Sabtu, 18 Juli 2026

Kitab Adab bab 33-35; Berbuat dalam segala hal

بسم الله الرحمن الرحيم

A.    Bab 33.

Imam Bukhari rahimahullah berkata:

باب: كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ.

“Bab: Setiap kebaikan adalah sedekah”

Dalam bab ini Imam Bukhari rahimahullah menyebutkan 2 hadits dari Jabir bin Abdillah dan Abu Musa Al-Asy’ariy radhiyallahu 'anhuma.

Hadits pertama: Hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma.

Imam Bukhari rahimahullah berkata:

٥٦٧٥ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ: حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ [محمد بن مطرف] قَالَ: حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ»

Telah menceritakan kepada kami Ali bin 'Ayasy, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan [Muhammad bin Mutharrif], dia berkata: Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Al-Munkadir, dari Jabir bin Abdullah radhiallahu'anhuma dari Nabi beliau bersabda, "Setiap perbuatan baik adalah sedekah."

Penjelasan singkat hadits ini:

1.       Biografi Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma.

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/

2.       Segala kebaikan bernilai sedekah.

Dari Abu Dzar -radhiallahu 'anhu-;

أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺ قَالُوا لِلنَّبِيِّ ﷺ: يَا رَسُولَ اللَّهِ! ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ. يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي. وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ. وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ. قَالَ: «أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ؟ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً. وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً. وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً. وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً. وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ. وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ. وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ». قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ! أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: «أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وضعها في الحلال كان له أجرا»

Bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi bertanya kepada Nabi : "Wahai Rasulullah, orang-orang kaya dapat memperoleh pahala yang lebih banyak. Mereka shalat seperti kami shalat, puasa seperti kami puasa, dan bersedekah dengan sisa harta mereka." Maka beliau pun bersabda: "Bukankah Allah telah menjadikan berbagai macam cara kepada kalian untuk bersedekah? Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, setiap kalimat takbir adalah sedekah, setiap kalimat tahmid adalah sedekah, setiap kalimat tahlil adalah sedekah, amar ma'ruf nahi munkar adalah sedekah, bahkan pada kemaluan seorang dari kalian pun terdapat sedekah." Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, jika salah seorang diantara kami menyalurkan nafsu syahwatnya, apakah akan mendapatkan pahala?" Beliau menjawab: "Bagaimana menurut kalian sekiranya ia meletakkannya pada sesuatu yang haram, bukankah ia berdosa?! Begitu pun sebaliknya, bila ia meletakkannya pada tempat yang halal, maka ia akan mendapatkan pahala." [Shahih Muslim]

Lihat: Syarah Arba’in hadits (25) Abu Dzar; Amal shalih bernilai sedekah

Hadits kedua: Hadits Abu Musa radhiyallahu 'anhu

Imam Bukhari rahimahullah berkata:

٥٦٧٦ - حَدَّثَنَا آدَمُ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ، عَنْ أَبِيهِ [عامر بن عبد الله بن قيس]، عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ صَدَقَةٌ». قَالُوا: فَإِنْ لَمْ يَجِدْ؟ قَالَ: «فَيَعْمَلُ بِيَدَيْهِ فَيَنْفَعُ نَفْسَهُ وَيَتَصَدَّقُ». قَالُوا: فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ أَوْ لَمْ يَفْعَلْ؟ قَالَ: «فَيُعِينُ ذَا الْحَاجَةِ الْمَلْهُوفَ». قَالُوا: فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ؟ قَالَ: «فليأمر بِالْخَيْرِ، أَوْ قَالَ: بِالْمَعْرُوفِ». قَالَ: فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ؟ قَالَ: «فليمسك عَنِ الشَّرِّ فَإِنَّهُ لَهُ صَدَقَةٌ»

Telah menceritakan kepada kami Adam, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Syu'bah, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Burdah bin Abu Musa Al-Asy'ariy, dari Ayahnya [Amir bin Abdillah bin Qais], dari Kakeknya dia berkata, Nabi bersabda, "Wajib bagi setiap muslim untuk bersedekah." Para sahabat bertanya, "Bagaimana jika ia tidak mendapatkannya?' Beliau bersabda: 'Berusaha dengan tangannya, sehingga ia bisa memberi manfaat untuk dirinya dan bersedekah.' Mereka bertanya, 'Bagaimana jika ia tidak bisa melakukannya?' Beliau bersabda, 'Menolong orang yang sangat memerlukan bantuan.' Mereka bertanya, 'Bagaimana jika ia tidak bisa melakukannya?' Beliau bersabda, 'Menyuruh untuk melakukan kebaikan atau bersabda; menyuruh melakukan yang ma'ruf' dia berkata, 'Bagaimana jika ia tidak dapat melakukannya?' Beliau bersabda, 'Menahan diri dari kejahatan, karena itu adalah sedekah baginya.'

Penjelasan singkat hadits ini:

1)      Biografi Abu Musa Al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu.

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/

2)      Bekerja untuk menafkahi diri sendiri dan orang lain.

Dari Abu Hurairah radhiyallahul 'anhu; Rasulullah bersabda:

«مَنْ سَعَى عَلَى وَالِدَيْهِ فَفِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَمَنْ سَعَى عَلَى عِيَالِهِ فَفِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَمَنْ سَعَى مُكَاثِرًا فَفِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ» [المعجم الأوسط: حسنه الألباني]

"Barangsiapa yang mencari nafkah untuk kedua orang tuanya maka ia berada di jalan Allah, barangsiapa yang mencari nafkah untuk keluarganya (istri dan anak) maka ia berada di jalan Allah, dan barangsiapa yang mencari nafkah untuk memperbanyak harta maka ia berada di jalan setan dan sekutunya". [Al-Mu'jam Al-Ausath: Hasan]

Lihat: Tafsir Surah "At-Takatsur"

3)      Keutamaan amar ma'ruf nahi munkar.

Lihat: Keutamaan Amar ma’ruf Nahi mungkar

4)      Kalau tidak bisa memberi manfaat maka jangan memberi keburukan.

Lihat: Membangun hati dengan keimanan

B.     Bab 34.

Imam Bukhari rahimahullah berkata:

باب: طِيبِ الْكَلَامِ.

“Bab: Ucapan yang baik”

Dalam bab ini imam Bukhari meriwayatkan 2 hadits, satu mu'allaq dari Abu Hurairah dan satu mustahil dari 'Adiy bin Hatim radhiyallahu 'anhuma.

Hadits pertama: Hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Imam Bukhari rahimahullah berkata:

وَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: «الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ».

"Dan Abu Hurairah berkata: dari Nabi , beliau bersabda: 'Perkataan yang baik adalah sedekah.'"

                Hadits mu'allaq ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab "Al-Jihad" no.2827, dengan sanad dan matan yang lengkap:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «كُلُّ سُلَامَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ، كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ، يَعْدِلُ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَيُعِينُ الرَّجُلَ عَلَى دَابَّتِهِ فَيَحْمِلُ عَلَيْهَا، أَوْ يَرْفَعُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ، وَيُمِيطُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ»

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah bersabda: "Setiap ruas tulang (persendian) manusia wajib dikeluarkan sedekahnya setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang adalah sedekah, membantu seseorang menaiki kendaraannya atau mengangkatkan barang-barangnya ke atas kendaraan adalah sedekah, perkataan yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang diayunkan menuju shalat adalah sedekah, dan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah."

Nb: Hadits Abu Hurairah sudah dijelaskan pada Syarah Arba’in hadits (26) Abu Hurairah; Kewajiban sedekah untuk anggota tubuh

Hadits kedua: Hadits Adiy bin Hatim radhiyallahu 'anhu

Imam Bukhari rahimahullah berkata:

٥٦٧٧ - حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ [هشام بن عبد الملك]: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ: أَخْبَرَنِي عَمْرٌو [بن مرة]، عَنْ خَيْثَمَةَ [بن عبد الرحمن]، عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ: ذَكَرَ النَّبِيُّ ﷺ النَّارَ، فَتَعَوَّذَ مِنْهَا وَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ، ثُمَّ ذَكَرَ النَّارَ فَتَعَوَّذَ مِنْهَا وَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ، قَالَ شُعْبَةُ: أَمَّا مَرَّتَيْنِ فَلَا أَشُكُّ، ثُمَّ قَالَ: «اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ»

Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Walid [Hisyam bin Abdil Malik], ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dia berkata: Telah mengabarkan kepadaku 'Amru [bin Murrah], dari Khaitsamah [bin Abdirrahman], dari 'Adiy bin Hatim dia berkata, "Nabi menyebutkan tentang neraka, maka beliau meminta perlindungan darinya sambil memalingkan wajahnya, kemudian beliau menyebutkan tentang neraka lagi lalu meminta perlindungan darinya sambil memalingkan wajahnya." -Syu'bah berkata, aku tidak ragu beliau melakukannya hingga dua kali- kemudian beliau bersabda, "Takutlah kalian kepada neraka walau dengan (bersedekah) secuil kurma, jikalau engkau tidak mendapatkannya, hendaknya dengan perkataan yang baik."

Nb: Hadits ini sudah dijelaskan pada Kitab Ar-Riqaq, bab 49; Siapa yang hisabnya diperdebatkan maka ia akan diazab

Diriwayatkan juga pada Kitab Ar-Riqaq, bab 51; Sifat surga dan neraka (bagian 2)

C.     Bab 35.

Imam Bukhari rahimahullah berkata:

باب: الرِّفْقِ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ.

“Bab: Bersikap lembut dalam semua urusan”

                Dalam bab ini Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan 2 hadis, dari Aisyah dan Anas bin Malik radhiyallahu 'anhuma.

Hadits pertama: Hadits Aisyah radhiallahu'anha.

Imam Bukhari rahimahullah berkata:

٥٦٧٨ - حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ الله: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ صَالِحٍ [بن كيسان]، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ: أَنَّ عَائِشَةَ رضي الله عنها زَوْجَ النَّبِيِّ ﷺ قَالَتْ: دَخَلَ رَهْطٌ مِنَ الْيَهُودِ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، فَقَالُوا: السَّامُ عَلَيْكُمْ، قَالَتْ عَائِشَةُ: فَفَهِمْتُهَا فَقُلْتُ: وَعَلَيْكُمُ السَّامُ وَاللَّعْنَةُ، قَالَتْ: فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «مَهْلًا يَا عَائِشَةُ، إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ». فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَوَلَمْ تَسْمَعْ مَا قَالُوا؟ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «قَدْ قُلْتُ: وَعَلَيْكُمْ»

Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abdullah, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'd, dari Shalih [bin Kaisan], dari Ibnu Syihab, dari 'Urwah bin Az Zubair bahwa Aisyah radhiallahu'anha istri Nabi berkata, "Sekelompok orang Yahudi datang menemui Rasulullah , mereka lalu berkata, "Assaamu 'alaikum (semoga kecelakaan atasmu). Aisyah berkata, "Saya memahaminya maka saya menjawab, 'wa'alaikum as saam wal la'nat (semoga kecelakaan dan laknat tertimpa atas kalian)." Aisyah berkata, "Lalu Rasulullah bersabda, "Tenanglah wahai Aisyah, sesungguhnya Allah mencintai sikap lemah lembut pada setiap perkara." Saya berkata, "Wahai Rasulullah! Apakah engkau tidak mendengar apa yang telah mereka katakan?" Rasulullah menjawab, "Saya telah menjawab, 'WA 'ALAIKUM (dan semoga atas kalian juga)."

Penjelasan singkat hadits ini:

1.       Biografi Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Lihat: Aisyah binti Abi Bakr dan keistimewaannya

2.       Besarnya kebencian kaum Yahudi kepada Nabi dan umatnya.

3.       Boleh menjawab salam dari selain muslim tapi tidak boleh memulainya

Abu Abdurrahman Al-Juhaniy radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah bersabda:

«إِنِّي رَاكِبٌ غَدًا إِلَى الْيَهُودِ فَلَا تَبْدَءُوهُمْ بِالسَّلَامِ، فَإِذَا سَلَّمُوا عَلَيْكُمْ فَقُولُوا: وَعَلَيْكُمْ» [سنن ابن ماجه: صحيح]

"Sesungguhnya besok aku akan datang menemui orang-orang Yahudi, maka janganlah kalian mendahului mereka dengan salam, dan apabila mereka mengucapkan salam kepada kalian, maka ucapkanlah, 'Wa 'alaikum'." [Sunan Ibnu Majah: Shahih]

Lihat: Adab memberi dan menjawab salam

4.       Memperbaiki kekeliruan istri dengan lemah lembut.

Lihat: Rapor merah istri

5.       Penetapan sifat mencintai bagi Allah ‘azza wajalla.

Lihat: Meraih cinta Allah

6.       Keutamaan sifat lembut.

Dari Aisyah radiyallahu 'anha; Rasulullah bersabda:

«إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ» [صحيح مسلم]

"Sesungguhnya kelembutan tidak dibarenang pada susuatu kecuali membuatnya indah, dan tidak hilang dari sesuatu kecuali membuatnya buruk". [Sahih Muslim]

Lihat: Bagaimana menuntut ilmu

7.       Kewajiban membela Nabi dari orang yang menyakitinya.

8.       Boleh membalas keburukan dengan setimpal.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُم بِهِ ۖ وَلَئِن صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِّلصَّابِرِينَ} [النحل : 126]

Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. [An-Nahl: 126]

9.       Hati-hati dengan orang yang menginginkan keburukan dalam bentuk kebaikan.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ (19) فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِن سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ (20) وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ (21) فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ} [الأعراف : 19-22]

(Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim". Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)". Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua", maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" [Al-A'raaf: 19-22]

Lihat: Hadits Hudzaifah; Da’i yang mengajak kepada neraka Jahannam

Hadits kedua: Hadits Anas radhiallahu'anhu.

Imam Bukhari rahimahullah berkata:

٥٦٧٩ - حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ ثَابِتٌ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ: أَنَّ أَعْرَابِيًّا بَالَ فِي الْمَسْجِدِ، فَقَامُوا إِلَيْهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «لَا تُزْرِمُوهُ». ثُمَّ دَعَا بِدَلْوٍ مِنْ مَاءٍ فَصُبَّ عَلَيْهِ.

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdul Wahhab, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Tsabit, dari Anas bin Malik bahwa seorang Arab Badui kencing di masjid, lalu orang-orang mendatanginya, maka Rasulullah bersabda, "Biarkanlah." Kemudian beliau meminta diambilkan air lalu beliau menyiramnya."

Penjelasan singkat hadits ini:

1)      Biografi Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/

2)      Kewajiban menjaga kebersihan mesjid.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ} [البقرة : 125]

Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud". [Al-Baqarah: 125]

Ø  Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:

«أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ رَأَى فِي جِدَارِ القِبْلَةِ مُخَاطًا أَوْ بُصَاقًا أَوْ نُخَامَةً، فَحَكَّهُ» [صحيح البخاري ومسلم]

“Bahwa Rasulullah melihat ludah atau ingus pada dinding kiblat, beliau lalu menggosoknya." [Shahih Bukhari dan Muslim]

Ø  Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu; Nabi bersabda:

«البُزَاقُ فِي المَسْجِدِ خَطِيئَةٌ وَكَفَّارَتُهَا دَفْنُهَا» [صحيح البخاري ومسلم]

“Meludah di dalam Masjid adalah suatu dosa. Maka kafarahnya (tebusannya) adalah menguburnya." [Shahih Bukhari dan Muslim]

Lihat: Kebersihan sebagai cermin keimanan

3)      Kencing manusia najis.

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:

مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَلَى قَبْرَيْنِ، فَقَالَ: «إِنَّهُمَا يُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا هَذَا فَكَانَ لَا يَسْتَنْزِهُ مِنَ الْبَوْلِ، وَأَمَّا هَذَا فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ» [سنن أبي داود: صححه الألباني]

“Rasulullah melewati dua kuburan dan bersabda: Keduanya sedang disiksa, dan mereka tidak disiksa karena suatu yang besar; yang ini disiksa karena tidak membersihkan badannya dari kencing, sedangkan yang ini disiksa karena melakukan namimah (adu domba)”. [Sunan Abu Daud: Shahih]

Lihat: Najis kencing dan kotoran hewan

4)      Hikmah Nabi membiarkan A'rabiy menyelesaikan kencingnya.

Diantaranya:

a.       Agar kencingnya tidak menyebar.

b.       Agar tidak membahayakan si A'rabi jika menghentikan kencingnya dengan paksa.

c.       Menampakkan keramahan Islam.

Dalam riwayat lain: Maka sahabat membiarkanlah dia hingga dia selesai kencing. Kemudian Rasulullah memanggilnya seraya berkata kepadanya:

«إِنَّ هَذِهِ الْمَسَاجِدَ لَا تَصْلُحُ لِشَيْءٍ مِنْ هَذَا الْبَوْلِ، وَلَا الْقَذَرِ إِنَّمَا هِيَ لِذِكْرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالصَّلَاةِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ»

"Sesungguhnya masjid ini tidak layak dari kencing ini dan tidak pula kotoran tersebut. Ia hanya untuk berdzikir kepada Allah, shalat, dan membaca al-Qur'an"

Lalu beliau memerintahkan seorang laki-laki dari para sahabat (mengambil air), lalu dia membawa air satu ember dan mengguyurnya." [Shahih Muslim]

Ø  Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:

قَامَ أَعْرَابِيٌّ فَبَالَ فِي الْمَسْجِدِ، فَتَنَاوَلَهُ النَّاسُ، فَقَالَ لَهُمُ النَّبِيُّ ﷺ: «دَعُوهُ وَهَرِيقُوا عَلَى بَوْلِهِ سَجْلًا مِنْ مَاءٍ، أَوْ ذَنُوبًا مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّمَا بُعِثْتُمْ مُيَسِّرِينَ، وَلَمْ تُبْعَثُوا مُعَسِّرِينَ»

"Seorang Arab Badui berdiri lalu kencing di masjid. Maka orang-orang hendak menangkapnya, tetapi Nabi bersabda kepada mereka: 'Biarkan dia, dan tuangkanlah seember air atau setimba air ke atas kencingnya. Sesungguhnya kalian diutus untuk memudahkan, bukan untuk mempersulit.'" [Shahih Al-Bukhari]

5)      Membersihkan tanah dari najis dengan menyirami air.

6)      Sikap lemah lembut Nabi dalam mendidik.

Muawiyah bin Al-Hakam As-Sulami radhiyallahu 'anhu berkata: "Ketika aku sedang shalat bersama-sama Rasulullah , tiba-tiba ada seorang laki-laki dari suatu kaum bersin. Lalu aku mengucapkan: “Yarhamukallah (semoga Allah memberi Anda rahmat)”. Maka seluruh jamaah menujukan pandangannya kepadaku." Aku berkata, "Aduh, celakalah ibuku! Mengapa anda semua memelototiku?" Mereka bahkan menepukkan tangan mereka pada paha mereka. Setelah itu barulah aku tahu bahwa mereka menyuruhku diam. Tetapi aku telah diam. Tatkala Rasulullah selesai shalat, ayah dan ibuku sebagai tebusanmu (ungkapan sumpah Arab), aku belum pernah bertemu seorang pendidik sebelum dan sesudahnya yang lebih baik pengajarannya daripada beliau. Demi Allah! Beliau tidak menghardikku, tidak memukul dan tidak memakiku. Beliau bersabda:

«إِنَّ هَذِهِ الصَّلَاةَ لَا يَصْلُحُ فِيهَا شَيْءٌ مِنْ كَلَامِ النَّاسِ، إِنَّمَا هُوَ التَّسْبِيحُ وَالتَّكْبِيرُ وَقِرَاءَةُ الْقُرْآنِ»

“Sesungguhnya shalat ini, tidak pantas di dalamnya ada percakapan manusia, karena shalat itu hanyalah tasbih, takbir dan membaca al-Qur'an.” [Shahih Muslim]

Lihat: Akhlak Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

7)      Memilih keburukan yang lebih ringan untuk menghindari yang lebih besar.

Wallahu a’lam!

Lihat juga: Kitab Adab bab 28-32; Adab bertetangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...