Senin, 02 Agustus 2021

Syarah Kitab Tauhid bab (30); Menisbatkan turunya hujan kepada bintang

 بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam bab ini, syekh Muhammad bin Abdil Wahhab –rahimahullah- menyebutkan 1 ayat, dan 3 hadits yang menyebutkan larangan menisbatkan turunya hujan kepada bintang.

Firman Allah ta’aalaa:

{وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ} [الواقعة: 82]

“Dan kalian membalas rizki (yang telah dikaruniakan Allah) kepadamu dengan mendustakannya.” [Al-Waqi’ah: 82]

Jumat, 30 Juli 2021

Adab sebelum tidur dalam Islam

 بسم الله الرحمن الرحيم

Beberapa hal yang hendaknya dilakukan sebelum tidur:

1.      Berwudhu sebelum tidur.

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

«مَنْ بَاتَ طَاهِرًا بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا» [صحيح ابن حبان]

"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdo'a: "Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena sesungguhnya ia tidur dalam keadaan suci!" [Shahih Ibnu Hibban]

Kamis, 29 Juli 2021

50 Hadits singkat Shahih Bukhari dan faidahnya (16) no.851-902

 بسم الله الرحمن الرحيم

Lanjutan Kitab Jum’at

751. Hadits 851, Utamakan shalat Jum'at di mesjid yang besar sekalipun jauh karena shalat Jum'at adalah momen berkumpulnhya umat Islam untuk setiap pekan.

Rabu, 28 Juli 2021

Kitab Ilmu bab 37; Orang yang hadir hendaklah menyampaikan ilmu kepada yang tidak hadir

 بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

بَابٌ: لِيُبَلِّغِ العِلْمَ الشَّاهِدُ الغَائِبَ

“Bab: Orang yang hadir hendaklah menyampaikan ilmu kepada yang tidak hadir”

Dalam bab ini, imam Bukhari menjelaskan keutamaan menyampaikan ilmu yang sudah didapatkan kepada orang lain agar manfaatnya lebih besar, sebagaimana diperintahkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika haji wada’ yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas, Abu Syuraih, dan Abi Bakrah radhiyallahu ‘anhum.

Senin, 05 Juli 2021

Syarah Kitab Tauhid bab (29); Ilmu Nujum (Perbintangan)

 بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam bab ini, syekh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah menyebutkan 1 atsar, dan 1 hadits yang menyebutkan larangan mempelajari ilmu nujum (perbintangan).

Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan –secara mu’allaq (tanpa sanad) dalam “Ash-Shahih” kitab Bad’il Khalq (awal penciptaan) bab tentang bintang; dari Qatadah rahimahullah bahwa ia berkata (menafsirkan firman Allah subhanahu wa ta'aalaa):

{وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ} [الملك: 5] " خَلَقَ هَذِهِ النُّجُومَ لِثَلاَثٍ: جَعَلَهَا زِينَةً لِلسَّمَاءِ، وَرُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ، وَعَلاَمَاتٍ يُهْتَدَى بِهَا، فَمَنْ تَأَوَّلَ فِيهَا بِغَيْرِ ذَلِكَ أَخْطَأَ، وَأَضَاعَ نَصِيبَهُ، وَتَكَلَّفَ مَا لاَ عِلْمَ لَهُ بِهِ "

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang. [Al-Mulk: 5] “Allah menciptakan bintang-bintang ini untuk tiga hikmah: sebagai hiasan langit, sebagai alat pelempar syetan, dan sebagai tanda untuk petunjuk (arah dan sebagainya). Maka barangsiapa yang berpendapat selain hal tersebut maka ia telah melakukan kesalahan, dan menyia-nyiakan nasibnya, serta membebani dirinya dengan hal yang di luar batas pengetahuannya”.

Rabu, 23 Juni 2021

Kitab Ilmu bab 36; Orang yang mendengarkan sesuatu namun ia tidak memahaminya lalu ia mengkonfirmasinya lagi hingga paham

 بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

بَابُ مَنْ سَمِعَ شَيْئًا فَلَمْ يَفْهَمْهُ فَرَاجَعَ فِيهِ حَتَّى يَعْرِفَهُ

“Bab: Orang yang mendengarkan sesuatu namun ia tidak memahaminya lalu ia mengkonfirmasinya lagi hingga paham”

Dalam bab ini, imam Bukhari menjelaskan bolehnya seseorang menanyakan apa yang ia dengarkan jika belum paham, karena betapa banyak ucapan yang baik namun menibulkan keburukan karena pemahaman yang rusak. Untuk itu kita tidak boleh malu untuk bertanya demi kebaikan sebagaimana dicontohkan oleh sahabat Nabi seperti hadits Aisyah –radhiyallahu ‘anha- yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dalam bab ini.

Selasa, 22 Juni 2021

Syarah Kitab Tauhid bab (28); Tathayyur (Pemali)

 بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam bab ini, syekh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah menyebutkan 2 ayat, dan 6 hadits yang menyebutkan hukum praktek tathayyur (pemali).

a.       Firman Allah ta’aalaa:

{فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَذِهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَى وَمَنْ مَعَهُ أَلَا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ} [الأعراف: 131]

Kemudian apabila kebaikan (kemakmuran) datang kepada mereka, mereka berkata, “Ini adalah karena (usaha) kami.” Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. Ketahuilah, sesungguhnya nasib mereka di tangan Allah, namun kebanyakan mereka tidak mengetahui. [Al-A’raf: 131]

Rabu, 16 Juni 2021

Kitab Ilmu bab 35; Perlukah menetapkan hari khusus untuk mengajarkan ilmu kepada kaum wanita?

 بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

بَابٌ: هَلْ يُجْعَلُ لِلنِّسَاءِ يَوْمٌ عَلَى حِدَةٍ فِي العِلْمِ؟

“Bab: Perlukah menetapkan hari khusus untuk mengajarkan ilmu kepada kaum wanita?”

Bab sebelumnya (31) dan (32) telah dijelaskan tentang pentingnya pendidikan bagi kaum wanita, dan pada bab ini imam Bukhari menjelaskan perlunya mengkhususkan satu waktu untuk kaum wanita dalam menimba ilmu agama, sebagaimana yang dilakukan Nabi ﷺ dalam hadits riwayat Abu Sa’id Al-Khduriy dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma.

Senin, 14 Juni 2021

Kitab Ilmu bab 34; Cara dicabutnya ilmu

 بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

بَابٌ: كَيْفَ يُقْبَضُ العِلْمُ

“Bab; Cara dicabutnya ilmu”

Sebelumnya imam Bukhari telah menyebutkan satu bab tentang “diangkatnya ilmu dan nampaknya kebodohan”, dan pada bab ini akan menjelaskan bagaimana cara diangkatnya ilmu tersebut dengan meriwayatkan satu atsar dari Umar bin ‘Abdil ‘Aziz –rahimahullah-, dan satu hadits dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma.

Rabu, 02 Juni 2021

Kitab Ilmu bab 33; Antusias mencari hadits

 بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

بَابُ الحِرْصِ عَلَى الحَدِيثِ

“Bab; Antusias mencari hadits”

Dalam bab ini, imam Bukhari menjelaskan tentang keutamaan sikap antusias untuk mendapatkan atau mendengarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, terutama bagi penuntut ilmu, karena hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah landasan utama bersama Al-Qur’an dalam penetapan hukum Islam. Termasuk harus antusias untuk memahaminya dengan benar dan selektif terhadap hadits shahih dan lemah.