanya, 'Ya, Rasulullah! Dapat
pahalakah kami bila menyayangi hewan-hewan ini?' Jawab beliau: 'Ya, setiap
menyayangi makhluk hidup adalah berpahala.".
Nb: Dalam riwayat lain disebutkan bahwa ia seorang wanita
penzina.
Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Nabi ﷺ bersabda:
«بَيْنَمَا كَلْبٌ
يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِيٌّ مِنْ
بَغَايَا بَنِي إِسْرَائِيلَ فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَسَقَتْهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ»
"Ada seekor anjing yang sedang berputar-putar dekat sebuah sumur dan
hampir mati karena kehausan lalu dilihat oleh seorang wanita pezina dari para
pezina Bani Isra'il lalu wanita itu melepas sepatunya (dan mengambil air dengan
sepatu itu) kemudian memberi minum anjing tersebut sehingga dia diampuni karena
perbuatannya itu". [Shahih Bukhari dan Muslim]
Penjelasan singkat hadits ini:
1.
Biografi Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu.
Lihat: Abu Hurairah dan keistimewaannya
2. Jika
mengasihi hewan bisa mendapatkan ampunan Allah, lalu bagaimana jika mengasihi
manusia?!
3. Keutamaan
memberi makan dan minum.
Lihat: Keutamaan memberi makan
4.
Keutamaan berbuat baik
kepada hewan.
Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari
Rasulullah ﷺ, beliau bersabda,
«إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ
الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ. فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ.
وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ. وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شفرته. فليرح
ذبيحته»
"Sesungguhnya Allah telah mewajibkan supaya selalu bersikap baik
terhadap setiap sesuatu, jika kamu membunuh maka bunuhlah dengan cara yang
baik, jika kamu menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik, tajamkan
pisaumu dan senangkanlah hewan sembelihanmu." [Shahih Muslim]
Lihat: Syarah Arba'in hadits (17) Syaddad; Perintah berbuat ihsan (kebaikan)
5.
Larangan menyakiti
hewan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«قَرَصَتْ نَمْلَةٌ
نَبِيًّا مِنَ الأَنْبِيَاءِ، فَأَمَرَ بِقَرْيَةِ النَّمْلِ، فَأُحْرِقَتْ،
فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ: أَنْ قَرَصَتْكَ نَمْلَةٌ أَحْرَقْتَ أُمَّةً مِنَ
الأُمَمِ تُسَبِّحُ» [صحيح
البخاري ومسلم]
"Seekor semut menggigit seorang nabi kemudian ia memerintahkan untuk
membakar sarang semut tersebut. Maka Alllah menurunkan wahyu sebagai teguran
kepadanya bahwa engkau telah digigit satu semut kemudian engkau membalasnya
dengan membakar satu umat yang bertasbih?" [Sahih Bukhari dan Muslim]
Ø Abdullah bin
Mas’ud radiyallahu
'anhu berkata: Suatu hari kami bersama Rasulullah ﷺ dalam perjalanan jauh, kemudian Rasulullah pergi untuk suatu
keperluan lalu kami melihat seekor burung dengan dua anak maka kami mengambil
satu anaknya. Kemudian burung itu datang dengan mengepak-ngepakkan sayapnya.
Lalu Rasulullah datang dan bertanya:
«مَنْ فَجَعَ هَذِهِ
بِوَلَدِهَا؟ رُدُّوا وَلَدَهَا إِلَيْهَا»
"Siapa yang membuat burung ini marah dengan mangambil anaknya?
Kembalikan anaknya kepadanya".
Kemudian melihat sarang semut yang sudah terbakar, maka Rasulullah
bertanya:
«مَنْ حَرَّقَ هَذِهِ؟»
“Siapa yang membakar ini?”
Kami menjawab: Kami!
Rasulullah bersabda:
«إِنَّهُ لَا يَنْبَغِي
أَنْ يُعَذِّبَ بِالنَّارِ إِلَّا رَبُّ النَّارِ» [سنن أبي داود: صحيح]
“Sesungguhnya tidak pantas menyiksa dengan api kecuali Tuhannya api”.
[Sunan Abu Daud: Sahih]
Ø Dari Abu
Hurairah dan Ibnu Umar radhiyallahu 'anhum; Rasulullah ﷺ bersabda:
«عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي
هِرَّةٍ، لَمْ تُطْعِمْهَا، وَلَمْ تَسْقِهَا، وَلَمْ تَتْرُكْهَا تَأْكُلُ مِنْ
خَشَاشِ الْأَرْضِ» [صحيح
البخاري ومسلم]
"Seorang wanita disiksa (dalam neraka) karena seekor kucing, ia
tidak memberinya makan, tidak memberinya minum, dan tidak melepaskannya mencari
makan sendiri dari serangga bumi". [Sahih Bukhari dan Muslim]
Lihat: Hadits tentang hewan
6.
Kebaikan sekecil apapun
akan diberi pahala.
Lihat: Jangan menyepelekan amalan kecil
C.
Hadits Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu yang kedua.
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
٥٦٦٤ - حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ [الحكم بن
نافع]: أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ: أَخْبَرَنِي أَبُو
سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ: أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ: قَامَ رَسُولُ
اللَّهِ ﷺ فِي صَلَاةٍ وَقُمْنَا مَعَهُ، فَقَالَ أَعْرَابِيٌّ وَهُوَ فِي
الصَّلَاةِ: اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي وَمُحَمَّدًا، وَلَا تَرْحَمْ مَعَنَا أَحَدًا.
فَلَمَّا سَلَّمَ النَّبِيُّ ﷺ قَالَ لِلْأَعْرَابِيِّ: «لَقَدْ حَجَّرْتَ
وَاسِعًا». يُرِيدُ رَحْمَةَ اللَّهِ.
Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Yaman [Al-Hakam bin Nafi’], ia
berakata: Telah mengabarkan kepada kami Syu'aib, dari Az-Zuhriy, dia berkata: Telah
mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman; Bahwa Abu Hurairah
berkata, "Rasulullah ﷺ
berdiri untuk salat dan kami ikut berdiri dengannya, di tengah-tengah salat ada
seorang Badui yang berbicara, 'Ya Allah, rahmatilah aku dan Muhammad, dan
janganlah Engkau merahmati seorangpun selain kami!' Setelah salam, Rasulullah ﷺ bersabda kepada orang Badui tersebut: 'Engkau telah
menyempitkan sesuatu yang luas!' Maksudnya adalah rahmat Allah."
Penjelasan singkat hadits ini:
1)
A'rabiy yang dimaksud
adalah Dzul Khuwaishirah Al-Yamaniy atau Al-Aqra' bin Habis radhiyallahu
'anhuma.
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:
دَخَلَ أَعْرَابِيٌّ الْمَسْجِدَ،
وَرَسُولُ اللَّهِ ﷺ جَالِسٌ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِمُحَمَّدٍ
وَلَا تَغْفِرْ لِأَحَدٍ مَعَنَا، فَضَحِكَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَقَالَ: «لَقَدْ
احْتَظَرْتَ وَاسِعًا» ثُمَّ وَلَّى، حَتَّى إِذَا كَانَ فِي نَاحِيَةِ الْمَسْجِدِ،
فَشَجَ يَبُولُ، فَقَالَ: الْأَعْرَابِيُّ بَعْدَ أَنْ فَقِهَ، فَقَامَ إِلَيَّ
بِأَبِي وَأُمِّي، فَلَمْ يُؤَنِّبْ، وَلَمْ يَسُبَّ، فَقَالَ: «إِنَّ هَذَا
الْمَسْجِدَ لَا يُبَالُ فِيهِ، وَإِنَّمَا بُنِيَ لِذِكْرِ اللَّهِ
وَلِلصَّلَاةِ، ثُمَّ أَمَرَ بِسَجْلٍ مِنْ مَاءٍ، فَأُفْرِغَ عَلَى بَوْلِهِ»
"Ketika Rasulullah ﷺ
duduk, seorang Arab Badui masuk ke dalam masjid. Kemudian Arab Badui itu
berdoa, "Ya Allah, ampunilah aku dan Muhammad dan jangan engkau ampuni
orang lain bersama kami." Maka Rasulullah ﷺ tertawa seraya bersabda, "Engkau telah mempersempit
sesuatu yang luas." Laki-laki itu kemudian berlalu dan kencing di pojok
masjid. maka ketika Arab Badui itu telah memahami (tidak boleh kencing dalam
masjid) ia berjalan ke arahku dan berkata, "Demi bapak dan ibuku, ia
(Muhammad) tidak menghardik dan tidak mencela." Beliau lalu bersabda,
"Sesungguhnya masjid ini tidak boleh dikencingi, ia dibangun untuk zikir
dan salat kepada Allah." Beliau kemudian minta diambilkan satu ember air,
lalu menyiramkan pada bekas kencing tersebut." [Sunan Ibnu Majah: Shahih]
Ø Diriwayatkan
juga dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, sebagaimana
diriwayatkan pada bab 35 yang akan datang.
2) Tidak
mengkhususkan do'a untuk diri sendiri.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ} [محمد:
١٩]
"Maka Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah
(sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi
(dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan." [Muhammad:19]
{وَالَّذِينَ جَاءُوا مِن
بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ
سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ
آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ} [الحشر : 10]
Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan
Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan
Saudara-saudara kami yang Telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah
Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman;
Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." [Al-Hasyr:10]
Lihat: Adab Berdo'a
3)
Rahmat Allah sangat
luas jangan disempitkan.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ
كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ} [الأعراف: 156]
Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan
rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, ... . [Al-A'raaf:156]
Lihat: Kitab Adab, Bab 19: Allah menciptakan rahmat seratus bagian
4)
Bersikap kasih sayang
terhadap siapapun.
Lihat: Aqidah sebagai pondasi akhlak mulia
D.
Hadits An-Nu'man bin
Basyir radhiyallahu 'anhuma.
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
٥٦٦٥ - حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ [الفضل بن
دكين]: حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ [بن أبي زائدة]، عَنْ عَامِرٍ [الشعبي] قَالَ:
سَمِعْتُهُ يَقُولُ: سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ ﷺ: «تَرَى الْمُؤْمِنِينَ: فِي تَرَاحُمِهِمْ، وَتَوَادِّهِمْ،
وَتَعَاطُفِهِمْ، كَمَثَلِ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا، تَدَاعَى لَهُ
سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى».
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim [Al-Fadhl bin Dukain], ia berkata:
Telah menceritakan kepada kami Zakariya` [bin Abi Zaidah], dari 'Amir [Asy-Sya’biy],
dia berkata, saya mendengar An-Nu'man bin Basyir berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Kamu akan melihat orang-orang mukmin dalam hal
saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada
salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga
dan panas (turut merasakan sakitnya)."
Penjelasan singkat hadits ini:
1.
Biografi Nu’man bin Basyir radhiyallahu 'anhuma.
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/
2.
Orang beriman harus saling menyayangi.
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda,
«لاَ يُؤْمِنُ
أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ»
"Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia mencintai untuk
saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri". [Shahih
Bukhari]
3.
Peka terhadap penderitaan orang lain.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma; Nabi shallallahu
'alaihi wasallam bersabda:
«لَيْسَ الْمُؤْمِنُ
الَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ» [الأدب المفرد للبخاري: صحيح]
"Bukanlah seorang mukmin (sempurna imannya) yang ia kenyang
sedangkan tetangganya kelaparan". [Al-Adabul Mufrad karya Imam Bukhari:
Shahih]
Lihat: Adab bertetangga dalam Islam
E.
Hadits Anas bin Malik radhiyallahu
'anhu.
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
٥٦٦٦ - حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ [هشام بن
عبد الملك]: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ [الوضاح بن عبد الله]، عَنْ قَتَادَةَ،
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «مَا مِنْ مُسْلِمٍ غَرَسَ
غَرْسًا، فَأَكَلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ أَوْ دَابَّةٌ، إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ»
Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Walid [Hisyam bin Abdil Malik], ia
berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah [Al-Wadhdhah bin Abdillah],
dari Qatadah. dari Anas bin Malik, dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Tidaklah seorang muslim yang bercocok
tanam, lalu tanaman tersebut dimakan orang lain atau binatang ternak, melainkan
baginya adalah sedekah."
Nb: Hadits ini sudah dijelaskan pada: Syarah Riyadhushalihin Bab (13) Penjelasan akan banyaknya jalan-jalan kebaikan (hadits 19)
F.
Hadits Jarir bin
Abdullah radhiyallahu 'anhu.
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
٥٦٦٧ - حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ [بن
غياث]: حَدَّثَنَا أَبِي: حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ: حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ
وَهْبٍ قَالَ: سَمِعْتُ جَرِيرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «مَنْ
لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ»
Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Hafsh [bin Giyats], ia berkata: Telah
menceritakan kepada kami Ayahku, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Al-A'masy,
dia berkata: Telah menceritakan kepadaku Zaid bin Wahb dia berkata, Saya
mendengar Jarir bin Abdullah dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Barang siapa tidak mengasihi maka dia
tidak akan di kasihi."
Nb: Hadits yang serupa diriwayatkan dari Abi Hurairah kisah Al-Aqra' bin Habis pada bab 18 hadits kelima
Penjelasan singkat hadits ini:
1)
Biografi Jarir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu.
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/
2)
Balasan sesuai dengan perbuatan.
Dari Abdullah bin Amru -radhiallahu 'anhuma-; Nabi ﷺ bersabda:
«الرَّاحِمُونَ
يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَن، ارْحَمُوا أَهْلَ الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي
السَّمَاءِ»
"Para penyayang akan disayangi oleh Ar Rahman. Sayangilah penduduk
bumi maka kalian akan disayangi oleh siapa saja yang di langit." [Sunan
Abi Daud: Shahih]
Lihat: Menabur dan menuai
Wallahu a'lam!
Lihat juga:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...