Rabu, 30 September 2026

"Asy-Syaafiy", "Ath-Thabiib": Yang Maha Menyembuhkan

بسم الله الرحمن الرحيم

Yang menyembuhkan adalah Allah 'azza wajalla

Nabi Ibrahim 'alaihissalam berkata sebagaimana firman Allah subhanahu wata'aalaa:

{وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ} [الشعراء: 80]

Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku. [Asy-Syu'araa': 80]

{وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ} [التوبة : 14]

Dan Allah melegakan hati orang-orang yang beriman. [At-Taubah: 14]

Lihat: Hadits Ibnu ‘Abbas; Dua nikmat yang banyak dilalaikan

Diantara nama Allah adalah "Asy-Syaafiy" dan "Ath-Thabiib"

Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: Jika Rasulullah ﷺ mendatangi orang sakit atau didatangkan kepadanya orang sakit maka ia membasuhnya dengan tangan kanan dan membaca:

«اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ البَاسَ، اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا»

"Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah rasa sakit, sembuhkanlah ia karena Engkaulah yang memberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit". [Shahih Bukhari dan Muslim]

Ø  Dari Abu Rimtsah radhiyallahu 'anhu berkata:

أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ مَعَ أَبِي، فَرَأَى الَّتِي بِظَهْرِهِ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَلَا أُعَالِجُهَا لَكَ فَإِنِّي طَبِيبٌ؟ قَالَ: «أَنْتَ رَفِيقٌ، وَاللَّهُ الطَّبِيبُ» [مسند أحمد: صحيح]

"Aku datang kepada Rasulullah ﷺ bersama ayahku. Ayahku melihat sesuatu di punggung beliau, lalu berkata: 'Wahai Rasulullah, tidakkah aku obati itu untukmu, karena sesungguhnya aku adalah seorang tabib?' Beliau bersabda: 'Engkau adalah orang yang lembut (ramah), dan Allah-lah Yang Maha Tabib (Maha Penyembuh).'" [Musnad Ahmad: Shahih]

Ø  Abu As-Safar rahimahullah berkata:

مَرِضَ أَبُو بَكْرٍ فَعَادُوهُ فَقَالُوا: أَلَا نَدْعُو لَكَ الطَّبِيبَ؟ فَقَالَ: «قَدْ رَآنِي الطَّبِيبُ»، قَالُوا: فَأَيُّ شَيْءٍ قَالَ لَكَ؟ قَالَ: قَالَ: «إِنِّي فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ»

"Abu Bakar -radhiyallahu 'anhu- pernah sakit, lalu orang-orang menjenguknya dan berkata: 'Tidakkah kami panggilkan tabib untukmu?' Abu Bakar menjawab: 'Tabib (dokter) sungguh telah melihatku.' Mereka bertanya: 'Lalu apa yang ia katakan kepadamu?' Abu Bakar menjawab: 'Ia berkata: Sesungguhnya Aku (Allah) Maha Melakukan apa yang Aku kehendaki.'" [Az-Zuhud karya Imam Ahmad: Shahih]

Lihat: 108 "Asmaa-ul husna"

Allah menyembuhkan penyakit dzahir dan batin

Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:

{يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ} [يونس: 57]

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. [Yunus:57]

{وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا} [الإسراء: 82]

Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. [Al-Israa':82]

Ø  Abu Sa'id Al-Khudriy radiyallahu 'anhu berkata: Suatu hari kami dalam perjalanan dan kami singgah pada satu kampung, kemudian seorang budak mendatangi kami dan berkata: Sesungguhnya Tuan kampung ini sehat akan tetapi seorang dari kami ada yang sakit (disengat hewan berbisa), apakah ada diantara kalian yang bisa mengobati?

Maka seorang dari kami pergi bersamanya, dan kami tidak menyangka kalau ia pandai mengobati, lalu ia mendo'akan orang yang sakit itu maka ia langsung sembuh.

Kemudian ia diberi imbalan 30 ekor kambing dan kami diberi minum susu. Setelah ia kembali kami bertanya kepadanya: Apakah engkau memang pandai mengobati?

Ia menjawab: Tidak, aku tidak mengobatinya kecuali membacakannya Ummul Kitab (surah Al-Fatihah)!

Kami berkata: Jangan kalian cerita sesuatu pun sampai kita mendatangi Nabi ﷺ.

Setelah kami tiba di Madinah kami menceritakan kejadian itu kepada Nabi ﷺ, maka beliau bersabda:

«وَمَا كَانَ يُدْرِيهِ أَنَّهَا رُقْيَةٌ؟ اقْسِمُوا وَاضْرِبُوا لِي بِسَهْمٍ» [صحيح البخاري ومسلم]

"Dari mana kalian tahu kalau surah itu adalah obat? Bagikanlah imbalan itu dan beri aku satu bagian". [Shahih Bukhari dan Muslim]

Lihat: Keutamaan surah Al-Fatihah

Tidak ada yang menyembuhkan kecuali Allah ta'aalaa

Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:

{وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ (106) وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ، وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ، يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ، وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ} [يونس: 106-107]

Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim. Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Yunus: 106-107]

Lihat: Syarah Kitab tauhid bab (8); Pembahasan tentang Ruqya dan jimat

Dokter dan obat hanya sebagai sebab kesembuhan

Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:

{يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ} [النحل : 69]

Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. [An-Nahl: 69]

Ø  Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma; Nabi ﷺ bersabda:

«الشِّفَاءُ فِي ثَلَاثَةٍ: فِي شَرْطَةِ مِحْجَمٍ، أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ، أَوْ كَيَّةٍ بِنَارٍ، وَأَنْهَى أُمَّتِي عَنِ الْكَيِّ»

"Kesembuhan itu terdapat pada tiga hal: pada sayatan alat bekam (hijamah), atau meminum madu, atau kay (besi panas) dengan api; dan aku melarang umatku dari kay." [Shahih Bukhari]

Ø  Abdurrahman bin Utsman radhiyallahu 'anhu berkata:

«أَنَّ طَبِيبًا سَأَلَ النَّبِيَّ ﷺ عَنْ ضِفْدَعٍ يَجْعَلُهَا فِي دَوَاءٍ، فَنَهَاهُ النَّبِيُّ ﷺ عَنْ قَتْلِهَا»

Seorang dokter bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang kodok yang dijadikan obat, maka Rasulullah ﷺ melarang membunuhnya. [Sunan Abi Daud: Shahih]

Lihat: Hadits larangan membunuh kodok

Pengaruh iman terhadap nama Allah "Asy-Syaafiy" dan "Ath-Thabiib":

1.      Mencintai Allah Yang memberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali dariNya.

Lihat: Keutamaan mengenal nama-nama Allah (Asmaul Husna)

2.      Bertawakkal hanya kepada Allah, tidak meminta kesembuhan kecuali dariNya.

Auf bin Malik Al-Asyja'iy radhiyallahu 'anhu berkata: Dulu kami meruqyah pada masa Jahiliyah, maka kami bertanya: Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu tentang itu?

Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

«اعْرِضُوا عَلَيَّ رُقَاكُمْ، لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ شِرْكٌ» [صحيح مسلم]

"Perlihatkanlah kepadaku ruqyah kalian, tidak mengapa dengan ruqyah selama tidak terkandung dalamnya satu kesyirikan". [Shahih Muslim]

Lihat: Syarah Kitab tauhid bab (7); Diantara bentuk syirik, memakai gelang logam, benang, dan sejenisnya untuk menghilangkan bencana atau mencegahnya

3.      Tidak berputus asa dari rahmatNya agar diberi kesembuhan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

«مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً»

"Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Allah menurunkan pula obatnya." [Shahih Bukhari]

4.      Tidak berobat dengan cara atau obat yang haram.

Dari Abu Darda radhiyallahu 'anhu: Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنَّ اللهَ أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ، وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً، فَتَدَاوَوْا، وَلَا تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ»

"Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat, dan menjadikan bagi setiap penyakit ada obatnya. Maka berobatlah kalian, dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang haram." [Sunan Abi Daud: Shahih]

Lihat: Yang halal dihisab, Yang haram diadzab

5.      Berusaha memberi kebaikan kepada orang lain jika ia mampu menjadi sebab kesembuhan.

Jabir radhiyallahu 'anhu berkata:

كَانَ لِي خَالٌ يَرْقِي مِنَ الْعَقْرَبِ. فَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَنِ الرُّقَى. قَالَ فَأَتَاهُ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ! إِنَّكَ نَهَيْتَ عَنِ الرُّقَى. وَأَنَا أَرْقِي مِنَ الْعَقْرَبِ. فَقَالَ: «مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فليفعل»

"Aku memiliki seorang paman yang biasa melakukan ruqyah (jampi/serapah) untuk (sengatan) kalajengking. Lalu Rasulullah ﷺ melarang ruqyah. Jabir berkata: 'Maka pamanku datang kepada beliau dan berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya engkau telah melarang ruqyah, sedangkan aku biasa meruqyah untuk (sengatan) kalajengking.' Maka beliau bersabda: 'Barangsiapa di antara kalian yang mampu memberi manfaat kepada saudaranya, maka hendaklah ia melakukannya.'" [Shahih Muslim]

6.      Gembira dengan syari'at Islam yang Allah turunkan sebagai obat yang menyembuhkan atas izin Allah ‘azza wajalla.

Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:

{قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ} [يونس : 58]

Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". [Yunus: 58]

7.      Penyakit dzahir adalah obat bagi penyakit batin.

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:

«أنّ هذه المصيبة هي دواءٌ نافع ساقه إليه الطبيبُ العليمُ بمصلحته الرحيمُ به، فليصبر على تجرّعه، ولا يتقيّأْه بتسخطه وشكواه، فيذهبَ نفعه باطلًا»

"Bahwa musibah ini adalah obat yang bermanfaat, yang dihadirkan kepadanya oleh Dokter (Tabib/Allah) Yang Maha Mengetahui akan maslahat (kebaikan) baginya, lagi Maha Penyayang kepadanya. Maka hendaklah ia bersabar dalam menelan obat itu, dan janganlah ia memuntahkannya kembali dengan keluh-kesah dan pengaduan (kepada selain Allah), sehingga hilanglah manfaatnya dengan sia-sia." [Thariqul Hijrataeni]

Lihat: Tingkatan orang yang ditimpa musibah

Bentuk-bentuk pengobatan:

1)      Berdzikir dan berdo'a.

Lihat: Ruqyah, do'a kesembuhan

2)      Membaca Al-Qur'an.

Lihat: Keistimewaan Al-Qur'an

3)      Beribadah.

Seperti berpuasa karena memberikan dampak positif terhadap tubuh, meningkatkan kesehatan tubuh, karena perut juga butuh istirahat sebagaimana anggota tubuh lainya, dan kebanyakan sumber penyakit datang dari perut.

Dari Miqdam bin Ma'di Kariib radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ. بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ» [سنن الترمذي: صحيح]

"Tidak ada yang sering dipenuhi oleh seorang manusia yang lebih berbahaya dari pada perutnya, cukuplah bagi anak cucu Adam beberapa suap untuk menguatkan badannya, jika tidak cukup maka jadikanlah sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk bernafas." [Sunan Tirmidzi: Shahih]

Lihat: Hikmah dan Rahasia puasa Ramadhan

4)      Bersedekah dan membantu orang lain.

Diriwayatkan dalam hadits; Rasulullah ﷺ bersabda:

«دَاوُواْ مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَة»

"Obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah."

Hadits ini dihasankan oleh syekkh Albaniy rahimahullah, dan maknanya diperkuat oleh hadits dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:

«صَنَائِعُ الْمَعْرُوفِ تَقِي مَصَارِعَ السُّوءِ، وَصَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ» [المعجم الكبير للطبراني: حسنه الشيخ الألباني]

“Perbuatan baik mencegah kejadian buruk, dan sedekah yang dirahasiakan meredakan amarah Ar-Rabb”. [Al-Mu’jam Al-Kabiir karya Ath-Thabaraniy: Hasan]

Lihat: Keutamaan zakat, infaq, dan sedekah dalam As-Sunnah

5)      Makan dan minum obat.

Dari Abu Sa'id radhiyallahu 'anhu;

أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ ﷺ، فَقَالَ: أَخِي يَشْتَكِي بَطْنَهُ، فَقَالَ: «اسْقِهِ عَسَلًا»، ثُمَّ أَتَى الثَّانِيَةَ فَقَالَ: «اسْقِهِ عَسَلًا»، ثُمَّ أَتَاهُ، فَقَالَ: فَعَلْتُ، فَقَالَ: «صَدَقَ اللهُ، وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيكَ، اسْقِهِ عَسَلًا»، فَسَقَاهُ فَبَرَأَ

Bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ dan berkata: "Saudaraku sedang mengeluhkan perutnya (sakit perut)." Maka beliau bersabda: "Beri dia minum madu." Kemudian ia datang lagi untuk kedua kalinya, dan beliau bersabda: "Beri dia minum madu." Kemudian ia datang lagi kepada beliau dan berkata: "Aku sudah melakukannya." Maka beliau bersabda: "Allah telah benar (firman-Nya), dan perut saudaramu-lah yang berdusta. Beri dia minum madu." Maka ia pun memberinya minum madu, lalu saudaranya itu pun sembuh. [Shahih Bukhari]

Ø  Dari Aisyah -radhiallahu 'anha-; Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنَّ هَذِهِ الحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، إِلَّا مِنَ السَّامِ»

“Sesungguhnya jintan hitam ini (habbatussauda’) adalah obat dari segala penyakit, kecuali kematian”. [Shahih Bukhari dan Muslim]

Ø  Dari Aisyah radhiyallahu 'anha; Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنَّ فِي عَجْوَةِ الْعَالِيَةِ شِفَاءً - أَوْ إِنَّهَا تِرْيَاقٌ - أَوَّلَ الْبُكْرَةِ» [صحيح مسلم]

“Sesungguhnya pada kurma Madinah ada obat jika dimakan pada pagi hari”. [Shahih Muslim]

Lihat: Keistimewaan kota Madinah

6)      Mempergunakan obat luar.

Aisyah radiyallahu 'anha berkata: Rasulullah ﷺ mendo'akan orang yang sakit:

«بِسْمِ الله، تُرْبَةُ أَرْضِنَا، بِرِيقَةِ بَعْضِنَا، يُشْفَى سَقِيمُنَا، بِإِذْنِ رَبِّنَا»

"Dengan meyebut nama Allah, maka tanah bumi kita dengan ludah sebagian kita, menyembuhkan penyakit kita, dengan izin Tuhan kita". [Shahih Bukhari dan Muslim]

Imam An-Nawawiy rahimahullah mengatakan: "Caranya dengan membasahi telunjuk dengan ludah kemudian disentuhkan ke tanah, kemudian dioleskan ke bagian luka atau sakit, dan membaca do'a ini sambil mengoles". [Syarh Shahih Muslim]

Ø  Dari Sa’id bin Zayd -radhiallahu 'anhu-; Rasulullah ﷺ bersabda:

«الْكَمْأَةُ مِنَ الْمَنِّ الَّذِي أَنْزَلَ اللهُ عَلَى مُوسَى، وَمَاؤُهَا شِفَاءٌ لِلْعَيْنِ»

"Al-Kam’ah (Trefezia) bagian dari Al-Mann, yang Allah turunkan kepada Musa, dan airnya adalah obat untuk mata". [Shahih Bukhari dan Muslim]

Lihat: Hadits tentang tanaman/tumbuhan

7)      Minta bantuan dokter.

Usamah bin Syarik radhiyallahu 'anhu berkata: "Aku datang kepada Nabi ﷺ sedangkan para sahabatnya seakan-akan di atas kepala mereka terdapat burung (yakni diam tenang dan khusyuk). Maka aku mengucapkan salam, lalu duduk. Kemudian datanglah orang-orang Arab Badui dari sana dan sini, mereka bertanya: 'Wahai Rasulullah, apakah kami boleh berobat?'

Maka beliau bersabda:

«تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ الْهَرَمُ»

'Berobatlah kalian, karena sesungguhnya Allah Ta'ala tidaklah meletakkan suatu penyakit melainkan Dia meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit yaitu al-haram (usia tua/ketuaan).'" [Sunan Abi Daud: Shahih]

Wallahu a'lam!

Lihat juga: “Ar-Raaziq” dan “Ar-Razzaaq”; Allah Maha Pemberi Rezki - "Al-Ganiy" Yang Maha Kaya - Allah Yang Maha Menguasai "Al-Malik" - “Al-Khaliq” dan “Al-Khallaq”; Allah Yang Maha Mencipta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...