بسم
الله الرحمن الرحيم
Abu Bakr Ahmad bin Ibrahim Al-Isma’iliy rahimahullah berkata:
اعلموا -رحمنا الله وإياكم- أن مذهب
أهل الحديث أهل السنة والجماعة الإقرار بالله وملائكته وكتبه ورسله. وقبول ما نطق
به كتاب الله تعالى، وصحت به الرواية عن رسول الله ﷺ، لا معدل عن ما ورد به ولا
سبيل إلى رده، إذ كانوا مأمورين باتباع الكتاب والسنة، مضمونا لهم الهدى فيهما،
مشهودا لهم بأن نبيهم ﷺ يهدي إلى صراط مستقيم، محذرين في مخالفته الفتنة والعذاب
الأليم.
Ketahuilah -semoga Allah merahmati kita semua- bahwa keyakinan Ahlul
Hadits, yaitu Ahlus Sunnah wal Jama'ah, adalah mengimani Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. Serta menerima
semua yang dinyatakan oleh Kitabullah (Al-Qur'an) dan yang diriwayatkan secara
sahih dari Rasulullah ﷺ.
Mereka tidak berpaling dari apa yang terkandung di dalamnya, dan tidak ada
jalan untuk menolaknya. Karena mereka diperintahkan untuk mengikuti Al-Qur'an
dan As-Sunnah, dijamin bagi mereka petunjuk pada keduanya, dan telah disaksikan
bahwa Nabi mereka ﷺ
memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Mereka juga diperingatkan akan adanya
fitnah dan azab yang pedih jika menyimpang darinya.
Syarah:
1. Kewajiban berakidah dengan akidah Ahli hadits Ahli Sunnah wal
Jama'ah.
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2024/05/keutamaan-bermanhaj-salaf.html
2. Siapakah yang dimaksud ahli hadits dan ahli sunnah wal jama'ah?
Mereka adalah orang yang mengikuti sunnah Nabi dan
para Sahabatnya, dan senantiasa bersatu (berjama'ah) di atasnya. Dari Abdullah bin
'Amr radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أُمَّتِي مَا أَتَى
عَلَى بني إسرائيل حَذْوَ النَّعْلِ بِالنَّعْلِ، حَتَّى إِنْ كَانَ مِنْهُمْ مَنْ
أَتَى أُمَّهُ عَلَانِيَةً لَكَانَ فِي أُمَّتِي مَنْ يَصْنَعُ ذَلِكَ، وَإِنَّ
بني إسرائيل تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، وَتَفْتَرِقُ
أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلَّا
مِلَّةً وَاحِدَةً»
“Akan datang pada umatku apa yang menimpa Bani Israil sama persis
selangkah demi selangkah, sampai kalau ada dari mereka yang berzina dengan
ibunya terang-terangan, maka akan ada dari umatku yang melakukan hal itu. Dan
sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi tujuhpuluh dua golongan, dan umatku
akan terpecah menjadi tujuhpuluh tiga golongan, semuanya akan masuk neraka
kecuali satu golongan”.
Sahabat bertanya: Siapakah mereka ya Rasulullah?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:
«مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي» [سنن الترمذي: حسنه الألباني]
“Mereka adalah orang yang berjalan sesuai sunnahku dan sunnah sahabatku”.
[Sunan Tirmidzi: Hasan]
Ø Dalam riwayat
lain, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu 'anhuma;
Rasulullah ﷺ bersabda:
«ثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ،
وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ، وَهِيَ الْجَمَاعَةُ» [سنن أبي
داود: حسنه الألباني]
“Tujuhpuluh dua golongan masuk neraka dan satu golongan masuk surga,
yaitu Al-Jam’ah”. [Sunan Abu Daud: Hasan]
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2020/07/7-pondasi-utama-aqidah-ahlissunah-wal.html
3. Kewajiban beriman kepada Allah ta'aalaa.
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2011/04/pembagian-tauhid.html
4. Kewajiban beriman kepada malaikat.
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2024/01/iman-kepada-malaikat.html
5. Kewajiban beriman kepada kitab suci.
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2025/07/iman-kepada-kitab-suci.html
6. Kewajiban beriman kepada Nabi dan Rasul.
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2025/08/iman-kepada-nabi-dan-rasul-allah.html
7. Wajib mentaati Allah dan Rasul-Nya.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا
أَعْمَالَكُمْ} [محمد:
33]
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah
Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu. [Muhammad:33]
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2024/10/kewajiban-mengikuti-al-quran-dan-as.html
8. Rasulullah ﷺ memberi petunjuk ke jalan yang lurus.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا
إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا
الْإِيمَانُ وَلَٰكِن جَعَلْنَاهُ نُورًا نَّهْدِي بِهِ مَن نَّشَاءُ مِنْ
عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ} [الشورى : 52]
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran)
dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al
Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al
Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di
antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk
kepada jalan yang lurus. [Asy-Syuuraa: 52]
{وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ
إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ} [المؤمنون : 73]
Dan sesungguhnya kamu benar-benar menyeru mereka kepada jalan
yang lurus.
[Al-Mu'minuun: 73]
9. Bahaya menyelisihi Rasulullah ﷺ.
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2023/08/ancaman-bagi-orang-yang-mencela-sunnah.html
[القول في الأسماء والصفات]
ويعتقدون
أن الله تعالى مدعو بأسمائه الحسنى وموصوف بصفاته التي سمى ووصف بها نفسه ووصفه
بها نبيه ﷺ.
خلق
آدم بيده، ويداه مبسوطتان ينفق كيف يشاء، بلا اعتقاد كيف.
وأنه
عز وجل استوى على العرش، بلا كيف، فإن الله تعالى انتهى من ذلك إلى أنه استوى على
العرش ولم يذكر كيف كان استواؤه.
Dan mereka (Ahlus Sunnah wal Jama'ah) meyakini bahwa
Allah Ta'ala dipanggil dengan nama-nama-Nya yang indah (Al-Asma' al-Husna) dan
disifati dengan sifat-sifat yang Dia sendiri telah menamai dan menyifati
Diri-Nya, serta yang disifati oleh Nabi-Nya ﷺ.
(Mereka meyakini) bahwa Allah menciptakan Adam dengan
tangan-Nya, dan kedua tangan-Nya terbuka (murah), Dia memberi nafkah (kepada
makhluk-Nya) sebagaimana yang Dia kehendaki, tanpa meyakini
"bagaimana" (hakikat)nya.
Dan mereka meyakini bahwa Allah Yang Maha Agung istawa
(bersemayam) di atas 'Arsy, tanpa (menanyakan) "bagaimana". Karena
Allah Ta'ala telah menyebutkan bahwa Dia istawa di atas 'Arsy, dan Dia tidak
menyebutkan "bagaimana" hakikat istawa'-Nya itu.
Syarah:
1) Wajib mengimani semua nama dan sifat Allah yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah yang shahih, serta memahaminya sesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan oleh para ulama ahlissunnah.
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2011/04/kaedah-nama-dan-sifat-allah-ii.html
2) Penetapan sifat menciptakan dan nama Allah "Al-Khaliq".
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2025/11/al-khaliq-dan-al-khallaq-allah-yang.html
3. Penetapan sifat "tangan" bagi Allah 'azza wajalla.
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2025/12/penetapan-sifat-tangan-bagi-allah.html
4) Penetapan sifat istiwaa' bagi Allah 'azza wajalla.
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/01/penetapan-sifat-istiwa-bagi-allah-azza.html
[ذكر بعض خصائص الربوبية]
وأنه
مالك خلقه، وأنشأهم لا عن حاجة إلى ما خلق، ولا معنى دعاه إلى أن خلقهم، لكنه فعال
لما يشاء، ويحكم ما يريد، لا يسأل عما يفعل، والخلق مسؤولون عما يفعلون.
Dan mereka meyakini bahwa Allah adalah Pemilik
makhluk-Nya dan Pencipta mereka, bukan karena kebutuhan terhadap apa yang Dia
ciptakan, dan bukan pula karena suatu makna (tujuan luar) yang mendorong-Nya
untuk menciptakan mereka. Akan tetapi, Dia Maha Pelaku terhadap apa yang Dia
kehendaki dan Maha Menetapkan apa yang Dia inginkan. Dia tidak ditanya tentang
apa yang Dia kerjakan, sedangkan makhluklah yang akan ditanya tentang apa yang
mereka kerjakan.
Syarah:
1. Allah memiliki dan menguasai segala makhluk.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{وَلِلَّهِ مُلْكُ
السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَاللَّهُ
عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ} [المائدة: 17]
Dan kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang
ada diantara keduanya; Dia menciptakan (melakukan) apa yang dikehendaki-Nya.
Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Al-Maidah:17]
Ø Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:
Aku mendengar Rasulullah ﷺ
bersabda:
«يَقْبِضُ اللهُ الْأَرْضَ، وَيَطْوِي
السَّمَاوَاتِ بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يَقُولُ: أَنَا الْمَلِكُ، أَيْنَ مُلُوكُ
الْأَرْضِ»
"Allah akan menggenggam bumi, dan melipat langit dengan tangan-Nya.
Kemudian Dia berfirman: 'Akulah Raja! Manakah raja-raja bumi?'" [Shahih
Bukhari]
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/02/allah-yang-maha-menguasai-al-malik.html
2. Allah tidak membutuhkan sesuatupun dari makhluk-Nya.
Allah subhanahu wata'ala
berfirman:
{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ
وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (56) مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا
أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ (57) إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ
الْمَتِينُ} [الذاريات
: 56-58]
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka
dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah
Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. [Adz-Dzariyat: 56-58]
{إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ
اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ ۖ وَإِن
تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ} [الزمر : 7]
Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan
(iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu
bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu. [Az-Zumar: 7]
{وَمَنْ يَشْكُرْ
فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ} [لقمان: 12]
Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka
sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak
bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". [Luqman: 12]
{وَمَنْ جَاهَدَ
فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ} [العنكبوت: 6]
Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu
adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak
memerlukan sesuatu) dari semesta alam. [Al-‘Ankabut: 6]
Ø Dalam hadits
Qudsi Allah berfirman:
يا عبادي! لو أن أولكم وآخركم وإنسكم
وجنكم. كانوا على أتقى قلب رجل واحد منكم. ما زاد ذلك في ملكي شيئا. يا عبادي! لو
أن أولكم وآخركم. وإنسكم وجنكم. كانوا على أفجر قلب رجل واحد. ما نقص ذلك من ملكي
شيئا»
“Wahai hamba-Ku .. kalau seandainya orang pertama dari kalian sampai yang
terakhir, dari kalangan manusia dan jin, semuanya bertaqwa dengan sebaik-baik
taqwa diantara kalian, itu semua tidak akan menambah sedikitpun kekuasaan-Ku.
Wahai hamba-Ku .. kalau seandainya orang pertama dari kalian sampai yang
terakhir, dari kalangan manusia dan jin, semuanya jahat dengan sejahat-jahat
diantara kalian, itu semua tidak akan mengurangi sedikitpun kekuasaan-Ku.”
[Shahih Muslim]
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/05/al-ganiy-yang-maha-kaya.html
3. Allah melakukan dan menetapkan hukum sesuai dengan keinginanNya.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ
لِّمَا يُرِيدُ} [هود
: 107]
Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia
kehendaki. [Huud:
107]
{إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ
مَا يَشَاءُ} [الحج
: 18]
Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. [Al-Hajj: 18]
{إِنَّ
اللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ} [المائدة : 1]
Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang
dikehendaki-Nya.
[Al-Maidah: 1]
{إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا
لِلَّهِ} [الأنعام
: 57]
Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. [Al-An'am: 57]
{وَاللَّهُ يَحْكُمُ لَا
مُعَقِّبَ لِحُكْمِهِ} [الرعد : 41]
Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada
yang dapat menolak ketetapan-Nya. [Ar-Ra'd: 41]
4. Allah tidak ditanyai, tapi makhluk-Nya yang akan dimintai
pertanggung-jawaban.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{لَا يُسْأَلُ عَمَّا
يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ} [الأنبياء: 23]
Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan
merekalah yang akan ditanyai. [Al-Anbiyaa':23]
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2014/07/kehendak-allah-kauniyah-dan-syariyah.html
[إثبات أسماء الله الحسنى وصفاته العلا]
وأنه
مدعو بأسمائه، موصوف بصفاته، التي سمى ووصف بها نفسه، وسماه ووصفه بها نبيه عليه
الصلاة والسلام.
لا
يعجزه شيء في الأرض ولا في السماء، ولا يوصف بنقص أو عيب أو آفة، فإنه عز وجل
تعالى عن ذلك.
Dan mereka meyakini bahwa Allah dipanggil dengan
nama-nama-Nya, disifati dengan sifat-sifat yang Dia sendiri telah menamai dan
menyifati Diri-Nya, serta yang telah dinamai dan disifati oleh Nabi-Nya ﷺ.
Tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang
mampu melemahkan-Nya, dan Dia tidak disifati dengan kekurangan, cacat, atau aib
apa pun. Sungguh, Allah Yang Maha Agung Maha Tinggi dari semua itu.
Syarah:
1) Tidak ada yang sulit bagi Allah ta'aalaa.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي
الْأَرْضِ فَيَنظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَكَانُوا
أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعْجِزَهُ مِن شَيْءٍ فِي
السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَلِيمًا قَدِيرًا} [فاطر : 44]
Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat
bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu
adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat
melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Kuasa. [Fathir: 44]
{وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ
غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّه} [التوبة : 2]
Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat
melemahkan Allah.
[At-Taubah: 2]
2) Allah tidak disifati dengan sifat yang kurang
atau buruk.
Allah subhanahu wata'ala
berfirman:
{وَلِلَّهِ الْمَثَلُ
الْأَعْلَىٰ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ} [النحل : 60]
Dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi; dan Dialah Yang
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [An-Nahl: 60]
{وَجَعَلُوا لِلَّهِ
شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ
عِلْمٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ} [الأنعام : 100]
Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu
bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka
membohong (dengan mengatakan): "Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki
dan perempuan", tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan
Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan. [Al-An'am: 100]
{قُل لَّوْ كَانَ مَعَهُ
آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لَّابْتَغَوْا إِلَىٰ ذِي الْعَرْشِ سَبِيلًا (42)
سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَقُولُونَ عُلُوًّا كَبِيرًا} [الإسراء : 42-43]
Katakanlah: "Jikalau ada tuhan-tuhan di samping-Nya,
sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada
Tuhan yang mempunyai 'Arsy". Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang
mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. [Al-Israa': 42-43]
[إثبات صفة اليدين]
وخلق
آدم عليه السلام بيده، ويداه مبسوطتان ينفق كيف شاء، بلا اعتقاد كيف يداه، إذ لم
ينطق كتاب الله تعالى فيه بكيف.
ولا
يعتقد فيه الأعضاء، والجوارح، ولا الطول، والعرض، والغلظ، والدقة، ونحو هذا مما
يكون مثله في الخلق، وأنه {ليس كمثله شيء} تبارك وجه ربنا ذو الجلال والإكرام.
ولا
يقولون إن أسماء الله عز وجل -كما تقوله المعتزلة والخوارج وطوائف من أهل الأهواء-
مخلوقة.
Dan (mereka meyakini) bahwa Allah menciptakan Adam
'alaihis salam dengan tangan-Nya, dan kedua tangan-Nya terbuka (murah), Dia
memberi nafkah sebagaimana yang Dia kehendaki, tanpa meyakini
"bagaimana" hakikat kedua tangan-Nya, karena Kitabullah tidak
menyebutkan "bagaimana" tentangnya.
Dan mereka tidak meyakini bahwa Allah memiliki anggota
badan, organ tubuh, atau memiliki panjang, lebar, ketebalan, kehalusan, dan
sifat-sifat serupa lainnya yang dimiliki oleh makhluk. Sesungguhnya, {tidak ada
sesuatu pun yang serupa dengan-Nya}. Maha Suci Wajah Tuhan kami, Yang memiliki
Keagungan dan Kemuliaan.
Dan mereka tidak mengatakan bahwa nama-nama Allah
'Azza wa Jalla —seperti yang dikatakan oleh Mu'tazilah, Khawarij, dan
kelompok-kelompok ahli hawa nafsu— adalah makhluk.
Syarah:
1. Kata: الأعضاء، والجوارح، ولا
الطول، والعرض، والغلظ، والدقة
Yang seperti ini tdk boleh ditetapkan untuk Allah dan
tidak pula ditolak, karena tidak ada dalilnya dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah.
2. Tidak ada yang serupa dengan Allah.
Allah subhanahu wata'ala
berfirman:
{لَيْسَ كَمِثْلِهِ
شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ} [الشورى : 11]
Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang
Maha Mendengar dan Melihat. [Asy-Syuuraa: 11]
{هَلْ تَعْلَمُ لَهُ
سَمِيًّا} [مريم
: 65]
Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia
(Allah)? [Maryam:
65]
{وَلَمْ يَكُن لَّهُ
كُفُوًا أَحَدٌ} [الإخلاص
: 4]
Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. [Al-Ikhlash: 4]
3. Allah dan sifatNya Yang memiliki Keagungan
dan Kemuliaan.
Allah subhanahu wata'ala
berfirman:
{تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ
ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ} [الرحمن : 78]
Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia. [Ar-Rahman: 78]
{وَيَبْقَىٰ وَجْهُ
رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ} [الرحمن : 27]
Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan
kemuliaan.
[Ar-Rahman: 27]
4. Kelompok Mu'tazilah:
Al-Mu'tazilah: Sebuah mazhab teologi Islam yang muncul pada awal abad ke-2 Hijriah
dan mencapai puncaknya pada masa awal pemerintahan Abbasiyah. Nama mereka
berasal dari tindakan imam mereka, Wasil bin Atha', yang memisahkan diri
(i'tazala) dari majelis Al-Hasan Al-Bashri karena pandangan Wasil bahwa pelaku
dosa besar bukan kafir maupun mukmin, melainkan berada di posisi di antara dua
posisi tersebut (al-manzilah bain al-manzilatain). Ketika Wasil memisahkan diri
dari majelis Al-Hasan, dan Amr bin Ubaid duduk bersama Wasil, kemudian pengikut
mereka berdua mengikuti mereka, maka dikatakanlah kepada mereka
"Al-Mu'tazilah" (orang-orang yang memisahkan diri). Mazhab ini sangat
mengandalkan akal dan berlebihan dalam menggunakannya, bahkan mendahulukannya
di atas dalil naqli (nash).
5. Kelompok Khawarij.
Al-Khawarij: Jamaah dari kelompok yang keluar (khawarij, jamak dari
kharijah, artinya kelompok yang keluar). Julukan ini terkenal untuk suatu
kelompok yang memberontak terhadap (keluar dari) Ali radhiyallahu 'anhu, dari
kalangan orang-orang yang awalnya bersamanya dalam Perang Shiffin. Al-Khawarij
kemudian terpecah menjadi beberapa sekte, namun mereka bersepakat dalam
pendapat tentang mengkafirkan Utsman, Ali, para tokoh Perang Jamal (Aisyah,
Thalhah, dan Az-Zubair), serta siapa saja yang menyetujui arbitrase (tahkim) dan
membenarkan keputusan dua arbiter atau salah satunya. Mereka juga mengkafirkan
pelaku dosa besar.
6. Nama Allah bukan makhluk.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{قُلِ ادْعُوا اللَّهَ
أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ
الْحُسْنَىٰ} [الإسراء
: 110]
Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman.
Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama
yang terbaik).
[Al-Israa: 110]
Seandainya nama Allah adalah makhluk maka tentu kita tidak akan disuruh
meminta dengan nama Allah.
[قولهم في صفة الوجه والسمع والبصر
والعلم والقدرة والكلام]
ويثبتون
أن له وجها، وسمعا، وبصرا، وعلما، وقدرة، وقوة، وكلاما، لا على ما يقوله أهل الزيغ
من المعتزلة وغيرهم، ولكن كما قال تعالى: ﴿وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ﴾ [الرحمن: ٢٧] وقال: ﴿أَنْزَلَهُ بِعِلْمِهِ﴾ [النساء: ١٦٦] وقال: ﴿وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ
مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ﴾ [البقرة: ٢٥٥] وقال: ﴿فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا﴾
[فاطر: ١٠] وقال: ﴿وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا
بِأَيْدٍ﴾ [الذاريات:
٤٧] وقال:
﴿أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَهُمْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ
قُوَّةً﴾ [فصلت:
١٥] وقال:
﴿إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ﴾ [الذاريات: ٥٨]
فهو
تعالى ذو العلم، والقوة، والقدرة، والسمع، والبصر، والكلام، كما قال تعالى: ﴿وَلِتُصْنَعَ عَلَى عَيْنِي﴾ [طه: ٣٩] ﴿وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا
وَوَحْيِنَا﴾ [هود:
٣٧] وقال:
﴿حَتَّى يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ﴾ [التوبة: ٦] وقال: ﴿وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى
تَكْلِيمًا﴾ [النساء:
١٦٤] وقال:
﴿إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ﴾ [يس: ٨٢]
Dan mereka (para ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah)
menetapkan bahwa Allah memiliki Wajah, Pendengaran, Penglihatan, Ilmu,
Kekuasaan, Kekuatan, dan Kalam (Firman), bukan seperti yang dikatakan oleh
orang-orang yang menyimpang dari golongan Mu'tazilah dan lainnya, tetapi
sebagaimana firman Allah Ta'ala: {"Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu
yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan."} [Ar-Rahman: 27] Dan
firman-Nya: {"Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya."} [An-Nisa':
166] Dan firman-Nya: {"Dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari
ilmu Allah melainkan apa yang Dia kehendaki."} [Al-Baqarah: 255] Dan
firman-Nya: {"Maka bagi Allah-lah segala keperkasaan."}
[Fathir: 10] Dan firman-Nya: {"Dan langit Kami bangun dengan kekuatan."}
[Adz-Dzariyat: 47] Dan firman-Nya: {"Dan apakah mereka tidak
memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka, Dia lebih kuat daripada
mereka?"} [Fushshilat: 15] Dan firman-Nya: {"Sesungguhnya
Allah Dialah Maha Pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh."}
[Adz-Dzariyat: 58]
Maka Dia Ta'ala memiliki Ilmu, Kekuatan,
Kekuasaan, Pendengaran, Penglihatan, dan Kalam (Firman), sebagaimana firman
Allah Ta'ala: {"Dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku."}
[Thaha: 39] {"Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk
wahyu Kami."} [Hud: 37] Dan firman-Nya: {"Sehingga dia
mendengar Kalam Allah."} [At-Taubah: 6] Dan firman-Nya: {"Dan
Allah telah berbicara kepada Musa dengan sebenar-benarnya."}
[An-Nisa': 164] Dan firman-Nya: {"Sesungguhnya urusan-Nya, apabila Dia
menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya: 'Jadilah!' Maka jadilah ia."}
[Yasin: 82]
Syarah
1. Penetapan sifat Wajah bagi Allah 'azza
wajalla.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا
فَانٍ (26) وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ} [الرحمن : 26-27]
Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal wajah
Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. [Ar-Rahman: 26-27]
{وَلَا تَدْعُ مَعَ
اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۘ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا
وَجْهَهُ ۚ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ} [القصص : 88]
Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan
apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia.
Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya-lah segala penentuan,
dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. [Al-Qashash: 88]
Ø Dari Abu Musa
radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ عز وجل لَا يَنَامُ وَلَا
يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَنَامَ. يَخْفِضُ الْقِسْطَ وَيَرْفَعُهُ. يُرْفَعُ إِلَيْهِ عَمَلُ اللَّيْلِ قَبْلَ
عَمَلِ النَّهَارِ. وَعَمَلُ النَّهَارِ قَبْلَ عَمَلِ اللَّيْلِ. حِجَابُهُ
النُّورُ لَوْ كَشَفَهُ لَأَحْرَقَتْ سُبُحَاتُ وَجْهِهِ مَا انْتَهَى إِلَيْهِ
بَصَرُهُ مِنْ خَلْقِهِ»
"«Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla tidak tidur dan tidak
pantas bagi-Nya untuk tidur. Dia menurunkan timbangan (keadilan) dan
mengangkatnya. Amalan malam diangkat kepada-Nya sebelum amalan siang, dan
amalan siang sebelum amalan malam. Hijab-Nya adalah cahaya, seandainya Dia
membukanya niscaya akan terbakar seluruh makhluk yang dicapai pandangan-Nya
oleh cahaya wajah-Nya yang Mahasuci»." [Shahih Muslim]
Ø Jabir bin
Abdullah radhiallahu'anhuma
berkata:
لَمَّا نَزَلَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ:
{قُلْ هُوَ القَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ} [الأنعام: 65]، قَالَ: «أَعُوذُ بِوَجْهِكَ»، {أَوْ
مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ} [الأنعام: 65] قَالَ: «أَعُوذُ بِوَجْهِكَ»، فَلَمَّا نَزَلَتْ: {أَوْ يَلْبِسَكُمْ
شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ} [الأنعام: 65] قَالَ: «هَاتَانِ أَهْوَنُ، - أَوْ
أَيْسَرُ-»
Ketika diturunkan kepada Rasulullah ﷺ ayat: {Katakanlah, Dialah Allah yang mampu mengutus siksa
kepada kalian dari atas kamu)} [Al-An'aam: 65], maka Rasulullah berdoa:
'Aku berlindung dengan wajah-Mu, {Atau dari bawah kakimu}, Nabi berdoa,
"Aku berlindung dengan wajah-Mu", maka dikala diturunkan: {atau
menjadikan kalian berkelompok-kelompok dan menjadikan sebagian di antara kalian
merasakan keganasan sebagian yang lain}, maka Rasulullah bersabda,
"Perpecahan dan keganasan konflik ini lebih ringan, atau beliau katakan
'lebih mudah." [Shahih Bukhari]
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2025/02/kitab-itisham-bab-09-10-dan-11.html
2. Penetapan sifat Pendengaran bagi Allah 'azza
wajalla.
Aisyah radhiallahu'anha berkata:
«الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَسِعَ سَمْعُهُ
الْأَصْوَاتَ، لَقَدْ جَاءَتِ الْمُجَادِلَةُ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ، وَأَنَا فِي
نَاحِيَةِ الْبَيْتِ، تَشْكُو زَوْجَهَا، وَمَا أَسْمَعُ مَا تَقُولُ، فَأَنْزَلَ
اللَّهُ: ﴿قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا﴾ [المجادلة: ١]»
"Segala puji bagi Allah yang pendengaran-Nya meliputi segala suara.
Sungguh, seorang perempuan yang bersengketa telah datang kepada Nabi ﷺ (untuk mengadukan masalahnya), sementara aku berada di satu
sudut rumah. Perempuan itu mengeluhkan suaminya, dan aku tidak mendengar apa
yang dia katakan. Maka Allah menurunkan ayat: {'Sungguh, Allah telah
mendengar perkataan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad)
tentang suaminya'} [Al-Mujadilah: 1]." [Sunan Ibnu Majah: Shahih]
3. Penetapan sifat Penglihatan bagi Allah 'azza
wajalla.
Allah subhanahu wata'ala
berfirman:
{لَيْسَ كَمِثْلِهِ
شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ} [الشورى : 11]
Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang
Maha Mendengar dan Melihat. [Asy-Syuuraa: 11]
{وَاصْبِرْ لِحُكْمِ
رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا} [الطور : 48]
Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka
sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami. [Ath-Thur: 48]
Allah melihat dengan dua mata, Abdullah bin Umar radhiyallahu
‘anhuma berkata:
«ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ النَّبِيِّ ﷺ
فَقَالَ: إِنَّ اللهَ لَا يَخْفَى عَلَيْكُمْ، إِنَّ اللهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ
وَأَشَارَ بِيَدِهِ إِلَى عَيْنِهِ وَإِنَّ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ أَعْوَرُ
الْعَيْنِ الْيُمْنَى، كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ»
«Dajjal disebutkan di hadapan Nabi ﷺ, maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak samar bagi
kalian. Sesungguhnya Allah tidak buta sebelah,” dan beliau mengisyaratkan
dengan tangannya ke matanya, “sedangkan Al-Masih Ad-Dajjal buta mata kanannya,
seolah-olah matanya seperti buah anggur yang menonjol.”» [Shahih Bukhari]
4. Penetapan sifat Ilmu bagi Allah 'azza
wajalla
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{لَّٰكِنِ اللَّهُ
يَشْهَدُ بِمَا أَنزَلَ إِلَيْكَ ۖ أَنزَلَهُ بِعِلْمِهِ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ
يَشْهَدُونَ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا} [النساء : 166]
(Mereka tidak mau
mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al Quran yang
diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan
malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya. [An-Nisaa ': 166]
{يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي
الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ
فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ
بَصِيرٌ} [الحديد
: 4]
Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang
keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya.
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang
kamu kerjakan.
[Al-Hadiid: 4]
{قُلْ إِن تُخْفُوا مَا
فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِي
السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ} [آل عمران : 29]
Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam
hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui". Allah mengetahui
apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa
atas segala sesuatu.
[Ali 'Imran: 29]
5. Penetapan sifat 'Izzah bagi Allah 'azza
wajalla.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ
أَوْلِيَاءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ
فَإِنَّ الْعِزَّةَ
لِلَّهِ جَمِيعًا} [النساء:
139]
Orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi
teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka
mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan
kepunyaan Allah.
[An-Nisa': 139]
6. Penetapan sifat Kekuasaan bagi Allah 'azza
wajalla.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{لِلَّهِ مُلْكُ
السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا فِيهِنَّ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ} [المائدة : 120]
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada
di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Al-Maidah: 120]
7. Penetapan sifat Kekuatan bagi Allah 'azza
wajalla.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ
ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ
اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ} [البقرة : 165]
Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu
mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu
kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya
mereka menyesal).
[Al-Baqarah: 165]
8. Penetapan sifat Kalam bagi Allah 'azza
wajalla.
Allah berbicara dengan suara dan huruf, Allah subhanahu
wata'ala berfirman:
{وَنَادَيْنَاهُ مِنْ
جَانِبِ الطُّورِ الْأَيْمَنِ وَقَرَّبْنَاهُ نَجِيًّا} [مريم: 52]
Dan kami telah memanggilnya (dengan suara tinggi) dari
sebelah kanan gunung Thur dan kami telah mendekatkannya kepada kami untuk
bermunajat (berbicara dengan suara rendah). [Maryam:52]
Ø Dari Abu
Sa'id Al-Khudriy radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ
القِيَامَةِ: يَا آدَمُ، يَقُولُ: لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ، فَيُنَادَى
بِصَوْتٍ: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكَ أَنْ تُخْرِجَ مِنْ ذُرِّيَّتِكَ بَعْثًا
إِلَى النَّارِ ... » الحديث [صحيح البخاري]
Allah 'azza wa jalla berkata pada hari kiamat: Ya Adam! Nabi Adam
menjawab: Aku jawab panggilanmu dan aku minta bantuanmu. Kemudian Allah berseru
dengan suara: Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk mengeluarkan dari
keturunanmu utusan sebagai penghuni neraka ... [Sahih Bukhari]
Ø Dari Abdullah
bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ
فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم
حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ» [سنن الترمذي: صحيح]
"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an maka ia akan
mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kebaikan, aku tidak
mengatakan ألم satu huruf akan tetapi alif
satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf". [Sunan Tirmidzi: Sahih]
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2013/04/allah-berbicara.html
Bersambung ….
Lihat juga: Menggali Aqidah Salaf di Bulan Ramadhan - Menanamkan tauhid dan adab pada anak sejak dini - Manifestasi tauhid dalam ibadah kurban

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...