Rabu, 16 Oktober 2019

Syarah Kitab Tauhid bab (6); Penjelasan makna tauhid dan persaksian bahwa tiada tuhan selain Allah

بسم الله الرحمن الرحيم
Dalam bab ini, syekh Muhammad bin Abdil Wahhab –rahimahullah- menyebutkan 4 ayat dan 1 hadits:
A.      Firman Allah subhanahu wata’aalaa:
{أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا} [الإسراء: 57]
Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. [Al-Israa’: 57]

Selasa, 15 Oktober 2019

Syarah Kitab Tauhid bab (5); Mengajak untuk bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah

بسم الله الرحمن الرحيم
Dalam bab ini syekh Muhammad bin Abdil Wahhab –rahimahullah- menyebutkan 1 ayat dan 2 hadits:
Ø  Firman Allah subhanahu wata’aalaa:
{قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ} [يوسف: 108]
Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". [Yusuf: 108]

Senin, 14 Oktober 2019

Keistimewaan Ali bin Abi Thalib

بسم الله الرحمن الرحيم


Ali bin Abi Thalib bin Abdil Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaaf Al-Qurasyiy Al-Hasyimiy, Amirul Mu’minin Abu Al-Hasan radhiyallahu ‘anhu.
Beliau wafat tahun 40 hijriyah.
Diantara keistimewaannya:
1.      Diantara sahabat yang pertama masuk Islam.

Jumat, 11 Oktober 2019

Keistimewaan ‘Utsman bin ‘Affan

بسم الله الرحمن الرحيم
‘Utsman bin ‘Affan bin Abi Al-‘Ash bin Umayyah bin Abdisyams Al-Qurasyiy Al-Umawiy. Amirul Mu’minin Abu Abdillah dan Abu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu.
Diberi gelar “Dzun Nuuraini” karena menikahi dua putri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu Ruqayyah dan Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anhuma.
Beliau wafat tahun 35 hijriyah di Madinah.
Diantara keistimewaannya:
1.      Salah seorang dari 10 yang mendapat jaminan masuk surga dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Kamis, 10 Oktober 2019

Penjelasan singkat kitab Ash-Shaum dari Sahih Bukhari; Bab (26) Orang yang berpuasa jika makan atau minum karena lupa

بسم الله الرحمن الرحيم
A.    Penjelasan pertama:
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
بَابُ الصَّائِمِ إِذَا أَكَلَ أَوْ شَرِبَ نَاسِيًا
“Bab: Orang yang berpuasa jika makan atau minum karena lupa”
Dalam bab ini, imam Bukhari rahimahullah menyebutkan empat atsar dari tabi’in dan satu hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang menunjukkan bahwa orang yang makan atau minum atau hal lain yang membatalkan puasa karena lupa maka puasanya tidak batal.

Rabu, 09 Oktober 2019

Penjelasan singkat kitab Ash-Shaum dari Sahih Bukhari; Bab (25) Mandi bagi orang yang berpuasa

بسم الله الرحمن الرحيم
A.    Penjelasan pertama:
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
بَابُ اغْتِسَالِ الصَّائِمِ
“Bab: Mandi bagi orang yang berpuasa”
Dalam bab ini, imam Bukhari rahimahullah menyebutkan beberapa atsar tanpa sanad (mu’allaq) dari Sahabat dan Tabi’in, dan dua hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari Aisyah dan Ummi Salamah radhiyallahu ‘anhuma, yang menunjukkan bahwa mandi di waktu berpuasa hukumnya boleh.

Senin, 07 Oktober 2019

Syarah Arba’in hadits (3) Ibnu Umar; Rukun Islam

بسم الله الرحمن الرحيم
Dari Abi Abdirrahman Abdillah bin Umar bin Al-Khathab radiyallahu ta’aalaa 'anhuma; Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Islam dibangun atas lima perkara: Bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji, dan berpuasa di bulan Ramadhan”. Diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim.

Sabtu, 05 Oktober 2019

4 kunci keberuntungan dunia akhirat dalam surah Al-'Ashr

بسم الله الرحمن الرحيم
Ada empat hal yang mesti dimiliki oleh setiap manusia agar senantiasa beruntung dalam kehidupannya di dunia dan di akhirat, yaitu: Ilmu, kemudian beramal dengan ilmunya, setelah itu menda’wakannya, dan bersabar atas beban da’wah tersebut.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ} [العصر: 1 - 3]
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. [Al-'Ashr: 1-3]
Imam Asy-Syafi’iy -rahimahullah- berkata:
" لَوْ مَا أَنْزَلَ اللهُ حُجَّةً عَلَى خَلْقِهِ إِلا هَذِهِ السورة لكفتهم"
“Seandainya Allah tidak menurunkan hujjah atas makhluknya kecuali surah ini maka itu sudah cukup”.

Kamis, 03 Oktober 2019

Penjelasan singkat kitab Ash-Shaum dari Sahih Bukhari; Bab (24) Ciuman bagi orang yang berpuasa

بسم الله الرحمن الرحيم
A.    Penjelasan pertama:
Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:
بَابُ القُبْلَةِ لِلصَّائِمِ
“Bab: Ciuman bagi orang yang berpuasa”.
Dalam bab ini, imam Bukhari menyebutkan satu atsar dari Jabir bin Zayd, dan dua hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Aisyah dan Ummi Salamah radhiyallahu ‘anhuma.
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
وَقَالَ جَابِرُ بْنُ زَيْدٍ: «إِنْ نَظَرَ فَأَمْنَى يُتِمُّ صَوْمَهُ»
“Dan Jabir bin Zayd berkata: Jika ia melihat (istrinya) kemudian ia mengeluarkan air mani, maka ia tetap melanjutkan puasanya”

Rabu, 02 Oktober 2019

Penjelasan singkat kitab Ash-Shaum dari Sahih Bukhari; Bab (23) Bercumbu bagi orang yang berpuasa

بسم الله الرحمن الرحيم
A.    Penjelasan pertama:
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
بَابُ المُبَاشَرَةِ لِلصَّائِمِ
“Bab: Bercumbu (suami istri) bagi orang yang berpuasa”
Maksudnya: Hukum mencumbu istri tanpa menggauli secara hakiki bagi orang yang sedang berpuasa.
Dalam bab ini Imam Bukhari menyebutkan satu atsar dari Aisyah radhiyallahu 'anha secara mu’allaq, satu hadits dari Aisyah juga secara muttashil, kemudian menyebutkan atsar Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan Thawus yang menjelaskan makna “Irbah”.