بسم الله الرحمن الرحيم
Fitrah manusia mencintai kenikmatan dunia
Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{زُيِّنَ
لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ
الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ
وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ
عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ} [آل عمران: 14]
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada
apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari
jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang.
Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang
baik (surga). [Ali
'Imran: 14]
Lihat:Kitab Ar-Riqaq, bab 07; Waspada dari kegemerlapan duniawi dan berlomba padanya
Tabiat manusia sangat cinta kepada harta
Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{فَأَمَّا
الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ
رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ
فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16) كَلَّا ۖ بَل لَّا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ (17)
وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ (18) وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ
أَكْلًا لَّمًّا (19) وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا} [الفجر: 15-20]
Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia
dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: "Tuhanku
telah memuliakanku". Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi
rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku". Sekali-kali
tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak
saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka
dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil), dan kamu mencintai
harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. [Al-Fajr: 15-20]
Lihat: Tafsir surah Al-‘Adiyaat
Harta untuk setiap manusia sudah ditetapkan
oleh Allah 'azza wajalla
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma;
Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَوْ
أَنَّ ابْنَ آدَمَ هَرَبَ مِنْ رِزْقِهِ كَمَا يَهْرُبُ مِنَ الْمَوْتِ
لَأَدْرَكَهُ رِزْقُهُ كَمَا يُدْرِكُهُ الْمَوْتُ» [حلية الأولياء: صححه الألباني]
“Seandainya anak cucu Adam menghindar dari rezkinya
sebagaimana ia menghindar dari kematian, niscaya rizkinya akan mendapati mereka
sebagaimana kematian menjemputnya". [Hilyatul Auliya': Shahih]
Ø Dari Jabir
bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah ﷺ bersabda:
«أَيُّهَا
النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ، وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ، فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ
تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا، وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا، فَاتَّقُوا
اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ، خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ» [سنن
ابن ماجه: صححه الألباني]
"Wahai manusia .. bertakwalah kalian kepada Allah dan
perbaikilah dalam berusaha, karena sesungguhnya seseorang tidak akan mati
sampai semua rezkinya tercapai sekalipun datangnya lambat, maka bertakwalah
kepada Allah dan perbaikilah dalam berusaha, ambillah yang halal dan tinggalkan
yang haram". [Sunan Ibnu Majah: Shahih]
Ridha terhadap apa yang Allah berikan
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
«ارْضَ
بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ» [سنن الترمذي: حسن]
"Terimalah pemberian Allah dengan rela niscaya kau
menjadi orang terkaya." [Sunan Tirmidziy: Hasan]
Lihat: Miskin hati
Tanda dekatnya kiamat, orang tidak peduli halal
haram
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu; Nabi ﷺ bersabda:
«لَيَأْتِيَنَّ
عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ
حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ»
"Sungguh pasti akan datang suatu jaman
pada manusia yang ketika itu seseorang tidak peduli lagi dengan cara apa ia
mendapatkan harta, apakah dari yang halal ataukah haram". [Shahih Bukhari]
Lihat: 10 kaidah dalam perkara halal dan haram
Semua harta akan dihisab pada hari kiamat
Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ
النَّعِيمِ} [التكاثر: 8]
kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang
kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). [At-Takatsur: 8]
Lihat: Tafsir Surah "At-Takatsur"
Ø Dari Abu
Barzah Al-Aslamiy radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَا
تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا
أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ
وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ» [سنن الترمذي: صحيح]
"Kedua kaki seorang hamba tidak berajak dari tempatnya
di hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya yang ia habiskan dengan
melakukan apa, tentang ilmunya apa yang ia amalkan, tentang hartanya dari mana
ia dapat dan ia nafkahkan untuk apa, dan tentang jasadnya pada hal apa ia
gunakan". [Sunan Tirmidziy: Sahih]
Lihat: Hadits Abu Barzah; 4 pertanggung-jawaban di hadapan Allah
Sedikit nikmat maka sedikit pula hisabnya
Dari Mahmud bin Labid radhiyallahu 'anhu; Nabi ﷺ bersabda:
«اثْنَتَانِ
يَكْرَهُهُمَا ابْنُ آدَمَ: الْمَوْتُ، وَالْمَوْتُ خَيْرٌ لِلْمُؤْمِنِ مِنَ
الْفِتْنَةِ، وَيَكْرَهُ قِلَّةَ الْمَالِ، وَقِلَّةُ الْمَالِ أَقَلُّ
لِلْحِسَابِ» [مسند
أحمد: صحيح]
"Dua hal yang dibenci oleh manusia; kematian padahal
kematian itu lebih baik bagi orang mukmin daripada fitnah dan benci sedikitnya
harta padahal sedikitnya harta itu lebih ringan untuk hisab." [Musnad
Ahmad: Shahih]
Ø Dari
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu;
Rasulullah ﷺ bersabda:
«يَدْخُلُ
الْفُقَرَاءُ الْجَنَّةَ قَبْلَ الْأَغْنِيَاءِ بِخَمْسِمِائَةِ عَامٍ نِصْفِ
يَوْمٍ»
“Orang miskin lebih dahulu masuk surga dari orang kaya selama
lima ratus tahun setengah hari”. [Sunan Tirmidziy: Sahih]
Lihat: Kaya bersyukur Vs Miskin bersabar
Yang mendapatkan harta dengan cara yang halal
dan mempergunakannya pada yang halal akan dimudahkan hisabnya
Aisyah radhiallahu 'anha berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَيْسَ
أَحَدٌ يُحَاسَبُ يَوْمَ القِيَامَةِ إِلَّا هَلَكَ» فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ
اللَّهِ، أَلَيْسَ قَدْ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: {فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ
بِيَمِينِهِ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا} [الانشقاق: 8] فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «إِنَّمَا
ذَلِكِ العَرْضُ، وَلَيْسَ أَحَدٌ يُنَاقَشُ الحِسَابَ يَوْمَ القِيَامَةِ إِلَّا
عُذِّبَ»
"Tidak seorang pun yang di (paparkan) hisabnya melainkan
akan celaka." Maka saya bertanya, 'Wahai Rasulullah, Bukankah Allah
berfirman, {Barang siapa yang diberi kitabnya dari sebelah kanan, maka ia
menghadapi hisab yang mudah}? [Al-Insyiqaq: 7-8] Rasulullah ﷺ bersabda, "Yang dimaksudkan ayat itu adalah saat amal
diperlihatkan, dan tidaklah seseorang hisabnya diperdebatkan, melainkan ia akan
disiksa." [Shahih Bukhari]
Lihat: Kitab Ar-Riqaq, bab 49; Siapa yang hisabnya diperdebatkan maka ia akan diazab
Harta haram akan diadzab
Dari Ka'b bin 'Ujrah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«يَا
كَعْبَ بْنَ عُجْرَةَ، إِنَّهُ لَا يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلَّا
كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ» [سنن الترمذي: صحيح]
"Wahai Ka'b bin 'Ujrah, sesungguhnya tidak berkembang
suatu jasad yang tumbuh dari yang haram kecuali neraka lebih pantas
untuknya". [Sunan Tirmidziy: Shahih]
Ø Dari Abu
Hurairah radhiallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَنْ
جَمَعَ مَالًا حَرَامًا ثُمَّ تَصَدَّقَ بِهِ لَمْ يَكُنْ لَهُ فِيهِ أَجْرٌ،
وَكَانَ إِصْرُهُ عَلَيْهِ» [صحيح ابن حبان]
“Siapa yang mengumpulkan harta haram kemudian ia bersedekah
dengannya maka ia tidak mendapatkan pahala, dan ia menanggung dosanya”. [Shahih
Ibnu Hibban]
Ø Dari Ummu
Salamah -radliallahu 'anha-; Rasulullahﷺ bersabda:
«إِنَّكُمْ تَخْتَصِمُونَ إِلَيَّ وَلَعَلَّ
بَعْضَكُمْ أَلْحَنُ بِحُجَّتِهِ مِنْ بَعْضٍ فَمَنْ قَضَيْتُ لَهُ بِحَقِّ
أَخِيهِ شَيْئًا بِقَوْلِهِ فَإِنَّمَا أَقْطَعُ لَهُ قِطْعَةً مِنْ النَّارِ
فَلَا يَأْخُذْهَا» [صحيح البخاري ومسلم]
"Sungguh kalian seringkali mengadukan sengketa kepadaku, barang kali diantara kalian ada yang lebih pandai bersilat lidah daripada yang lain. Maka barangsiapa yang kuputuskan menang dengan mencederai hak saudaranya berdasarkan kepandaian argumentasnya, berarti telah kuambil sundutan api neraka baginya, maka janganlah dia mengambilnya". [Shahih Bukhari dan Muslim]
Ø Samrah bin
Jundab radhiyallahu
'anhu; Nabi ﷺ
bersabda:
«رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي
فَأَخَذَا بِيَدِي، فَأَخْرَجَانِي إِلَى الأَرْضِ المُقَدَّسَةِ، ...
فَانْطَلَقْنَا حَتَّى أَتَيْنَا عَلَى نَهَرٍ مِنْ دَمٍ فِيهِ رَجُلٌ قَائِمٌ
عَلَى وَسَطِ النَّهَرِ وَعَلَى شَطِّ النَّهَرِ رَجُلٌ بَيْنَ يَدَيْهِ
حِجَارَةٌ، فَأَقْبَلَ الرَّجُلُ الَّذِي فِي النَّهَرِ، فَإِذَا أَرَادَ أَنْ
يَخْرُجَ رَمَى الرَّجُلُ بِحَجَرٍ فِي فِيهِ، فَرَدَّهُ حَيْثُ كَانَ، فَجَعَلَ
كُلَّمَا جَاءَ لِيَخْرُجَ رَمَى فِي فِيهِ بِحَجَرٍ، فَيَرْجِعُ كَمَا كَانَ،
فَقُلْتُ: مَا هَذَا؟ قَالاَ: انْطَلِقْ، ... قُلْتُ: طَوَّفْتُمَانِي
اللَّيْلَةَ، فَأَخْبِرَانِي عَمَّا رَأَيْتُ، قَالاَ: نَعَمْ، ... أَمَّا الَّذِي
رَأَيْتَهُ فِي النَّهَرِ آكِلُوا الرِّبَا»
"Aku tadi malam bermimpi yaitu ada dua orang laki-laki
yang mendatangiku kemudian keduanya memegang tanganku lalu membawaku ke negeri
yang disucikan (Al-Muqaddasah), … Maka kami pun berangkat hingga sampai di
sebuah sungai yang airnya adalah darah, di sana ada seorang laki-laki yang berdiri
di tengah-tengah sungai. Dan di tepi sungai ada seorang laki-laki yang memegang
batu. Ketika orang yang berada di tengah sungai menghadapnya dan bermaksud
hendak keluar dari sungai maka laki-laki yang memegang batu melemparnya dengan
batu ke arah mulutnya hingga dia kembali ke tempatnya semula di tengah sungai,
dan terjadilah seterusnya begitu, setiap dia hendak keluar dari sungai, akan
dilempar dengan batu sehingga kembali ke tempatnya semula. Aku bertanya,
"Apa maksudnya ini?" Keduanya menjawab, "Berangkatlah." …
Aku berkata: "Kalian mengajak aku keliling malam ini maka terangkanlah
tentang apa yang aku sudah lihat tadi." Maka keduanya berkata,:
"Baiklah … Adapun orang yang kamu lihat berada di tengah sungai darah
adalah mereka yang memakan riba'. [Shahih Bukhari]
Lihat: Siksa kubur yang mengerikan
Harta orang yang diambil dengan cara yang haram
akan diganti dengan pahala dan dosa
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu; Rasulullah
ﷺ bertanya kepada para
sahabatnya: "Tahukah kalian apa itu bangkrut?"
Sahabat menjawab: Orang yang bangkrut dikalangan kami adalah
orang yang tidak memiliki dirham dan harta benda!
Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي
يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ، وَصِيَامٍ، وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ
شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا،
وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ،
فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ
خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ» [صحيح مسلم]
"Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah
orang yang datang di hari kiamat dengan pahala salat, puasa, dan zakat. Akan
tetapi ia telah mencaci si Ini, menuduh si Ini, memakan harta si Ini (dengan
tidak halal), meneteskan darah si Ini, dan memukul si Ini. Maka pahala
kebaikannya diberikan kepada si Ini dan si Ini, kemudian jika pahala
kebaikannya sudah habis sebelum menutupi semua kezalimannya maka dosa-dosa
mereka diberikan kepadanya, kemudian ia dijerumuskan ke neraka". [Shahih
Muslim]
Lihat: Kitab Ar-Riqaq, bab 48; Qishash pada hari kiamat
Bersihkan harta dengan zakat dan sedekah
Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{خُذْ
مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا} [التوبة: 103]
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu
kamu membersihkan dan mensucikan mereka. [At-Taubah:103]
Ø Dari Jabir
bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma; Rasulullah ﷺ bersabsa:
«مَنْ
أَدَّى زَكَاةَ مَالِهِ، فَقَدْ ذَهَبَ عَنْهُ شَرُّهُ» [المعجم الأوسط للطبراني: حسنه الشيخ
الألباني]
"Barangsiapa yang menunaikan zakat
hartanya maka telah hilang darinya keburukannya”. [Al-Mu’jam Al-Ausath: Hasan]
Lihat: Keutamaan zakat, infaq, dan sedekah dalam As-Sunnah
Jangan dilalaikan oleh harta
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{أَلْهَاكُمُ
التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (2) كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (3)
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (4) كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ
(5) لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ (6) ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ (7) ثُمَّ
لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ} [التكاثر: 1 - 8]
Bermegah-megahan (menumpuk harta) telah melalaikan kamu,
sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui
(akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya
kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan
melihatnya dengan 'ainul yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu
tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). [At-Takatsur 1 - 8]
Ø Dari Ibnu
Zubair radhiyallahu 'anhuma; Nabi ﷺ bersabda:
«لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ أُعْطِيَ
وَادِيًا مَلْئًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَانِيًا، وَلَوْ أُعْطِيَ
ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَالِثًا، وَلاَ يَسُدُّ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا
التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ» [صحيح البخاري]
'Sekiranya anak Adam diberi satu lembah yang dipenuhi dengan
emas, niscaya ia akan menginginkan lembah yang kedua, dan apabila diberi yang
kedua, niscaya ia menginginkan lembah yang ketiga, dan tidaklah perut anak Adam
dipenuhi melainkan dengan tanah, dan Allah akan menerima taubat siapa saja yang
bertaubat.' [Shahih Bukhari dan Muslim]
Lihat: Agar dunia datang dalam keadaan hina (tunduk)
Wallahu a'lam!
Lihat juga: Kitab Ar-Riqaq, bab 10; Mewaspadai fitnah harta - Iman dan kikir tidak akan bersatu dalam Hati - Kitab Ar-Riqaq, bab 13; “Yang banyak harta merekalah yang sedikit”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...